
Setelah Kenzo selesai makan, aku kembali ke ruanganku untuk menyelesaikan dokumen-dokumen penting. Setelah beberapa saat aku melihat kalau ada beberapa dokumen yang salah, lalu aku ingin diperbaiki kembali oleh sekretarisku. Mengingat Kenzo yang habis begadang, aku tidak tega menyuruhnya datang ke ruanganku. Akhirnya aku memutuskan untuk datang ke ruangannya.
///***///
Di Ruangan Kenzo
Saat aku datang aku melihat dan mendengar Kenzo sedang berbicara ditelfon dengan raut wajah yang bahagia dan nada suara yang lembut.
"benarkah? Kau memang yang terbaik, tak salah jika aku memilihmu... Aku selalu menanti hari itu, ingat kau juga harus datang, tak boleh telat apalagi tidak datang. Aku selalu menunggumu. Juga jangan nakal dan buat ulah disana, kalo nggak aku hukum lagi. Oh satu lagi, jangan biarin ada orang lain yang tau tentang kita ataupun masalah ini oke. Bye" percakapan Kenzo
Deg....
Perkataan apa itu tadi, entah mengapa saat mendengar kata-kata itu membuatku sedikit kecewa dan membayangkan yang tidak-tidak. Ah susahlah, aku harus selalu terlihat tenang. Aku kembali terlihat tenang dan berkharisma.
Kenzo lalu meilhatku yang datang ada di pintu. Saat melihatku seketika dia seolah sedikit panik dan takut.
"bicara sama siapa sayang?" tanyaku
"eh bukan siapa-siapa kok" jawab Kenzo
"yakin?" tanyaku
"iya, cuma temen" jawab Kenzo
"cowok apa cewek?" tanyaku
"emang penting ya? Jangan bilang kamu cemburu?' tanya Kenzo
"aku gak cemburu. Aku gak ngebatesin kamu interaksi sama siapapun kok, aku gak suka jadi pacar yang suka ngekang. Cuma aku minta tolong, itu juga kalo kamu gak keberatan" ucapku lembut
"iya apa?" tanya Kenzo
"kamu sedikit jaga jarak sama cewek lain ya. Bukannya gimana-gimana, aku cuma gak suka aja liatnya" pintaku dengan wajah imut
"oke, lagian mana bisa aku berpaling dari pacarku yang imut ini (mencubit pipiku)" ucap Kenzo
"ihh, jangan. Sakit tauuu" ucapku
"Iya-iya maaf, trus ada apa kemari?" tanyaku
"oh iya lupa, ini aku ada dokumen penting. Tadi saat aku membaca, aku melihat ada kesalahan EYD. Tolong kamu benerin ya" ucapku
"oke, tapi kenapa kamu gak telfon aku aja biar aku yang keruangan kamu?" tanya Kenzo
"gak papa, lagian aku juga agak senggang. Yaudah ini berkasnya, aku balik dulu ya" ucapku
"oke" ucap Kenzo
Saat aku memegangi gagang pintu Kenzo memanggilku dari belakang.
"Angel... " panggil Kenzo
"ya?" tanyaku menengok
"seumpama kalo kita nikah dalam waktu deket ini kamu mau nggak? siap nggak?" tanya Kenzo
Deg....
Pertanyaan itu membuatku terkejut, seolah aku ingin melompat kegirangan. Dan apa maksud perkataan Kenzo. Apa dia benar-benar melamarku kali ini.
"hum, entahlah. Siap-siap aja sih aklo kalo aku. Yang penting kamu kabarin aku dulu" ucapku
"oke lah" jawab Kenzo
Akhirnya aku kembali ke ruanganku dengan berjalan tenang dan tetap menjaga image.
///***///
Di Ruanganku
Aku kembali duduk di kursiku. Aku hanya diam dengan kaki berpangku dan tangan menyagga kepala. Aku hanya terdiam memikirkan antara ajakan Kenzo untuk menikah dan percakapan Kenzo di telfon. Aku yang semula diam dan terlihat berkharisma saat dilihat tiba-tiba berdiri dan berjalan mondar-mandir kesana kemari sambil memikirkan percakapan Kenzo di telfon. Daripada bahagia karena ajakan menikah Kenzo aku lebih memikirkan tentang ucapan Kenzo tadi.
