In Your Love

In Your Love
menjauh



keesokan harinya, Kinara bangun di pagi hari karena ada jadwal kuliah jam sepuluh pagi. namun seperti biasa sebelum ke kampus ia menunaikan tugasnya dulu dikantor yang sekarang milik Aaron untuk membersihkan setiap ruangan kerja dan toilet di seluruh gedung kantor itu bersama beberapa kawan seprofesinya.


berkat pak. Rudi lah Kinara mendapat pengecualian bisa bekerja paruh waktu disana dengan gaji yang dibayar harian. sebelum kantor itu pindah kepemilikan, Rudi dulu adalah bawahan Revan dan teman baik dikantornya dengan jabatan yang sama sebagai manager HRD.


dikoridor kantor, Kinara berpapasan dengan Aaron yang baru saja tiba dengan setelan jas abu-abunya. Kinara hendak menyapa namun Aaron langsung membuang muka dengan raut wajah yang terlihat dingin dan acuh. lirikkan matanya yang begitu sinis dari kejauhan saat melihat Kinara yang membawa alat kebersihannya.


akhirnya Kinara kembali berjalan perlahan dengan menunduk seraya menelan salivanya saat Aaron berlalu dihadapannya.


" kin."


tiba-tiba kinara kembali berpapasan dengan Rudi diujung koridor dekat tangga darurat.


" iya om Rudi."


sahut Kinara.


" bagaimana keadaan papamu. apa sudah membaik ? om belum sempat main kerumah lagi."


tanya Rudi.


" tidak apa-apa, om. kin juga tau om Rudi sibuk. papa sudah membaik kok."


Kinara terpaksa berbohong karena ia takut merepotkannya dan tidak ingin membuat Rudi khawatir.


" oh, syukurlah. semoga papamu semakin membaik, supaya ia bisa kembali bangkit dari keterpurukan."


ucap Rudi seraya menepuk bahu Kinara.


Kinara hanya tersenyum getir mendengarnya.


" kuliah jam berapa, kin. kok belum berangkat ?"


" sebentar lagi, om. saya akan menyimpan peralatan ini dulu ke gudang."


balas Kinara seraya menunjukkan alat-alat kebersihannya.


" baiklah. kamu hati-hati ya. om tinggal dulu keruangan."


Kinara hanya mengangguk dan tersenyum. Rudi pun meninggalkan Kinara yang masih diam mengamati punggung Rudi hingga sosoknya tak terlihat lagi tertutup dinding ruangan.


***


dikampus, setelah jam kuliah selesai Kinara hendak ke perpustakaan karena ada tugas tambahan dari dosennya. disana ia bertemu dengan atreya yang sedang asik membaca buku.


" Rea, ternyata kamu disini juga."


sapa Kinara langsung menjatuhkan tubuhnya dikursi disamping atreya.


atreya hanya melirik nya sekilas lalu kembali fokus ke buku yang dibacanya.


" kau sedang membaca buku apa ?"


ucap Kinara lagi.


atreya langsung menutup buku tebal itu dan meletakkannya diatas meja.


" maaf aku pergi duluan, kin."


atreya pun memutar tuas kursi rodanya hendak keluar dari ruang perpustakaan.


" tunggu, Rea? kau kenapa ?"


Kinara akhirnya memutuskan untuk tidak jadi mengerjakan tugas kuliahnya, malah ikut pergi menyusul atreya keluar.


Kinara berhasil mengejar atreya. akhirnya mereka memutuskan duduk dikursi beton taman kampus untuk berbincang.


" apa kau marah padaku, Rea ?"


" Rea."


lirihnya.


atreya pun akhirnya mengalihkan pandangannya pada Kinara disampingnya.


" maafkan aku, kin. aku sudah berjanji pada kakakku untuk menjauhimu."


sahut Atreya terlihat sedih.


Kinara malah tersenyum seraya mengapit kedua pipi atreya.


" kenapa harus minta maaf ? itu artinya kau memang adik yang baik."


atreya mengambil kedua lengan Kinara lalu meletakkan dipangkuannya bersama kedua lengannya.


" kin, kenapa kau harus bekerja sebagai purel sih ? bukannya kau sudah bekerja dikantor kakakku juga kan ?"


tanya atreya.


Kinara hanya terdiam. giliran ia yang mengedarkan pandangannya ke segala arah guna menyembunyikan kedua bola matanya yang telah berkaca-kaca.


" apa kau ada masalah keuangan ? nanti akan ku coba cari pinjaman lewat kakakku. bagaimana ?"


ucap atreya seraya menatap serius pada Kinara.


Kinara pun akhirnya membalas tatapannya.


" sebenarnya menjadi purel itu bukan keinginanku, Rea. dan aku bekerja disana murni hanya menemani mereka bernyanyi. mungkin banyak orang diluar sana yang memandang negatif dengan pekerjaan ku ini. tapi percayalah, aku bukan wanita seperti itu."


ungkap Kinara.


Atreya hanya terdiam. ia bisa melihat kejujuran dari binar-binar dimata Kinara.


" aku percaya, kin. meski aku baru mengenalmu, tapi aku tau kau gadis yang baik."


gumam atreya dalam hatinya.


" semenjak papaku sakit keras, aku harus bekerja demi menyambung biaya kuliahku dan sekolah adikku. aku memang bekerja dikantor kakakmu, tapi untuk menutup biaya kuliah dan sekolah adikku tidak cukup. makanya aku mencari pekerjaan lain dimalam harinya. kebetulan dulu ditempat karaoke yang baru buka itu membutuhkan banyak pemandu lagu. jadilah aku bekerja disana hingga kini."


Ucap Kinara panjang lebar. berharap Atreya mau mengerti keadaannya dan tidak menjauhinya lagi.


" kalau begitu biarkan aku membantu masalah keuangan mu, kin. aku bisa meminjam uang pada kakakku untuk biaya kuliah dan sekolah adikmu itu. aku hanya tidak ingin terjadi sesuatu denganmu. kau tau sendiri kan dunia malam itu sangat bahaya untuk gadis seperti mu."


pinta Atreya dengan tulus.


" tidak, Rea. masalah keluarga ku adalah masalah ku. aku sebagai anak tertualah yang harus berusaha mengembalikan kebahagiaan keluarga ku. dan kau tak perlu khawatir. aku bisa menjaga diriku sendiri."


jawab Kinara merasa terharu dengan perhatian atreya terhadapnya. tak terasa buliran air matanya jatuh mengenai pipinya yang kemerahan itu.


melihat Kinara menangis, atreya langsung memeluk sahabatnya itu seraya mengelus-elus punggung Kinara. Atreya bisa merasakan kesedihan Kinara meski dari lahir ia hidup dengan serba kemewahan dan kehidupan yang lebih baik dari Kinara.


" kamu tidak tau, Rea. seberapa besar hutang-hutang papaku. aku bekerja banting tulang ini hanya untuk mengejar jatuh tempo pembayaran dari pihak bank dan biaya sekolah Kanaya. sesungguhnya aku sudah tidak perduli dengan kuliahku ini."


gumam Kinara dalam hati seraya mengeratkan pelukan atreya.


.


.


.


maaf ya updatenya lambat 🤗😘