My Devil Emperor

My Devil Emperor
Petunjuk



Tiga bulan sudah berlalu sejak insiden di ruang penyimpanan itu terjadi. Beberapa rumor yang tersebar juga berhasil ditangani dengan baik. Perlahan namun pasti, orang-orang mulai melupakannya. Istana kekaisaran kembali tenang dan damai, lagipula siapa yang berani bergosip tentang Kaisar dan Permaisuri dinasti Qin itu?


Aktivitas pagi hari di istana berjalan seperti biasa. Beberapa pelayan sudah mulai sibuk bekerja bahkan sebelum matahari terbit.


Terlihat seorang wanita berbaju biru duduk di bangku kecil. Mata seindah bunga musim semi itu terlihat fokus memandang objek di depannya.


Tangannya dengan terampil memotong beberapa cabang bunga yang sudah layu. Wajah cantiknya sedikit memerah karena terpapar sinar matahari pagi. Di belakangnya berdiri dua orang pelayan, yang satu memegang beberapa camilan di atas nampan sedang yang satunya lagi memegang wadah berisi peralatan untuk merawat tanaman.


"Sayang, apa yang kamu lakukan di sini? Sudah kubilang untuk lebih banyak beristirahat mulai sekarang," interupsi seseorang yang membuat wanita dan kedua pelayannya menoleh.


"Salam kepada Yang Mulia," ucap Jingli dan Yunniang bersamaan.


ZiXuan meliriknya dan mengangguk samar. Ia melangkah mendekati Yuan yang sedang berdiri dibantu Jingli dan Yunniang.


Bibir tipisnya mencibir dan mendengus kesal. "Membosankan!" ujarnya.


"Bukankah itu untuk kebaikanmu juga? Keras kepala!"


"Hump! Suami selalu menjadikan itu sebagai alasan. Lagipula Aku hanya merawat tanaman bukan berlari-lari mengejar kupu-kupu. Apanya yang berbahaya?"


"Lupakan. Aku tidak akan pernah menang berdebat denganmu." ZiXuan mengambil alih tangan Yuan dari Jingli dan memberi kode pada kedua pelayan pribadi istrinya itu untuk segera pergi.


Jingli dan Yunniang membungkuk hormat sebelum pergi dari sana.


"Suamiku lihat! Bukankah bunga-bunga ini indah?" tanya Yuan sambil menatap hamparan bunganya. Ada beberapa macam warna di sana, tetapi didominasi oleh bunga berwarna merah muda dan putih. Wangi semerbaknya tercium bahkan dari pintu masuk taman.


"Xiao Li merawatnya dengan sangat baik."


Yuan tiba-tiba memeluknya erat. Wajahnya bersembunyi di dada bidang ZiXuan.


ZiXuan tersenyum sambil mengusap rambut hitam Yuan. "Ada apa?"


"Terima kasih karena sudah memberikan apapun yang Aku inginkan. Taman bunga peony ini, aku sangat menyukainya."


ZiXuan tidak menjawabnya, ia hanya mengusap punggung wanita itu dengan lembut.


Taman Bunga Peony itu hadiah yang diberikan ZiXuan untuk menghibur Yuan pasca kejadian di Aula Persidangan juga tentang rumor yang saat itu tersebar di istana kekaisaran.


Apa yang dilakukannya membuahkan hasil. Perhatian Yuan mulai teralihkan untuk merawat bunga-bunga indah itu. Pikirannya mulai tenang yang tentu saja berdampak baik pada tubuh Yuan.


Yuan menyukai bunga, tetapi bunga peony ini adalah yang paling dia sukai. Jadi jelas saja setelah mendapatkan taman bunga itu, dia sendiri yang merawatnya. Bukankah sangat disayangkan jika bunga mahal yang sarat akan berbagai makna pada setiap warna dan lambang cinta itu mati karena salah perawatan?


Yuan melepaskan pelukannya dan mendongak menatap wajah tampan ZiXuan yang tengah tersenyum padanya.


Melihat senyum hangat itu, Yuan juga ikut tersenyum. Pemandangan indah pertama baginya adalah senyuman dan mata ZiXuan. Dia akan selalu jatuh dalam pesona pria itu berkali-kali. Entah ZiXuan sedang memasang tampang dingin atau hangat, keduanya sama-sama terlihat sangat indah.


"Suamiku, mari bersama selamanya mulai dari sekarang."


