
hari-hari pun berlalu dengan cepat. hari ini Aaron dan Kinara akan menikah. entah kenapa Kinara begitu senang akan hari pernikahannya, padahal sebelumnya jelas-jelas ia menolaknya. Kinara terlihat sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih yang membaluti tubuh mungilnya, rambutnya yang panjang disanggul gantung hingga leher jenjangnya terlihat jelas dan seksi.
sementara Aaron terlihat sangat tampan dengan setelan jas serba putih. ia nampak sedang terpaku memandangi Kinara yang terlihat lebih cantik itu.
hingga waktunya mereka melaksanakan pernikahannya dan kini sudah dinyatakan sah sebagai suami istri.
" selamat ya kak, akhirnya kak Aaron menikah juga dengan gadis pribumi."
ledek atreya seraya memeluk erat sang kakak.
Aaron mendengus kesal dengan sindiran adiknya itu.
" sialan !! aku jadi merasa menjilat lidahku sendiri."
gumam Aaron dalam hati saat menyadari dulu ia pernah mengatakan bahwa dirinya tidak akan pernah tertarik dengan gadis pribumi. dan atreya menyumpahi kakaknya semoga mendapat jodoh gadis pribumi. akhirnya betul-betul terwujud.
" selamat juga ya, kak Kinara. kau sudah resmi menjadi kakak ipar ku."
atreya bergantian memeluk Kinara.
" jangan panggil aku kakak begitu. kau tetap lebih tua dariku beberapa bulan, Rea."
sahut kinara mendelik.
" walau umurku lebih tua darimu, tapi tetap saja kau kakak ipar ku."
" aku tidak akan menggubris mu kalau kau panggil aku kakak."
ancam kinara.
" iya deh."
Kinara dan atreya pun tertawa bersama.
banyak sekali tamu undangan yang datang. kebanyakan mereka yang datang dari kalangan pembisnis dan partner kerja Aaron. karena dari pihak Kinara sendiri, ia tidak mengundang satu orang kawan pun untuk datang ke acara pernikahannya.
" kak Anjas."
sapa Kinara saat anjas datang bersama rombongan seluruh staf kantor.
" kenapa tidak bilang kalau kau itu beruang kutub ?"
bisik Anjas tersenyum meledek sambil bersalaman dengan kedua mempelai. Kinara hanya tertawa kecil saja, karena tidak enak kalau sampai didengar oleh Aaron yang berada disebelahnya.
" selamat bro, jadi juga kalian kawin."
celoteh Sean seraya menepuk bahu Aaron.
" selamat ya, pak."
" selamat pak Aaron dan Kinara."
ucap Rudi bergantian berjabat tangan.
" terimakasih."
ucap Kinara dan Aaron bersamaan.
dibelakang Rudi, nampak Naomi dan Sesil ikut dalam antrian stage pelaminan untuk mengucapkan selamat.
" selamat menempuh hidup baru pak Aaron, Kinara."
ucap Sesil.
namun Naomi yang berada dibelakang Sesil hanya berjabat tangan saja tanpa berkata sepatah katapun.
akhirnya pesta pernikahan pun selesai. Aaron dan Kinara nampak sudah kelelahan dan pegal karena terlalu lama berdiri dan bersalaman terus menerus selama acara tadi berlangsung.
***
" kin, mama dan papa pulang dulu ya. kamu baik-baik disini, jangan bikin malu keluarga."
ucap Laras hendak berpamitan setelah mengantar Kinara kerumah Shofi. setelah menikah memang Aaron memutuskan untuk langsung membawa Kinara tinggal dirumah Shofi bersamanya.
" iya ma. aku pasti tiap hari akan selalu berkunjung kerumah."
sahut Kinara seraya memeluk Laras.
" sekarang kau sudah bersuami. prioritas kan dulu suamimu."
balas Laras sambil mengelus punggung Kinara.
akhirnya Laras, Revan, Lastri dan Kanaya pun pulang diantar oleh mang Maman.
" kalian sebaiknya segera beristirahat. nenek juga cape sekali hari ini. "
ucap Shofi sambil memijat-mijat keningnya.
" apa nenek sakit ?"
tanya Aaron khawatir.
" tidak. mungkin nenek butuh istirahat saja."
" ayo nek, kin antar ke kamar."
ajak Kinara.
" sudah, nenek tidak apa-apa. kalian juga butuh istirahat. nenek ke kamar duluan ya."
Shofi pun berlalu masuk kedalam kamarnya.
