In Your Love

In Your Love
terungkap



Raya menyambut kedatangan Aaron dan Kinara dengan sangat baik. begitu juga dengan kedua anak kembarnya yang bernama Nathan dan Nichole yang usianya satu tahun dibawah Atreya, mereka sudah terlihat akrab bersenda gurau bersama atreya yang sudah lebih dulu datang kerumah itu sebelum Aaron dan Kinara.


" aku tidak menyangka kalau istrimu berasal dari Indonesia, Aaron. ternyata selera mu sama seperti Daniel."


ucap Raya tertawa seraya menyikut lengan suaminya yang berada tepat disebelahnya itu. terlihat Daniel hanya mendelik sekilas lalu merangkul bahu Raya.


Aaron hanya tersenyum menanggapi gurauan Raya. pikirannya masih kalut dengan kejadian di rumahsakit tadi. tapi ia tetap menahan diri untuk tetap bersabar menunggu Daniel menceritakan semua sesuai dengan janjinya.


" Kinara, berapa usiamu. sepertinya kau masih sangat muda sekali ya ?"


tanya Raya beralih memandang Kinara yang sedari tadi hanya menundukkan kepala.


" usia Kinara masih dibawah ku lho, bi. "


sahut Atreya.


" Oya ? pantas saja masih terlihat imut-imut begitu. tapi hebat ya diusianya yang masih muda sudah siap menikah. jaman sekarang sudah jarang lho orangtua yang mau melepas anaknya untuk menikah muda."


ucap Raya memuji Kinara.


namun pujiannya itu malah tanpa sengaja membuat Aaron dan Kinara merasa tersindir. karena kebenarannya mereka menikah karena kecelakaan dan kesalahan Aaron. Kinara hanya bisa menelan salivanya seraya tersenyum paksa.


" kami saling mencintai, jadi untuk apa menunda pernikahan. untungnya papa Revan, ayah Kinara menyetujui kami untuk menikah muda."


sahut Aaron akhirnya buka suara seraya merengkuh pinggang Kinara dan menatapnya. ia tidak ingin ada seorangpun yang menyudutkan wanitanya itu.


" papa Revan ? nama itu--"


Raya menghentikan kalimatnya. mendengar nama itu membuatnya mengingat seseorang. ah, mungkin hanya kebetulan memiliki nama yang sama.


" kenapa bi ? apa bibi Raya mengenal om Revan juga ? om Revan kan teman dekatnya mommy dulu."


ucap Atreya yang selalu pandai membaca pikiran orang. ia memang pemerhati guratan wajah, jadi pantas saja atreya mengambil jurusan psikologi dikuliahnya.


" Revan Adiguna Putra ?"


gumam Raya ragu.


" bibi mengenal papa ku ?"


Kinara nampak membulatkan matanya sempurna saat Raya menyebutkan nama panjang ayahnya.


" ya Tuhan. jadi kau anaknya Revan ? ternyata dunia ini sempit sekali ya."


Raya terkejut dan tidak menyangka setelah sekian tahun tidak berhubungan dengannya, tiba-tiba kini muncul anaknya dihadapan. Raya menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa takjub akan takdir Tuhan yang Maha Esa.


" sebaiknya kita makan dulu. ngobrolnya bisa kita lanjutkan setelah makan malam. semuanya sudah siap kan, sayang ?"


ucap Daniel mengakhiri obrolan yang akan jadi melebar kemana-mana antara Raya, atreya dan Kinara.


Raya mengangguk dan mempersilahkan para tamunya itu untuk berpindah ke meja makan. dan akhirnya mereka pun memulai acara ritual makan malamnya.


***


setelah makan malam selesai. Aaron menagih janji penjelasan pada Daniel. akhirnya Daniel meminta waktu kepada yang lainnya untuk berbicara berdua saja dengan Aaron diruang kerjanya.


namun Daniel berubah pikiran, ia kembali memanggil Kinara. karena Daniel merasa Kinara juga perlu tau tentang suaminya itu.


sementara Raya dan Atreya tengah asik mengobrol di ruang tengah. sedangkan si kembar Nathan dan Nichole tadi sebelumnya berpamitan pada orangtuanya akan menginap di rumah salah satu teman kuliahnya.


" aku ingin mendengar semuanya paman. tolong jangan ada lagi yang ditutup-tutupi lagi."


Ucap Aaron seraya mengedarkan pandangannya melihat buku-buku yang tengah berjejer rapi dibarisan rak-rak bertingkat dihadapannya.


" duduklah, Aaron. paman akan menceritakan asal mula kau terlahir ke dunia ini."


