My Devil Emperor

My Devil Emperor
Penyergapan



Langkah kaki itu tergesa-gesa dengan seorang perempuan yang berada dalam dekapannya.


Tidak ada yang berani berbicara ataupun menghentikan langkahnya.


"Karena sudah seperti ini, sepertinya kegiatan ini diundur saja. Para tamu undangan bisa kembali dulu," ujar pria itu saat sudah berada di dalam kereta kudanya.


Tadinya dia memang berpikir untuk tetap melanjutkan acara ini tanpa kehadirannya, tetapi itu tidak cukup baik. Acara ini diadakan oleh kekaisaran sebagai tuan rumah, bagaimana dia bisa meninggalkannya? Itu tidak apa jika hanya menunda beberapa jam, tapi melihat keadaan wanita dalam pelukannya dia menjadi tidak yakin.


Tanpa mendengar respons dari orang-orang di luar, pria itu menyuruh kusir untuk segera menjalankan kudanya.


"Jendera Li, aku juga ingin segera kembali," kata Liang Rong mendesak Li Wei untuk membawanya pergi.


"Semuanya, maaf. Ada sedikit kecelakaan pada Permaisuri Xuan. Mohon kembali dulu, jika ada informasi lain, kami akan segera memberi kabar," ujar Li Wei menunduk pada beberapa orang di sana. Setelah itu, dia mengangguk pelan pada Liang Rong untuk mengikutinya.


"Saudari Rong'er!" Teriakan itu membuat Liang Rong yang sudah berada di dalam kereta, membuka tirai jendelanya.


"Adik Ying'er, kamu dari mana saja!"


"Apa—apa yang terjadi?" tanya Ying'er dengan napas yang terputus-putus.


"Naiklah dulu."


Tanpa banyak bicara lagi, Qiu Ying segera menaiki kereta kuda itu. Tidak ada yang menyadari tatapan tajam Li Wei yang sedari tadi memperhatikan.


***


"Xiao Li, kamu mendengarku? Jangan tertidur." Di dalam sana, ZiXuan masih terus berusaha membuat wanita dalam pelukannya memberikan respons.


Dia mendengus kesal saat melihat tidak ada tanda-tanda Yuan akan terbangun. Sebenarnya, gadis itu mendengar panggilan ZiXuan, tetapi matanya sangat berat untuk dibuka, bahkan seluruh tubuhnya seperti mati rasa.


Tapi tak lama kemudian, dia merasakan seluruh tubuhnya menghangat dan sesuatu yang mengalir bersama dengan darah di dalam tubuh. Memberikan rasa nyaman yang tidak terlukiskan.


Bulu mata lentik itu bergerak gelisah sebelum akhirnya terbuka perlahan. Hal pertama yang dilihatnya adalah wajah tampan ZiXuan.


"Kamu—kamu melakukan sesuatu padaku?" tanya Yuan dengan suara lemahnya.


"Apa yang bisa aku lakukan pada gadis yang sedang hilang kesadaran? Sudah kubilang jangan tertidur."


Yuan mencebikkan bibirnya. "Siapa juga yang ingin tidur?" gumamnya. Dia mencoba untuk melepaskan diri dari dekapan ZiXuan, tetapi pria itu menahannya.


"Tubuhmu masih lemah. Biarkan seperti ini."


Baru saja ingin menolak, tiba-tiba kereta itu berhenti dengan ringkikkan kuda yang memekakkan telinga. Jika saja ZiXuan tidak memeluknya, Yuan akan benar-benar terlempar keluar.


"Lindungi Kaisar dan Permaisuri!" Suara teriakan itu terdengar dari luar disusul suara gaduh yang memecah.


ZiXuan mengernyitkan. Dengan sebelah tangan, dia menyingkap sedikit tirai jendela keretanya. Mengintip situasi yang terjadi di luar.


"Xiao Li, kamu tunggu di sini. Aku akan segera kembali," ucapnya cepat sambil membantu Yuan untuk bersandar.


ZiXuan mengambil pedangnya yang berada di pojok kereta dan segera keluar dari sana.


Keadaan di luar sudah sangat kacau. Orang-orang berbaju hitam yang entah dari mana datangnya itu menyerang pengawal kerajaan.


Pertarungan sengit itu terjadi cukup lama, tetapi tiba-tiba saja mereka mundur.


"Ada apa dengan mereka?" ucap Li Wei bingung.


ZiXuan mengibaskan lengan bajunya dan berbalik kembali menuju kereta.


