
"Apakah anda tahu mengapa anda dipanggil lagi ke ruang persidangan ini?"
Atmosfer ruangan itu terasa sangat tegang padahal matahari baru saja terbit. Di tengah-tengah ruangan, Qiu Ying terlihat berlutut di sana. Kali ini dia benar-benar sendirian. Perdana Menteri Qiu Lang dan Nyonya Qiu, Leiya tidak dapat berdiri di samping putri mereka seperti sebelumnya.
"Yang Mulia, maaf memotong pembicaraan anda. Tapi, mengapa pertemuan ini dilakukan sangat mendadak? Putriku, bukankah kami sudah sepakat akan mencari orang sebenarnya yang menjebak dia?" tanya Menteri Qiu yang tidak tahan melihat putrinya disudutkan.
"Kesepakatan? Saya hanya mengatakan agar anda menjaga putrimu, jangan biarkan dia membuat masalah lagi."
Qiu Lang mengernyitkan keningnya, bingung. "Hamba tidak mengerti. Tapi Yang Mulia, Hamba menjaganya dengan baik. Hamba bahkan menghukumnya menyalin kitab dan mengurungnya dalam kediaman."
ZiXuan tersenyum tipis dan berkata, "Siapa yang tahu apa yang dilakukannya di belakang itu semua. Bawa dia masuk!" Usai berkata, dua orang pengawal masuk dengan seorang wanita yang terapit di antaranya.
Pengawal itu mendorong sang wanita untuk berlutut di samping Qiu Ying.
"Xiao Tao?!" ujar Qiu Ying terkejut. "Apa yang kamu lakukan?" lanjutnya tak bisa menahan diri.
Namun, gadis di sampingnya itu tidak menoleh sedikitpun. Dia hanya diam mematung dengan kepala menunduk.
"Kemarin malam, ada seseorang yang masuk ke dalam harem. Dia berhasil membuat permaisuriku terluka," ujar ZiXuan membuka suara. Jari lentiknya mengetuk-ngetuk pelan meja di depan.
"Kurasa semuanya juga sudah bisa menebak," lanjutnya.
"Itu adalah pelayan pribadi dari putri kediaman Perdana Menteri Qiu. Dan dia bilang dia melakukannya atas perintah tuannya."
Qiu Ying menoleh cepat. "Apa yang kamu katakan pada Yang Mulia? Apakah kamu gila!" Dengan tangan yang masih terikat, dia mendorong wanita itu hingga jatuh terduduk.
"Yang—Yang Mulia, saya tidak tau apapun tentang hal itu. Dia berkata bohong! Ayah! Ayah! Ying'er tidak melakukan apapun. Ini—ini jebakan!"
Qiu Lang menatap nanar anak gadisnya. "Yang Mulia, pelayan rendahan ini pasti berbohong. Itu dia! Dia pasti adalah orang yang sama yang melukai Permaisuri Xuan di hutan pemburuan," ujarnya sambil menunjuk Xiao Tao yang masih tidak mengatakan apapun.
"Kamu! Pelayan tidak tau diri! Bagaimana bisa kamu memfitnah putriku?! Kami memperlakukanmu dengan baik selama ini, inikah balasanmu?!" Leiya berjalan cepat ke arah Xiao Tao. Mengangkat dagunya dengan kasar dan menamparnya.
"Lancang! Bagaimana bisa anda melakukan kekerasan di depanku? Bawa dia pergi!" ujar ZiXuan tajam.
Qiu Lang yang melihat istrinya di tarik pun, maju ke depan dan berlutut di hadapan ZiXuan. "Yang Mulia, maafkan istri hamba. Dia hanya emosi sesaat."
ZiXuan menatap kedua pengawal itu dan mengedipkan matanya seakan berucap, "Lepaskan saja."
Kedua pengawal itu segera melepaskan Leiya dan melangkah mundur.
"Yang Mulia, mohon untuk diselidiki lagi. Tolong beri waktu untuk hamba membuktikan bahwa Qiu Ying tidak bersalah."
ZiXuan hanya menatapnya datar sambil bersandar pada kursi. "Saya hanya memberimu waktu saat ini. Katakan saja apa ingin anda katakan," ujarnya.
Mereka terdiam. Tentu saja tidak ada yang bisa dijelaskan tanpa bukti nyata.
"Karena tidak ada, maka anda bisa mengatakan semua yang anda tahu, Pelayan Xiao Tao."
Mendengar namanya sebut, Xiao Tao tanpa sadar meremas bajunya. Dia perlahan mengangkat wajahnya dan mendapati tatapan tajam Kaisar Xuan yang memperhatikannya.
"Atas insiden yang terjadi semalam, itu memang saya. Tetapi—tetapi saya melakukannya atas perintah Nona Muda Qiu Ying."
"Pembohong! Kamu pembohong!"
"Lepaskan aku! Lepaskan aku! Xiao Tao, kamu benar-benat tidak tahu terima kasih!"
Xiao Tao hanya menatap ke depan penuh keteguhan. Tak sekalipun dia melirik perempuan di sampingnya yang sudah seperti kesetanan.
"Nona Muda Qiu Ying jugalah yang melepaskan anak panah pada Permaisuri beberapa minggu yang lalu."
"Omong kosong! Yang Mulia, anda tidak bisa langsung membenarkan ucapannya. Ini tidak adil!" ujar Qiu Lang keberatan.
"Sekalipun putrimu salah, anda tetap akan membelanya, kan?"
