In Your Love

In Your Love
penculikan



pagi itu ternyata Kinara ikut bersama Nanny ke pasar tradisional. ia merasa jenuh karena hampir setiap hari berada dirumah menunggu Aaron pulang.


" ada yang mau nona beli lagi ?"


tanya Nanny seraya membawa tas belanjaan yang sudah penuh dengan sayuran dan bahan makanan lain.


" sudah cukup, Nanny. ayo kita pulang saja !"


jawab Kinara. tiba-tiba ia teringat Aaron, rasanya ingin segera menghubunginya melalui video call. tapi sayangnya ponsel kinara tertinggal dirumah.


akhirnya Kinara dan Nanny pun kembali menuju mobilnya yang terparkir didepan pasar.


" kita langsung pulang saja ya, Leon."


ucap Kinara supaya Leon yang berada dibalik kemudi itu segera menjalankan mobilnya ke arah jalan pulang.


***


Leon menjalankan laju kendaraannya dengan kecepatan sedang. namun ia curiga ada yang tengah membuntuti saat dirinya melihat dari kaca spion.


lalu Leon mencoba menginjak gas lagi agar lajunya lebih kencang. ternyata benar, mobil dibelakangnya ikut melajukan kecepatan mobilnya menyeimbangi mobil Leon.


" Leon, jangan terlalu ngebut !! ini kan sudah dekat rumah."


tegur Kinara saat merasa tubuhnya terombang-ambing karena Leon berusaha menyalip setiap kendaraan didepannya.


" sepertinya kita sedang diikuti."


ucap Leon seraya pandangan matanya sesekali melihat kaca spion tengah.


" diikuti siapa ?"


Kinara dan Nanny tampak kaget. mereka kompak memalingkan wajahnya ke arah kaca jendela belakang.


ternyata benar, Kinara melihat mobil Van berwarna hitam tengah mengikuti laju mobilnya.


'DARRT. DARRT'


tiba-tiba terdengar dua tembakan dari luar. tak lama kemudian mobil yang dikendarai Leon oleng. ternyata para penjahat itu menembak kedua ban mobil Leon hingga kempes.


Kinara dan Nanny menjerit panik. Leon berusaha mengerem mobilnya untuk menghindari kecelakaan.


mobil Van yang tadinya dibelakang itu langsung menyalip dan menghadang mobil Leon. empat orang berpakaian hitam dan bermasker hitam itu turun mendekati mobil Leon.


" siapa mereka, Leon ?"


teriak Kinara ketakutan.


" aku tidak tau. sebaiknya kalian didalam, jangan lupa kunci pintunya."


ucap Leon segera keluar dari mobil.


" jangan keluar !"


cegah Kinara, namun Leon tak menggubris nya. Leon pun keluar untuk menghadapi orang-orang misterius itu. Mereka tampak bernegosiasi, sampai akhirnya baku hantam pun terjadi didepan Kinara.


Leon memang jago bela diri, tapi bila dikeroyok seperti itu pastilah tetap kalah. Leon pun tersungkur dengan luka tembak disalah satu kakinya. Leon tidak bisa berkutik saat orang-orang itu mendekati mobil dan memukul-mukul kaca pintu menyuruh orang yang didalamnya keluar.


"jangan dibuka nona !"


teriak Leon agar Kinara tidak membuka pintu mobilnya.


" cepat keluar !!"


ancam salah satu orang misterius itu.


Kinara dan Nanny sangat ketakutan. apalagi saat orang itu menodongkan pistol ke arah kaca pintu mobil.


akhirnya Kinara dan Nany pun keluar dengan tangan dan kakinya yang gemetaran karena takut.


salah satu orang itu langsung menarik tangan Kinara. Kinara langsung berontak ingin melepaskan diri. Nanny ikut menahan Kinara agar tidak dibawanya, tapi Nanny malah ditendang hingga tubuhnya tersungkur di trotoar jalan.


" Nanny !!"


teriak Kinara begitu histeris melihat nanny sudah tak sadarkan diri. Kinara terus meronta agar bisa terlepas.


Kinara tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. tiba-tiba saja ada yang membekapnya dari belakang dengan kain. Kinara berusaha melawan namun ia justru makin menghirup sesuatu dari kain itu yang memberikan efek lemas pada tubuhnya.


semakin lama Kinara semakin lemas hingga akhirnya jatuh pingsan. hal terakhir yang Kinara ingat adalah sosok Aaron. ia berharap Aaron akan segera datang untuk menolongnya.