Pria itu berhenti sesaat, menatap kosong ke dalam keretanya. Dia menoleh pada Qiu Ying yang masih berdiri di sana. "Di mana Permaisuri Xuan?" tanyanya pelan.


"Saudara, Aku—aku tidak melakukan apapun. Aku—"


"Jangan banyak bicara! Aku bertanya, di mana Xiao Li? Apakah kamu tidak mengerti?!"


"Mereka—mereka membawanya. Tapi Saudara, aku—aku tadi berniat memberitahumu, tapi—tapi kulihat kamu masih bertarung melawan penjahat itu, juga—juga aku takut jika aku berteriak, mereka akan menyakiti permaisuri."


Pria itu sudah akan pergi setelah mendengar penjelasan Qiu Ying, tetapi gadis itu menahan lengannya.


ZiXuan menatap Qiu Ying tajam, namun gadis itu memberanikan diri membalas tatapannya.


"Saudara— Saudara Xuan, jangan marah. Ying'er bersalah, seharusnya Ying'er bisa menlindungi permaisuri. Saudara, tadi—tadi Ying'er merasa sangat takut sehingga tidak dapat melakukan apapun."


"Memang tidak berguna!" Tanpa perasaan, ZiXuan menepis kasar tangan Qiu Ying yang menahannya. Dan dengan Qinggong yang dimilikinya, dia pergi dari sana.


***


Di tempat lain, dengan sisa kekuatan yang tersisa, Yuan mencoba menarik kedua tangannya yang dicengkeram erat.


"Kalian—kalian lepaskan aku," ujar Yuan terbata-bata.


"Permaisuri, jangan berusaha lagi. Itu sia-sia saja," ujar salah satu dari orang itu sambil tertawa keras.


"Benar-benar seperti yang dikatakan orang banyak. Permaisuri Xuan sangat cantik. Bisa mendapatkannya saja sudah termasuk keberuntungan." Lagi-lagi mereka tertawa.


Yuan menggertakkan giginya, merasa muak mendengar suara itu.


"Apa yang kalian bawa ini!" Sebuah suara yang terdengar melengking itu membuat orang-orang yang menggiring Yuan berhenti tertawa.


"Ketua!" ucap mereka serempak.


"Apa yang membuat kalian tertawa bodoh seperti ini? Tidak tahukah kalian seberapa besar masalah yang akan diciptakan dengan mengganggu kekaisaran? Sudah mulai bertindak di luar perintahku ya! Benar-benar sampah!"


"Mohon ampuni kami ketua. Kami sudah terlanjur berpapasan dengan kekaisaran. Jika mundurpun, akan tetap terkejar. Kami tidak memiliki pilihan lain selain menyerang. Yang mati di antara kami juga tidak banyak. Ketua—kami bahkan membawakanmu wanita cantik," jelas salab satu di antara mereka.


Mendengarnya, mata pria paruh baya yang dipanggil ketua itu kini menaruh perhatian pada Yuan yang sedang menunduk.


Dia menatapnya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Seringaian muncul di bibir hitamnya. "Apakah dia salah satu wanita dari keluarga kekaisaran?"


Pria yang memegang lengan kirinya mengangguk antusias. "Dia adalah Permaisuri Xuan. Wanita tercantik dari kerajaan Zhou."


"Oh?" Ketua para penjahat itu tampak tertarik. Dia berjalan mendekat.


Saat sudah berada di depan Yuan, pria paruh baya itu dengan lancang menyentuh dagu gadis itu, memaksanya untuk mendongak.


Dia terdengar menghela napas panjang dan berkata, "Istri bocah itu benar-benar sangat cantik bahkan dari semua wanita yang pernah saya temui, yang ini sangat amat cantik."


"Singkirkan tanganmu dari wajahku!" ucap Yuan tegas.


"Ah, suaranya bahkan sangat indah. Permaisuri, anda benar-benar membuatku panas hanya dengan menatap mata dan mendengar suaramu. Aku memang tidak sejaya suamimu, tapi jiku kamu bersedia menjadi istriku, aku akan memberikan semua yang terbaik di dunia ini untukmu. Kamu bisa menjadi istri utamaku. Aku akan memperlakukanmu dengan baik dan memanjakanmu. Bagaimana?"


Yuan tertawa pelan. Dia tersenyum remeh menatap pria tua tetapi masih memiliki tubuh yang cukup kuat itu dan berkata, "Menjadi suamiku? Takutnya kamu tidak memenuhi setengahpun kualifikasi suami saya."


"Lihat! Tempramen ini, aku sangat menyukainya!"


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...