My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
HAPPY DAY



"tapi kali ini aku bener-bener nerveouse" ucap Clarissa


"Sa, gak ada yang namanya sempurna didunia ini. Yang bisa kita lakuin cuma berusaha agar jadi yang terbaik" jelasku


"hmmm, kamu emang best friend aku" ucap Clarissa sambil memelukku erat


"hmm, sudah sana siap-siap. Cepet temuin tu calom suami kamu" ucapku


"hmm, makasih udah semangatin" ucap Clarissa


"nak, tunggu tante nikah ya nanti kita tunggu tante bikin temen buat kamu" ucapku sambil mengelus perutku


"dih apaan sih" malu Clarissa


"gapapa, biar anakku ada temennya. Nanti siapa tau kita jadi besan" gurauku


"eh iya juga ya, pasti asik ya kalo kamu jadi besanku hehehe" gurau Clarissa


"sudah-sudah sana nikah, ntar kalo udah hamil cepet kabarin aku ok" ucapku sambil mengedipkam satu mata


"dih, nikah aja belum juga" ucap Clarissa


"Udah-udah sana cepetam nikah" ucapku


"iya-iya" ucap Clarissa datar


///***///


Pernikahan Chriss Dan Clarissa


Pernikahannya semua berjalan lancar, banyak orang menangis terharu karena pernikahannya. Dan saat acara pelemparan bunga Dokter Grazie melompat untuk mendapatkan bunga tersebut namun saat turun ia terpeleset dan.....


Bruukk....


"aduhhh" keluh Grazie


"cepetan berdiri, kamu berat" ucap Jaxtyn


"eh sorry-sorry" ucap Grazie


"ciee..... " sorak para undangan


Saat melompat Grazie terpeleset dan jatuh menimpa Jaxtyn yang berdiri disebelahnya.


*****


Ruang Makan VVIP


Aku, Kenzo, Alvaro, Jaxtyn dan Grazie duduk dimeja makan VVIP.


"mami, dari buku yang Varo baca mami harus banyak makan sayur" ucap Alvaro


"trus?" tanyaku


"ini Varo kasih sayur ya" ucap Varo sambil memindahkan sayur yang ada dipiringnya ke piringku


"kalo gak suka sayur bilang aja" ucap Kenzo


"Varo emang gak suka sayur, tapi mami kan juga butuh banyak makan sayur. Sini mi, Varo suapin ahhh" ucap Alvaro sambil berusaha menyuapiku


"hei, anak kecil makan dulu aja ya. Biar papi yang suapin mami" ucap Kenzo sambil memindahkan kursi Alvaro


"eh? Tapi Varo mau duduk deket mami pii.. " pinta Alvaro


"gak bisa, papi gak bisa jauh dari mami. Nanti siapa yang suapin mami?" tanya Kenzo


"aaa, pokoknya Alvaro gak mau jauh dari mami" tegas Alvaro


"anak kecil nurut aja" ucap Kenzo


Braakk...


Aku menggebrak meja makan.


"hei, kalian ini. Alvaro duduk disamping kananku dan Kenzo duduk disamping kiriku. Kalau tidak nurut mami pulang sendiri" kesalku


Kenzo dan Alvaro langsung menurut dan duduk dengan tenang disamping kanan dan kiriku. Grazie tertawa melihat tingkah kami. Tak lama Clarissa dan Chriss ikut bergabung.


"rempong banget kayaknya" tanya Clarissa


"eh pengantin baru kok disini?" tanyaku


"capek tau dari tadi berdiri terus sampe kakiku sakit semua" keluh Clarissa


"maaf ya sayang, nanti aku pijitin ya" ucap Chriss


"lho, yang suami siapa yang istri siapa?" tanya Clarissa


"gapapa, sekali-kali" ucap Chriss


"ehemm... " Kenzo berdehem


"cie, yang pengantin baru. Bawaannya deket terus. Sana cepetan honey moon, biar anakku ada temennya" ucapku


"dih apaan sih" ucap Clarissa


"gapapa sayang, biar rumah kita rame" ucap Chriss


"idie" ucap Clarissa


"nih" ucap Kenzo sambil menyodorkan sebuah kotak kado


"apaan?" tanya Chriss


"buka sendiri napa" ujar Kenzo


Clarissa dan Chriss membuka kotak itu.


"wahh makasih Angel, makasih Kenzo" ucap Clarissa


"thanks bro" ucap Chriss


"ur well" jawab Kenzo


"jangan lupa ajak istrinya jalan-jalan ya Chriss" ucapku


"pasti" ucap Chriss


Aku dan Kenzo memberikan tiket honey moon dengan pesawat pribadi dan 1 mobil lamborghini terbaru warna putih.