"Tentu. Tidak akan terpisahkan. Baik dalam kehidupan ini dan kehidupan selanjutnya kamu akan tetap menjadi milikku."


"Baik dalam kehidupan ini atau selanjutnya, aku akan tetap milikmu. Tidak pernah menyesal. Yabg Mulia, berjanjilah padaku bahwa kamu tidak akan pernah mengkhianati dan meninggalkanku!?"


ZiXuan tidak langsung menjawabnya, ia kembali menarik Yuan ke dalam pelukan. "Aku tidak bisa menjanjikannya," jawab ZiXuan tenang.


Mendengarnya, Yuan merasa marah. Ia mencoba menarik diri dari pelukan ZiXuan. "Mengapa? Jadi kamu berencana untuk mengkhianati dan meninggalkanku?"


ZiXuan tertawa kecil tanpa mengendurkan lengannya dari badan Yuan. "Bukan juga seperti itu. Maksudku, kita tidak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan, tapi aku tidak akan mengecewakanmu."


"Kamu berani?"


"Tentu saja tidak. Jika pun Aku ingin, aku tidak akan melakukannya. Aku akan bersama denganmu selama sisa hidupku."


ZiXuan tersenyum puas. Dia mendekat bibirnya pada dahi Yuan dan mengecupnya dengan hangat.


"Kalau begitu, Xiao Litidak boleh melanggarnya." Kemudian ia beralih menyentuh perut besar Yuan dan melanjutkan, "Nak, kamu adalah saksinya. Di masa depan, mari berbagi tugas untuk menjaganya. Kamu tau? Ibumu adalah wanita yang keras kepala dan bertempramen buruk."


Yuan menepuk keras tangan ZiXuan. "Jangan percaya padanya. Siapa disini yang memiliki tempramen buruk? Yang Mulia, daripada kamu berbicara yang tidak-tidak pada anakmu, mengapa tidak membawakanku makanan ringan?"


"Itu." Tunjuk ZiXuan pada nampan makanan yang ditinggalkan Yunniang.


"Itu sudah dingin. Aku ingin yang masih hangat."


"Kamu ingin aku membuatkannya?"


Yuan mengangguk semangat.


ZiXuan mengusap pipinya pelan tapi belum sempat menjawab, seseorang datang menginterupsi mereka.


"Maaf mengganggu waktu Kaisar dan Permaisuri, tetapi hamba ingin membicarakan sesuatu, Yang Mulia." Orang itu adalah Li Wei. Ia menunduk canggung di depan ZiXuan dan Yuan.


"Kita bicarakan nanti, ada hal yang ingin aku lakukan sekarang," ucap ZiXuan yang sudah berbalik menatap Li Wei.


"Tapi ini adalah hal yang penting, Yang Mulia."


ZiXuan menatap bimbang Li Wei dan Yuan.


Mengerti posisinya, Yuan tersenyum dan berkata, "Suamiku, kamu bisa melakukannya lain kali. Pergilah, mungkin itu benar-benar hal yang penting."


ZiXuan tersenyum lega. Ia mengusap puncak kepala Yuan sebelum berkata, "Kalau begitu, aku akan membuatkannya nanti." ZiXuan segera pergi bersama Li Wei setelah mengatakannya.


Yuan melihat kedua lelaki itu berjalan cepat, mungkin menuju ruang baca ZiXuan. Dia mengangkat bahunya dan berjalan menuju kediaman.


Di tempat lain, ZiXuan sudah berada di ruang baca bersama Li Wei yang berdiri di depannya.


"Hamba menemukan petunjuk tentang insiden di ruang penyimpanan beberapa bulan yang lalu."


"Apa yang kamu temukan?"


"Seseorang dari wilayah bagian barat. Tempat yang sama dari tempat dupa itu berasal. Benar, Yang mulia, dupa afrodisiak itu bukan berasal dari daerah kita."


ZiXuan memejamkan matanya dan berkata, "Bawa dia kemari."


***


Sunyi. Satu kata yang menggambarkan suasana saat ini.


Terlihat seorang pria yang duduk terikat di tengah-tengah sebuah kolam kecil. Airnya berwarna hitam pekat yang memantulkan cahaya keemasan dari lilin yang menyala di ruangan pengap itu.


Selain pria yang tampak tidak sadarkan diri itu, ada dua orang pria lainnya yang mengamati di pinggir kolam.


"Mengapa dia belum juga bangun?"


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...