In Your Love

In Your Love
ponsel



Kinara langsung menjatuhkan dirinya keatas tempat tidur, untuk merebahkan tubuhnya seraya menatap langit-langit kamarnya yang lembab akibat air hujan yang masuk terus-menerus mengenai plafon. dan menyebabkan pelapukan hingga berbekas, membentuk gambar seperti awan-awan kecoklatan.


" sungguh tragis nasibku malam ini. aku kehilangan dua pekerjaan sekaligus."


lirihnya dalam hati seraya mengusap wajahnya frustasi.


ternyata setelah hampir satu setengah jam terjebak didalam lift itu, Kinara langsung ketempat karaoke untuk bekerja. namun yang ada Kinara malah mendapat teguran keras dari Ronald, selaku pemilik dari tempat karaoke tersebut dengan alasan dirinya sering terlambat.


dan malam ini, keterlambatan Kinara yang hampir dua jam itu tidak bisa ditolerir lagi. akhirnya Kinara hanya bisa pasrah menerima amplop coklat yang berisi setengah dari gajinya bulan ini.


lalu Kinara menoleh ke samping tempat tidurnya, tampak Kanaya sedang tidur bersama mimpi-mimpinya seraya memeluk guling.


sudah hampir dua tahun ini Kinara harus terbiasa berbagi kamar dengan adiknya itu. dulu saat Revan masih berada dimasa kejayaannya, Kinara memiliki kamar pribadi yang sangat luas dan mewah.


begitu juga dengan kanaya yang memiliki banyak koleksi boneka-boneka Barbie import dikamarnya. namun lucunya, nasib boneka-boneka itu harus ikut tersita oleh bank karena memiliki nilai harga yang fantastis dan mungkin bisa masuk kategori lelang.


Roda kehidupan terus berputar, tidak selamanya berada diatas terus menerus. Kinara dan Kanaya harus menerima sebuah kenyataan dan kini mereka sudah mulai terbiasa berbagi ranjang yang sempit dengan luas kamar yang tidak begitu luas ini.


" pokoknya besok aku harus segera mendapatkan pekerjaan baru. semangat Kinara !!"


gumam Kinara menyemangati diri sendiri seraya memejamkan matanya untuk tidur, karena jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam.


***


Kanaya terbangun lebih dulu daripada Kinara. ia melihat kakaknya masih terlelap dalam tidurnya. lalu matanya melirik ke arah tas milik Kinara yang terbuka dan membuat semua isinya nongol keluar.


" kebiasaan kakak nih, gimana kalau ada yang hilang."


gumam Kanaya membenahi posisi tas dan isinya milik Kinara.


namun matanya terbelalak saat tak sengaja melihat isi tas kinara. didalam tas itu terdapat amplop coklat, dompet, botol minum, beberapa alat makeup, ponsel jadul Kinara, dan ponsel--


" ini ponsel siapa ?"


gumam Kanaya dalam hati seraya membolak-balikan ponsel berlogo gigitan apel seri terbaru. Kanaya mencoba menghidupkan ponsel itu namun tidak bisa menyala. sepertinya batrenya lemah, lalu ia segera merogoh isi tas kinara berharap ada charger namun tidak ditemukan.


" kak, kin. bangun !! kakak beli ponsel baru ya ?"


teriak Kanaya seraya mengguncang-guncang tubuh Kinara.


" emmhh."


Kinara mengerjap lalu tertidur lagi.


" ayo bangun kak !! ini ponsel baru kakak ya, kenapa tidak membelikan ku juga ? ponselku kan sudah lama rusak, kak."


teriaknya lagi.


" kamu ngoceh apaan sih, dek ? pergi mandi sana !"


sahut Kinara dengan malas lalu ia beranjak dari posisi tidurnya.


" kakak kan janji akan membelikan ku ponsel baru, kenapa malah kakak yang beli ponsel baru semahal ini ?"


ujar Kanaya seraya menunjukkan benda pipih hitam berlayar lima inchi itu.


seketika Kinara membulatkan matanya dengan sempurna. ia langsung meraih ponsel itu dari tangan Kanaya lalu membolak-balik posisinya.


" ini kan ponsel pak Aaron yang terjatuh di lift saat ia pingsan semalam."


gumamnya dalam hati.


saat Aaron pingsan semalam, memang ponselnya terjatuh, lalu inisiatif Kinara mengamankannya kedalam tas karena ia bingung harus menyimpannya dimana.


" kau berani membuka-buka tas milik kakak ?"


bentak Kinara memicingkan matanya kearah Kanaya.


" tidak begitu kak. tas kakak terbuka hingga isinya pada keluar, lalu aku bereskan dan gak sengaja lihat ponsel itu didalam tas kakak."


jawab Kanaya mencoba menjelaskan seraya menurunkan pandangannya karena takut Kinara memarahinya.


" ooh. ya sudah tidak apa-apa. kakak minta maaf sudah membentakmu tadi."


ucap Kinara mengusap bahu adiknya yang masih diam menunduk itu.


" ini ponsel milik teman kakak yang tertinggal dikantor kemarin. nanti siang akan kakak kembalikan kok. masalah ponsel baru, nanti akan ku belikan kalau uangnya sudah terkumpul. bersabarlah."


jelas Kinara seraya menangkup kedua pipi gembil Kanaya yang menggemaskan itu. Kanaya pun mengangguk seraya tersenyum sumringah.


" mandi sana !! nanti terlambat berangkat sekolah lho. "


" iya, kakakku yang bawel."


ledek Kanaya menyubit kedua pipi kakaknya sekilas. tapi Kinara diam saja.


Kanaya pun akhirnya beranjak mengambil seragam putih-abu yang tergantung dibalik pintu, lalu hendak keluar kamar untuk membersihkan diri dikamar mandi bersama dekat dapur.


" kasihan anak itu."


gumam Kinara memperhatikan punggung Kanaya yang berjalan keluar kamar.