My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Morn Kiss



Pagi hari aku merasa sangat lemas, badanku seperti tak ada tenaga dan pinggangku pun sakit.


"sayang..." panggil Kenzo


"hmm... " jawabku


"bangunlah, ini sudah pagi" ucap Kenzo


"hnmm.... " jawabku


"ayo, apa kau tidak ingin jalan-jalan?" tanya Kenzo


"nanti siang saja ya, aku masih lemas" jawabku


"masih sakit ya?" tanya Kenzo


"hmmm.. " jawabku


"maaf ya" ucap Kenzo


"hmmm... " jawabku


"kau ini masih hidup kan?" tanya Kenzo


"apa sih" ucapku kesal


Cup..


Kenzo mencium bibirku.


"morning kiss baby" goda Kenzo


Karena kesal aku langsung duduk walau masih lemas dan menutup mata.


"akhirnya bangun juga" ledek Kenzo


"apa sih sayang, aku masih ngantuk" kesalku


"gak pengen pake baju? Atau mau lagi?" goda Kenzo


Aku baru sadar kalau aku tidak memakai pakaian apapun dan badanku hanya tertutupi selimut.


"astaga" kagetku


Aku langsung menaikan sselimutku.


"apa yang kau tutupi?" tanya Kenzo datar


"ah tidak" jawabku


"percuma saja, aku sudah melihat semua" datar Kenzo


"ya ya, kau menang. Kali ini aku benar-benar bangun" kesalku


"akhirnya ngaku juga" ucap Kenzo


"sudahlah, aku mau mandi" ucapku


"mau kubantu?" tanya Kenzo


"gak usah" tolakku


"yakin?" tanya Kenzo sambil memelukku dari belakang


"apa sih, sudahlah aku mau mandi" kesalku


Aku mengambil baju handukku yang ada diranjang dan berdiri. Namun saat aku berdiri aku merasa lemas dan terjatuh duduk.


"aduhh... " keluhku


"kau kenapa?" tanya Kenzo


"ti tidak papa" jawabku sambil meringin memegangi pinggangku


"sini kubantu" ucap Kenzo


"eh... " kagetku


Kenzo langsung mengangkatku dan menggendongku seperti gaya menggendong pengantin. Ia menggendongku menuju bathtube.


"gimana?" tanya Kenzo


"gimana apanya, kau benar-benar membuatku tidak bisa berjalan" kesalku


Kenzo menurunkan diriku kedalam bathtub. Aku hanya memakai baju handuk, sedangkan Kenzo telanjang dan melilitkan handuk dipinggangnya.


"hei tuan, kenapa kau menurunkanku dalam ai dengan baju handuk?" tanyaku kesal


"oh, lalu bagaimana?" tanya Kenzo


"ya biar aku lepas dulu lah" kesalku


"kan kamu gak bisa berdiri, sini aku lepasin" ucap Kenzo


"yaudah bantuin" ucapku


"tumben mau?" heran Kenzo


"kan katanya kamu udah liat semua, mau dititipin apa lagi (mengedipkan sebelah mata)" godaku


"dasar cewek nakal. Pagi-pagi mau goda aku?" seringai Kenzo


Tiba-tiba aku merasa ngeri melihat senyuman Kenzo. Padahal niatnya aku yang mengerjai Kenzo, eh malah aku sendiri yang kena batunya. Tanpa sungkan Kenzo melepas baju handukku, sebenarnya aku malu namun apa daya, semua tlah terjadi.


"sudah, berapa kalipun aku melihatmu aku selalu saja tetap terpesona" goda Kenzo


"sudahlah, keluarlah aku mau mandi" kesalku


"yakin? Mandi bareng yuk yank" goda Kenzo


"apaan sih, sana keluar" kesalku


"main-main dikit lah" ucap Kenzo


"udahlah, nanti aku malah duduk dikursi roda bukannya jalan-jalan" kesalku


"penting kan enak" goda Kenzo


"udahlah, pagi-pagi udah gituan" kesalku


"hahaha, yaudah aku keluar dulu" ucap Kenzo


Sruut....


Saat Kenzo berdiri handuk dipinggang Kenzo terjatuh, aku hanya diam melongo tak berbicara apapun. Lalu dengan santainya Kenzo menarik kembali handuknya dan memasangnya kembali.


