My Mysterious Future Wife

My Mysterious Future Wife
Permainan



Didalam mobil.


"hei kita pulang ke apartemenku ya" ucapku


"dimana?" tanya Kenzo


"apartemen Bukit Bintang" ucapku


"wah kaya sekali kau, hingga mampu beli apartemen disana. Kau tidak mencuri atau merampok kan?" gurau Kenzo


Dalam hati Angel


'kau sudah mempermainkanku jadi sekarang ganti aku yang mempermainkanmu'


"hei aku ini orang baik, lagipula disana bukan milikku tapi milik bosku. Dan kau, kenapa menyetir mobil sendiri tak suruh sopir saja" ucapku


"oh begitu, aku kaget jika kau sekaya itu. Lagipula aku ini pria sejati jadi mengantarmu sendiri" puas Kenzo


"ya ya serahmu. Hei selama ini kau mempermainkanku ya" bentakku


"apa maksudmu" tanya Kenzo


"kau kan selama ini bossku bukan Chriss" bentakku


"yah. Ketahuan. Kami tau darimana?" tanya Kenzo


"kamu tak perlu tau, apa tujuanmu sebenarnya?" tanyaku


"huh, tak ada. Aku hanya ingin mengerjaimu dan melihat apa kau ceroboh. Meski begitu dimarkas kau tetap sinis padaku dan selalu memerintaku" ucap Kenzo


"oh begitu yaaaa. Siapa saja yang tau tentang identitasmu ini?" tanyaku


"hanya aku, Chriss, Kakek dan kau. Tunggu, apa kau tau dari kakek?" desak Kenzo


"sudahlah kau tak perlu tau. Oh iya dimana ayah dan ibumu?" tanyaku


"oh ibu keluar dan ayah diperusahaan. Kapan-kapan aku ajak kalian bertemu" ucap Kenzo


"ya terserahmu. Aku mengambil ponselmu untuk menulis nomorku. Oh nomormu masih sama ya. Ini nomorku" ucapku


"oke, aku akan segera kabari kamu" jawab Kenzo


"hei bosmu itu perempuan atau laki-laki?" tanya Kenzo


"memangnya kenapa?" tanyaku balik


"bagaimanapun kamu ini adalah gadis yang belum menikah.. " jelas Kenzo


"oh begitu... " ucapku


(didalam hatiku)


'kukerjai saja kali ini, mungkin menyenangkan'


"bosku seorang pria tampan, kaya dan juga seksi..." jelasku


"apaa...." teriak Kenzo


ciiit...


Kenzo mengerem mendadak hingga kepalaku terbentur kedepan.


"awww... bagaimana sih kamu ini, bisa nyetir gak sih?" ucapku marah sambil memegang kepala


"aa.. maaf.. tapi bagaimana bisa bosmu itu pria.. kau tinggal saja dirumahku" ucap Kenzo


"apaa(teriakku), tidak bisa. aku sudah terikat kontrak dengannya. Sudahlah ayo antar aku pulang. aku ingin istirahat, lagipula apa urusanmu bisa mengatakan itu padaku?" tanyaku


"ti tidak. (gugup). sudahlah, tapi kau harus tetap jaga jarak darinya, atau dia akan jadi sasaranku. Ingat, kau ini gadis yang belum menikah" jelas Kenzo


"ya ya.. paling aku hanya melihatnya. Dia sungguh pria yang mengagumkan. Dia tampan, kaya, dan tubuhnya... huh sungguh seksi" ucapku


"ba ba bagimana kau bisa melihat tubuhnya. apa kau sudah... " gugup Kenzo


"hei, aku tidak semurah itu tuan. Lagipula semua yang menyiapkan perlengkapannya itu aku. termasuk baju setelah mandi. kadang aku sungguh tergoda dengan tubuhnya... " godaku


"hei kauuu... jika kau berani menyentuhnya akan kupatahkan kaki pria itu.. " bentak Kenzo


"hei apa sih masalahmu, antar aku pulang cepat" bentakku


///***///


Didepan Rumah


"ingat perkataanku tadi atau kujadikan bossmu targetku" ancam Kenzo


"ya ya ya(keluar Mobil) " ucapku


"jangan sampai lupa" ucap Kenzo


"iya iya boss. Oh iya Kenzo, ada yang ingin kubicarakan sebentar padamu" ucapku


"ya ada apa?" tanya Kenzo


"ya ya?" Kenzo berharap


"bosku seorang wanita. Hahahahahaha, bye" gurauku


Aku berlari masuk kedalam rumah secepat mungkin.