" aku juga ke kamar dulu ya, kak. oiya, mulai sekarang kakak tidak boleh egois, harus mau berbagi tempat tidur dengan Kinara."
" anak itu, awas saja kau."
umpat aaron.
Kinara yang ikut mendengarnya menjadi tersipu malu.
***
Kinara lebih dulu membersihkan diri dikamar mandi yang berada didalam kamar Aaron. seusai mandi Kinara baru sadar kalau ia kelupaan membawa baju ganti. lalu ia membuka pintu kamar mandi sedikit hendak mengintip. didapatinya Aaron yang sedang rebahan diatas tempat tidur sambil memainkan ponselnya.
" Aaron !!"
panggil Kinara.
" ada apa ?"
sahut Aaron.
" bisakah kamu mengambilkan pakaian ku dikoper ? aku kelupaan tidak bawa baju ganti."
pinta Kinara.
" tidak mau. disana kan ada handukku. pakai saja dulu !"
jawab Aaron tanpa mengalihkan pandangan pada layar ponselnya.
" baiklah, kalau begitu bisa minta tolong kamu keluar sebentar ? "
" astaga, kau ini ada-ada saja. cepat keluar ! aku juga mau mandi."
Aaron berdecak kesal lalu beranjak dari atas tempat tidur dan keluar dari kamarnya.
mendengar Aaron sudah keluar kamar, Kinara pun buru-buru keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk yang melilit tubuhnya. ia bergegas mencari piyama dikoper bajunya yang belum sempat ia bereskan.
tak lama kemudian Aaron kembali masuk. ia mendapati Kinara sudah berpakaian lengkap tengah memindahkan baju-bajunya dari koper kedalam lemari pakaian milik Aaron.
" beres-beresnya besok saja. ini sudah malam lebih baik kamu tidur."
" iya sebentar lagi selesai kok."
sahut kinara.
Aaron pun bergegas masuk kekamar mandi hendak membersihkan diri.
setelah selesai mandi, Aaron keluar hanya menggunakan handuk yang melilit dipinggang hingga terlihat jelas bentuk tubuh kekarnya dan perut six pack yang berbentuk kotak-kotak itu.
Kinara yang melihat pemandangan itu sontak membelalakkan kedua matanya.
" tampan sekali."
gumam Kinara dalam hati diam-diam telah mengagumi Aaron.
ia memang pernah melihat tubuh kekar itu saat Aaron menggagahinya waktu itu. tapi kali ini berbeda, Kinara merasa tertarik untuk melihatnya.
" apa kamu juga lupa tidak bawa baju ganti ? harusnya tadi bilang saja, aku akan membawakannya untukmu."
ucap Kinara.
" untuk apa bawa baju ganti segala. ini kan bukan kamar mandi umum."
sahut Aaron seraya membuka lemari pakaiannya lalu menarik celana pendek boxer berwarna hitam dari tumpukan teratas. Aaron mengenakan celana boxernya itu dihadapan Kinara tanpa rasa canggung sedikit pun.
" memalukan sekali."
gumam Kinara berdecih saat menyaksikan semuanya.
" kau bilang apa ?"
Aaron beranjak dan langsung mendekati Kinara.
" tidak. aku tidak bicara apa-apa kok"
sahut Kinara menjadi gugup lalu menjauhkan tubuhnya dari tubuh Aaron.
" geser sana ! aku akan tidur disebelah sini."
Kinara menggeser posisinya dan Aaron langsung merebahkan tubuhnya disamping Kinara yang masih duduk diatas tempat tidur.
" kenapa kamu tidur tanpa memakai baju begitu ? apa tidak masuk angin ?"
tanya kinara mengernyitkan dahinya.
" ternyata kau ini cerewet sekali ya. ayo tidur ! aku sudah mengantuk."
sahut Aaron lalu membelakangi Kinara seraya memeluk guling.
" ya sudah tidur saja duluan kalau mengantuk."
sahut Kinara kesal.
Aaron tidak membalas omelan Kinara. yang ada hanya terdengar dengkuran-dengkuran halus yang keluar dari mulutnya. Aaron sudah tertidur dengan pulas.
" cepat sekali dia tidur. kirain kami akan melakukan ritual itu malam ini. haish, Kinara !! kenapa kamu malah jadi menginginkan nya ?"
Kinara menepuk-nepuk jidatnya sendiri sembari mengumpat dalam hatinya. lalu ia pun merebahkan tubuhnya seraya memandangi punggung berotot milik Aaron.
" selamat tidur, suamiku."
dan akhirnya sepasang pengantin baru itu pun tertidur dengan posisi saling membelakangi.