In Your Love

In Your Love
ingin menguasai



sudah sepekan ini Aaron mempelajari bisnis ayah tirinya dibidang ritel. memang sangat bertolak belakang dengan bisnis yang tengah Aaron jalani selama ini dikantor miliknya. tapi apa boleh buat, Claire memaksa Aaron untuk membantu bisnis Sergio yang sudah sangat berkembang itu.


pagi ini seusai sarapan pagi, Aaron dan Sergio tengah berada diruang kerjanya. Aaron membantu Sergio memeriksa beberapa berkas laporan perusahaannya.


" Aaron, nanti malam ada pertemuan sekaligus makan malam keluarga bersama dengan kolega papi dari Itali. mereka sekeluarga baru akan tiba pagi ini di Marshall hotel milik adikmu. kau ikutlah bersama kami, agar mereka juga mengenalmu sebagai putra papi selain Marshall."


ucap Sergio seraya pandangan masih nampak fokus ke layar laptop dihadapannya.


diusianya yang jauh lebih muda, Marshall memang memiliki jiwa bisnis yang menurun dari ayahnya. selain tercatat masih sebagai mahasiswa, adik tiri Aaron itu juga menjabat sebagai CEO dihotel yang diberi nama sama dengan pemiliknya.


sebenarnya Aaron sangat malas dengan ajakan papi tirinya itu. tapi ia juga merasa tidak enak bila menolaknya. Sergio sudah begitu baik, meski keduanya baru saling kenal namun Sergio memperlakukan Aaron dengan sangat istimewa.


" oke. aku akan ikut bersama kalian."


akhirnya Aaron mengiyakannya. lalu ia teringat janji akan menghubungi Kinara. Aaron pun segera merogoh ponsel yang baru dibelinya didalam saku celana. ia mendial nomer yang kemarin Kinara berikan dipesan medsos. lalu berjalan menjauhi Sergio menuju balkon yang terhubung dengan ruang kerja papi tirinya itu.


" hallo."


terdengar suara Kinara disebrang sana. Aaron begitu merindukan suara itu. suara yang sudah sebulan lamanya tak pernah ia dengar lagi.


" ini aku, kin."


" Aaron ? kau kemana saja, kenapa baru sore ini kau menelpon ku? aku sudah menunggumu dari pagi tadi."


Kinara terdengar kecewa. memang Irlandia lebih cepat 8 jam dari California.


" maaf, aku baru bangun."


Aaron terpaksa berbohong. padahal aslinya dia sedikit melupakan janjinya.


" kapan kamu pulang ? aku ingin kau pulang sekarang."


rengek Kinara.


" ponsel, dompet, dan pasport ku raib. kini aku sedang mengurus pasport ku yang hilang itu dikantor kedutaan. nanti setelah semuanya beres aku akan langsung pulang."


" kenapa bisa sampai hilang sih ? ceroboh sekali kau ini."


" aku juga tidak tau, sayang. Oya, bagaimana calon bayi kita ? apa baik-baik saja ? kau sudah datang menemui paman Daniel bulan ini ?"


" aku sudah menemui dokter Daniel kemarin lusa. anak kita sehat-sehat saja. cepatlah kembali, aku rindu."


suara Kinara terdengar semakin memberat seperti menahan tangisnya.


" pasti aku akan segera kembali karena aku juga rindu kamu, Kinara. aku akan menghubungi mu setiap hari. pastikan ponselmu selalu aktif ya, sayang."


tak lama kemudian Aaron mengakhiri panggilan telpon dengan istrinya. ada rasa lega dalam hati Aaron setelah mendengar suara Kinara. Aaron semakin tidak sabar ingin segera pulang menemui wanita yang membuatnya jatuh cinta untuk yang kedua kali.


" siapa Kirana ? apa itu nama seorang gadis ?"


tiba-tiba Claire yang entah sejak kapan berdiri dibelakang Aaron.


" mami ?"


" kau belum menjawab pertanyaan mami, Aaron."


Claire menatap datar padanya. Aaron merasa tatapan Claire itu seperti tidak menyukai jika dirinya menghubungi seseorang.


" iya, Kinara itu istriku."


" apa ? jadi kau sudah menikah ?"


Claire sangat terkejut mendengar pernyataan Aaron bahwa dirinya telah menikah.


" iya, mam. aku sudah menikah. menantu mami bernama Kinara dan kini ia sedang mengandung anakku."


Claire diam membisu. ia sangat tidak terima jika putra sulungnya itu telah menikah dengan seorang gadis yang tidak ia kenal sebelumnya.


" kenapa ? apa mami keberatan jika aku telah menikah ?"


tanya Aaron setelah melihat raut wajah Claire yang ditekuk itu.


" oh, tidak sayang. mami hanya kaget saja ternyata anak mami ini sudah dewasa, sudah menikah dan akan segera memiliki anak. mami benar-benar tidak menyangka."


ungkap Claire menyunggingkan senyuman manisnya pada Aaron.


" nanti kapan-kapan, akan ku ajak istriku menemui mami. dia gadis yang menyenangkan dan cantik."


ujar Aaron memuji kinara. pikirannya tengah membayangkan sosok istrinya yang selalu membuat siempunya berdiri tegang. sungguh, Aaron kini tengah dilanda kerinduan yang begitu dalam. hasratnya tiba-tiba muncul hanya dengan mendengar suara Kinara barusan.


" ya sudah, kalau begitu mami tinggal dulu. selama disini mami mohon kau bantu papi Sergio ya. kasian dia terlalu kewalahan dengan bisnisnya sendiri. hanya kau yang bisa membantunya, karena Marshall punya kesibukan dengan kuliah dan hotelnya."


ucap Claire seraya menepuk bahu Aaron dengan. tatapan penuh harap. lalu ia pun berlalu meninggalkan Aaron yang masih berdiri di balkon.


tak lama kemudian Aaron kembali masuk keruang kerja Sergio untuk membantu melanjutkan pekerjaan papi tirinya.


***


didalam kamarnya, Claire nampak sedang menghubungi seseorang.


" aku ada pekerjaan untukmu."


ucap Claire menggenggam erat ponsel yang tengah menempel ditelinga kirinya.


" kau cari tau gadis bernama Kinara. dia istri dari Aaron Gildan Mark O'Neill, pewaris tunggal dari keluarga O'Neill di Irlandia. aku tunggu laporannya besok pagi."


" baik nyonya."


" seperti biasa, buat seolah-olah seperti kecelakaan. jangan sampai meninggalkan jejak."


tak lama kemudian Claire mengakhiri pembicaraan nya ditelpon itu, lalu melempar ponselnya ke atas tempat tidur.


" aku tidak ingin kau kembali pada Istrimu, ataupun keluarga palsu mu, Aaron. kau akan tetap disini, bersama ibu kandungmu."


gumam Claire seraya menarik salah satu sudut bibirnya tersenyum miring.