
Suara jeritan tiba-tiba terdengar dari mulut gadis itu.
"Tidak! Tolong jangan bunuh anakku!"
Yunniang tersenyum manis. "Aku tidak membunuhnya, hanya meminta jarinya saja, kebetulan jari ini sedikit mirip dengan jari tangan permaisuri Siapa yang lebih mengenalnya daripada aku? Ketika itu aku akan membuatnya melucuti semua kekuatan kultivasinya dan semuanya berakhir." katanya sombong.
Tanpa mempedulikan rintihan kesakitan itu, Yunniang berbalik dari sana. Tidak lupa dia menyimpan jari manis perempuan itu di dalam kotak.
"Putri Permaisuri Ling memang kejam," ujar Tuan muda Xu memandangnya takjub.
Yuan memandangnya dengan mata kosong. Jadi dia adalah seorang putri permaisuri? Sungguh luar biasa!
"Anda terlalu memujiku." Yunniang tertawa kecil. Tangannya menarik sesuatu di bawah daku. Dia merobek mukanya! Tetapi yang mengejutkan adalah ternyata dibalik kulit itu sesosok wajah cantik muncul menggantikannya.
"Luar biasa! Anda benar-benar memiliki banyak rahasia!" puji Tuan muda Xu yang terlihat kagum.
Ternyata yang dia robek adalah topeng kulit manusia. Selama ini dia bersembunyi dengan baik.
"Tidak ada waktu lagi. Kamu bisa memujiku nanti! Setelah aku berhasil memperdayanya, kami bisa langsung membunuh semua orang yang ada di istana kekaisaran. Lagi-lagi kali ini aku akan berhutang pada permaisuri. Dia adalah kenalan terbaikku! Permaisuri, aku pasti akan selalu mengingat jasamu." Dan para tentara bayaran itu bersama dengan Yunniang pun pergi untuk menjalankan misinya.
Yuan masih terdiam. Dia bahkan tidak bisa lagi untuk menangis. Ini terjadi sangat cepat. Apa yang bisa dia lakukan? Bagaimana caranya agar semua ini bisa dicegah? Suaminya tidak boleh mati!
Tiba-tiba dia tersenyum dan berkata, "Saudaraku, jika kami bertemu di kehidupan selanjutnya, mari menjadi suami dan istri lagi." Yuan berbalik arah. Dia tidak mengikuti Yunniang dan yang lainnya tetapi mengarah pada jalan yang dia lalui untuk melarikan diri bersama Youhua tadi.
Yuan kembali ke gua tempat Youhua bersembunyi.
Youhua duduk dengan cemas dan ketika mendengar suara langkah kaki mendekatinya, dia berdiri dan menatap waspada ke arah suara itu berasal. Tangannya menggenggam kayu yang sempat dia temukan setelah Yuan pergi.
"Saudari ipar!" Youhua melepaskan kayunya dan berlari mendekati Yuan.
Dia segera memeluknya saat melihat Yuan hampir saja terjatuh.
"Kakak... Kamu—ada apa denganmu? Apa yang terjadi?" tanyanya khawatir. Youhua memperhatikan setiap bagian badan Yuan tetapi tidak menemukan luka yang serius. Mengapa kakak iparnya ini terlihat sangat lemah dari sebelumnya? Dia seperti mayat berjalan! Benar-benar tidak memiliki semangat juang seperti sebelumnya.
Yuan menatap Youhua. "Hua'er, maukah kamu membantuku?" tanyanya pelan.
Youhua merasa aliran darahnya mengalir sangat cepat. Jantungnya berdetak kencang. "Kakak, sebenarnya ada apa?"
Yuan tersenyum masam. Dia mengusap puncak kepala Youhua dengan penuh kasih sayang. "Saudariku yang baik. Kakak tidak memiliki banyak waktu sekarang, jadi bisakah kamu membantuku?"
Matanya memanas menatap wajah Yuan. Tiba-tiba Youhua merasakan takut yang tak terhingga. Dia tidak langsung menjawab Yuan, tetapi kembali memeluk kakak iparnya itu. "Kakak, apa maksudmu? Jangan membuatku takut. Bukankah Kakak sudah berjanji padaku untuk baik-baik saja?" tanya Youhua dengan suara serak.
