My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Semoga



Setelah hari itu Kenzo menjalani harinya seperti biasa. Namun dihari ia berada dirumah sakit


"akhirnya, besok aku pulang" ucap Kenzo


"tapi jangan lupa, kau masih harus istirahat" ucap Chriss


"yaya, tapi dimana ya gadis itu?" tanya Kenzo


"siapa?" tanya Chriss


"itu, gadis yang selalu menjaga dan merawatku" jelas Kenzo


"Levi?" tanya Chriss


"bukan, yang satunya" ucap Kenzo


"oh Tata? aduh keceplosan(lirih)" tanya Chriss


"Tata? Aku baru tau namanya" ucap Kenzo


"yaelah" jawab Chriss


"tapi kenapa dia tidak datang lagi ya? Apa dia tersinggung dengan perlakuan dan perkataanku kemarin ya?" tanya Chriss


"tunggu, kau melakukan apa padanya?" tanya Chriss antusias


"jadi begini........"


Kenzo menceritakan semua yang terjadi saat itu pada Chriss. Chriss terkejut seketika saat mendengarnya.


"jadu begitu" jelas Kenzo


"a a apa kau gila?" tanya Chriss


"memangnya kenapa?" tanya Kenzo


"pokoknya cepat cari dia dan minta maaf padanya" pinta Chriss


"lho kenapa memangnya?" tanya Kenzo


"aahhh, ceritanya panjang. Singkat cerita hidup dan perusahaanmu berada ditangannya" ucao Chriss


"segitunya emang? Siapa dia sebenarnya?" tanya Chriss


"sudahlah, sekarang cari dia dan minta maaf" pinta Chriss


"ya ya sebentar" ucap Chriss Kenzo


Tak lama pintu pun berbunyi. Ada yang datang.


Ceklek....


"hai sayang, bagimana kabarmu. Katanya besok kau mau check out ya" sapa Levi


"oh hai" sapa Kenzo


"Kenzo, itu tak penting. Sekarang pergilah" pinta Chriss


"hei, kau mau suruh Kenzo kemana? Dia ini masih sakit?" tanya Levi


"memangnya, kau juga siapanya juga mengatur-atur Kenzo" ledek Chriss


"aku ini calon istrinya" ucap Levi dengan PD


"hah? Calon Istri? Belum jadi istri ae udah kek gitu lu. Apalagi jadi istri. Udah Kenzo, putusin ae. Cewek model kek dia ni cuma nyusahin doang" ledek Chriss


"beraninya kau... Kenzo lihatlah. Bahkan dia bicara informal padaku" rengek Levi


"Levi, jangan cengeng. Aku mau pergi dulu ada urusan yang penting" ucap Kenzo


"Kenzo, aku tadi melihat tas bagus sekali keluaran produk Channel terbaru di...." ucap Levi


"sudah diam, ini kartunya" sela Kenzo


"dasar mata duitan" sahut Chriss


"biarin" ucap Levi


Saat Kenzo memberikan kartu kreditnya disaat yang bersamaan aku datang.


Ceklek....


"hai tuan Aileen. Apa kabar" sapaku


Aku datang dengan rambut kukuncir satu, dan pakaian formal wanita kantoran yang didesain khusus oleh para desainer perusahaanku.


"hih dia lagi" ucap Levi


"wah tuan Aileen, sepertinya kau sangat mencintai calon istrimu. Hingga kau memberikan kartu Silver kelas 1" ucapku


"ya memang, dia sangat mencintaiku" ucap Levi


"cinta? Oh begitu. Berarti cinta bisa diukur dengan uang ya.... Begitu.... Oh begini, temanku adalah pria tampan, sukses, kaya dan lulusan universitas di London. Jika kau berteman baik dengannya kau bisa mendapat kartu itu dengan mudah. Bayangkan itu hanya teman, bagaimana kalau pacar? Mungkin dia memberimu kartu Gold kelas 1. Oh iya tapi kau mencintai Kenzo, mungkin kau tidak tertarik" Ucapku


"siapa dia? Eh maksudku aku hanya mencintai Kenzo" ucap Levi


"begini saja, kalau nona Theo mau minta maaf padaku mungkin aku akan memberikan salah satu kartu debit ku padamu. Lagian aku sudah kebanyakan kartu" ledekku


"benarkah? Eh tidak, untuk apa aku meminta maaf padamu" ucap Levi sombong


"oh begitu, karena anda sangat sombong. Aku akan membiarkannya, tapi tidak untuk waktu yang lama" ucapku


"apa maksudmu?" tanya Levi


"sudahlah, waktuku adalah uangku. Kau hanya orang tak berguna bagiku" ucapku


"apaaaaa..... Kenzo lihat dia" teriak Levi


"diamlah Levi, Tata ada apa kau kemari?" tanyaku


Didalam hatiku


'bagaimana ia bisa tau namaku yang itu? Huh itu pasti ulah Chriss'


Aku melirik tajam Chriss. Chriss langsung mengalihkan pandangan saat melihatku dan pura-pura bodoh.


"mohon bahasanya tuan. Begini, untuk sekarang anda harus mencari dan bermusyawarah dengan saya saat ada kepentingan perusahaan" ucapku


"lho kenapa memangnya?" tanya Kenzo


"sekarang 15% saham dari perusahaan anda saya yang memegangnya. Jadi mohon bantuannya" ucapku


"bagaimana bisa?" tanya Kenzo


"kenapa tidak?" tanyaku balik


///***///


Beberapa jam sebelumnya.......


'bu saham perusahaan Maureen sudah ada ditangan kita'


'ok, baiklah'


'namun untuk perusahaan Aileen, kita hanya bisa mendapat 15% sahamnya'


'tidak papa, setidaknya saham kita sudah cukup membuat keberadaan kita stabil disana, jadi kita cukup bisa memegang kendali di perusahaan Aileen'


'baik bu'


///***///


Dirumah Sakit


"ini dokumennya, mohon diperiksa. Dan saya mohon untuk kerja samanya" ucapku


"apaa" ucap Kenzo


"baiklah, tak ada urusan lagi. Saya pamit dulu" ucapku


Saat aku berbalik, Kenzo langsung membuka amplop yang berisi data-data perusahaannya. Dia membukanya dengan sangat cepat hingga mendapati bagian terakhir. Dibagian terakhir aku menyelipkan beberapa foto kami saat bersama. Maafkan aku Kenzo, aku tak bisa menemanimu namun aku juga tak bisa melihatmu dimanfaatkan oleh gadis lain. Aku berharap kau segera menyadarinya dan kembali padaku. Sekeras apapun usahaku untuk menyerah padamu, dan akhirnya aku sendiri yang tersakiti.


"aaahh.. Apa ini. kenapa ada fotoku dengan Tata? Kelihatannya kami dulu sangat dekat" tanya Kenzo


"apaa. Kenzo cepat kejar Tata sekarang. Sebelum semua terlambat" pinta Chriss


"kenapa?" tanya Kenzo


"sudahlah, hentikan dia sekarang" pinta Chriss


---------------------------------------------