"kenapa baby? Segitu sukanya sama bodyku ya?" goda Kenzo


"ah eh ap apan sih" ucapku memerah


"kayaknya aku mau keluar, tapi situasi gak mendukung" goda Kenzo


"maunya apa?" kesalku


"mandi bareng" ucap Kenzo


"yaudah, tapi inget jangan buat ulah" ucapku terpaksa


"oke" ucap Kenzo


2,5 Jam kemudian


Di Kamar


"k kk kau gila apa, mandi aja lama banget" gigilku


"apa sih sayang, aku tu gak ngerti kamu ngomong apa (macak polos)" ucap Kenzo


"bb bbe benar-benar pintar membuatku menggigil" kesalku


"mau apa sekarang? Mau yang hangat ya? Sini aku hangatin" goda Kenzo


"apaan sih, sana pergi. Aku mau keluar aja jalan-jalan cari sinar matahari" kesalku sambil mengambil baju


"kok gitu, ngambek ya" tanya Kenzo


"tau" ketusku


"maaflah, aku temenin ya" ajak Kenzo


"serah" kesalku


"jan ngambek ya" bujuk Kenzo


"tauk" kesalku


Aku bergegas berganti baju dan keluar untuk jalan-jalan. Namun saat aku didepan cermin aku melihat leherku.


"duh gimana nih" panikku


"kenapa sayang?" tanya Kenzo


"lihat nih leherku, ulah kamu nih" kesalku


"ngawur aja, ya malu lah diliatin orang" kesalku


"kan tanda, kalo kamu udah ada yang punya" gurau Kenzo


"udah gak usah bercanda" kesalku


"biarin aja napa. Biar ga ada cowo yang goda atau deketin" ucap Kenzo


"ogah. Lagian siapa yang mau goda, kamu?" kesalku


"kok tau sih. Lagian mana ada pria yang lebih ganteng dan lebih seksi daripada aku ini?" gurau Kenzo


"iya udah diem. Untung ganteng, kamu jelek aku tukerin sama mas-mas alfa" kesalku


"dih, mas-mas alfa. Ya gantengan aku lah sayang, masa aku dibandingin sama mas-mas alfa (memelukku dari belakang)" kesal Kenzo


"Iya-iya kamu paling ganteng, udah ah jangan ganggu aku lah (mengoleskan foundation ke leher)" ucapku


"mau ngapain?" tanya Kenzo


"pake make up lah, liat ni mata panda udah tebel, kulit aku kusam dan wajah aku pucet" jawabku


"ga usah napa" tanya Kenzo


"gak, aku mau pakw tipis-tipis biar ga jelek-jelek amat" jawabku


"kamu selalu cantik kok" rayu Kenzo


"yee, kan kamu suamiku makanya bilang gitu" jawabku


"eh beneran tau. Aku gak bohong" jawab Kenzo


"ya iya, udah minggir dulu aku mau pake bedak" kesalku


"humm.... Tapi aku masih suka begini (memeluk dari belakang, dan menaruh kepala dipundakku)" ucap Kenzo


"yaudah serah" kesalku


Aku mengaplikasikan warna foundation natural dengan dewey finish agar terlihat glowing dan segar. Tak lupa dengan alis warna coklat, blush on pink natural dan lip tint warna merah tua yang kuaplikasikan didalam bibir saja.


"yuk" ajakku


"tapi aku nyamannya gini" ucap Kenzo


"kamu tau gak, kamu itu berat. Pundakku rasanya mau kram ini" kesalku


"oh maaf" ucap Kenzo


"yuk" ajakku


Kamipun keluar dan berjalan-jalan. Sebagai permintaan maaf aku menyuruh Kenzo membawakan semua benda dan souvenir yang aku beli.


"yank, ini berat loh (membawa banyak tas plastik, paperbag dan lainnya)" keluh Kenzo


"uluh-uluh capek ya, ayo cari minuman dulu buar ga capek" ajakku


Kami menuju sebuah warung dan memesan minuman. Kami menikmati indahnya hamparan air berwarna biru sambil meminum kelapa muda. Kami berbincang dan bergurau layaknya pengantin baru.


