My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Berita Bahagia



"ayo ikut aku ke rumah sakit" ajak Kenzo


"hmm... " jawabku lemas


"Varo ikut gak?" tanya Kenzo


"kemana pi?" tanya Alvaro


"ke rumah sakit" ucap Kenzo


"mami sakit ya?" fanya Alvaro


"iya, mami agak lemes" jawabku


"aku ikut ya mi, pi" ucap Alvaro


"ayok" ucap Kenzo


Kami segera bergegas untuk menuju rumah sakit. Sesampainya di rumah sakit kami langsung ditangani.


"bagaimana dok? Maag saya kumat ya? atau asam lambung saya naik?" tanyaku


"hanya asam lambungnya saja naik. Lain kali jaga pola makannya ya, kasian adeknya yang ada diperut" ucap dokter


"ha?" tanyaku


"selamat, istri anda hamil. Usia kandungannya sudah 6 minggu" ucap dokter


"oh hamil. Ah apa? Hamil?" kaget Kenzo


"hamil dok?" tanyaku


"iya, selamat ya" ucap dokter


Kami berdua sangat senang hingga meneteskan air mata. Sedangkan Alvaro masih diam tak mengerti.


"6 minggu? Apa bayi saya baik-baik saja dok?" tanya Kenzo


"iya, kenapa tanya seperti itu?" tanya dokter


"sekitar 6 minggu yang lalu kami mengalami jatuh dari pesawat, bahkan saya koma selama 1 minggu dan tidak sadar selama 2 minggu. Anda yakin anak saya tidak papa?" tanyaku


"astaga. Saya yakin, mungkin ini semua mukjizat dari Tuhan. Tolong jaga kandungannya ya, saat ini usia kandungannya masih muda jadi sangat rentan" ucap dokter


"baik dok" ucap Kenzo


Kamipun keluar, dan saat diluar.


"pi, mami sakit apa?" tanya Alvaro


"Varo mau nggak punya adik?" tanya Kenzo


"adik? Mau banget pi, Varo pengen punya adik biar bisa diajak main bareng" ucap Alvaro


"kamu udah mau punya adik" ucapku


"beneran mi?" tanya Alvaro


"iya" jawabku


"ye ye ye ye ye..... " ucap Alvaro sambil melompat-lompat


"Varo maunya adek cewek apa cowok?" tanya Kenzo


"cewek gapapa cowok gapapa. Kalo dua-duanya juga nggak papa" jawab Alvaro


"gimana mi? Varo maunya punya 2 adik (mengedipkan sebelah mata)" ucap Kenzo


"apa? Tanganku belum sembuh, itu kepala juga belum sembuh, ga udah macem-macem (jitak kepala Kenzo)" ucapku datar


"aduh sakit yank" ucap Alvaro


"yuk pulang" ajakku


"yuk" ajak Kenzo


Kami pun pulang menuju rumah baru kami.


"Varo, mulai sekarang kamar Varo disini ya" ucapku


"iya mi" jawab Alvaro


Setelah itu aku masuk kamar, aku melihat Kenzo yang sedang berdiri didepan jendela melihat indahnya pemandangan sunset pantai. Aku merebahkan diri diatas kasur.


"hah, enaknya tidur diatas kasur" ucapku


"capek ya?" tanya Kenzo


"hmm.. lumayan" jawabku


"makasih ya udah mau mengandung anakku" ucap Kenzo


"iya, jangan lupa. Ini anakku juga" ucapku


"iya-iya ini anak kita berdua. Kamu gak pengen apa gitu?" tanya Kenzo


"hmm... Aku pengen makan" ucapku


"makan apa aku cariin?" ucap Kenzo semangat


"hmm.. Aku pengen makan bareng sama kamu sama Varo di kedai es krim di samping mall XX" ucapku


"kenapa harus keluar? Cari tempat yang lebih bagus ya, yang lebih mahal" ucap Kenzo


"gamau" jawabku


"kan ga terjamin bersihnya sayang" ucap Kenzo


"yaudah kalo gamau, aku pergi sendiri sama Alvaro" kesalku


"iya-iya, mandi dulu abis itu kita berangkat" ucap Kenzo


"ok" jawabku


Setelah mandi aku mendatangi kamar Alvaro.


"Varo..." panggilku


"ya mii... " jawab Alvaro


"udah mandi?" tanyaku


"udah" jawab Alvaro


"ikut mami sama papi yuk" ajakku


"makan bareng" jawabku


"beneran mi? Asiikk... Bentar mi Varo mau siap-siap" ucap Alvaro


"mau dibantu? Sini bantu mami" ucapku


"oke" jawab Alvaro


Aku membantu Alvaro bersiap, setelah Alvaro siap aku turun untuk mencari Kenzo.


