In Your Love

In Your Love
kunjungan



hari demi hari pun berlalu. Claire dan Marshall memutuskan membeli sebuah rumah untuk mereka tinggal.


Aaron dan Kinara sudah bisa menerima keberadaan Claire. namun mereka tetap masih jaga jarak untuk menghindari sesuatu yang dapat membahayakan Kinara yang tengah hamil tua.


" Aaron, aku ingin kerumah mama dan papa."


ucap Kinara ditengah-tengah sarapan paginya.


" ada apa ?"


" kok ada apa sih ? ya kangen mereka lah. boleh ya..."


Kinara merajuk seraya menggembungkan pipinya. dan membuat Aaron menjadi gemas melihat pipi istrinya yang semakin chubby itu.


" iya... setelah ini aku akan mengantarmu. kebetulan siang ini ada general meeting bersama para karyawan dikantor. jadi aku akan ke kantor sebentar, sementara kau kerumah mama. nanti sore akan ku jemput lagi. bagaimana ?"


" okee..."


sahut Kinara terlihat sumringah.


****


" kin, tumben pagi-pagi udah kesini ? kamu baik-baik saja kan ?"


sapa Laras saat sedang menyapu halaman rumahnya dan dikagetkan dengan kedatangan Aaron dan Kinara.


" kin baik-baik aja kok. kin kangen... kok sepi, Kanaya dan papa didalam ?"


kinara mulai mengedarkan pandangannya kesekitar.


" kanaya masih dikamarnya, sedangkan papa sedang ke jogya dari kemarin lusa. ia ada bisnis kecil-kecilan sama temannya disana. sekalian mampir kerumah nenek Lastri."


" Oya ? kok kin gak tau papa ke jogya ?"


Kinara mengerutkan keningnya.


" papa dijogya hanya tiga hari. besok pagi juga udah disini lagi."


ucap Laras.


" sakitnya papa udah gak kambuh-kambuh lagi, ma ?"


" udah nggak, sayang. ya mudah-mudahan papa kembali sehat lagi seperti dulu."


ucap Laras penuh harap. Revan memang memiliki riwayat sakit lambung kronis dan ginjal yang membuat selama ini tidak bisa beraktivitas yang berat-berat.


" iya, ma. amin."


sahut kinara mengamininya.


" memang papa bisnis apa ?"


tanya Aaron yang sedari tadi menguping pembicaraan mama mertuanya.


" mama juga gak terlalu paham sih, nak. katanya sih ada proyek pembuatan tiang sutet gitu. papa kerjasama dengan rekan bisnisnya yang dulu, untuk masalah dananya."


ucap Laras.


" kalau masalah dana kenapa papa gak ngomong saja. mungkin aku bisa bantu, ma."


sahut Aaron.


" iya, mama pernah kasih saran begitu. tapi gak tau lah papa, katanya sih gak mau merepotkan kalian. apalagi sebentar lagi kinar melahirkan."


" apa hubungannya dengan kinar yang akan melahirkan ?"


gumam Aaron dalam hati seraya menggelengkan kepalanya.


" ayo, ngobrolnya didalam saja !"


lalu Laras pun mengajak anak dan menantunya untuk masuk ke dalam rumah. tak lama kemudian Aaron berpamitan karena akan langsung ke kantornya. sebelumnya terlebih dahulu ia menitipkan Kinara pada Laras.


****


" hey, big boss. akhirnya nongol juga nih ke kantor. sudah bosan jadi suami siaganya ??"


ledek Sean saat Aaron lebih dulu memasuki ruang kerja Sean yang bersebelahan dengan ruangannya itu.


" sembarangan. bukannya kamu sendiri yang menjadwalkan general meeting hari ini ? amnesia nih orang, kelamaan jomblo."


sahut Aaron lalu menjatuhkan dirinya duduk dihadapan meja kerja Sean.


" sialan !! gara-gara kau juga kan aku begini..."


Aaron membelalakkan matanya.


" ya. kau sendiri yang melarangku untuk mendekati Atreya. keburu disamber bocah bergajulan itu dah."


ucapnya.


Aaron jadi merasa tidak enak hati pada Sean. sejujurnya dirinya masih kurang yakin dengan keseriusan temannya itu untuk mendekati Atreya.


" sorry, Sean. kalau kalian jodoh, gak akan kemana kok."


" jodoh juga tetep harus dicari kali boss. kalau cuma nunggu doang mah bisa lapuk beneran nih."


sahut Sean mendengus. tapi Aaron malah menertawakan sahabatnya itu.


" thanks, Sean. kau udah bikin hidupku berubah. sejak kematian mommy dan Daddy, dulu aku tidak yakin akan kebahagiaan yang akan ku dapatkan lagi. tapi beruntung aku bertemu Sean dan istriku Kinara. aku merasakan kehidupan yang jauh menyenangkan."


gumam Aaron dalam hatinya.


****


Kinara dan Laras tengah asik memasak didapur. sementara Kanaya sedang menonton televisi diruang tengah.


tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu 3x. Kanaya bergegas kedepan untuk membuka pintunya.


" Lo lagi dah... Kak Aaron ga ada disini. pergi sana !!"


usir Kanaya pada tamunya saat ia tau yang datang itu Marshall. dan membuat pemuda dihadapannya itu mengernyitkan dahinya menerima sikap si tuan rumah.


" hai, kamu adiknya kinar kan ?"


sapa Claire yang tiba-tiba saja datang dari balik punggung Marshall.


" iya."


Kanaya mengangguk pelan.


" apa ibu mu ada ? kami ingin bertemu."


ucap Claire dan akhirnya Kanaya pun mempersilahkan tamunya masuk sebelum ia beranjak ke dapur untuk menemui Laras.


tak sampai lima menit Laras pun datang menghampiri tamunya. disusul Kanaya dan Kinara dibelakangnya.


Laras pun terlebih dulu memberi salam. begitu juga dengan Kinara. Kanaya langsung duduk saja karena sebelumnya memang sudah memberi salam.


" kapan anda tiba, nyonya Claire ?"


tanya Laras basa basi. padahal ia sudah tau dari Kinara bahwa ibu mertuanya itu sedang berada disini.


" jangan panggil saya nyonya, panggil nama saja. kami sudah dua minggu disini. maaf saya baru sempat menemui anda sekarang. kemarin masih repot mencari tempat tinggal."


ucap Claire.


" oh. iya tidak apa-apa."


sahut Laras tersenyum kecil.


" kinar, kok kamu ada disini ? kemana Aaron ?"


tanya Claire mengalihkan pandangan kepada menantunya itu.


" emh. Aaron lagi ke kantor."


jawab Kinara sedikit ragu. ia masih terlihat takut bila bertatap muka langsung dengan ibu mertua yang pernah menjahatinya itu.


" owh."


sahut Claire membulatkan bibirnya. suasananya memang terlihat kaku. tidak ada yang tau apa tujuan Claire berkunjung kerumah orangtua kinara. semoga saja benar-benar ingin bersilaturahmi saja.


.


.


.


.


mom maaf slow update 🙏


sedang persiapan lockdown 😌


semoga kita semua tetap diberi kekuatan dan kesehatan. semangat... 💪💪