
pagi itu Aaron terbangun dari tidurnya. ia meregangkan otot-ototnya seraya mengerjapkan kedua mata yang masih berat.
" Kinara ?"
ia langsung terperanjat bangun saat memorinya kembali teringat istrinya. kenapa bisa sampai lupa untuk tidak memberinya kabar.
Aaron mengedarkan pandangannya ke setiap sudut kamar untuk mencari tas ransel miliknya. akhirnya tertuju pada tas yang bertengger disamping lemari pakaian.
" ah itu dia."
Aaron bergegas meraihnya. ia terlihat mengernyitkan keningnya ketika mendapati semua isi didalam tasnya sudah kosong. lalu berpindah dan membuka isi lemari pakaian.
ternyata seseorang telah memindahkan semua pakaian Aaron dalam ransel itu kedalam lemari. kini pakaian Aaron sudah tertata rapi didalam sana.
tapi bukan itu Aaron yang cari, ia tengah kebingungan mencari benda pipih persegi berwarna putih miliknya.
tiba-tiba suara pintu kamar ada yang mengetuk. Aaron pun menghentikan pencariannya dan segera beranjak untuk membuka pintu kamar.
" selamat pagi, sayang."
sapa Claire seraya membawa tray makanan berisi sepiring sandwich dan segelas susu.
" ini mami bawakan sarapan untukmu."
Claire menunjukan sarapannya pada Aaron.
" susu ?"
Aaron mengernyitkan dahinya saat melihat segelas susu diatas tray yang Claire bawa.
Aaron kan tidak suka susu, apa tidak salah ibunya memberikan susu pada Aaron yang sudah dewasa bahkan akan menjadi seorang ayah itu.
"seperti anak sekolah saja pagi-pagi dikasih susu."
Aaron berdecih dalam hatinya.
" mami simpan sarapanmu disini ya. sebaiknya kau segera bersihkan badanmu, Aaron. lihatlah, pakaianmu dari kemarin belum ganti. bauu."
Claire menyimpan tray makanan itu keatas meja, lalu memperhatikan pakaian Aaron yang masih sama saat bertemu dengannya kemarin.
" masa sih bau, mam ? ini masih wangi lho."
Aaron mengendus tubuhnya sendiri, lalu menarik salah satu sudut bibirnya hingga membentuk senyuman jail.
ia menjaili Claire dengan tiba-tiba memeluknya dengan erat. seperti yang sering ia lakukan pada mendiang Momy Freya saat dirinya baru selesai berolahraga. badannya yang sudah bau keringat itu selalu membuat Freya sangat bawel untuk menyuruhnya segera mandi.
" hey, menjauhlah Aaron ! kau bau sekali."
Claire meronta berusaha menjauhkan rengkuhan jail dari Aaron seraya menutup hidung mancungnya dengan telapak tangan.
Aaron pun melepaskan rengkuhannya sambil tertawa. ia sangat merindukan momen seperti ini lagi. momen dimana dulu dirinya selalu bercanda tawa dengan Freya yang dikira ibu kandungnya.
" ternyata kau nakal sekali ya, Aaron."
sahut Claire mencubit gemas pipi Aaron.
pikiran Aaron kembali teringat dengan Kinara dan ponselnya yang hilang.
" oiya, mi. siapa yang kemarin mengeluarkan barang-barang dari dalam tas ku ?"
" barang-barang ?"
Claire malah mengulangi kata-kata Aaron dengan mengangkat kedua alisnya bingung.
" iya. ponsel ku hilang. padahal kemarin masih ada didalam tas."
tutur Aaron lemas.
" kemarin memang mami yang menyuruh pelayan untuk mengeluarkan pakaian mu dan disimpan didalam lemari. ku pikir didalam tas itu hanya ada pakaian ganti saja."
ucap Claire seraya mengingat-ingat sesuatu.
" tidak, mi. didalamnya ada ponsel, dompet dan pasport. aku sangat yakin kemarin masih ada didalam tas."
tukas Aaron mulai panik. ingatan tidak mungkin salah. sebelum ia bersitegang dengan para penjaga gerbang kemarin, dirinya masih sempat melihat ponsel dan barang-barang penting lain didalam tasnya. kenapa bisa tiba-tiba hilang begitu saja ?
" nanti coba mami tanyakan pada pelayan yang kemarin menata pakaianmu. apakah dia melihatnya atau tidak."
Aaron mengusap wajahnya dengan kasar. jika ponselnya benar-benar hilang, bagaimana dirinya bisa menghubungi Kinara. tidak ada nomor kontak yang Aaron hafal satu orang pun, bahkan nomernya sendiri pun ia tidak ingat.
" tenanglah, sayang. semua akan baik-baik saja. "
Claire mendekati Aaron lalu mengusap-usap bahu putranya itu agar tetap tenang. iya jelas akan baik-baik saja, karena barang-barang itu kini berada ditangan Claire.
kemarin disaat Aaron sedang mengobrol dengan Sergio dan Marshall, Claire meminta pelayannya memindahkan ransel Aaron ke dalam kamar. lalu memindahkan semua pakaian ganti anaknya ke dalam lemari.
Claire yang ikut mengawasi lalu melihat ponsel dan barang penting lain milik Aaron didalam ransel itu. ia segera mengamankannya karena tidak ingin Aaron menghubungi siapapun yang akan membuat putra sulungnya itu cepat pergi meninggalkannya kembali.