"ehemm... " aku berdehem


Jaxtyn menengok.


"ini ni yang dua nggak mau nyusul?" godaku


"eh?" kaget Grazie


"saya harus memenuhi tugas saya untuk selalu setia pada anda boss" jawab Jaxtyn datar


"huh, kita disini sebagai tamu bukan rekan kerja. Dan aku memberikan ijin padamu untuk menikah. Lagipula kau berhak untuk itu" ucapku


"cepetan sana cari pacar, jangan ngintilin bini orang mulu" ledek Kenzo


"nanti saya akan mencari" jawab Jaxtyn datar


"ngapain nyari? Yang disebelah itu gimana? Yang pegang bunga itu loh" godaku


Grazie memang dari tadi diam memegangi bunga dan duduk disamping Jaxtyn.


"eh, ngapain pada liatin aku?" bingung Grazie


"tu, mau nggak dilamar Jaxtyn?" tanyaku


"eh, nggak mau. Orangnya datar banget kayak robot, aku butuhnya pacar sama calon suami bukan robot penjaga" jawab Grazie


"Hahahahahaha.... "


Semua tertawa kecuali Jaxtyn yang menunduk malu dan Grazie yang diam dan cuek.


Semua berlalu begitu saja tanpa ada halangan apapun.


///***///


5 Bulan kemudian


Semua berlalu dengan begitu cepat. Clarissa yang sedang mengandung 4 bulan, Jaxtyn dan Grazie yang semakin dekat namun setiap hari juga bertengkar. Bahkan kini usia kandunganku mulai menginjak 8 bulan. Dan kini Kenzo tak pernah memukulku, bahkan tak penah membentakku sekalipun.


"sayang ayo check up" ajak Kenzo


"hmm, besok aja ya. Aku mager" ucapku


"gak bisa, gak boleh tunda. Nanti setelah pulang check up kita kerumah dokter Grazie" ujar Kenzo


"tapi aku mager" ucapku sambil bermain ponsel


"ya Tuhan... " keluh Kenzo


"eh mau ngapain, turunin lah.. " ujarku


Kenzo seketika menggendongku dengan bridal style dan menurunkanku didalam mobil. Aku masih malas untuk check up.


*****


Di Jalan


"masih ngambek?" tanya Kenzo


"tau" ucapku kesal


"haih, itu semua kan demi baby nya sayang. Kita lihat perkembangannya ya" ucap Kenzo lembut


"haih, nanti pulang kita beli mobil-mobilan ya" ajak Kenzo


"hah! Beneran? Oke, yaudah yuk check up. Cepetan" ucapku bersemangat


"haih, dasar" ucap Kenzo


Memang sejak hamil aku selalu menginginkan mobil-mobilan. Entah mengapa aku merasa kalau mobil-mobilan bisa membuat mood ku lebih baik.


///***///


Di Rumah Sakit


Aku telah selesai check up, dokter hanya menyarankanku untuk beristirahat dan tetap banyak makan makanan bergizi.


"anak kalian positif kembar" ujar dokter


"apa! Beneran dok?" tanyaku senang


"iya, selamat ya" ucap dokter


Aku dan Kenzo sangat senang mengetahui kalau anak kami ternyata kembar. Aku terus membayangkan bagaimana kehidupanku jika memiliki 2 anak yang lucu-lucu.


Semoga anak-anakku menjadi anak yang cantik atau tampan dan memiliki kepribadian yang lembut dan tidak berpikir jahat -Batinku


"apa kalian mau melihat jenis kelaminnya?" tanya dokter


"yaa... "


"tidak... "


Dokter kebingungan menanggapi aku yang menjawab tidak dan Kenzo yang menjawab iya.


"jadi bagaimana?" tanya dokter


"ya.. "


"tidak.. "


"haih, jadi bagaimana?" tanya dokter


"sayang, aku pengen tau anak kita cewek apa cowok" ujar Kenzo


"jangan, biar jadi kejutan" ucapku


"tidak, aku sudah penasaran" ucap Kenzo


"gak bisa" tegasku


"lihat" tegas Kenzo


"enggak" tegasku


"lihat!!!"


"enggak"


"lihat!!"


