In Your Love

In Your Love
menjadi candu



Aaron dan Kinara masih tampak tertidur pulas akibat kelelahan.


tiba-tiba pintu kamar ada yang mengetuknya dari luar.


" kak, kakak !!"


teriakan atreya membuat Aaron mengerjap terbangun.


" ngapain tuh anak pagi-pagi sudah mengganggu orang saja."


Aaron terlihat menggerutu kesal saat tau itu suara atreya yang tengah berteriak memanggilnya.


" siapa yang mengetuk pintu kamar sekencang itu ?"


tanya kinara ikut terbangun. lalu meregangkan otot-otot tangannya keatas hingga membuat selimut yang membalut tubuhnya yang masih polos sisa semalam itu menjadi turun dan menyembulkan dadanya yang sintal.


" siapa lagi kalau bukan atreya. kamu tunggu sini ya, biar aku saja yang menemuinya."


ucap Aaron lalu menaikkan kembali selimut ke atas dada Kinara untuk menutupi bagian tubuh istrinya yang terlihat itu.


Aaron beranjak turun dari tempat tidur lalu segera menarik dan memakai celana boxer yang tergeletak begitu aja ditempat tidur untuk membuka pintu kamarnya.


didepan pintu nampak atreya yang sudah rapi dengan setelan baju kuliahnya dan menggendong tas ransel dibahu kanannya.


" ada apa ? kau ini mengganggu kesenangan orang saja."


tanya Aaron melotot.


" Kaka sama Kinara jam segini masih tidur ? ya Tuhan, ini kan sudah siang kak, sudah jam sepuluh. Kaka memangnya tidak ke kantor ?"


balas atreya membulatkan kedua matanya sempurna seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" hari ini aku tidak akan kekantor. kau ada apa menggangguku ?"


" mang Maman barusan mengabariku tidak bisa kemari, karena istrinya mau melahirkan. jadi kau harus mengantarku ke kampus sekarang, aku ada quiz di jam pertamaku, kak."


rengek atreya sambil menggelayuti tangan kakaknya itu.


Aaron terlihat bingung seraya menggaruk-garuk kepalanya.


" mobilku dibawa Sean semalam. kakak pesankan taksi online saja ya !"


" kan ada mobilku yang biasa dipake mang Maman kak. ayo cepat antar aku, nanti terlambat !!"


" oke. kalau begitu tunggu lima belas menit, aku akan membersihkan diri terlebih dulu."


ucap Aaron terlihat kesal. walau bagaimanapun ia tidak akan tega membiarkan adiknya terlunta-lunta begitu.


" gak bisa, ini sudah terlambat. langsung antar aku saja Sekarang, cepat pakai kaosmu dulu, kak ! aku tidak bisa menunggunya lagi."


" ya Tuhan, sebentar saja, Rea. badanku rasanya lengket semua ini."


Aaron benar-benar kesal karena atreya terus saja keukeuh dan tidak sabaran.


" tidak bisa. ayo cepat kak !!"


" aargghh. kau ini bisanya hanya memaksa saja."


Aaron mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.


" tidak perlu. biar aku saja yang mengantarnya ke kampus."


tiba-tiba suara Sean nongol begitu saja dari arah ruang depan.


" Sean !! ngapain kau kemari sepagi ini ?"


tanya Aaron melotot kearah Sean.


" sepagi ini kau bilang ? ini sudah menjelang siang, bro. begini nih kalo kalau pengantin anyar baru bangun."


sahut Sean nyengir meledek.


" sialan."


umpat Aaron mendengus


" kak Sean, kalau begitu kakak saja yang mengantarku ke kampus ya, please. aku sedang buru-buru nih."


atreya terlihat memohon seraya mengatupkan kedua telapak tangannya didepan dada.


" ayo ! aku akan mengantarmu."


ujar Sean semangat.


wajah atreya seketika terlihat senang dan merasa terselamatkan. ia pun langsung menarik tangan Sean agar segera beranjak. Begitu juga Sean, dengan senang hati ia menggandeng tangan atreya.


" tidak.tidak. kau tidak boleh diantar Sean."


Aaron terlihat panik saat melihat Sean langsung menggandeng tangan atreya. ia pun langsung menarik paksa tangan atreya dari genggaman Sean.


" sudahlah, Aaron. kau tak perlu khawatir, aku akan mengantar atreya ke kampus dengan selamat. kau lanjutkan saja tidurmu dengan istrimu."


Sean terkekeh.


" iya kak, aku buru-buru nih."


" oke, kali ini kau ku ijinkan mengantar Rea. tapi awas saja kalau sampai terjadi apa-apa padanya akan ku hajar kau."


ancam Aaron memperingatkan sahabatnya itu.


akhirnya Atreya pun berangkat ke kampus dengan diantar Sean.


***


setelah keduanya berlalu, Aaron kembali ke kamarnya. Kinara sudah tidak ada ditempat tidur. terdengar dari dalam kamar mandi suara Kran air yang menyala.


" yah, kok malah ditinggal mandi sih."


gumamnya sedikit kesal.