Aaron langsung menoleh kearah Daniel. ia sudah tidak sabar dari tadi untuk mendengar penjelasan darinya. Aaron segera mendekat dan duduk disofa berhadapan dengan sahabat dari Daddy nya itu.


begitu juga dengan Kinara. sedari tadi ia terus berada dekat disamping Aaron, seolah-olah ia tidak ingin jauh dari suaminya itu. terlebih dalam situasi seperti ini.


" waktu jaman sekolah di kedokteran dulu, Daddy mu sempat dekat dengan wanita bernama Claire. tapi karena mereka sudah tidak ada kecocokan lagi akhirnya hubungan mereka putus. setelah itu Kevan bertemu dengan Freya dan akhirnya menikah. tiba-tiba Claire datang lagi dengan membawa seorang bayi laki-laki berusia 1,5 tahun. Claire meminta pertanggungjawaban Kevan karena ternyata bayi laki-laki itu adalah anak dari hasil hubungan mereka dulu. saat hubungan mereka kandas ternyata Claire tengah mengandung anak Kevan. dan bayi laki-laki itu adalah kau, Aaron."


" apa ? jadi benar aku bukan anak kandung mommy ?"


Aaron membelalakkan kedua matanya. ia benar-benar tidak percaya akan kenyataan yang ada.


" paman, kenapa wanita bernama Claire itu datang setelah usiaku 1,5 tahun ? memangnya Daddy tidak mau bertanggung jawab ?"


" bukan begitu, nak. Kevan tidak tau kalau Claire sedang mengandung disaat hubungannya berakhir. dan wanita itu tidak pernah memberitahukannya. bahkan setelah melahirkan mu pun, wanita itu menitipkan mu dirumah singgah yang berada di kota Limerick. saat usiamu 1,5 tahun barulah Kevan mengambilnya dari tempat itu dan membawamu kesini."


" aku dititipkan dirumah singgah ?"


Aaron menggeleng-gelengkan kepalanya tak percaya. Kinara yang duduk disampingnya berusaha menenangkan dengan mengusap-usap bahu suaminya.


" demi Tuhan, ternyata masa lalu Aaron serumit ini. kasihan suamiku."


batin Kinara ikut merasa sedih.


" aku minta maaf, Aaron. wanita yang melahirkan mu itu memang gila harta. dia berani menukarmu dengan harta yang dimiliki Kevan. akhirnya kau diasuh oleh Kevan dan Freya. saat kau datang, Freya sedang mengandung Atreya. tapi Freya wanita yang mulia. ia menyayangi mu melebihi apapun, bahkan demi menyelamatkan kamu, ia harus cidera dimasa kehamilan nya yang mengakibatkan atreya terlahir dengan kekurangannya."


Mendengar penjelasan Daniel membuat tubuh Aaron tiba-tiba lemas. ia menyandarkan punggungnya disofa. sejenak memejamkan kedua matanya, berusaha menerima kenyataan dan berdamai dengan keadaan.


" dimana sekarang wanita itu, paman ?"


tanya Aaron tiba-tiba.


" untuk apa kau mencari dia, Aaron ?"


Daniel malah balik bertanya seraya menatap tajam.


" aku ingin bertemu dengannya, paman. walau bagaimanapun dia adalah wanita yang melahirkan ku ke dunia ini. dia ibu kandung ku."


Aaron beranjak dari duduknya. ia merasakan ada energi baru yang membuatnya bisa bangkit untuk mencari sebuah kebenaran yang lain. Aaron belum puas dengan penjelasan Daniel. dia butuh informasi dari sumber yang berbeda atas asal usulnya.


" Claire berasal dari LA. keluarga besarnya tinggal disana. sejak dia menukarmu dengan sejumlah uang, aku tidak pernah lagi bertemu dengannya. dia seolah-olah hilang ditelan bumi."


" jadi ibuku berasal dari Los Angeles ?"


gumam Aaron masih tidak percaya.


" aarrgh!!"


Aaron tiba-tiba berteriak frustasi seraya mengusap kasar wajahnya yang nampak kusut itu.


" Aaron, tenang lah. aku akan selalu ada disisimu. kita akan melewatinya bersama."


ucap Kinara berusaha menenangkan suaminya.


Aaron memandangi wajah Kinara. lalu tanpa aba-aba tangan Aaron merengkuh tubuh Kinara begitu erat. Aaron menumpahkan segala emosi dan kekecewaannya dalam dekapan itu.


Kinara dapat merasakan luka dan rasa kecewa yang Aaron rasakan. ia pun tak kuasa ikut menitikkan air matanya. itulah kehidupan, kita tidak bisa menduga kedepannya seperti apa.


" aku akan mencari ibu kandungku. sampai ke ujung dunia pun akan ku cari sampai dapat."


gumam Aaron dalam hati.