
Besok pagi Atreya akan berpindah ke Dublin. dan hari ini ia ingin berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga serta kekasih hatinya.
" kamu benar-benar akan meninggalkan ku disini ? apa tidak bisa ditunda dulu sebelum kita menikah ?"
Satria membawa tangan Atreya kedepan dadanya.
" sayang, ini hanya sementara. taun depan kita menikah. bukannya kita sudah sepakat dan membahas ini sebelumnya kan ?"
lirih Atreya.
sungguh, sebenarnya ia pun merasa berat harus berpisah dengan Satria. namun ini adalah salah satu tanggungjawab nya sebagai pewaris dari seluruh perusahaan O'Neill Company selain Aaron yang lebih dulu memilih untuk menetap disini bersama keluarga kecilnya. jadi tidak ada pilihan lain buat Atreya selain pindah ke Dublin dan tetap mempertahankan peninggalan kedua orangtuanya tersebut.
" seandainya papa mengijinkan ku untuk ikut bersamamu mungkin aku tidak akan se-khawatir ini, Rea "
Satria menyesalkan sikap papa dan mamanya yang melarang dirinya untuk ikut dengan calon istrinya itu sebelum keduanya sudah sah menjadi suami istri.
" sudahlah sat, tidak perlu dipermasalahkan. kita hanya berpisah satu tahun saja. setelah itu kita akan bersama-sama tinggal di Dublin."
" tapi kau harus janji pada ku, Rea. jaga diri baik-baik selama tidak ada aku disana. oke ?!"
ucap Satria seraya mengusap lembut wajah Atreya dengan kedua ibu jarinya.
" iya sayangku Satria. aku janji akan selalu hati-hati disana. dan kau juga selalu jaga hatimu disini selama tidak ada aku."
Satria hanya tersenyum tipis, lalu merengkuh tubuh kekasih dihadapannya. mengecup keningnya dengan lembut lalu beralih ke arah bibir ranum milik Atreya. namun baru saja mendaratkan bibirnya disana, tiba-tiba bocah yang baru bisa berbicara 'cadel' itu menghampirinya.
" Tante Lea... !!"
teriak Aldrick menghampiri sepasang kekasih yang tengah beradu bibir itu.
" Al ?"
Atreya segera melepas pagutan sang kekasih lalu menyambut bocah kecil yang baru datang tersebut.
" mana ayah dan bunda mu, sayang ?"
tanya sang bibi sambil membungkuk kan tubuhnya agar sejajar dengan Aldrick yang tingginya masih sepahanya itu. namun bocah itu tidak menanggapi, ia malah tertarik dengan ponsel milik Satria yang tergeletak diatas meja.
" kau mau ini ?"
Satria langsung mengambil ponsel tersebut lalu mendudukkan Aldrick keatas pangkuannya. bocah setengah bule itu langsung tersenyum sumringah saat ponsel ditangan Satria menyala.
tak lama kemudian datang Kinara sambil menggendong bayi mungil yang tengah tertidur lelap dalam dekapan hangat sang bunda. lalu disusul Aaron yang sibuk menenteng dua tas ditangan kanan dan kirinya seraya memasang wajah cemberutnya.
" kenapa wajah kakak ditekuk seperti itu ? apa kakak sakit ?"
tanya Atreya memandangi sang kakak yang baru saja datang di kediaman nenek Shofi. namun Aaron tidak menyahutinya, ia menjatuhkan kedua tas ditangannya ke atas lantai, lalu mendudukkan tubuhnya di sofa berdampingan dengan Satria yang tengah memangku Aldrick.
" dia lagi ngambek, Rea."
sahut Kinara terkekeh.
" idihh, udah jadi ayah dari dua anak masih ngambekan gitu."
ledek Atreya ikut terkekeh.
tiba-tiba Shofi menyahutinya dari arah dapur seraya membawa sepiring pisang goreng hangat buatannya.
" itu nek, dia gak mau repot bawa tas baju anak-anaknya sendiri."
sahut Kinara yang berencana akan menginap satu malam dirumah nenek Shofi.
" lho, emangnya baby sitter Aldrick sama Aleena kemana ? mereka gak kalian ajak ?"
tanya sang nenek.
" tidak nek. mereka sengaja aku liburkan sehari ini. kasian mungkin mereka juga butuh refreshing juga seperti kita. lagipula hanya satu hari saja."
sahut Kinara.
" tapi apa kau tidak kasihan juga pada suamimu ini. dari pagi jadi sibuk sendiri mengurus keperluan Al dan Aleena. hutft !!"
keluh Aaron lalu mencomot pisang goreng diatas piring buatan Shofi tadi.
" iya deh, maaf-maaf. tadi aku repot mengurus Aleena yang tiba-tiba rewel. jadi terpaksa memintamu untuk membereskan semuanya."
ucap Kinara. tapi Aaron malah mendengus kesal.
Shofi, Atreya dan Satria malah terkekeh melihat mimik wajah kesal dari ayah beranak dua itu.
tak lama kemudian Keluarga Revan pun datang, termasuk Marshall. mereka juga memang diundang ke acara perpisahan Atreya. rencananya mereka akan mengadakan barbeque party kecil-kecilan dibelakang rumah Shofi.
" ayo, lebih baik kita mulai pesta bakar-bakarannya."
ucap Kanaya penuh semangat.
" kau dan Marshall siapkan alat panggangnya dibelakang ! aku dan Satria akan menyiapkan bahan makanan yang akan kita bakar nanti."
perintah Atreya yang punya hajat.
mereka tampak bersemangat mengadakan barbeque party. sementara Aaron disibukkan dengan Aldrick yang mulai aktif dan tak mau diam. sedangkan Kinara masih memberikan ASI eksklusif untuk baby Aleena yang baru berusia empat bulan.
Shofi, Laras dan Revan, mereka masih asik mengobrol membicarakan tentang usaha restoran mereka yang mulai memiliki cabang di beberapa kota.
--- S E L E S A I ---
hai Readers.... aku kasih ektra part nih, maklum belum bisa move on dari cerita ini 😂
akhirnya aku lanjutin cerita ini dijudul baru ya...
" LOVELY ATREYA " namun kali ini menceritakan kisah ATREYA yang hamil dan memiliki anak dari pria asing yang tidak ia kenali sebelumnya, hingga membuat hubungannya dengan Satria jadi renggang dan terancam batal.
Penasaran ? ikuti terus ya Readers, jangan lupa like, komen dan votenya 😍😍😘
Baca juga Novel lainnya yang berjudul :
ALEEYA (BERAWAL DARI TALAK 3)