Aaron kembali merebahkan dirinya diatas tempat tidur, menyandarkan kepalanya di head board tempat tidurnya sambil memainkan ponsel. ia masih ingin bermalas-malasan dulu karena memang hari ini dirinya sudah berniat tidak akan berangkat ke kantor.


tak lama kemudian Kinara keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan bathrobe dan rambut basah yang dililitnya keatas kepala. ia berjalan menuju meja rias untuk mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.


" kamu tidak ke kantor ? ini sudah siang lho."


ucap Kinara dibalik cermin lebar menatap Aaron yang masih asik membuka-buka media sosial melalui ponsel pintarnya.


" tidak kau, tidak atreya, dan mungkin sebentar lagi nenek pasti menanyakan kapan aku ke kantor. memang aku tidak boleh bolos dikantorku sendiri ya ? "


balas Aaron menatap wajah Kinara dari pantulan cermin yang masih asik mengeringkan rambutnya.


mendengar itu Kinara malah tertawa. lalu ia mematikan hairdryer nya dan berjalan mendekati Aaron lalu duduk ditepian tempat tidur.


" bukan begitu Aaron, aku kan hanya bertanya saja. malah aku senang kalau kau ada dirumah seperti ini."


ucap Kinara seraya Melingkarkan kedua lengan dileher Aaron.


" Oya ? memangnya kau tidak bosan melihat ku terus."


Aaron menyipitkan kedua matanya. lalu merangkul pinggang Kinara.


" aku mana mungkin bosan melihat suamiku sendiri."


Kinara menggigit bibir bawahnya.


" owh, kau hendak menggoda ku lagi ya ?"


Aaron merasa terpancing lalu tersenyum miring menatap bola mata Kinara.


" tidak-tidak. nanti malam saja, Aaron. aku baru saja selesai mandi."


Kinara langsung melepaskan pelukan dileher Aaron dan hendak beranjak menjauhi suaminya, namun tangan Aaron langsung menariknya hingga terjatuh keatas tempat tidur dan kini posisi Aaron menindih sebagian tubuh Kinara.


" nunggu malam masih lama. sekarang saja ya !"


bisik Aaron tepat didekat telinga Kinara. membuat Kinara jadi menggeliat geli. dan kinara pun hanya bisa pasrah.


tangan Aaron bergerak keatas menyibakkan rambut Kinara yang menutupi sebagian wajahnya. lalu mencium bibir seksi Kinara dengan lembut. Kinara pun membalas pagutan bibir suaminya itu. pagutan Aaron semakin lincah penuh gairah, bahkan lidahnya menyusup masuk menelusuri setiap rongga mulut istrinya, bermain-main dengan lidah milik kinara didalam.


tangan Aaron perlahan membuka tali pengikat bathrobe yang masih dikenakan Kinara. lalu tangannya mulai bergerilya menyusup masuk untuk bermain-main dengan gundukan sintal milik Kinara.


bibir Aaron berpindah ke bagian leher dan meninggalkan banyak bekas titik dileher jenjang Kinara. lalu Ciumannya turun dan berpindah ke salah satu gundukan sintal itu. menghisap lembut secara bergantian dan meninggalkan banyak kissmark juga disana. seakan menandai bahwa tubuh Kinara sudah menjadi miliknya.


" aahgg...uuhh, Aaron."


beberapa lenguhan panjang milik Kinara terdengar. ia sangat menikmati perlakuan Aaron yang kini membuatnya menjadi candu.


akhirnya mereka kembali saling melepas kenikmatannya. bahkan mereka melakukannya berkali-kali tanpa lelah dikamarnya seharian ini.


" aku lapar, Aaron."


ucap Kinara sesaat setelah Aaron melepaskan tembakan yang terakhir.


" emh. baiklah aku akan membawakan mu makan. kau disini saja."


Aaron segera beranjak mengenakan pakaiannya.


" tidak perlu aaron. nanti setelah mandi kita akan makan bersama dimeja makan."


Kinara langsung menarik bathrobe yang tergeletak diatas kasur lalu mengenakannya kembali.


" aku tau kamu lelah, kin. kau disini saja, aku akan membawakannya untukmu."


" tapi aku tidak enak dengan nenek. dari pagi aku belum keluar kamar, Aaron."


" nenek sangat mengerti kok sayang. aku akan jelaskan padanya. bahwa menantunya seharian ini sedang melayani ku 24 jam non stop. aku tidak mau menyia-nyiakan waktu bolos kerjaku selain bersamamu disini."


balas Aaron terkekeh lalu segera beranjak keluar kamar hendak mengambilkan makan untuk Kinara.


" sialan. memangnya tugasku hanya melayani mu saja."


Kinara menggeleng-gelengkan kepalanya merasa kesal. namun ia langsung menarik sudut bibir nya ke keatas untuk tersenyum saat sosok Aaron sudah tak terlihat lagi dihadapannya.


" aku sangat mencintaimu, Aaron."


gumamnya tersenyum bahagia lalu beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya kembali.