My Devil Emperor

My Devil Emperor
The Summer Triangle



Malam ini bulan dan bintang bersinar sangat terang. Yuan sedang duduk di ayunan dengan kepala menengadah ke atas. Mengagumi keindahan yang terhampar di langit malam.


"Apa yang kamu lakukan di sini?" Suara itu membuat Yuan menolehkan kepalanya.


Dia tersenyum dan berkata, "Kamu di sini juga? Saudara, kemarilah. Bulan dan bintang itu terlihat sangat indah dari sini." Yuan bergeser untuk memberikan tempat padanya.


Ayunan itu cukup besar sehingga memungkinkan untuk dua orang berayun bersama.


ZiXuan memandangnya, tersenyum tipis dan duduk di sebelah gadis itu.


"Sangat indah," gumamnya ketika kembali melihat langit yang membentang luas ditaburi bintang-bintang.


Zi Xuan mengikuti arah pandang Yuan kemudian mengangguk dan berkata, "Apakah kamu mengerti astronomi?"


"Astronomi? Aku hanya tau itu adalah cabang ilmu yang mempelajari benda langit untuk menentukan iklim dan arah. Bagaimana caranya, aku tidak tahu."


"Lihatlah! Perhatikan tiga bintang yang paling terang itu di antara bintang lainnya," ujar ZiXuan sambil menunjuk ketiga bintang yang dia maksud. "Jika kamu perhatikan, ketiga bintang itu membentuk sebuah pola segitiga. Kumpulan bintang dari rasi bintang yang berbeda. Vega dari rasi bintang Lyra, Deneb dari rasi bintang Cygnus, dan Altair dari rasi bintang Aquila, ketiganya dikenal dengan segitiga musim panas."


Yuan mengernyit dan tak lama mata berseri-seri, "Itu adalah cerita Zhinu dan Niulang, kan?" Katanya dengan antusias. Dia baru saja menyadari bahwa Festival Qixi atau Chinese Valentine Day akan dirayakan akhir musim ini. Hei, dia bukan mahasiswa astronomi dan tidak pernah mencari tau lebih jauh tentang tata surya. Yang dia tau hanya nama-nama planet, teori terbentuknya bumi dan hal umum lainnya saja. Mengapa waktu berjalan sangat cepat! Rasanya baru kemarin musim semi tiba, sekarang sudah di pertengahan bulan pada musim panas.


"Benar. Ini kisah Zhinu atau bintang Vega, sang gadis penenun yang merupakan putri Dewi Langit dan Niulang atau bintang Altair seorang penggembala sapi yang saling mencintai tetapi tidak bisa bersama. Mereka menikah dan memiliki dua orang anak, tetapi Dewi Langit yang merupakan ibu dari Zhinu tidak merestuinya. Dia membawa kembali Zhinu ke langit, melemparkan jepit rambut di antara keduanya yang kemudian menjadi sungai perak atau galaksi bima sakti untuk memisahkan keduanya. Tetapi melihat cinta yang tulus antara Niulang dan Zhinu, hatinya pun melembut sehingga pada malam ke-7 bulan ke-7 penanggalan lunar setiap tahun, keduanya dapat kembali bertemu walaupun hanya untuk satu hari. Pada pertemuannya, terjadi hujan yang lebat. Sekawanan burung murai yang melihatnya tersentuh, kemudian mereka berbaris untuk membentuk sebuah jembatan sehingga dapat mempertemukan kembali sepasang kekasih yang terpisah itu."


"Itu kisah cinta abadi yang sangat menyentuh. Aku selalu suka mendengar ceritanya walaupun aku sudah tau. Saudara, kamu memiliki bakat menjadi seorang pendongeng!"


"Aku akan lebih menarik jika menceritakannya pada anak kami nanti," ujar ZiXuan mengedipkan sebelah matanya.


Yuan membuang mukanya yang sedikit memerah. Dia kembali menatap langit dengan raut wajah yang kembali serius. "Tapi bagaimana aku bisa membedakan yang mana tiga bintang itu?" tanyanya pelan.


ZiXuan yang dengarnya tercengang. "Jadi dari tadi kamu tidak tahu yang mana polanya?"


Yuan meringis malu. "Anu, ada terlalu banyak bintang di atas sana. Dan yang paling terang juga ada lebih dari tiga," alasannya.


"Bagaimana kalau sekarang?" Seberkas sinar biru keluar dari jari-jari lentiknya.


"Ini—" Yuan tercekat. Sinar itu terbang menunu tiga titik bintang, membuat pola segitiga yang terlihat jelas sekarang.


"Saudara, kamu... Apakah kamu seorang peri?"


ZiXuan tertawa kecil. "Kamu bisa menganggapnya begitu. Sekarang sudah malam, beristirahatlah. Besok kami sudah harus kembali ke ibukota."


***


Sama seperti sebelumnya, ZiXuan dan Yuan sudah kembali ke istana kekaisaran dalam dua hari.


Mereka baru saja tiba dan melangkah masuk untuk menuju ke kediaman masing-masing.


"Saudara Xuan!" Suara melengking itu membuat ZiXuan dan Yuan berhenti. Mereka menoleh bersamaan dan melihat seorang gadis muda berlari ke arahnya.


