My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Ya Aku Suaminya



Sesaat setelah suster mengatakan bahwa ini jam kunjungan dokterku, ada seorang dokter yang tadi menangani Kenzo masuk keruanganku.


"oh hai nyonya, eh tuan, kau suaminya kan" tanya dokter


"tidak tidak dia bu.." jawabku cepat


"ya aku suaminya, kami baru saja bertengkar jadi dia sedikit marah padaku" sela Kenzo sambil melirikku


"hahaha... Dasar anak muda jaman sekarang" ucap dokter


Aku melirik tajam Kenzo dan dia pun tertawa sendiri, dia memandangiku sambil duduk disebelah kasurku.


"ah tuan, kenapa kau tidak sadar saja dari tadi. Apa kau tau istrimu hampir membunuhku jika aku tidak segera menanganimu" ucap dokter


"hahahahhahah... Benarkah" ledek Kenzo


"nona kau seharusnya jadi dokter atau profesor saja" ucap dokter


"ha? Kenapa memangnya?" tanyaku


"tuan, istrimu ini sangat jenius. Semua diagnosa yang dia beritahukan padaku tak ada yang meleset. Semuanya benar, akupun dibuat melongo olehnya. Selama 18 tahun karirku baru kali ini aku diceramahi oleh pasienku sendiri. Nyonya, berapa sih IQmu" ucap dokter


"Hahahahahaha... Astaga istriku tersayang ini bisa mengancam orang juga. Hahahahahaha... " ucap Kenzo sambil tertawa terbahak-bahak


Buugg.. Aku menyikut dadanya.


"aww.. Sakit sayang. Aku juga baru operasi." ucap Kenzo


"ahh. Maafkan aku, lagipula kenapa kau menertawakanku. Aku berjuang menahan sakit tembakan di perutku untuk menyelamatkanmu tapi kau malah seperti ini. Harusnya kubiarkan saja kau mati disana. Andaikan aku telat 5 menit saja kau tak tertolong tau" bentakku


"ya ya, maafkan aku" ucap Kenzo sambil mengelus kepalaku


"Hahahahahaha... Anak muda jaman sekarang, namun benar juga ucap nyonya ini. Andai dia terlambat 5 menit saja nyawa anda tak tertolong kareno posisi peluru yang cukup rumit." ucap dokter


"oh benarkah. Maafkan aku sayang" ucap Kenzo


"sudahlah, duduk yang baik. Jangan ganggu dokter yang ingin memeriksaku" ucapku tegas


"ya baiklah, kali ini aku kalah" ucao Kenzo menunduk


Semua suster dan dokter yang ada tertawa melihat tingkahku dan Kenzo yang seperti anak kecil saat bertengkar.


"suster aku mau pindah ruangan, aku mau tidur disamping istriku. Berikan dia kasur yang lebih luas" perintah Kenzo


"maaf tuan, menurut prosedur rumah sakit kami tak boleh melakukan itu karena ini adalah ruang VVIP. Maafkan kami tuan" ucap suster


"apa. Apa kau tau siapa aku, cepat lakukan perintahku" tegas Kenzo


"humpp... Hahahahahaha..... Dasar bodoh" ledekku


"beraninya kamu suster" bentak Kenzo


Setelah beberapa saat ditolak Kenzo langsung mengambil ponsel dan menelfon seseorang.


"halo sekretaris Sara. Ini aku Presdir Kenzo, dengarkan aku. Kuberi kamu waktu 10 menit, kau harus membeli 55% persen saham dari Rumah Sakit Kota sekarang juga. Jika tak mampus siap-siap kau kupecat" bentak Kenzo


"baiklah presdir" jawaban dari ponsel


"humph. Dasar Kenzo, kau kebanyakan tingkah" ucapku


"huh. Diamlah" bentak kenzo


Kring.. Kring..


Setela beberapa saat sebuah notifikasi pesan di ponsel dokter dan suster itu berbunyi bersamaan.


*Diberitahukan kepada semua anggota Rumah Sakit Kota bahwa 55% saham dari Rumah Sakut telah dibeli oleh Desaileen Group atas persetujuan dari CEO Kenzo Aileen. Diberi perintah oada semua anggota rumah sakit untuk memberikan perlakuan khusus pada seluruh keluarga Aileen apabila sedang dirawat atau berobat dirumah sakit ini*


"heh, bagaimana menurutmu sekarang cepat berikan aku kasurnya atau kau akan kupecat" bentak Kenzo


"maafkan aku Tuan, akan ku ambilkan" ucap suster


Akhirnya suster dan dokternya pun pergi. Kami hanya diam tanpa bicara. Lalu aku memulai pembicaraan.


"dasar kekanakan" ejekku


"siapa yang kekanakan, aku hanya ingin lebih dekat dengan istriku" ledek Kenzo


"hei, siapa yang kau maksud. Tadi aku hanya terpaksa mengatakannya agar kau segera dioperasi, jika aku memanggil keluargamu juga tidak akan sempat, jangan berpikiran kemana-mana" peringatku


"wah, istriku benar-benar cerdik" ledek Kenzo


"hei, jangan panggil aku istri atau sayang. Aku belum menjadi istrimu atau pacarmu. Hemph" bentakku


"namun kau mau kan menjadi istri dari CEO terkaya dan tertamoan di Indonesia ini dimasa mendatang" ledek Kenzo


"cih, buat apa. Aku tidak tertarik padamu. Yang ada nanti kau yang jatuh cinta padaku" ledekku


"owh, benarkan. Mari kita lihat siapa dulu yang jatuh cinta" ucap Kenzo


"cih siapa takut" jawabku