
Aaron sudah bersiap-siap karena akan kerumah sakit untuk mengantar Kinara mengecek kandungannya.
sementara Kinara masih sibuk memilih baju yang akan ia kenakan. karena rencananya setelah dari rumah sakit mereka akan bertandang ke rumah Daniel untuk memenuhi undangan makan malamnya.
" ayo cepatlah, kita akan kerumah sakit dulu, sayang."
ucap Aaron melirik Kinara dari balik cermin seraya menyemprotkan minyak wangi keseluruh tubuh atletisnya, hingga aroma maskulin menyeruak keseluruh ruangan kamarnya.
" iya sebentar, Aaron. aku sedang memilih dress mana yang cocok untuk ku kenakan. kita nanti sekalian ke rumah dokter Daniel kan ? aku tidak mau kesan pertamaku jelek Dimata istri dan keluarganya."
sahut Kinara lalu menarik salah satu dress hitam selutut tanpa lengan dan bolero berbahan jeans.
" apa ini cocok ?"
unjuk Kinara mengangkat dress kehadapan Aaron.
" iya cocok. cepat pakai !! aku sudah bosan menunggumu dari tadi."
gerutu Aaron.
" sabar dong, apa kau tidak mau istrimu tampil cantik ?"
Kinara mengerucutkan bibirnya kesal.
" hanya dengan memakai handuk seperti itu pun, dimataku kau malah lebih cantik."
ucap Aaron lalu berjalan ke arah Kinara. sejak keluar dari kamar mandi tadi, Kinara yang masih bingung memilih pakaian didepan lemari itu memang masih memakai handuk yang melilit tubuhnya.
" ah itu sih modus."
sahut Kinara mendengus.
Aaron dengan gemas lalu mencubit kedua pipi Kinara. lalu melingkarkan tangannya dipinggang istrinya, Aaron menarik tubuh Kinara mendekat hingga keduanya kini saling berhadapan.
" kau ini sungguh menggemaskan. kau tau kalau sebenarnya istri dari dokter Daniel itu sama sepertimu. ia berasal dari Indonesia dan bisa berbahasa Indonesia. jadi bibi Raya pasti akan senang sekali berkenalan denganmu. jadilah dirimu sendiri, karena itulah yang membuat aku jatuh cinta padamu, Kinara istriku."
ucap Aaron seraya mencium lembut bibir Kinara yang sedari tadi menjadi incarannya.
pipi Kinara langsung berubah menjadi merah merona. wajahnya tersipu saat mendengar gombalan dari suaminya itu. sungguh Kinara merasa tersanjung dengan cara Aaron memperlakukan dirinya akhir-akhir ini. namun disisi lain ada rasa takut dalam hatinya kalau sewaktu-waktu Aaron akan pergi meninggalkan dirinya. karena Kinara menyadari ada banyak perbedaan diantara mereka.
Kinara menyudahi pagutan Aaron yang selalu membuatnya terbuai.
" minggirlah, suamiku ! kalau begini terus kapan kita berangkat nya."
ucap kinara mendorong pelan tubuh Aaron agar menjauh.
" oke istriku, cepatlah kalau begitu. aku akan menunggumu dibawah."
Kinara dan Aaron nampak tertawa geli mendengar kata suamiku dan istriku yang menjadi bahan ledekan konyolnya.
lalu Aaron beranjak keluar kamar untuk menunggu kinara dibawah, sekalian memberitahu atreya bahwa dirinya dan Kinara akan ke rumah sakit terlebih dulu sebelum keduanya berkunjung kerumah Daniel dan Raya.
akhirnya atreya berangkat lebih dulu dengan diantar Leon. sedangkan Aaron dan Kinara, mereka langsung ke rumah sakit dengan menggunakan kendaraan yang berbeda.
