In Your Love

In Your Love
kedatangan mereka



Claire dan Sergio telah sampai dikediaman Aaron di Dublin. Marshall sendirilah yang telah menjemput kedatangan kedua orangtuanya di Bandara. mereka menggunakan jet pribadi milik Sergio agar lebih cepat.


" duduklah dulu Mam, Pi. aku akan panggilkan Aaron dan Istrinya ke atas. sepertinya mereka masih dikamarnya."


Marshall segera berlari menaiki anak tangga untuk memanggilkan kakaknya itu.


Claire dan Sergio duduk santai disofa seraya menyandarkan punggungnya. pandangan Claire berkeliaran memperhatikan setiap bingkai foto yang yang terpajang rapi diruang keluarga itu.


" Kevan."


lirih Claire saat matanya tertuju pada foto keluarga berukuran besar itu. disana terpampang jelas foto Kevan, Freya, Aaron dan Atreya yang nampak tersenyum bahagia kearah kamera.


" oh, jadi itu mantan suamimu ?"


Sergio menyadari bahwa istrinya itu tengah memandangi foto keluarga yang terpampang nyata didinding.


" kami belum sempat menikah. jadi dia bukan mantan suami."


jawab Claire lalu mengalihkan pandangannya ke arah lain.


tak lama kemudian datang Nanny dan pelayan lainnya membawa minuman dan beberapa makanan untuk disuguhkan pada tamunya itu.


" silahkan tuan, nyonya."


Nanny memindahkan minuman dan beberapa makanan ringan dari nampan yang ia bawa keatas meja.


" terima kasih."


tutur Sergio.


Nanny pun mengangguk dan setelah itu kedua pelayan itu kembali ke belakang.


***


Aaron dan Kinara mengerjap saat mendengar suara ketukan pintu kamarnya berkali-kali.


" siapa yang mengetuk pintu seperti itu ? tidak sopan."


Aaron membuka matanya lebar-lebar jadi merasa kesal.


" mungkin Maria mengantarkan susu. biasanya pagi-pagi begini dialah yang selalu membuatkan susu hamil untukku."


sahut Kinara sambil mengucek kedua matanya.


" tapikan kamu sudah tidak hamil lagi. dasar pelayan bodoh, mengganggu orang tidur saja."


Aaron mulai jengah dengan suara ketukan yang terus menerus bertalu dan membuatnya tidak nyaman. lalu ia segera bangun dari posisi tidurnya untuk membuka pintu kamar, namun tangan Aaron segera ditarik oleh Kinara.


" aku tidak mau kau memarahinya. kalau kamu masih mengantuk, tidurlah. biar aku yang membukanya. mungkin Maria lupa bahwa aku keguguran."


Kinara segera beranjak dari tempat tidur untuk membuka pintu. dan Aaron pun mengurungkan niatnya lalu kembali merebahkan tubuhnya ke atas tempat tidur.


Ceklekk.


pintu kamar terbuka.


" Marshall ?"


Kinara terkejut. ternyata yang mengetuk pintu kamar adalah adik iparnya, bukan Maria.


Marshall juga tak kalah terkejutnya karena yang membuka pintu bukan Aaron, malah Kinara yang hanya memakai dress tidur berwarna hitam diatas lutut dan memperlihatkan bahu serta belahan dadanya.


Kinara terkesiap saat tatapan Marshall yang tertuju pada salah satu bagian tubuhnya. ia pun langsung menyilangkan telapak tangan untuk menutupi belahan dadanya yang terekspos.


" angel."


gumam Marshall dengan susah payah menelan salivanya seraya menatap kagum pada Kinara.


" apa ?"


Kinara mengerutkan keningnya.


" ti...tidak apa-apa. aku hanya ingin memberitahu kan saja kalau--"


" oh, jadi kau yang mengganggu kami pagi-pagi begini ?"


tiba-tiba Aaron datang memotong pembicaraan Marshall seraya melingkarkan tangannya dipinggang Kinara.


tatapan Marshall langsung tertuju pada pinggang Kinara yang tengah dirangkul oleh tangan Aaron. dadanya terasa sesak melihat pemandangan itu.


" ada apa, shall ?"


tanya Aaron dan membuat Marshall segera mengalihkan pandangan menatap kakaknya.


" mami sama papi sudah datang. mereka menunggu kalian dibawah."


kedua mata Aaron dan Kinara kompak membulat lebar.


" kapan mereka tiba ? cepat sekali."


tanya Aaron.


" mereka kemari menggunakan jet pribadi. tadi pagi-pagi buta aku menjemputnya ke bandara."


jawab Marshall.


" ooh. pantas saja."


sahut Aaron.


" baiklah, nanti kami akan segera menemui mereka. terimakasih Marshall."


" oke."