" kau mandilah dulu. mami akan membangunkan Marshall. anak itu paling susah bangun lebih awal, padahal ia harus ke kampus setiap pagi."
***
satu Minggu...
dua Minggu...
tiga Minggu...
empat Minggu...
Aaron pergi tanpa memberi kabar. Kinara hampir putus asa namun tetap menanti pujaan hatinya kembali. ada rindu yang semakin berat yang tak bisa ditimbang lagi.
Kinara menangis, ya setiap malam ia selalu menangis bila mengingat Aaron yang tak kunjung memberinya kabar. jika tau akan begini, Kinara tidak akan mengijinkan Aaron pergi. kalaupun ngotot, Kinara akan memaksanya untuk ikut.
namun kini sudah terlanjur, Kinara bukan Nobita yang bisa meminta pertolongan robot kucingnya untuk memutar waktu dengan kain ajaibnya itu. kini yang ia lakukan hanya bisa menunggunya.
sejak Atreya kembali ke Indonesia dua minggu lalu, dirinya semakin kesepian. tidak ada orang yang bisa ia jadikan bendungan untuk luapan isi hatinya. kini Kinara sendiri, bersama ruang rindu yang selalu membelenggu.
ya, waktu itu Sean datang untuk menjemput Atreya karena libur semester kuliahnya telah usai. atreya menghubungi Sean untuk menjemput dan menemaninya karena ia tidak bisa dipesawat sendirian.
keluarga besar di Indonesia sudah mengetahui semuanya dari atreya. bahkan setelah itu hampir setiap hari Revan menghubungi Kinara untuk membujuknya pulang ke Indonesia. namun Kinara selalu menolaknya, dengan alasan Aaron meminta Kinara untuk selalu menunggunya kembali. dan keputusan kinara adalah tetap menunggu suaminya.
malam itu Kinara masih tetap terjaga, lalu meraih ponsel yang dibiarkannya tergeletak diatas bantal. iseng-iseng ia membuka beranda media sosial yang telah lama tak sapanya. sekilas ia membuka-buka dan membaca status orang lain. lalu ibu jari kinara mengetikkan sesuatu di kolom status pribadinya.
'Kamu adalah orang yang tak tersentuh keberadaannya.
kamu adalah kekasih hati yang tak pula terlihat, Namun kerinduan begitu melekat.
Aku tidak pernah membenci jarak, yang aku benci adalah kabarmu yang tak kunjung hadir menyapaku. sejauh kamu pergi, tetap bayangmu selalu ada.'
belum lima menit Kinara memposting statusnya itu, tiba-tiba muncul notif like dari seseorang. Kinara membulatkan bola matanya dengan sempurna saat tau yang ngelike statusnya pertama kali bernama AaronGMO.
" apa ini akun milik Aaron ? "
Kinara langsung memainkan kedua ibu jarinya dengan lincah untuk mencari tau orang itu melalui media sosial.
ia memfollow balik akun bernama AaronGMO itu. photo profil nya gambar siluet seseorang yang tidak jelas. kini Kinara hanya menunggu dikonfirm agar bisa melihat postingan-postingannya karena saat ini akun masih dikunci dan bersifat pribadi.
Kinara mencoba mengirim direct message. ia begitu penasaran dengan pemilik akun itu.
Kinara : ini Aaron mana ya ?
sudah lima menit Kinara mengirim pesan langsung namun balasan tak kunjung datang.
Kinara : jawab dong, apa kau Aaron Gildan Mark O'Neill suamiku 🙏
Kinara : tapi jika bukan, kau tak perlu menjawabnya.
Kinara berharap akan ada balasan. namun tidak ada jawaban apapun.
" orang itu bukan Aaron ku."
lirihnya sedih.
Kinara putus asa lalu melempar ponselnya kesembarang arah diatas kasur dengan kesal.
dua puluh menit kemudian,
'kling.'
tiba-tiba bunyi notifikasi diponselnya berbunyi satu kali. Kinara masih penasaran lalu kembali meraihnya. dan benar saja ada pesan di medsosnya.
AaronGMO : i Miss you, wife.... my lady escort
AaronGMO : besok aku akan menelponmu. sekarang tidurlah. aku tau disana sudah jam 12 malam
Kinara masih tidak percaya membaca pesan itu. memang password Aaron kepadanya adalah 'my lady escort'.
senyumnya merekah saat dirinya yakin pesan itu dari suaminya.
Kinara : Aaron kau kemana saja ? aku nyaris mati karena tak ada kabar darimu.
AaronGMO : ponselku hilang. aku kehilangan semua kontak.
AaronGMO : sekarang kamu tidur ya. beritahu nomer kontak mu, aku akan menelpon mu besok.
Kinara : +353 1 9992171
Aaron, apa kamu sudah bertemu ibu kandungmu ?
sudah lima belas menit namun Aaron tidak membalasnya. Kinara hanya mendengus kesal. ia merebahkan tubuhnya lalu menyimpan ponsel disamping kepalanya. rasanya ingin segera pagi dan menunggu telpon dari Aaron.
" sabar ya, nak. besok ayahmu akan menelpon mama."
lirih kinara seraya mengelus-elus perutnya yang sudah terlihat membuncit, sampai akhirnya ia pun tertidur dengan pulas.