"Lancang! Beraninya kamu berbicara seperti itu padaku!" Karena terlalu emosi, Qiu Lang menghunuskan pedangnya dan hampir menebas kepala pelayan itu, tetapi Li Wei berhasil menangkisnya.
"Tuan Menteri Qiu, perhatikan tindakanmu!" kata Li Wei memberi peringatan.
ZiXuan tertawa kecil yang membuat seluruh ruangan hening. "Sudah seperti ini, bagaimana anda dapat mengharapkan pengampunan? Tuan Qiu, saya sangat menghargai dan menghormati keluargamu karena leluhurmu memiliki kontribusi yang cukup besar pada kekaisaran. Tetapi saya tidak pernah mengharapkan, keistimewaan ini menjadikanmu seseorang yang tinggi hati. Tidak peduli seberapa besar jasa orang itu, menyakiti dan berniat buruk pada anggota kekaisaran adalah kejahatan besar. Itu juga dianggap sebagai bentuk pemberontakan."
Di depan sana, Qiu Ying sudah menangis tersedu-sedu. Dia berulang kali mengatakan, "Tidak, bukan aku," sambil menggelengkan kepalanya.
"Mengapa? Xiao Tao, katakan padaku, mengapa kamu lakukan ini?" tanyanya lirih.
Xiao Tao terlihat menarik napas dalam-dalam, kemudian dia menoleh membalas tatapan Qiu Ying padanya. "Mengapa? Nona Muda, aku minta maaf. Aku tidak bisa lagi menyembunyikan kejahatan ini. Tolong jangan memaksaku lagi," katanya dengan raut wajah sedih.
"Qiu Ying, sebenarnya saya penasaran. Jika seandainya anda berhasil dengan misimu, lalu apa yang akan anda lakukan selanjutnya?"
Qiu Ying menggeleng dan berkata, "Saudara, saya—saya benar-benar tidak melakukannya. Dia berbohong. Percayalah padaku."
"Tidak ada penjahat yang mau mengakui kesalahannya. Yang Mulia, masalah ini sudah sangat jelas. Keluarga Qiu berencana melakukan pemberontakan! Hukum mereka!" Kata-kata itu seperti minyak yang ditumpahkan wajan yang sangat panas. Memprovokasi orang-orang di sekitarnya.
"Yang Mulia, anda tidak bisa menghukum Qiu Ying tanpa bukti! Bagaimana tanggapan rakyat jika mendengarnya?" tanya Qiu Lang mencoba mempengaruhi pendirian ZiXuan. "Sebaliknya, pelayan rendahan ini mencemari nama baik keluarga kami tanpa bukti, bukankah dia dan keluarganya lebih pantas di hukum?"
"Yang Tuan Menteri katakan memang benar. Saya memang tidak memiliki bukti. Tetapi untuk apa saya mencoba membunuh Permaisuri Xuan? Alasan ini hanya ada pada Nona Muda. Saya pikir semua orang juga dapat melihatnya dengan jelas. Nona Muda Qiu Ying menyukai Yang Mulia Kaisar, dia akan membenci siapapun yang menjadi permaisurinya. Kebenaran yang lain adalah, berhasilnya Tuan Putri Bingyan melarikan diri di hari pernikahannya juga berhubungan dengan Nona Muda." Kalimat akhir yang diucapkan Xiao Tao itu berhasil membuat geger seluruh orang yang ada di sana.
"Kamu berhenti bicara! Semua yang kamu katakan adalah kebohongan!" seru Qiu Ying dengan suara melengkingnya.
"Lanjutkan!" perintah Kaisar Xuan.
"Satu bulan sebelum hari pernikahan, Nona Muda sudah tahu bahwa Putri Bingyan tidak setuju dengan pernikahan itu. Nona juga tahu bahwa alasan Putri Bingyan menolak adalah karena Sang Putri sudah memiliki kekasih. Hal ini dimanfaatkan oleh Nona Muda untuk menciptakan kesempatan agar Putri Bingyan dapat melarikan diri dan pernikahan gagal. Itu juga adalah hamba yang melakukannya. Adalah hamba yang menarik perhatian iringan pengantin wanita saat kelewati pasar rakyat di wilayah kerajaan Zhou. Setelah itu semua tergantung apakah Sang Putri dapat melarikan diri atau tidak. Tapi yang tidak terduga adalah Jenderal Wanita kerajaan Wei salah menangkap pengantin wanita. Bisa dibilang misi itu setengah gagal," jelasnya panjang lebar.
Kebenaran itu terlalu tiba-tiba. Siapa yang menyangka semua ini akan berkaitan?
"Dia bahkan dapat mengetahui Sang Putri memiliki kekasih. Itu luar biasa."
"Tentu saja karena Nona memiliki ayah yang luar biasa. Menteri Qiu memiliki banyak koneksi. Darimana Nona mendapatkan informasi itu jika bukan dari ayahnya?"
"Pelayan sialan! Kamu—"
"Tuan Qiu Ling, simpan suaramu!" ujar ZiXuan memotong. Dia kembali melihat Xiao Tao dan berkata, "Teruskan."
"Sudah sangat jelas bahwa tujuan utama Nona Muda adalah menjadi istri Yang Mulia Kaisar. Dengan reputasi leluhur yang baik dan keistimewaan jabatan Tuan Besar Qiu, hanya membutuhkan beberapa waktu agar keinginan mereka terpenuhi."
...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...