In Your Love

In Your Love
ingin menemuinya



sejak kebenaran tentang dirinya terungkap, ada yang berubah dalam diri Aaron. ia lebih banyak diam dan dingin seperti dulu.


Kinara berusaha mencairkan suasana dikamarnya itu. ia mendekati Aaron yang kala itu sedang berbaring dengan melipat kedua tangan dibawah kepalanya seraya menatap kosong keatas langit-langit kamar. terlihat guratan diwajahnya menyiratkan kegelisahan dan keraguan yang menyelimuti pikirannya.


" sayang, lihatlah perutku sudah mulai gendut ya. bahkan nanti akan semakin membesar seperti pemain drumband. apa kau akan malu bila berjalan denganku ?"


ucap Kinara berdiri dihadapan Aaron seraya membusungkan perutnya yang sudah mulai terlihat membuncit, karena kini usia kandungannya akan memasuki tiga bulan.


Aaron hanya melirik Kinara sekilas tanpa berkata, lalu pandangannya kembali kosong seperti terlihat sedang berfikir.


" Leon. ya, Leon sudah lama sekali menjadi kaki tangan Daddy. ia pasti tau tentang wanita bernama Claire."


gumam Aaron dalam hati. ia pun segera beranjak dari tempat tidurnya untuk menemui Leon.


" kau mau kemana, Aaron ?"


Kinara yang merasa dicuekin suaminya itu berusaha mencegah dengan menarik tangannya. dan membuat langkah Aaron terhenti sejenak untuk memandangnya.


" kau tidurlah. aku akan menemui Leon."


ucap Aaron lalu menepis tangan Kinara.


" tapi ada apa ?"


" sudah kinara ! kau selalu saja banyak bertanya. ini urusan ku. sekarang kau tidurlah !"


Aaron sedikit menekannya. Kinara pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya kesal melihat sikap Aaron yang berubah. namun Aaron segera menyadarinya dan langsung menatap lembut wajah Kinara.


" aku minta maaf telah membentak mu. aku minta waktu untuk ini, kin. aku hanya ingin tau kebenarannya."


ucap Aaron seraya menangkup kedua pipi Kinara yang mulai tembem itu. lalu Aaron pun pergi keluar dari kamarnya untuk menemui Leon.


Kinara mengerti dan paham betul dengan keadaan suaminya. ia hanya bisa mendoakan agar semuanya cepat selesai.


***


Aaron menemui Leon dipos jaga yang berada depan gebang rumahnya. sebelumnya Leon memerintahkan anak buah lainnya untuk berpencar dan berkeliling sekitar rumah.


" ada apa Tuan Aaron ? sepertinya ada hal penting."


tanya Leon terlihat khawatir melihat wajah Aaron yang terlihat gelisah itu.


" Leon, kau sudah lama bekerja dengan Daddy kan ? kau pasti tau tentang ibu kandung ku."


ucap Aaron yang membuat Leon terperanjat kaget dan membelalakkan kedua matanya dengan sempurna.


" aku sudah mengetahui semuanya. yang ingin aku tanyakan, apa kau tau dimana ibu kandung ku ? paman Daniel bilang ia berasal dari Amerika. Leon, kau pasti tau sesuatu tentang wanita itu kan ?"


" jadi tuan sudah mengetahuinya ?"


Leon masih menatap Aaron tak percaya. dan Aaron hanya mengangguk pelan.


" yang terakhir aku tau, dokter Claire itu tinggal di Los Angeles."


ucap Leon ragu.


" jadi ibu kandungku masih ada ?"


Aaron mengguncang-guncangkan bahu Leon dengan tidak sabar. wajahnya terlihat begitu penasaran saat mendengar kabar itu.


tapi tidak dengan Leon. pria berumur empat puluh lima tahunan yang berbadan kekar itu terlihat pucat dan terlihat berkeringat dingin didahinya.


" kau kenapa ? apa ada yang kau sembunyikan dariku ? katakan Leon, jangan ada yang ditutupi lagi, aku berhak tau segalanya."


Aaron menatap tajam pada Leon. sesaat Leon memejamkan kedua matanya, lalu menarik nafasnya yang terasa berat itu begitu dalam.


