
Kami menikmati pemandangan indahnya Paris dari atas menara itu. Angin yang berhembus kencang membuat tubuhku merasakan hawa dingin, saat itu juga Kenzo melepas jasnya dan memakaikannya padaku lalu merangkulku. Setelah selesai kami turun dari menara itu.
"ayo kita pulang" ajak Kenzo
"pulang?" tanyaku
"iya pulang, kenapa?" tanya Kenzo
"apa kau yakin, tidak setiap hari kita kesini. Beberapa jam yang lalu kita baru sampai, kenapa sekarang mengajak pulang?" tanyaku
"kan sudah selesai, memang kau mau apa?" tanya Kenzo
"bagaimana kalau kita putus? _-" ucapku datar
"eh, jangan dong. Kenapa, kamu marah? Kamu mau apa, bilang coba" bujuk Kenzo
"kamu ini tampan, baik dan kaya. Tapi kenapa otakmu kadang tidak berjalan? _-" ucapku kesal
"lho kenapa, maksudmu gimana?" tanya Kenzo
"Kenzoooo, ini Paris sweety. Kota paling romantis didunia. Kau yakin kesini hanya mau melakukan ini saja" tanyaku dengan wajah imut
"ya ya, kau mau apa honey?" tanya lembut Kenzo
"aku ingin es krim coklat yang ada chocochipsnya" ucapku senang
"dan jauh-jauh kesini hanya mau makan es krim?" tanya Kenzo
"iya iya, ayo kita makan es krim" ucapku sambil menarik tangan Kenzo
Kami mengelilingi kota Paris malam itu, membeli ini membeli itu. Makan ini makan itu. Sungguh malam itu sangat menyenangkan. Setelah pukul 2 malam kami memutuskan untuk kembali keIndonesia karena aku sudah lelah. Kami kembali menggunakan pesawat pribadi.
///***///
Di Indonesia
Kenzo mengantarku pulang sampai depan apartemenku.
"see you anymore honey, aku pulang dulu" ucap Kenzo
"ya ya, pulang sana" ucapku senang
"bye"
"bye"
Mobil baru berjalan beberapa meter namun kembali lagi mundur.
"apa lagi, kenapa balik? Ada yang lupa?" tanyaku
"iya" jawab Kenzo
"apa" tanyaku
"aku mencintaimu" ucap Kenzo
"astaga, bikin kaget saja. Cuma bilang ini kan, sudah sana pulang. Kau juga butuh istirahat" ucapku
"yah yah, aku diusir. Ok bye Angel" ucap Kenzo
"bye"
Aku masuk kedalam rumah, menjatuhkan diri pada kasurku.
Klunting...
'Angel kutemui kau 30 menit lagi dimarkas dulu ada yang ingin aku bicarakan penting -Chriss-'
"Yah yah, baru saja mau istirahat, ada saja" ucapku kesal
Aku bersiap dan pergi kemarkas, setelah aku disana kak Chriss menungguku didepan markas.
"hai Angel, terima kasih sudah datang" sapa Chriss
"please To The Point" ucapku
"ayo ikut aku, kemarin saat lamaranmu aku bilang mau kasih hadiah ke kamu. Kali ini aku akan memberikannya" ucap Chriss
Aku hanya terdiam penasaran, setelah berjalan kami sampai didepan sebuah ruangan. Ya aku ingat, ini adalah ruangan yang dulunya aku tak boleh sama sekali masuk kesini.
"kenapa kesini?" tanyaku
"masuklah" ucap Chriss
"kuharap ini bukan jebakan, atau kau tau akibatnya" ancamku
"jangan berburuk sangka dulu, kau masuklah dan lihat" ucap Chriss
Aku masuk dan terdiam seketika melihat seorang wanita cantik sedang berdiri dihadapan ku. Perlahan aku menangis.
"Angel... " panggil wanita itu
"Clarissa....." panggilku
Kami saling menangis dan berpelukan lama sekali. Kami mencurahkan semua rasa rindu kami. Kami pergi keluar bertiga kesebuah caffe untuk membicarakannya.
///***///
Di Caffe
"bagaimana kau bisa selamat Caca?" tanyaku
"Caca? Siapa itu" tanya Chriss
"itu panggilan masa kecil kami, Angel memanggilku Caca aku memanggilnya Tata" jelas Clarissa
"kalai Caca jelas dari nama Clarissa, tapi kalau Tata darimana?" tanya Chriss
"dari kata Calista dinama Angel" jawab Clarissa
"tapi bagaimana kau masih hidup, aku sangat mengkhawatirkanmu hingga aku mau menghancurkan mafia ini untuk membalas kematianmu" ucapku
"jadi begini..... " ucap Chriss
Chriss menjelaskan semuanya padaku. Didetik-detik terakhir ledakan itu Chriss melihat Clarissa, saat Chriss mendengar bunyi aneh, ia langsung melompat pada Clarissa dan akhirnya caffe itu meledak. Untung mereka berdua bisa keluar dengan selamat. Clarissa mengalami geger otak ringan hingga mengalami amnesia sementara, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan, Chriss melarang Clarissa pergi keluar dengan bebas. Namun beberapa bulan lalu ingatan Clarissa kembali dan menceritakan semua pada Chriss. Namun kini mereka sudah berpacaran. Aku merasa sedikit tenang, setidaknya sahabatku ada yang menjaga dan melindungi.
"maafkan aku Angel, tapi kami sudah jadian" ucap Clarissa
"benarkah?" tanyaku
"iya, maaf ya" ucap Clarissa
"lho, kenapa minta maaf. Malah sekarang aku jadi tenang karena kau ada yang jaga. Selamat ya, tapi awas kalau anniv gak undang aku" ucapku
"oke-oke tenang" ucap Chriss
Kami berbincang dan bercanda menghabiskan waktu serta mencurahkan semua rasa rindu kami. Kami juga saling berbagi cerita. Memang awalnya aku masih sakit hati saat melihat Chriss, perlahan saat tau dia sudah berpacaran dengan Clarissa aku jadi lebih ikhlas dan tenang sampai tak ada rasa apapun lagi dihatiku.