
Aku membawa Kenzo pergi diam-diam dari pintu belakang. Aku membopong tubuhnya masuk kedalam mobil sport pemberian dari Kenzo.
"dasar kau ini, sudah bodoh, ceroboh dan merepotkan sekali" ucapku sambil memegangi kepala
Aku membawa Kenzo keapartemenku.
"dimana kita Angel. Aku kepanasan sekali. Nyalakan ACnya" ucap Kenzo
"diamlah" bentakku
Aku menyeret tubuh Kenzo kekamar mandi dikamarku.
Byurrr.
Aku menjatuhkan tubuh Kenzo dibathtub yang berisi air dingin dan es.
"aduh berat sekali, punggungku sampai sakit. Diam disini, terserah kau mau apa. Aku menunggumu diluar. Pakaianmu sudah kusiapkan didekat pintu" ucapku
"ya" jawab Kenzo lemas
"setelah ini kau tidurlah, beristirahatlah" ucapku
"ya" jawab Kenzo
Aku pergi kekamar lainnya.
Bruggg....
Aku menjatuhkan diri diatas kasur yang nyaman itu.
"huh lelahnya, maafkan aku Kenzo. Tapi besok akan ada pertunjukan seru. Tunggu saja" ucapku
///***///
Besok pagi
07.00 AM
Kenzo turun dari tangga...
"kemarilah, makanannya sudah siap" panggilku
"apa yang terjadi semalam, kenapa aku pusing sekali?" tanya Kenzo
"sudahlah jangan banyak bicara, kita bicarakan itu nanti. Sekarang sarapan dulu" ucapku
"baiklah" jawab Kenzo
Kami berdua menikmati makanan kami hingga habis.
"siapa yang memasak ini, aku tak tau kau punya pembantu yang pandai memasak" tanya Kenzo
"ha? Pembantu? Jadi aku ini pembantu?" tanyaku
"menurutmu?" tanyaku
"maafkan aku sayang, aku tak tau kau ini pintar memasak. Kau ini memang istri idaman" goda Kenzo
"yayaya kau ini memang raja gombal" ucapku ketus
"jangan ngambek dong, maafin aku. Aku kan tidak tau sebelumnya. Btw masakan kamu ini sangat enak" goda Kenzo
"sudahlah terserahmu" jawabku ketus
Aku berdiri untuk mengemasi piring dimeja, tak lama kemudian sekretarisku datang.
"selamat pagi bu, maaf mengganggu. Namun anda mendapat surat panggilan dari pengadilan" ucap Adele
"baiklah aku akan hadir. Aku akan segera berangkat" jawabku
"baik, terima kasih bu. Saya undur diri" ucap Adele
"sayang apa yang terjadi, apa kau membuat masalah?" tanya Kenzo
"aku? Kaulah yang membuat masalah" ucapku geram
"apa? Bagaimana bisa? Apa yang kulakulan?" tanya Kenzo panik
"sudahlah, santai saja. Kau ini seperti tidak mengenalku saja. Pertunjukan baru dimulai, ikuti saja alurnya" jawabku puas
Aku segera bersiap menuju pengadilan. Aku mandi dan ganti baju. Aku memakai atasan hem putih dengan bahan kain yang sedikit licin, memakai jeans, memakai high heells berwarna putih, memakai kacamata hitam dengan rambut gelombang terurai.
Baiklah Lisa, kita lihat siapa yang akan bertahan hingga akhir. Sekali aku memilih hanya satu saja. Tak akan kubiarkan orang lain menyentuh bahkan merebutnya. Siapa yang berani mempermainkanku maka mereka akan membayarnya dengan nyawa.
Aku berangkat ke pengadilan dengan naik mobik sport berwarna putih.
///***///
Di Pengadilan
Klotak... Klotak.. Klotak...
Suara sepatuku menggema dipengadilan memecah keheningan yang ada.
Semua orang melihatku.
"lihat dia, datang dengan tetap fashionable seperti itu. Dia tak tau apa yang akan terjadi berikutnya" ucap Lisa
"nona Angelica Maureen dipersilakan duduk, anda diperkenankan membawa pengacara untuk pembelaan atas kasus percobaan nona Lisa Theo" ucap jaksa
"terima kasih. Namun aku menyangkal tuduhan ini" jawabku
"tidak mungkin, kau mau membunuhku. Kau mencekikku hingga aku hampir tak bisa bernafas" teriak Lisa
"cukup, semua tenang" bentak Hakim