"Angel, beraninya kamu mengerjaiku. Dasar gadis nakal, awas kau" teriak Kenzo


3 hari kemudian...


Didalam kantor Angel


"bagaimana persiapan pembukaan?" tanyaku


"semua sudah siap, tinggal acara inti. Setelah anda memotong pita anda bisa pergi untuk menghadiri rapat dengan "Theo Grup" dan sopir selalu siap mengunggu anda" jelas sekretaris Angel


"maaf, kau saja yang potong aku tidak bisa. Ada hal yang sangat penting dan tak bisa kujelaskan. Sebagai gantinya adakan pesta pembukaan 3 Minggu lagi, undang semua bos perusahaan ternama di Indonesia" perintahku


"baik bos" jawab Sekertaris Angel


"kau bisa pergi" ucapku


"baik bos" jawab sekretaris Angel


Ceklek....


Sekretaris Angel pun keluar. Angel berencana untuk mengundang seluruh keluarga Kenzo.


"hemm aku kirim pesan pada Kenzo" ucapku


'Kenzo, tolong aturkan semuanya, 19 hari lagi aku ingin kerumahmu. Usahakan semua keluargamu dirumah ya'


Tak lama Kenzo membalas


'baiklah'


///***///


Hari ke 17


"boss, saham kita naik pesat dan sangat sulit dipercaya. Untuk saat ini, harga saham kita menduduki posisi nomor satu di Indonesia" jelas sekretaris Angel


"bagus, pertahankan kerja, dan adakan pertemuan 15 menit lagi diaula utama. Aku akan memberikan sambutan pada seluruh karyawan" ucapku


"baik boss" jawab Sekretaris Angel


15 Menit kemudian


Di Aula Utama


"selamat siang para karyawanku. Saya pemilik dan pengelola The Dimont mengucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kalian atas kerja keras kalian. Saya peringatkan sedari sekarang. Saya memiliki target besar yang cukup tinggi, jika kalian tak sanggup maka cepat atau lambat kalian akan digantikan oleh orang lain yang lebih hebat dari kalian. Namun atas kerja keras kalian semua, saat ini harga saham menduduki nomor 1 di Indonesia. Sebagai rasa terimakasih saya, besok pekerjaan kalian saya liburkan dan saya akan mengadakan pesta besar-besaran untuk merayakan kerja keras kalian. Sekian terima kasih" pidatoku


Prrookkk... Prrookkk.. Proookkk...


Suara tepuk tangan dan sorakan gembira menggema diseluruh ruangan. Aku merasa bangga bisa mencapai posisi ini.


Tak lama kemudian Kenzo mengirimiku pesan.


'hei bocah, kapan kau kerumahku. Jam berapa? Aku akan menjemputmu di apartemenmu'


'aku kerumahmu kan 2 hari lagi, kau tau kan aku sibuk. Btw berani sekali ya kau memanggilku bocah'


'Hahahahahaha bercanda. Terserahmu 30 menit lagi aku sudah diapartemenmu'


'baiklah, dasar keras kepala'


Aku segera menuju kantor dan memanggil sekretarisku.


"ada apa bos memanggil?" tanya Sekretaris


"kosongkan semua jadwalku mulai saat ini sampai nanti malam" perintahku


"baik boss" jawab sekertaris


Tak lama-lama aku langsung pulang untuk ganti baju. Seperti biasa aku memakai pakaian biasa yang tak terlalu mahal dan bergaya sederhana.


Tiinn... Tiinnn...


"oh itu Kenzo, cepat sekali ya" ucapku


Aku keluar untuk menemui Kenzo.


Didalam mobil


"hei, kenapa kau berpakaian seperti ini? Kau tidak seperti gadis lain yang jika akan menemui orang lain akan berdandan canti dan memakai baju mahal" tanya Kenzo


"sudahlah aku punya alasan sendiri, sekarang fokus menyetir, nanti kau menabrak sesuatu" jelasku


"ya ya nona" goda Kenzo