" aku telah mengkhianati tuan Kevan selama ini. aku telah membohonginya. aku minta maaf, aku tau salah, tapi aku hanya ingin melindungi keluargaku saja."


ucap Leon dengan membungkukkan badannya dihadapan Aaron seperti posisi memohon. Aaron segera menegakkan kembali tubuh Leon.


" bangun Leon !! apa-apaan kau ini. tugas mu sekarang hanya mengatakan yang sebenarnya padaku. Daddy sudah tiada, jadi aku berhak tau semuanya."


" begini tuan muda Aaron. dulu tuan Kevan memintaku menghabisi wanita bernama Claire. tuan ingin mengambil hak asuh anda darinya. namun Claire memberi syarat agar tuan memberikan lima puluh persen dari seluruh harta yang dimiliki tuan. dan juga wanita itu mengancam tuan akan membunuh nyonya Freya kalau keinginannya tidak dipenuhi."


Aaron membelalakkan kedua matanya menatap Leon dengan tatapan tidak percaya.


" gila. lantas apa kau melakukan perintah Daddy itu ?"


" iya tuan. karena tuan tidak mau memberikan setengah dari kekayaannya. dan juga tidak ingin terjadi sesuatu kelak dengan nyonya Freya."


" jadi kau membunuh ibu kandungku, Leon ?"


tiba-tiba Aaron menarik kerah baju Leon lalu mencekik lehernya dengan geram. kedua mata Aaron melotot tajam pada Leon dengan penuh amarah.


" tunggu, tuan. dengarkan aku dulu. aku tidak membunuh wanita itu. dia masih hidup."


Leon nampak kesulitan bernapas karena cekikan tangan Aaron yang begitu kuat. mendengar ucapan Leon, Aaron mulai melonggarkan tangannya dari leher pria itu lalu mendorong tubuhnya sedikit menjauh.


" apa maksudmu ?"


tanya Aaron menaikkan sebelah alisnya seraya menatap tajam.


" awalnya aku dan beberapa anak buahku akan melakukannya, namun ternyata rencana kami sudah bocor ke telinga Claire. dan parahnya, saudara dari wanita itu seorang mafia di Amerika. kami malah balik diancam. mereka menyuruh kami untuk menutup mulut dan mengatakan pada tuan Kevan bahwa kami berhasil menghabisi Claire. sehingga tuan percaya bahwa wanita itu sudah tiada."


" kau mengkhianati daddy ku, Leon."


lirih Aaron kecewa.


" kami terpaksa. mereka mengancam akan menghabisi seluruh keluarga kami bila tidak menurutinya. mereka telah mengetahui data-data keluarga kami keseluruhan."


Aaron menggeleng-gelangkan kepalanya. ia masih tidak percaya semuanya.


" kedua orangtua kandungku saling ancam membunuh hanya karena memperebutkan hak asuh. kenapa mereka tidak bersatu saja ? apa karena ada mommy Freya diantara mereka ?"


gumam Aaron seraya mengepalkan kedua lengannya.


" Leon, apa kau masih ingat tempat tinggal Claire di LA ?"


tanya Aaron tiba-tiba.


" iya tuan."


sahut Leon. dan membuat wajah Aaron berubah sumringah saat mendengarnya.


" bagus. besok aku akan kesana."


" tuan akan ke LA ? untuk apa ?"


tanya Leon kaget.


" aku hanya ingin bertemu dengan ibu kandungku, Leon. aku titip Kinara, istriku. kau jaga dia selama aku tidak ada."


" baik. tapi tuan harus hati-hati, disana sangat berbahaya. atau apa perlu ku temani ?"


sahut Leon khawatir.


" tidak perlu. aku akan baik-baik saja."


jawab Aaron seraya menepuk bahu Leon. Aaron terlihat percaya diri dan bersemangat. lalu ia pun beranjak dari sana untuk kembali ke kamarnya.


dikamarnya, ia melihat Kinara yang sudah tertidur lelap. Aaron mendekati Kinara lalu mengecup lembut kening istrinya itu. biasanya Kinara selalu terbangun bila ada yang menyentuh nya, tapi kali ini sepertinya Kinara benar-benar lelah.


" I love you, Kinara."


gumam Aaron tersenyum seraya memandangi wajah polos istrinya yang tengah tertidur pulas.


.


.


.