"ya ampun, anak papi ganteng banget. Siapa yang bantu siap-siap?" tanya Kenzo


"mami dong" ucap Alvaro


"papi gatau mami bakat kalo dandanin anak" ucap Kenzo


"apaan sih. Yuk berangkat" ajakku


Kami keluar bergegas berangkat. Setelah beberapa saat kami pun sampai di Kedai Es Krim.


"sampaii... " ucapku


"disini?" tanya Kenzo


"iya, kenapa? yuk masuk" ajakku


Kamipun masuk kedalam Kedai Es Krim dan memesan meja dekat jendela.


"pesan apa mbak?" tanya pelayan


"kamu apa sayang?" tanyaku


"terserah" jawab Kenzo


"Varo nurut mami aja" jawab Alvaro


"mbak 2 chicken steak saus black pepper, 1 ayam kremes, 1 nasi burger ayam ya mbak, 1 spageti, 1 big burger, 1 es krim goreng, 1 es krim banana split, 1 pudding es krim, 1 leker pisang coklat, 1 jamur crispy, 1 brokoli crispy, 1 kentang goreng porsi jumbo, 2 jus alpukat, 1 teh tarik, sama 1 susu segar rasa durian." jelasku


"baik mbak, tunggu sebentar ya" ucap pelayan


Alvaro dan Kenzo hanya terdiam melongo melihatku pesan makanan tanpa melihat menunya.


"kenapa?" tanyaku


"mami, kita makan semua itu?" tanya Alvaro


"kamu yakin yank?" tanya Kenzo


Aku hanya mengangguk sambil senyum.


Setelah beberapa saat, pesanan kami datang. Untung kami memilih tempat makan dengan meja paling besar.


"silakan dinikmati" ucap pelayan


"iya mbak makasih ya" jawabku


Alvaro dan Kenzo hanya terdiam melongo melihat meja besar yang sudah penuh makanan.


"ini semua kamu yang pengen apa bawaan bayi yank?" tanya Kenzo


"gatau, tetiba aja pengen pesen semua ini" ucapku


"astagaa" kaget Alvaro


"ayo dimakan, cobain dulu deh. Enak kok, aku sering makan kesini dulu" ucapku


"eh iya" jawab Kenzo


Kenzo dan Alvaro memakan satu persatu makannya.


"gimana enak kan?" tanyaku


"beneran mi, ini enak banget. Makanan yang di mall-mall kalah" jawab Alvaro


"iya dong siapa dulu yang milih" jawabku


"iya enak banget yank, kok kamu bisa tau tempat ini?" tanya Kenzo


"kadang-kadang kita melewatkan suatu hal yang sangat berharga hanya karena gengsi. Aku milih tempat ini bukan karena murah, tapi memang enak. Setiap makan direstoran mahal aku nggak nyaman. Banyak orang pamer ini itu cuma buat pencitraan. Bahkan makan pun harus make etika, kalo disini mah yang penting kenyang. Ga bakal ada yang marahin kalo makan ga pake gaya orang kaya" ucapku


"kamu emang ter the best deh" ucap Kenzo


Kami semua kekenyangan makan disana. Setelah menghabiskan makanan kami semua. Setelah selesai kami pun membayar sebelum pulang.


"berapa mbak?" tanyaku


"totalnya Rp. 157.000 mbak" jawab pelayan


"yang bener mbak? yakin cuma segitu?" tanya Kenzo


"iya mas, sudah benar" jawab pelayan


"ini mbak" ucapku


"uangnya Rp. 200.000 berarti kembali Rp. 43.000 ya mbak" ucap pelayan


"udah mbak, gak usah. Buat mbak aja kembaliannya" ucapku


"makasih ya mbak, silakan berkunjung kembai" ucap pelayan


"yuk pulang" ajakku


"oh ok" jawab Kenzo


Didalam Mobil...


"yank, yakin tadi ga ada 200 ribu?" tanya Kenzo


"iya kenapa? Kaget ya? Atau terlalu murah bagi kamu?" tanyaku


"banget lah" jawab Kenzo


"kenapa? biasanya kalo direstoran mewah 200 ribu kurang ya buat 1 orang. Lah disana, udah bertiga makan sampe kekenyangan" ucapku


"kaget aku sumpah" jawab Kenzo


"makanya, uang banyak-banyak dipake cuma buat makan doang. Mending dikasih ke orang yang lebih membutuhkan" ucapku


"kamu emang ter the best deh" jawab Kenzo


"mi, kapan-kapan kita kesana lagi ya. Makan bareng lagi ya" ajak Alvaro


"ok sayang" jawabku