In Your Love

In Your Love
Pesona Aldrich



pagi itu Kinara tengah mengaduk-aduk masakan untuk sarapan paginya saat tiba-tiba dari belakang seseorang memegang perut buncitnya. Kinara pun menoleh dan mendapati wajah Aaron yang sudah menopang dagu dipundak sang istri.


" kau sedang masak apa, sayang ?"


tanya Aaron seraya mengecup pipi istrinya.


pertanyaan itu membuat Kinara reflek tersenyum. melirik wajah suaminya yang masih menempel dipundaknya.


" mau nyobain ?"


Kinara menawarkan suaminya untuk mencicipi sup ayam buatannya.


pria itu mengangguk. memperhatikan istrinya tengah meniupi sup ayam dalam sendok kemudian menyodorkan padanya.


" enak nih. minta semangkuk dong !"


ucapnya berkomentar lalu meminta lebih.


Kinara tersenyum. ia sangat senang karena suaminya itu menyukai masakannya. ia pun lalu memutar kenop kompor dan seketika apinya menjadi padam.


" kamu belum mandi kan ? aku tidak akan memberikannya sebelum kau membersihkan diri terlebih dulu."


Wajah Aaron langsung merengut. padahal perutnya sudah merasa lapar dan ingin segera menyantap sup ayam buatan sang istri.


" baiklah...."


Aaron mengalah, lalu mengecup sekilas bibir Kinara sebelum dirinya beranjak ke kamar mandi.


10 menit kemudian, Kinara memutuskan duduk berselonjor disofa ruang tv. karena terlalu lama berdiri didapur tadi membuat kakinya terasa pegal dan pinggangnya tiba-tiba terasa panas. lalu ia merasakan mulas diperutnya yang sungguh luar biasa. Kinara berteriak memanggil-manggil Aaron yang kala itu masih berada dikamar mandi.


suara teriakan Kinara sampai ke telinga Aaron. ia pun segera menyelesaikan ritual mandi paginya dan langsung menghampiri sang istri. ia melihat Kinara yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya. Aaron semakin panik saat melihat cairan bening yang sudah membasahi Sofa putih yang tengah diduduki Kinara saat itu.


" cairan apa ini, apa kau mengompol ?"


ditengah-tengah seperti ini Aaron masih saja sempat-sempatnya bertanya hal konyol seperti itu.


" sakiit sekali, Aaron !!!"


Kinara tak henti-hentinya memekik kesakitan.


Aaron pun segera menelpon security apartemen untuk membantunya membawa Kinara ke rumah sakit.


tak lama kemudian security itu pun datang. ia melihat Kinara yang tengah meringis kesakitan seraya meremas perutnya.


" sepertinya istri anda akan melahirkan, Pak. itu air ketubannya sudah pecah."


ucap security itu dan membuat Aaron terbelalak.


" apa ? tapi kata dokter hpl-nya masih satu Minggu lagi."


jawab Aaron semakin panik.


" aaaroon... cepat bawa aku ke rumah sakit ! kau ingin anakmu lahir disini ??"


teriak Kinara kesal ditengah rasa mulas yang luar biasa ini. semakin kesini rasa mulasnya semakin sering dan membuat Kinara mengeluarkan banyak keringat karena menahan rasa sakitnya itu.


mendengar itu Aaron langsung saja merengkuh tubuh istrinya menuju tempat parkir mobilnya untuk dibawa ke rumahsakit. sementara security itu membantu membawakan dua tas Kinara yang memang sebelumnya sudah dipersiapkan untuk kebutuhan melahirkan.


" aku tidak kuat, Aaron. ini sakiiitt sekali."


Kinara tak henti memekik.


" sabarlah, sebentar lagi kita sampai."


Aaron menambah laju kecepatan mobilnya.


dan setibanya dirumahsakit, Kinara langsung dibawa keruang khusus persalinan. Aaron pun untuk pertama kalinya menemani sang istrinya berjuang didalam sana.


tak henti-hentinya Kinara menangis karena menahan rasa sakitnya seraya mengatur nafas seperti yang dianjurkan para medis disana. Aaron bisa melihat dengan jelas bagaimana perjuangan Kinara untuk melahirkan anaknya.


" Aaron, ini sakit sekali, aku tidak kuattt..."


rintih Kinara sambil menangis seraya mencengkram kuat lengan suaminya itu.


