In Your Love

In Your Love
demam (1)



" Aaron, bangunlah ! ini sudah siang, sayang."


tiba-tiba Shofi masuk ke kamar dan langsung menyibak tirai jendelanya lebar-lebar agar sinar mentari dapat masuk menembus kaca jendela guna mendapat kehangatan.


Aaron mengerjap karena pantulan cahayanya yang mengenai wajah tampan saat bangun tidur. namun seketika ia langsung menarik bantal untuk menutupi wajahnya.


" tumben belum bangun, biasanya jam segini kamu sudah siap-siap berangkat kekantor."


ucap Shofi menjatuhkan tubuhnya ditepian tempat tidur Aaron seraya menepuk pelan lengan cucunya itu, berharap Aaron lekas bangun.


" sebentar lagi saja, nek. aku sedang tidak enak badan."


balasnya dengan mata masih terpejam.


" apa kau sakit, Aaron ?"


Shofi langsung menarik bantal yang menutupi wajah Aaron. lalu dipegangnya kening cucunya dengan punggung tangan Shofi.


" suhu badanmu hangat. sebaiknya tidak usah kekantor dulu. istirahatlah untuk seharian ini."


pinta Shofi mengusap-usap pipi Aaron layaknya anak kecil.


" tidak nek, aku baik-baik saja. nanti jam sepuluh aku akan tetap ke kantor. kebetulan nanti jam satu siang ada pertemuan dengan beberapa vendor yang akan membahas proyek yang di Kalimantan Minggu depan."


ucap Aaron seraya memijat-mijat kening dengan jari tangannya.


" baiklah, tua-tua begini nenek sudah paham dengan pekerjaan mu itu. dulu mendiang kakek dan Daddy mu juga bergerak di bidang yang sama seperti mu. selalu sibuk dengan urusan tender dan proyek. tapi kau harus ingat ! kesehatan itu tetap nomer satu, Aaron. "


" iya, nek. aku tau."


ujar Aaron kembali memejamkan matanya sejenak.


" baiklah, kalau begitu nenek sekarang mau ke pasar. nanti kalau mau berangkat, jangan lupa kuncinya simpan ditempat biasa ya."


ucap Shofi hendak beranjak dari tempat tidur.


" memangnya Rea sudah ke kampus ?"


tanya Aaron.


" Iya, tadi pagi diantar mang Maman. katanya Minggu ini ada ujian tengah semester. jadi datangnya harus lebih pagi."


jawab Shofi.


" ooh."


Aaron membulatkan bibirnya.


" nek !"


panggil Aaron membuat langkah Shofi kembali terhenti dan menolehkan kepalanya ke arah Aaron.


sahut shofi.


" sebaiknya kita mencari asisten rumah tangga buat bantu-bantu nenek mengurus segala keperluan dirumah. aku tidak tega kalau lihat nenek setiap hari harus ke pasar seperti ini."


ucap Aaron menatap serius pada Shofi. tapi Shofi membalasnya dengan senyuman.


" sudahlah. nanti kita bicarakan lagi soal ini. nenek buru-buru, takut tidak kebagian sayuran dipasar."


sahut Shofi terkekeh.


garis-garis keriput dipipinya terlihat sangat jelas saat ia tertawa. meski Shofi masih rutin melakukan perawatan wajah didokter kecantikan langganannya, namun sehebat-hebatnya teknologi terkini tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan kehebatan-Nya.


***


Bukan hal yang aneh jika seseorang yang sedang tidak enak badan, jadi mudah lelah dan mengantuk.Β 


itulah yang kini sedang Aaron rasakan.


badannya terasa panas dan menggigil saat ia memasuki ruang kerjanya setelah keluar dari ruang rapat tadi sekitar jam setengah lima sore.


suasana kantor sudah mulai sepi, karena jam kantor disini hampir sama dengan kantor-kantor lain pada umumnya. para karyawan hanya beraktivitas mulai dari jam delapan pagi hingga jam empat sore. terkecuali petugas security dan petugas kebersihan yang memiliki jam kerja berbeda. 😁


Aaron langsung menjatuhkan tubuhnya diatas kursi kerja. lalu melipat kedua lengannya diatas meja, seraya meletakkan kepalanya diatasnya. kemudian ia memejamkan kedua mata hingga tertidur disana untuk beberapa saat hingga ia tidak menyadari bahwa jam telah menunjukkan pukul tujuh malam.


" ya Tuhan. jam berapa ini ?"


gumam Aaron reflek melirik ke arah jam yang melilit ditangan kirinya.


lalu ia bergegas keluar dari ruangannya hendak pulang. suasana dikantornya sudah gelap. hanya cahaya dari ruangannya saja yang nampak terang.


" kenapa security membiarkan dilantai ini gelap begini ?"


gumamnya seraya mempercepat langkahnya menuju lift. sesampainya didepan lift, ia pun langsung memencet tombol turun. berharap pintu lift segera terbuka lebar.


" sial ! kok lama sekali. apa masih ada orang dikantor ini ?"


umpat Aaron menggerutu kesal.


Aaron nampak menolehkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. tiba-tiba bulu kuduk nya berdiri, dan reflek tangannya mengusap-usap tengkuk lehernya.


akhirnya pintu liftnya terbuka lebar, namun bola mata Aaron terbebelak lebar saat melihat sosok didalam lift itu.


" kau ?"


🌼🌼🌼🌼🌼🌼🌼


# ada penampakan Aaron dan Atreya nih, menurut imajinasi Author lho ya. 😍