"kenapanya nadanya sangat lembut dan kata-katanya sangat lembut seperti berkata pada wanita. Apa aku selidiki saja ya.... Ah jangan, itu melanggar his privacy right" ucapku
Aku hanya mondar-mandir gak jelas dan kebingungan sambil berkata-kata pada diriku sendiri.
"tunggu... apa jangan-jangan Kenzo selingkuh?" tebakanku kaget
"arrhhh.. Kepalaku sakit sendiri, gak gak gak. Gak mungkin, pasti nggak. Itu cuma tebakanku. Positive thinking Angel, please positive thinking. Alright, stop thinking that. Aku mau makan siang ajalah" ucapku
Aku turun kebawah untuk makan dikantin karyawan dan bergabung dengan para karyawan biasa. Para karyawan pria melihatku dengan sangat kagum sedangkan para karyawan wanita melihatku dengan terkejut. Aku juga menyapa para karyawanku.
"hai.. Jangan sungkan, aku hanya ingin makan. Kalian bisa maknan seperti biasa" ucapku
"kenapa tiba-tiba boss makan disini ya?" lirik karyawan
"entahlah, tak ada yang bisa mengerti jalan pikirannya" jawab kayawan lain
Aku memilih tempat makan yang kosong dan makan sendiri sambil memikirkan percakapan Kenzo di telfon.
"ahhh, semakin memikirkannya hanya memnuatku semakin penasaran" ucapku
Tak lama Kenzo pun datang menghampiriku dan makan di meja yang sama denganku.
"kok kamu tinggalin aku sih? Aku tadi keruangan kamu dulu loh" ucap Kenzo
"oh benarkah? Maaf, aku tidak kepikiran. Saat aku merasa lapar aku langsung kesini" ucapku
"oh gitu. Hari minggu ada acara?" tanya Kenzo
"kayaknya nggak. Kalaupun ada juga sama kayak minggu kemarin" jawabku datar
"oh begitu. Tapi kenapa rasanya kamu kok beda ya. Kamu kenapa? ada masalah?" tanya Kenzo
"ah tidak, mungkin hanya perasaanmu saja" jawabku
"baiklah, Hari minggu pagi aku jemput ya. Kita makan bareng" jawab Kenzo
"oh begitu ya. Baiklah (tersenyum) " jawabku
"kamu gak ada yang mau ditanyain gitu kw aku? kok aku ngerasa kalo kamu pengen tanya sesuatu gitu ke aku?" tany Kenzo
Didalam hati Kenzo
'semoga saja ia tak tau ataupun curiga. Rencanaku masih banyak'
"eh, ah tidak. mungkin perasaanmu saja" ucapku
Ah aku sangat pintar kalau disuruh menutupi perasaanku sendiri. Kami hanya makan saling diam tanpa ngobrol satu katapun. Aku memang memasang wajah datar tanpa ekspresi dan diam tanpa bicara apapun dan fokus hanya pada makananku. Sedangkan Kenzo terlihat bingung ingin mengajakku bicara namun tak tau bagaimana memulainya.
Disisi Lain....
"mereka sangat cocok ya" bisik karyawan A
"iya, satunya cantik satunya tampan" jawab karyawan B
"nona Angel sangat hebat ya bisa memenangkan hati tuan Kenzo" jawab karyawan C
"kenapa begitu?" tanya jaryawan B
"masa kamu gak tau sih?" tanya karyawan C
"kenapa?" tanya karyawan B
"tuan Kenzo itu sangat playboy, dan dikenal sangat dingin apabila tidak suka dengan seorang wanita. Sedangkan nona Angel bisa membuatnya bertekuk lutut dan menjadi pria yang sangat hangat dan selalu tersenyum" jelas karyawan A
"iya, hal itu hanya bisa dilakukan oleh wanita yang sangat hebat" jawab karyawan C
"ah, aku jadi iri sama nona Angel" ucap karyawan B
Disisi Lain....
"huh, bagaimana bisa tuan Kenzo memenangkan hati nona Angel ya" ucao karyawan A
"iya aku sangat iri padanya" ucap karyawan B
"sudah cantik, baik, bertalenta, kaya, sukses juga masa depan yang cerah. Nona Angel memang mengagumkan" jelas karyawan A
"aku rela mengorbankan 5 tahun hidupku hanya demi bisa makan bersamanya. Bahkan aku rela mengorbankan hidupku demi dirinya" ucap karyawan B
"memangnya hidupmu berharga?" tanya karyawan A
"ah, teman macam apa kau ini?" kesal karyawan B