" kamu bisa sayang, aku akan selalu ada disini bersamamu. ayo berjuanglah demi anak kita !!"


lirih Aaron ke arah daun telinga sang istri. ia terus menyemangati Kinara hingga air matanya tak terasa mengalir karena ikut hanyut terbawa suasana.


Kinara pun kembali bersemangat. ia mengatur nafasnya dalam-dalam. saat dokter sudah menyarankan untuk mengejan, maka Kinara pun dengan sekuat tenaga mengikuti arahan dokter tersebut.


seketika suara tangisan bayi memecah seisi ruangan persalinan itu. tubuh Kinara melemas dengan begitu lega. ia melahirkan bayi laki-laki yang sangat lucu dan tampan.


seusai bayi itu dibersihkan, seorang perawat menghampiri Kinara dan juga Aaron. kulitnya yang ke merah-merahan serta hidungnya yang mancung mampu menghipnotis Aaron hingga kembali meneteskan air matanya terharu.


" ini putra anda, nyonya Kinara."


ucap perawat itu seraya mengalihkan gendongannya pada Kinara.


tutur Kinara seraya meneteskan cairan bening yang keluar dari sudut matanya.


" My son. aku benci kekalahan, tapi aku berharap kau akan mengalahkan ku dalam meraih kesuksesan mu kelak.


ucap Aaron tak henti-hentinya memandangi sosok mungil yang tengah berada dalam dekapan sang istri.


kata Kinara hanya menanggapinya dengan senyuman seraya mencium lembut anaknya tersebut.


" wajahnya mirip sekali dengan ku."


ucap Aaron kemudian dan langsung mendapatkan lirikan sinis dari Kinara.


" tidak juga. lebih mirip denganku kok."


sanggah kinara.


" lihatlah rambut coklat dan mata hazelnya !! mirip denganku kan ?"


tutur Aaron Ngotot.


" iya deh. aku mirip ayah."


ucap Kinara menirukan suara cempreng layaknya anak kecil.


" ayah ?"


Aaron mengernyitkan dahinya.


" iya. Kamu Ayah, aku Bunda."


tutur Kinara .


Aaron tersenyum, lalu memeluk keduanya. mengecup kening Kinara dengan lembut dan beralih mencium kening anaknya dengan sangat hati-hati.


" kamu akan memberikan nama siapa untuk anak kita ini, Aaron ?"


tanya kinara kemudian.


Aaron menopang dagunya seperti tengah berfikir selama beberapa detik.


" Aldrich Adiguna Putra O'Neill. itu paduan nama dari kedua keluarga besar kita. bagaimana, cukup adil bukan ?"


ucap Aaron.


Kinara tersenyum tanda setuju. lalu menyentuh dagu runcing suaminya seraya menatapnya dengan penuh cinta.


" nama yang bagus, sayang. I love you."


ucapnya kemudian.


" aku tidak akan pernah menyia-nyiakan mu lagi, kin. aku juga benar- benar sangat mencintaimu. love you so much."


Aaron mendekatkan wajahnya pada sang istri, lalu menyatukan bibirnya dengan bibir ranum Kinara beberapa saat. namun tiba-tiba bayi dalam gendongan ibunya itu menangis dan membuat keduanya mengakhiri pagutannya.


*****


tiga Minggu kemudian. Aaron memberikan kejutan kepada Kinara dengan membelikan rumah mewah untuk mereka tinggali bersama Aldrich, buah hatinya.


kini mereka tidak tinggal di Apartemennya yang kecil itu lagi. Aaron juga sudah mencarikan satu baby sitter dan satu asisten rumah tangga untuk membantu Kinara dalam mengurus segala keperluan dirumah barunya itu.


" Al dimana, Aaron ? bukannya tadi aku menitipkan nya padamu sebelum aku mandi ?"


tanya Kinara panik saat melihat melihat box bayi disamping tempat tidurnya sudah kosong.


namun Aaron tak bergeming. ia masih sibuk dengan laptop dipangkuannya.


" sayang, dimana Al ? apa dia bersama Mila ?"


tanya Kinara sekali lagi dengan nada tegas. Mila adalah baby sitter Aldrich yang biasa mengurus bocah kecil itu disaat Kinara sedang repot.


" tidak. tadi dibawa mami keluar. soalnya mandimu lama sekali, Al jadi rewel dan terus menangis."


jawab Aaron santai.


" Apa ? Al bersama Mami ?"


Kinara melotot. ia mulai panik dan segera mencari keberadaan anaknya. sementara Aaron hanya tersenyum miring memperhatikan kepanikan Istrinya yang terlalu berlebihan itu.


.


.


.


.