Marshall pun segera pergi dari sana. senyuman Kinara membuat jantungnya berdegup kencang. entah perasaan apa, tapi sejak pertemuannya dirumahsakit itu, Marshall merasa ada perasaan yang berbeda terhadap kakak iparnya. mungkin bisa dibilang cinta pada pandangan pertama.


mungkin terdengar konyol, tapi apa cinta bisa memilih ?


namun setidaknya cinta itu tau diri. dan Marshall tau posisi dirinya yang tidak mungkin bisa merebut apa yang sudah menjadi milik orang lain.


***


setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi, Aaron dan Kinara pun segera kebawah untuk menemui Claire dan Sergio.


Kinara berdiri dibalik punggung Aaron. ia masih merasa takut bertemu dengan ibu kandungnya Aaron.


" Aaron anakku."


Claire langsung merengkuh tubuh Aaron. namun sesaat Aaron segera melepaskan pelukannya.


" kau masih marah pada mami ?"


lirih Claire dengan mata yang sudah berkaca-kaca menatap putra dihadapannya.


Aaron tak bergeming. lalu Claire memandang kearah Kinara yang masih berada dibelakang Aaron.


" kau istrinya Aaron kan ? kemarilah, nak."


Kinara akhirnya memberanikan diri melangkah maju hingga kini sejajar dengan Aaron.


" I...Iya. saya kinara."


jawab Kinara pelan seraya menurunkan pandangannya.


" kau ternyata cantik sekali."


ucap Claire mengangkat wajah Kinara. Kinara pun hanya tersenyum memandangi wanita cantik berambut pirang dengan penampilan berkelas yang tak lain adalah ibu mertuanya sendiri.


" Kinar, maafkan sikap mami yang kemarin ya. kau mau kan memaafkan mami ?"


" nyonya itu ibu kandung dari suamiku. jadi tidak ada alasan bagiku untuk tidak memaafkan mu."


ucap Kinara datar.


" terimakasih, Kinar. karena kau istri dari anakku, jadi panggil aku Mami."


" baik, ma... mami."


balas Kinara masih terasa canggung.


Claire kembali menatap Aaron yang masih diam dan terlihat acuh.


" istrimu telah baik hati memaafkan mami. kenapa kau tidak bisa memaafkan dan memberikan mami kesempatan, Aaron ?"


ucapnya penuh harap.


" karena aku kecewa sama mami. selama ini aku berusaha untuk menutup telinga ketika beberapa orang dirumahsakit milik Daddy menceritakan kelicikan dan kejahatan mami dimasa lalu. aku berusaha untuk tidak mempercayai omongan mereka tentang mami. aku berharap ketika aku bertemu mami, kau adalah sosok wanita yang baik, keibuan dan penyayang seperti mommy Freya. tapi ternyata omongan mereka itu memang benar. mami adalah sosok wanita jahat yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya."


ucap Aaron mengungkapkan kekecewaan dalam hatinya.


Plakk'


tiba-tiba Claire menampar Aaron. membuat kinara, Sergio dan Marshall kaget melihatnya.


" aku ibumu, Aaron. aku yang telah mengandungmu selama 9 bulan. kenapa kau tega berkata seperti itu ? mami tau mami telah salah jalan. tapi sekarang mami ingin belajar menjadi sosok ibu yang kau dan Marshall harapkan. tolong beri mami kesempatan."


ucap Claire menitikkan air matanya begitu deras. Marshall yang berada disamping ibunya langsung merangkul bahunya.


" sudah mam, kami percaya mami sudah berubah. mungkin Aaron hanya butuh waktu saja. percayalah, keluarga kita akan utuh kembali seperti yang mami harapkan. ditambah sekarang ada Kinara, menantu mami."


Marshall berusaha menenangkan hati ibunya seraya memandang ke arah Aaron dan Kinara secara bergantian.


" Aaron tolong beri mami kesempatan sekali lagi. papi pastikan mami tidak akan berbuat macam-macam untuk memisahkan kau dan Kinara lagi."


ucap Sergio.


Aaron nampak mengusap wajahnya dengan kasar. lalu menggenggam tangan Kinara dengan erat.


" baiklah, aku akan memaafkan mami. asalkan mami tidak lagi memisahkan aku dan Kinara."


tutur Aaron akhirnya mau memaafkan dan memberikan kesempatan pada ibu kandungnya. Claire sangat bahagia dan terharu, ia pun langsung merangkul kembali tubuh Aaron, mendekapnya sangat erat.


" terima kasih, sayang. mami janji tidak akan lagi memisahkan kalian."


lirih Claire tersenyum.


" tapi aku akan membuat mu jadi membencinya."


gumamnya dalam hati.


.


.


.


dukung terus Author biar tambah semangat nih dengan like, komen dan vote for poinnya 😁🤗


thank you.