My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Pertemuan



Aku kembali pulang ke apartemenku. Seperti biasa aku langsung menuju kamar, merebahkan diri, memejamkan mata sambil bernafas secara stabil. Namun tak lama asisten mafiaku kembali menelfon.


Kriinngg... Kriinngg.....


"ya Tuhan, kenapa lagi sih. Ga bisa apa biarin gue istirahat bentar" gerutuku


Aku mengambil ponselku dan mengangkat telfon dari asisten mafiaku.


'halo, apa lagi sih'


'maaf bos. Tapi sepertinya saya harus menyampaikan ini'


'please to the point'


'geng mafia Naga Darah mengundang kita untuk bertemu dan bekerja sama'


'tunggu, kenapa rasanya aku rasanya familiar saat mendengar nama itu ya. Oh iya aku ingat. Trus ngapain?'


'bagaimana? Apa kita tolak atau setujui saja'


'eh setuju saja. Besok kau atur tempatnya, jam 19.30 malam ok'


'baik boss'


Didalam hatiku


'ini kesempatan bagus buat nguji si Kenzo. Katanya mau berjuang kan, yaudah'


Tak lama aku menelfon Kenzo.


"mungkin nomornya belum ganti"


Tak lama Kenzo langsung mengangkatnya.


'halo... '


'hai Kenzo, ini aku Angel'


'oh iya, ada apa? Kangen yaa'


'idih, besok kamu ada waktu gak?'


'iya kenapa?'


'kita makan malam bareng yuk jam 19.30 di restoran yang baru opening di deket alun-alun'


'oke sip. Aku jemput ya'


'eh gak usah. Besok tunggu aja aku disana oke'


'oke'


'bye'


Aku menutup telfon. Aku hanya akan membayangkan, mana yang akan dia pilih saat ada 2 kesempatan besar menantinya. Makan malam denganku atau pertemuan dengan pimpinan Sky Blood, eh itu aku sendiri hahahahahaha.


///***///


Besoknya


Hari pun berganti, pagi hari seperti biasa aku pergi kekantor untuk menyelesaikan masalah kantor. Ya kadang-kadang aku merasa kelelahan dan kewalahan untuk mengurus ini semua sendirian. Tapi aku juga tak bisa mempercayai siapapun. Jadi bisa gak bisa harus kujalani sendiri.


///***///


Malam Hari


Malam pun tiba, yang kutunggu-tunggu akhirnya datang juga. Aku menelfon asisten mafiaku.


'halo, gimana persiapannya'


'baik bos, semua sudah disiapkan. Saya telah mengirim lokasinya pada anda'


'oke. Good job'


Aku menutup telfonku seolah tak sabar melihat ini semua.


///***///


Hasilnya? Diluar dugaan. Kenzo benar-benar menungguku direstoran itu. Tak lama aku mengirim sebuah pesan.


'maafkan aku Kenzo, aku tak bisa datang. Aku ada acara penting dan tidak bisa ditunda. Kita makan lain kali saja ya'


Di Restoran


"yaelah udah ditunggu juga" ucap Kenzo


Tak tunggu lama-lama, Kenzo langsung bergegas menuju tempat pertemuan mafia kami.


///***///


Di Tempat Pertemuan


Saat Kenzo datang asistenku sudah menyambutnya didepan.


"bagaimana anda bisa terlambat. Untung boss kami masih mau berbaik hati menunggu, biasanya boss akan menolak kerja sama dengan geng manapun dan memblokir seluruh aksesnya dibeberapa negara apabila perwakilannya terlambat datang" ucap asistenku


"maaf, tadi ada urusan mendadak dan penting" ucap Kenzo


"cepatlah anda masuk" ucap asistenku


Lalu Kenzo masuk keruang pertemuan.


Ceklek....


Pintu pun terbuka, sebuah ruangan dengan dinding kaca yang menghadap pantai secara terbuka dan sebuah meja peesegi panjang ukuran 4x1½ meter dan dilengkapi kursi-kursi. Semua nampak indah namun masih kosong.


"lho katanya saya terlambat, mana boss mu?" tanya Kenzo


"maaf, mungkin masih keluar. Saya akan mencarinya" ucap asistenku


"tak perlu, saya sudah disini" selaku dari belakang


Kenzo melihatku secara terkejut dan terdiam sesaat.


"Angel... " panggil Kenzo


"oh maaf, perkenalkan saya umm. Ah ya biasa dipanggil Black Shadow" ucapku sambil menjabat tangan


"bl black shadow?" kaget Kenzo


"ya kenapa? Lets to the point. Jadi apa tujuan anda kemari?" tanyaku


"ja jadi begini.... " jelas Kenzo


Kami berbincang dan bernegosiasi tentang kerja sama antara gengku dengan geng Kenzo. Setelah selesai semua keluar, hanya tinggal aku dan Kenzo.


"bagaimana kau bisa disini?" tanya Kenzo


"aku kan bossnya" ucapku


"lalu kenapa kau mengajakku makan malam?" tanya Kenzo kesal


"yah, katanya kamu mau berjuang. Jadi aku memberi jalan" jawabku enteng


"ya ya terserah kamu. Jadi kapan lagi kita makan malam bersama?" tanya Kenzo


"dih sapa yang mau makan sama lu" ucapku


"yee, kan tadi lu sendiri kirim pesan. Katanya lain kali makan bareng" ucap Kenzo


Aku hanya terdiam mengingat pesanku tadi. Memang benar juga sih, tapi kenapa aku bisa kirim pesan kayak gitu sih.


"ah aha... Hahahahahaha aku lupa, oke. Saya keluar dulu" hindarku


"mau kemanaa..... (menarik tanganku)" ucap Kenzo


"maaf tuan Kenzo, saya disini sebagai pemimpin mafia Sky Blood bukan Angel. Mohon jaga etika" ucapku


"hah, yaya kau menang" ucapku


Aku langsung lari keluar begitu dilepaskan Kenzo.