***
" bagaimana dengan kandungan Kinara, paman ?"
tanya Aaron dengan pandangan mata tertuju pada layar monitor besar dihadapannya. melihat bulatan hitam yang sebenarnya ia tidak mengerti gambar disana. sementara tangan Daniel tengah menggeser-geser transducer diarea perut Kinara dengan fokus.
" lihatlah, itu janinnya sudah terlihat. kira-kira usianya baru delapan Minggu. kau harus benar-benar menjaga istrimu, Aaron. pastikan kandungannya tetap sehat dan kuat."
ucap Daniel. lalu menyudahi USG nya dan membiarkan suster yang membereskan segalanya.
" iya paman, aku akan selalu menjaga Kinara."
Daniel hanya tersenyum. lalu ia menuliskan beberapa resep vitamin dan penguat kandungan untuk Kinara.
ucap Daniel menyerahkan kertas bertuliskan resep dan Aaron pun segera beranjak dari tempat duduknya.
" kin, kau tunggu disini dulu ya bersama paman. aku ke apotek sebentar."
Kinara hanya mengangguk. dan Aaron segera keluar dari ruangan Daniel untuk menebus obat.
***
" hey, kau Aaron kan ?"
tiba-tiba seseorang mengenalinya ketika selesai menebus obat untuk Kinara.
Aaron nampak menyipitkan kedua matanya bingung. ia merasa mengenalinya, namun sudah lupa siapa nama teman seprofesi dengan Kevan, Daddy nya itu. karena semua dokter lama dirumah sakit ini adalah teman Kevan. kecuali dokter-dokter muda yang baru saja sah menjadi dokter.
pria paruh baya berpakaian dokter itu langsung mendekati Aaron.
" kau sudah dewasa sekarang ya. masih teringat dengan jelas saat kau kecil dulu pernah sakit Pneumonia dan membuat Kevan dan Claire panik."
ucap pria itu tertawa seraya menepuk bahu Aaron.
" Claire ? siapa itu Claire, paman?"
Aaron menaikkan sebelah alisnya terlihat semakin bingung.
" dokter Claire, ibu kandungmu. memangnya ka--"
" Louis !! bicara apa kau ini ?"
tiba-tiba Daniel dan Kinara datang. Daniel segera memotong pembicaraan Louis yang sudah diluar kendali itu.
" tunggu paman !! apa maksud dokter Louis tadi berkata begitu ?"
Aaron baru saja mengingatnya bahwa pria paruh baya itu adalah dokter Louis. dokter yang dulu menangani Atreya juga saat masih kecil.
kini Aaron merasa ada sesuatu yang disembunyikan selama ini, dan ia tidak tau apa-apa.
" tidak ada apa-apa Aaron. dokter Louis hanya salah bicara saja."
ucap Daniel terlihat panik seraya melotot ke arah Louis. dan Louis hanya mengangkat bahunya saja.
" sialan kau, Louis."
gumam Daniel dalam hati geram.
" paman Daniel, aku sudah dewasa. aku sudah bisa membedakan mana omongan yang benar dan mana omongan yang ngawur. sekarang tolong beritahu kebenarannya !!"
Daniel terlihat bingung. ia mengusap wajahnya frustasi.
" paman, bicaralah !!"
Daniel terdiam. ia masih tidak tau harus bagaimana. sementara Kinara, ia hanya bisa diam menyimak sesuatu yang sungguh tidak ia mengerti, seraya terus berada disamping suaminya.
" jawab paman Daniel !!"
Aaron mulai tidak sabar seraya mengepalkan kedua lengannya. mukanya terlihat merah karena menahan emosi.
" oke. aku akan mengatakan semuanya, Aaron. tapi tidak disini. ayo kita ke rumahku sekarang."
akhirnya Daniel menyerah. mungkin sudah saatnya Aaron mengetahui kebenarannya. tapi yang bikin Daniel geram adalah kenapa Aaron harus mengetahui nya dari Louis dengan tiba-tiba seperti ini. saat Aaron baru saja kembali dan berbahagia dengan kehamilan istrinya.
.
.
.