"enggak, kalo enggak ya enggak" ucapku


"haih, gimana sih. Yaudah terserah, saya mau periksa pasien lain. Kalo mau lihat jenis kelaminnya lihat sendiri" bentak dokter yang kesal lalu pergi keluar


"tuh kan gara-gara kamu sih" ucapku


"kok aku?" tanya Kenzo


"lagian ngeyel aja" kesalku


"tapi kan aku penasaran" ucap Kenzo


"gini ya, kan nanti yang berjuang waktu lahiran kan aku. Jadi nurut sama aku ya" bujukku


"gak, aku bener-bener penasaran sayang" ucap Kenzo


"tunggu satu bulan lagi yaa" ucapku


"tapi... " ucap Kenzo menggantung


"udah deh, nurut ya sama aku. Kalo gak nurut nanti babynya sedih" ucapku dengan puppy eyes


"haih, kamu menang" ucap Kenzo menunduk


Aku dan Kenzo sepakat untuk tidak melihat jenis kelamin anak kami agar jadi kejutan.


///***///


Beberapa Minggu Kemudian


Sejak diberikan HPL oleh dokter, Kenzo jadi sangat over protective. Bahkan 2 minggu sebelum HPL aku sudah disuruh menginap di rumah sakit. Walau kamarku sangat mewah karena ruang VVIP Kelas 1, tapi aku benar-benar bosan karena tak bisa berbuat apa-apa.


*HPL \= Hari Perkiraan Lahiran


"Kenzo aku benar-benar bosan" keluhku


"gak bisa sayang, aku gak bisa ambil resiko. Tunggu sampai babynya lahir ya" pinta Kenzo


"tapi aku bosan, bentar aku bawa hadiah" ucap Kenzo


"hah?" bingungku


"mami.... " panggil Alvaro


"lho Varo... " ucapku sambil memeluk Alvaro


"Varo kangen sama mami" ucap Alvaro


"mami juga kangen Varo. Varo gimana sekolahnya?" tanyaku


"enak mi, Varo belajar matematika juga. Nilai Varo 100" ucap Alvaro senang "tapi gak enaknya, tiap pulang Varo pasti dikejar-kejar sama anak-anak perempuan. Untung ada Lina yang selalu bantu Varo"


"loh, anak mami udaj jadi populer aja. Udah ganteng ya sekarang" ucapku


"mami apaan sih" ucap Alvaro


"sayang, cariin aku es krim dong. Sama beliin sekalian buat Varo" ucapku


"gak, gak boleh. Harus hindarin dulu es" ucap Kenzo


"umm, plis sekali ini aja ya. Besoknya udah nggak deh beneran ya plisss" ucapku dengan puppy eyes


"haih, baiklah. Varo papi tinggal dulu, kalo ada apa-apa pencet tombol darurat ini ya atau teriak panggil dokter dan telfon papi ok" pesan Kenzo


"ok pi" jawab Alvaro


"papi pergi dulu" ucap Kenzo


"da da" ucapku


Setelah Kenzo pergi, aku merasa perutku sangat sakit dan lebih sakit dari biasanya. Cairan putih mengaliri kakiku.


"ah aduh, Varo panggil dokter" pintaku sambil menahan sakit


"ah mami kenapa, Varo panggil dokter dulu ya" ucap Varo


Tak lama dokterpun datang dan memeriksaku.


"suster, siapkan ruang bersalin" ucap dokter


"baik dok" ucap suster


Aku masuk keruang bersalin dan ternyata mamaku juga ada diluar hendak masuk, saat melihatku akan melahirkan ia mengikutiku dan menemaniku tapi ditahan oleh suster, jadi mami hanya menungguku diluar ruangan.


"Varo, papimu dimana?" tanya kakek


"tadi pergi beliin es krim buat aku sama mami kek" ucap Alvaro


Tak lama Kenzo pun kembali.


"lho, dimana Angel?" tanya Kenzo bingung


"mami lahiran pi kata kakek" ucap Alvaro


"apaa!!!!" kaget Kenzo


Seketika Kenzo langsung berlari kedepan ruang bersalin. Ia berdiri mondar-mandir tanpa henti didepan ruang bersalin.


"astaga, aku benar-benar tak tenang. Bagaimana keadaan Angel" panik Kenzo


_____________________________________________


Hai readers, gimana ikut deg-degan gak?


Ada yang bisa bayangin gimana cantiknya anak Angel dan Kenzo jika perempuan atau Gantengnya kayak apa kalau Laki-laki.


Dan kalian lebih suka anak Angel dan Kenzo yang gimana?


Laki-Laki


Perempuan-Perempuan


Laki-Perempuan


Perempuan-Laki


Apa harapan kalian untuk anak-anak Kenzo? Tulis dikolom komentar:)


JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTE:) 🙏