
sesampainya dihalaman rumah Shofi, Sean menurunkan Aaron.
" apa kau perlu bantuanku untuk membopongmu ke kamar ?"
ucap Sean seraya membukakan pintu rumah yang sengaja belum terkunci karena Aaron masih berada diluar.
" tidak perlu. aku masih sanggup berjalan, bodoh. pergi sana !!"
ucap Aaron dibawah kesadaran telah mengusir Sean.
"oke, besok siang akan ku antar mobil mu kemari."
sahut Sean lalu pergi meninggalkan Aaron yang masih berdiri didepan pintu.
setelah mobil Sean berlalu, Aaron langsung masuk kedalam. diluar kesadarannya ia masih ingat untuk mengunci pintu rumahnya terlebih dulu.
dengan berjalan sempoyongan Aaron berjalan menuju ke kamarnya. namun saat melewati kamar atreya terlebih dulu, ia melihat pintu kamar atreya yang masih terbuka sedikit. tangan Aaron pun hendak menarik pegangan pintu itu agar tertutup rapat, namun entah kenapa dadanya terasa panas dan nafasnya begitu memburu. ia merasakan ada sesuatu yang mendesak ingin keluar dari dalam sana.
" sialan. sepertinya minuman itu mengandung sesuatu."
gumam Aaron seraya memijat-mijat dahinya karena mulai merasakan sakit kepala.
tanpa pikir panjang Aaron tidak jadi menutup kamar, tapi malah membuka pintu kamar atreya lebar-lebar. dan ia melihat sesosok tubuh mungil berpakaian model daster berkancing depan, dengan motif gambar kartun. tengah tertidur dengan posisi membelakangi pintu.
sepertinya Kinara tidur begitu pulasnya hingga tidak sadar kalau pakaian tidurnya terangkat keatas hingga memperlihatkan paha mulusnya.
Aaron menelan salivanya saat melihat pemandangan indah didepan matanya. diluar kendali dan kesadarannya, ia malah masuk dan menutup pintu dari dalam kamar atreya. Aaron langsung naik ketempat tidur dan mendekap tubuh Kinara dari belakang. sontak Kinara kaget dan terbangun. Kinara berusaha menghindar namun tangan kekar Aaron menguncinya hingga Kinara tidak bisa berkutik.
" Rea, biarkan aku memelukmu seperti ini. aku menyayangimu melebihi cinta seorang kakak kepada adiknya."
lirih Aaron seraya menciumi tengkuk leher hingga membuat Kinara bergidik geli karena terdengar jelas nafas Aaron yang memburu.
" biarkan aku memilikimu seutuhnya."
Kinara begitu terkejut dengan pengakuan Aaron barusan.
" astaga ini benar-benar gila. ternyata dia mencintai atreya, adiknya sendiri ?"
gumam Kinara ditengah jantungnya yang berdegup kencang serta keringat yang mulai menetes di dahinya, karena sumpah demi apapun saat ini Kinara benar-benar sangat ketakutan.
ia mencoba melepas tangan Aaron yang melingkar diperutnya, namun sia-sia. tangan Aaron begitu kuat mendekap tubuhnya. bahkan membuat Kinara sedikit sesak nafas.
" lepaskan !"
teriak kinara.
mendengar suara itu Aaron langsung menarik tubuh Kinara hingga menjadi berhadapan dengannya.
ditengah matanya yang merah Aaron mengernyitkan dahinya terkejut.
Kinara tidak mau membuang kesempatan untuk melepaskan dirinya. ia pun mendorong tubuh Aaron dan hendak beranjak dari tempat tidur untuk kabur, namun dengan cepat Aaron menarik tangan Kinara hingga terjatuh kembali keatas tempat tidur. Aaron langsung menindih tubuh mungil itu.
" lepas Aaron !! brengsek kau."
teriak kinara meronta-ronta seraya memukul-mukul dada Aaron.
entah setan apa yang merasukinya, Aaron malah mengunci kedua lengan Kinara ke atas kepalanya dan langsung membungkam bibir Kinara dengan lumatan-lumatan kasar dari bibir Aaron.
sehingga Kinara dapat mencium bau alkohol yang sangat menyengat dari mulut Aaron. ia berusaha melepas pagutannya itu dengan menggigit bibir bawah Aaron hingga berdarah. namun Aaron sepertinya tidak merasakan kesakitan sedikit pun. ia terus menggencarkan aksinya itu.
Kinara menangis saat Aaron menarik pakaian daster yang ia kenakan hingga kancing-kancing nya ada terlepas jatuh dilantai.
" tolong Aaron, jangan lakukan ini padaku !! kau ini sedang mabuk."
lirih Kinara terus memohon, dan berharap Aaron tersadar dari mabuk alkoholnya. namun sepertinya hati Aaron telah dibutakan dengan nafsu yang tengah memburunya. ia pun terus menyakiti tubuh Kinara yang malang.
" aaww, sakiit."
teriak kinara merasakan ada sesuatu yang masuk dibagian tubuhnya, hingga mengeluarkan darah segar dibawah sana. ia pun menangis meratapi nasibnya yang kini sudah tidak suci lagi.
setelah semuanya tertuntaskan, Aaron malah tersenyum puas pada Kinara. lalu merebahkan tubuhnya hingga akhirnya tertidur dengan tubuh yang masih telanjang dan hanya dibaluti bed cover.
Kinara terus menangis dibawah tempat tidur. ia memeluk kedua lututnya dilantai dengan keadaan yang sangat berantakan.
tak lama kemudian ia meraih pakaian daster yang sempat Aaron lempar ke sudut kamar, lalu dipakainya kembali walau ada beberapa kancing yang terlepas.
sesaat ia memandangi wajah Aaron yang sudah tertidur pulas. ingin rasanya Kinara mengambil bantal dan membekam wajahnya hingga Aaron mati karena kehabisan nafas.
namun itu tiada guna dan tidak akan mengembalikan kesucian Kinara yang selama ini ia jaga baik-baik seperti yang selalu ditekankan Revan, ayahnya. untuk selalu menjaga kehormatannya sampai tiba saatnya menikah nanti.
dengan tertatih-tatih karena menahan nyeri, Kinara berjalan ke arah kamar mandi pribadi dikamar atreya.
Kinara mengunci pintu kamar mandi dari dalam. lalu ia memutar kran shower. air shower yang hangat itu kini mengguyur seluruh tubuh Kinara bersamaan dengan derasnya air mata kinara.
hampir satu jam Kinara berada dibawah guyuran air shower hingga bibirnya mulai membiru dan tubuhnya yang sudah menggigil kedinginan.
akhirnya kinara mematikan kran shower. lalu ia masuk kedalam bathtub yang kering dan meringkuk didalamnya, hingga Kinara tertidur didalam bathtub berbentuk persegi berwarna putih itu.
.
.
.