"Aku tidak berdaya dan tidak bisa menjelaskan apapun sekarang. Ini adalah hal terakhir yang bisa aku lakukan," jawabnya lemah. Dia mengusap punggung Youhua dengan lembut.
"Apa yang Kakak ingin Hua'er lakukan?"
"Youhua hanya perlu melihat dan menjelaskan saja. Apapun yang terjadi, kamu tidak boleh mengambil tindakan, setelah itu pergilah cari saudara kaisarmu, katakan apapun yang kamu lihat, biarkan dia menangani sisanya. Pastikan jangan sampai terlambat, oke? Kalau tidak, apa yang aku lakukan akan sia-sia," ujarnya lembut.
Walaupun Youhua masih tidak tau apa yang akan dilakukan Yuan, tetapi hatinya mengatakan itu pasti tidak akan baik.
"Kakak, mengapa hanya aku? Bagaimana denganmu?" tanyanya khawatir.
"Hua'er-ku akan segera mengetahuinya. Kalau begitu bisakah kamu berjanji akan melakukan apa yang aku minta tadi?"
Youhua merasa ragu. Dia tidak mau menyetujuinya tetapi Yuan terus mendesak.
"Baiklah, kakak."
"Ini baik."
***
Orang-orang berbaju hitam itu terlihat berkumpul tak jauh dari tebing curam. Mereka terlihat berpencar ke segala arah.
"Kakak, mengapa kita di sini? Apa yang sedang mereka cari? Bukankah akan berbahaya jika mereka menemukan kita?" tanya Youhua berbisik pelan. Keduanya bersembunyi di dalam semak-semak yang berjarak dua puluh meter dari tempat orang-orang itu berada.
"Itu aku. Youhua kamu tetap di sini!" Yuan hendak berdiri dari tempat persembunyian tetapi Youhua mencegahnya.
"Kakak, apa yang akan kamu lakukan!"
"Hua'er sudah berjanji padaku. Ingat kami tidak memiliki banyak waktu, jika tidak semuanya akan musnah. Biarkan aku melakukan tugasku, oke?"
Tanpa terasa, air mata itu sudah mengalir di pipi Youhua. Dia sudah bisa menebak apa yang akan dilakukan kakak iparnya itu. Apakah dia akan membiarkannya? Tentu saja tidak!
"Kamu tidak boleh melakukannya! Kakak, kamu tidak bisa melakukan ini!"
"Hua'er, lalu kamu beritahu aku, apa yang harus aku lakukan?" tanya Yuan putus asa.
Youhua bingung ingin menjawab apa. Tentu saja karena dia tidak memiliki caranya.
"Tapi—"
"Hua'er! Jika kamu terus menghambat, maka suamiku, kakakmu, anak pertama ibumu, dan pemimpin negara ini akan binasa! Untuknya, aku bersedia mengorbankan diriku."
"Kalau begitu, biarkan aku menggantikan Kakak!"
"Hua'er-ku, percayalah mereka tidak akan membunuhku, tetapi jika itu kamu, mereka tidak akan memiliki belas kasihan. Bagaimana caraku menjelaskannya pada saudaramu?"
"Mereka tidak akan menyakitimu?"
Yuan mengangguk yakin. "Tidak akan. Mereka tidak akan melanggar perintah atasan mereka."
"Kakak, kamu sudah bertemu dengan dalangnya? Siapa dia?"
"Dia—"
"Dia tidak ada di sini? Jangan-jangan ini jebakan? Ayo kita segera pergi!"
Tidak! Ini tidak boleh gagal. Yuan sudah bersusah payah mengatur semuanya. Dia akhirnya bisa membawa sebagian besar pasukan ini keluar dari ibu kota. Jika mereka kembali, akan sulit Youhua untuk bisa memasuki ibu kota.
"Youhua, itu adalah Yunniang. Tidak! Mungkin itu adalah putri permaisuri Ling. Aku tidak punya banyak waktu. Pastikan untuk melakukan semua rencana kita, oke?!" Yang bisa Yuan katakan hanya itu saja. Dia menyesal tidak memiliki banyak waktu untuk menjelaskannya.