Zi Xuan menghindar. Dia memundurkan langkah membuat perempuan itu malah menubruk badan Yuan.


"Saudara!" ucapnya terdengar manja dengan bibir mencebik. Dia langsung menarik dirinya dari Yuan.


"Apa yang kamu lakukan?" tanya ZiXuan dingin. Jelas dia nampak tidak nyaman dengan gadis di depannya itu.


"Mengunjungimu! Aku datang bersama ibuku."


Yuan hanya menatap kedua manusia berbeda jenis itu dalam diam. Tak lama kemudian seorang wanita paruh baya muncul.


"Apakah dia Putri YanLi yang menipu kekaisaran itu? Terlihat biasa saja."


"Ying'er! Jaga ucapanmu! Yang Mulia Kaisar dan Permaisuri mohon maafkan ucapannya. Dia terlalu kami manjakan." ujar ibunya memberi peringatan.


Ying'er mengerucutkan bibirnya kesal. "Ibu, aku kan mengatakan sesuai fakta! Saudara Xuan masih sangat baik dapat memaafkannya!"


"Nona Ying, sebaiknya jangan mengatakan hal-hal yang dapat memprovokasi lagi. Jika istriku marah, aku juga tidak bisa membantumu. Dia sudah menjadi kesayangan Ibu Suri dan Janda Permaisuri. Dia juga seorang Permaisuri, kamu yang berada di bawahnya, apakah bisa?" Walaupun ZiXuan mengatakannya dengan santai dan sedikit gurauan, tetapi jelas terlihat dia sedang membela Yuan dan secara tidak langsung mengatakan bahwa dia memberikan hak penuh kepada Yuan sebagaimana Permaisuri pada umumnya.


"Ah, Permaisuri, maafkan ketidaksopanan Ying'er. Dia masih muda," ujar wanita itu menunduk takut, juga memaksa Ying'er untuk ikut membungkuk.


Yuan tersenyum tipis. "Tidak masalah. Tapi siapa kamu?" tanyanya.


"Perkenalkan, hamba adalah istri menteri Qiu Lang, Leiya. Dia adalah putri kedua kami, Qiu Ying."


"Mereka masih memiliki hubungan darah dengan keluarga kekaisaran," bisik ZiXuan yang melihat kebingungan di wajah cantik gadis itu.


"Kerabat jauh?"


"Hmm."


Bibir merahnya kembali menyunggingkan senyuman. "Senang bertemu dengan Bibi. Kami akan beristirahat dulu, jika ada waktu, Bibi datanglah untuk minum teh bersamaku."


"Terima kasih atas kebaikan Yang Mulia Permaisuri, hamba akan datang jika ada waktu."


Yuan mengangguk dan kembali berjalan dengan ZiXuan yang mengikuti langkahnya.


"Saudara, orang-orang di istanamu, semuanya aneh!"


ZiXuan tertawa pelan. "Tidak semuanya. Itu hanya beberapa."


"Nona Ying itu, apakah karena masih ada hubungan darah dengan kekaisaran jadi kamu segan padanya?" tanya Yuan ingin tahu.


"Iya, bisa dibilang begitu. Setidaknya mereka akan aman selama tidak melakukan kesalahan yang fatal. Terlebih lagi, keluarganya sudah mengabdi pada kekaisaran sejak lama."


"Oh. Omong-omong, apakah Nona Ying adalah teman masa kecilmu?"


"Mengapa kamu ingin tahu? merasa menjadi saingan cinta, ya?"


Yuan meliriknya tajam. "Saudara, apakah aku boleh menamparmu?" katanya kesal.


"Mengapa kamu tidak menamparku dengan bibirmu saja?" godanya.


Yuan mendengus. "Sudahlah, aku tidak ingin berbicara lagi padamu!" ujarnya sambil berjalan cepat.


"Dia bukan teman masa kecilku. Tapi kami mengenal sejak kecil. Selain dengan saudara-saudaraku dan Saudara Li Wei, aku tidak suka bermain saat kecil, jadi aku tidak memiliki banyak teman."


Yuan melambatkan langkahnya dan menoleh. "Kamu memiliki Saudara?" tanyanya tertarik.


ZiXuan mengangguk dan berkata, " Iya, tapi mereka meninggal saat aku kecil." Suaranya terdengar sedikit lirih. "Jika kamu ingin tahu, tanyakan saja pada ibu mertuamu," lanjutnya berjalan mendahului Yuan.


Sepertinya masa kecil pria itu tidak begitu menyenangkan. Tapi di satu sisi, Yuan merasa telah melihat sisi lain dari ZiXuan. Dari luar, dia terlihat berdarah dingin dan kejam. Jika kamu sudah cukup mengenalnya, dia terlihat seperti orang yang tidak bisa diajak serius. Tapi sepertinya sifat itu hanya ditunjukkan pada Yuan saja. Mungkin karena mereka adalah mitra.


"Aku memang tidak salah menilai! Semua orang di istana kekaisaran memang aneh!"


...▪︎▪︎▪︎▪︎▪︎...