***


disebuah gudang tua, suara geretan pintu yang sudah berkarat tampak terbuka. membuat Kinara mengerjapkan kedua mata sayunya. ia tidak sadar bahwa dirinya telah pingsan lebih dari 10 jam lamanya. Kinara melenguh kesakitan karena tubuhnya diikat dikursi dengan sangat kencang. Kinara tidak bisa bergerak sedikit pun.


Kinara gemetaran bukan main saat melihat seseorang datang membawakan makanan dan segelas air diatas nampan.


" makanlah !!"


" bagaimana bisa makan jika tangan terikat begini."


sahut Kinara mencoba menatapnya.


pria berbadan kekar dan bertato dilengan kirinya itu lalu menggeret kursi lain yang berada tidak jauh darinya. ia duduk berhadapan dengan Kinara dan hendak menyuapinya.


" ayo makan !"


pria itu menyodorkan sendok berisi makanan depan bibir Kinara. berharap Kinara membuka mulutnya, namun yang ada Kinara malah meludahi wajah pria itu seraya memelototinya.


" Brengsek !!"


umpat pria itu menampar pipi kiri Kinara dengan kencang hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.


Kinara pun meringis karena menahan nyeri. matanya sudah memerah karena menahan tangisnya. Kinara tidak ingin terlihat lemah dihadapan para baajingann itu.


" siapa kalian, kenapa menculik ku ?"


pria itu tertawa lalu melempar nampan berisi makanan tadi hingga tumpah ruah di lantai.


" seseorang menyuruh kami untuk melenyapkan mu."


pria itu menyeringai.


" apa ?"


Kinara begitu terkejut mendengarnya. ia tidak merasa punya musuh kecuali teman kecilnya yang hingga sekarang tak saling sapa karena kesalah pahaman. tapi kalau memang dia, kenapa mengejarnya sampai ke Irlandia. ah hanya itu yang ada dipikiran konyol Kinara saat ini.


" hey, bibir kau jadi terluka."


tiba-tiba tangan pria kekar itu menyentuh sudut bibir Kinara yang masih menyisakan noda darah.


' Pyuuh'


lagi-lagi Kinara meludahinya. karena hanya itu yang bisa ia lakukan guna melindungi diri ditengah tangan dan kakinya terikat.


" jangan pernah menyentuhku."


ancam Kinara.


pria itu semakin geram melotot ke arah Kinara seraya mengelap sisa ludahan bekas Kinara diwajahnya.


" sialan !"


pria itu langsung mendekati wajah Kinara dan melumat habis bibir Kinara dengan kasar. Kinara berontak dengan menggeleng-gelengkan kepalanya tanda menolak, namun pria itu memegang tengkuk leher Kinara agar diam. Kinara pun tidak bisa berbuat apa-apa saat pria itu mencium dan melumat bibir Kinara. air mata Kinara tak bisa dibendung lagi, ia menangis dalam penderitaan.


aksi bejatnya berhenti setelah salah seorang kawannya datang.


" Sam, apa yang kau lakukan ? kita ditugaskan untuk melenyapkannya, bukan menodainya."


teriaknya.


" tidak ada salahnya, dia gadis yang menggemaskan."


pria itu malah menyeringai.


kawannya itu malah menggeleng-gelengkan kepala seraya menertawakannya.


" Cepat buka ikatannya ! kita akan segera melemparnya ke jurang."


mendengar itu membuat Kinara semakin ketakutan. ia tidak mau mati konyol di negeri orang. apalagi dirinya tengah mengandung.


" jangan tuan, ku mohon jangan lakukan itu padaku. apa salahku ?"


ucap Kinara.


pria itu lagi-lagi menyentuh wajah Kinara. ia mencengkram pipi Kinara dengan kuat.


" salah mu itu kenapa menikah dengan anak yang menyuruhku melenyapkan mu."


sahutnya lalu menepis wajah Kinara dengan kasar.


Kinara berusaha mencerna kata-kata barusan. ia mulai paham maksudnya. ternyata benar apa yang dikatakan dokter Daniel waktu itu. bahwa ibu kandung Aaron seorang wanita yang jahat dan kejam.


.


.


.


besok libur dulu ya, akunya mau pulang kampung nengok orangtua duyu. insyaallah Senin up lagi. 🤗


😘