"yank, besok siang kita pulang loh" ucap Kenzo


"yah, padahal aku suka disini. Daripada diluar negeri aku lebih suka disini" keluhku


"ya gimana. Yaudah, besok kita pulang. Lain kali kita pribadi main kesini ya" ajak Kenzo


"beneran?" tanyaku


"iya (senyum)" jawab Kenzo


"kamu, hadiahmu belum kuberikan" ucapku


"santai aja napa. Jadi suamimu itu sudah lebih dari cukup" ucap Kenzo


"ga bisa dong, kan aku udah janji. Lihat ini... " ucapku sambil menunjukan layar ponsel berisi foto dokumen


"apa ini?" tanya Kenzo


"ntar waktu balik kamu tanda tangan ya" ucapku


"apa ini?" tanya Kenzo


"35% saham dari perusahaanku, aku juga mengembalikan semua saham perusahaanmu namun aku masih memegangnya 30% dan sekarang mafia Harimau Hitam berada dibawah naunganmu" jelasku


"apa!!!! Tunggu, kenapa sepertinya aku pernah mendengarnya ya" ucap Kenzo


"yah, dia adalah pasukan yang berusaha yang melukaimu saat pernikahan kita. Ia belum tau identitasku dan dia juga mengirim permintaan bekerja sama dengan mafiaku. Karena penyerangan kemarin aku membatalkannya dan membereskannya hingga ia memilih untuk menjadi bawahanmu"


"apa bagaimana bisa?" kaget Kenzo


"biasa aja kali... jadi gini..." jelasku


Flashback On....


Malam Pertama setelah menikah.


Aku menyelinap keluar diam-diam tanpa sepengetahuan Kenzo untuk pergi kemarkasku. Seperti biasa aku menguncir kuda rambutku, memakai hoodie hitam, celana levis biru dongker, sepati boots dan kacamata hitam.


Di Markas...


"ada apa bos?" tanya asisten


"sudah cari tau?" tanyaku


"sudah, mereka adalah geng Harimau Hitam. Mereka punya dendam tersendiri dengan geng Naga Darah (milik Kenzo). Minggu lalu mereka memohon untuk bekerja sama dengan kita" jelas asisten


"lalu apa kau menerimanya?" tanyaku


"belum boss, karena saya belum berbicara pada anda" jawab asisten


"suruh pemimpin mereka menemuiku 10 menit lagi. Jika lewat 1 menit saja jangan harap dapat menemuiku. Dan harus pemimpin mereka sendiri!" jelasku


"baik boss" jawab asisten


"siapkan ruang pertemuan dengan sistem keamanan ringan saja namun siaga" jelasku


"baik boss" jawab asisten


10 Menit kemudian


"selamat malam tuan" sapa pemimpin Harimau Hitam


"kau bisa memanggilku nona (membelakangi mereka)" jawabku dingin


"oh maaf. Ternyata wanita?(batin)" ucap pemimpin


"saya akan membahas tentang kerja sama kita" jelasku


"baiklah" jawab pemimpin Harimau Hitam


"bagaimana aku memanggilmu?" tanyaku


"anda bisa memanggilku William" jawab William


"baiklah, anda bisa memanggilku nona black shadow" ucapku


"baiklah" jawab William


"aku hanya menawarkan 2 pilihan. Tak ada jalan keluar dan tak ada negosiasi (berbalik dan menatap tajam dengan kaca mata dengan tangan menyilang)" ucapku dingin


"apa saja?" tanya William


"anda bekerja sama dengan geng saya dan menjadi bawahan geng Naga Darah atau... " jawabku


"apaaaa!!!!" kaget William


"beraninya kau menyela perkataan boss" ancam asisten


Aku hanya mengangkat salah satu tanganku untuk memberi tanda pada asistenku untuk menahan diri.


"atau, kau akan dibunuh disini malam ini" jelasku


Ceklek.. Ceklek... Ceklek...


Semua pasukanku mengarahkan pistol pada William.


Srett...


Aku membuka tirai, terlihat ada penembak jitu yang membidik kepala, mata, jantung dan vital William.


"apa kau gila... " teriak William


Ceklek...


Aku mengarahkan pistol kekepala William.


"anda hanya punya 2 pilihan. Sekali peluru dari pistol ini melesat padamu, semua peluru yang ada akan menuju tubuhmu tanpa meleset satupun" jelasku


"ap hubunganmu dengan geng Naga Darah" bentak William


_____________________________________________


Hai Readers, maaf ya telat. Ga tau kenapa tahap review episode tahun 2020 jadi lebih lama sehingga updatenya tertunda. Author berterima kasih karena kalian selalu setia pada novel saya:)