Tanpa menunggu jawaban Youhua, Yuan segera keluar dari persembunyiannya. Dia melangkah pelan dan berkata, "Mencariku?"
"Ah ternyata permaisuri di sini. Tidak takut pada kami?"
Yuan tersenyum tipis. "Mengapa? Bukankah seharusnya pertanyaan itu untuk kalian?"
"Benar! Kami memang takut pada wanita cantik seperti permaisuri jika di atas ranjang." Kecuali Yuan, mereka semua tertawa mendengarnya.
"Permaisuri, menyerahlah. Biarkan kami melayani permaisuri."
"Ingin menyentuhku? Apa yang kalian miliki? Selain dia, tidak ada seorangpun yang pantas menyentuhku." Segera setelah itu kilatan cahaya perak yang menyilaukan mata muncul tiba-tiba.
Cairan berwarna merah merembes masuk ke dalam tanah disusul suara benda jatuh. Itu adalah orang pertama yang mati di tangan Yuan. Laki-laki yang jaraknya paling dekat dengan dia.
"Wanita ****** sialan!" Mereka mulai mengelilingi Yuan. Memblokir jalannya.
Youhua menahan napas menyaksikan pertarungan yang tidak seimbang itu. Bagaimana kakak iparnya akan menang?
Tidak ada jejak ketakutan di matanya. Hanya ada harapan terakhir dan cinta yang dalam di sana.
Yuan menyadarinya, dia tentu saja tidak bisa menang. Perlawanannya hanya akan sia-sia. Daripada ditangkap oleh sekumpulan orang-orang menjijikan itu, dia lebih baik mati.
Dia berbalik menyerang orang di belakangnya untuk membuka jalan. Berlari dengan secepatnya dan berhenti tepat di ujung tebing.
"Apa yang kalian harapkan? Menangkapku? Membawaku pada anak dari pemberontak negara itu? Kalian terlalu meremehkanku. Coba pikirkan apa yang bisa dilakukan suamiku jika tau kalian membunuhku? Tuanmu mungkin akan langsung menyusulku." Yuan tertawa terbahak-bahak. Dia perlahan menurunkan tangannya dan melepaskan pedang di tangannya.
Dia kemudian mengangkat tangannya ke langit dan sebuah kembang api di lepaskan.
"Apa yang dia lakukan?!"
"Ini adalah akhir dari kalian semua. Apakah kalian pikir hanya kalian yang memiliki rencana dan bisa memperdaya orang?"
"Kurang ajar! Tangkap dia segera!" Mereka semua langsung menyerang Yuan membabibuta. Berusaha untuk melemahkan pertahanan wanita itu kemudian menangkapnya. Dengan begitu, rencana tuan mereka akan tetap berjalan dan bahkan dengan hasil yang lebih baik.
Tapi yang tidak mereka perhitungkan adalah apa yang selanjutnya dilakukan Yuan.
Dia menutup matanya dan membiarkan dirinya sendiri jatuh ke jurang yang curam.
Mereka semua membeku. Apakah rencana putri permaisuri Ling benar-benar akan gagal?
Youhua yang sedari tadi menyaksikan semuanya sudah menangis tanpa suara. Dia menutup mulutnya sendiri agar isak tangisnya tidak keluar.
"Kita harus pergi! Mungkin Yang Mulia sedang dalam masalah!" Orang-orang itu bergegas pergi meninggalkan tempat kejadian dengan tergesa-gesa.
Melihat semuanya kembali sunyi, dengan kaki gemetar Youhua melangkah mendekati tepian. Dia tidak lagi menahan tangisnya dan jatuh terduduk di tepian.
"Kakak!"
Di sisi lain, Yuan menatap ke atas langit yang kian menjauh. Dia tersenyum lega bersamaan dengan air yang menggenang di kelopak matanya.
"Saudaraku, aku tidak bisa menemanimu lagi. Menjadi istrimu adalah sebuah kebahagiaan terbesarku. Aku memberikan hidupku untukmu. Mari kita bertemu sebagai suami istri lagi di kehidupan selanjutnya. Suamiku, aku mencintaimu."
...-The End-...