
" kau ? lady escort."
gumam Aaron seraya menatap sinis pada Kinara yang tengah berdiri didalam lift dengan berpakaian dress mini diatas lutut berwarna putih tulang dengan rambut terurai panjang lurus dan beralaskan sepatu flat warna hitam, sukses membuat jantung Aaron hendak copot karena kaget dikiranya makhluk halus.
sejenak Aaron mengamatinya dari ujung rambut sampai ujung kaki. lalu berdecih seakan jijik Melihatnya. tadinya hendak mengurungkan untuk masuk lift itu, namun ia melihat situasi dan kondisi yang membuat terpaksa untuk satu lift bersamanya.
" apa yang kau lakukan dilantai atas dengan pakaian seperti itu ? bukankah jam kerjamu dipagi hari ?"
tanya Aaron ketus tanpa menoleh ke arah Kinara. pandangannya lurus kepintu lift yang telah tertutup.
" maaf pak Aaron. satu Minggu ini ada ujian dikampus jam delapan pagi. jadi saya menyelesaikan pekerjaan saya di petang sampai malam hari, pak. dan saya sudah dapat ijin dari pak Rudi."
jawab Kinara seraya menunduk. dan Aaron pun sekilas melirik Kinara dengan kedua ujung matanya.
" kau masih bekerja ditempat itu ?"
tanyanya tiba-tiba penasaran.
" masih. dari sini saya langsung bekerja ditempat karaoke."
jawab Kinara pelan.
Aaron terdiam, ia kembali memperhatikan pakaian Kinara yang ketat dan pas dibadan. hanya saja bagian lengan dan dadanya yang menonjol itu ia tutup menggunakan cardigan dengan warna yang sama.
" pantas saja pakaiannya buka-bukaan begitu. ciihh. seperti jalang."
umpat Aaron dalam hati lalu memalingkan wajahnya ke arah lain.
memang sudah dua hari ini Kinara melakukan tugasnya dikantor ini pada jam lima sore setelah para karyawan pulang, sampai dengan selesai. setelah itu, untuk menghemat waktu ia sekalian ikut membersihkan diri dan berganti pakaian dikantor, lalu melanjutkan bekerja ditempat karaoke hingga jam sebelas malam.
" mulai besok sebaiknya kau tidak perlu ke kantor ini lagi. "
ucap Aaron datar.
Kinara langsung mendongak ke arah wajah Aaron. sebenarnya ia tidak berani menatap wajah dingin Aaron, namun jujur saja Kinara terkejut mendengar ucapannya barusan.
" apa bapak memecat saya ?"
tanya Kinara curiga dan ragu-ragu.
Aaron langsung balas menatap mata Kinara yang berbinar. lalu sedikit menundukkan kepalanya mendekat ke wajah Kinara yang tengah mendongak menatapnya, sehingga hidung Kinara dan hidung mancung milik Aaron kini hanya berjarak dua centi saja.
" iya, anda saya pecat."
sahut Aaron kembali menegakkan kepalanya.
" saya tidak suka ada karyawan saya yang mencabang pekerjaan ditempat lain. kecuali kalau anda bersedia mengundurkan diri dari tempat bernyanyi itu."
ucap Aaron tegas.
'drett...drett...'
lampu didalam lift tiba-tiba meredup dan mati. sepertinya aliran listrik padam atau memang liftnya yang bermasalah. otomatis pergerakan elevator itu jadi terhenti. tak lama kemudian lampunya nyala kembali namun lift masih diam. sontak Kinara menjadi panik dan ketakutan.
" liftnya macet. pak Aaron ini liftnya tidak bisa bergerak, pak."
teriak kinara seraya memencet-mencet tombol membuka pintu lift berkali-kali dengan kasar namun tidak ada tanda-tanda pergerakan sama sekali.
" dasar bodoh. sudah tau liftnya macet masih saja menekan tombol itu. seharusnya kau pencet tombol yang ini. "
lalu Aaron langsung menekan tombol speaker untuk panggilan darurat yang dihubungkan langsung ke ruangan security didepan kantor.
" security !! tolong panggilkan teknisi segera, kami terjebak didalam elevator."
teriak Aaron, dan langsung direspon oleh petugas security dibawah.
" oh, baik pak. saya akan segera panggilkan segera. ada berapa orang didalam, pak ?"
" kau bisa lihat di cctv, bodoh !!"
sahut Aaron kesal. dan security itu pun tidak berani bertanya lagi.
Aaron kembali menyandarkan punggungnya didinding lift. sementara Kinara terdiam sembari menangis dipojokan lift disebrang Aaron.
" apa yang kau tangisi ? "
ucap Aaron mengangkat sebelah alisnya saat melihat Kinara sesenggukan seraya mengusap-usap wajahnya dengan tissue.
" bisa diam tidak ?! seperti anak kecil saja."
bentak Aaron mulai jengah mendengar rintihannya. Kinara pun terkejut dan langsung membungkam mulutnya, berusaha agar suara tangisnya tidak lagi keluar.
" berapa lama kita akan terjebak didalam sini, pak ?"
tanya Kinara disela-sela tangisnya yang mulai mengendur.
Aaron tidak menjawab, ia hanya mengangkat bahunya tanda bahwa dirinya tidak tau. lalu Aaron terlihat memijat-mijat kepalanya sejenak sebelum akhirnya ia merogoh ponsel didalam jasnya. Aaron memutuskan bermain game di ponsel untuk menghilangkan rasa bosan seraya menjatuhkan tubuhnya duduk dilantai lift.
sementara Kinara masih terlihat sesenggukan karena sisa tangisnya. ia pun merasa pegal berdiri dan akhirnya mengikuti Aaron untuk duduk dilantai. namun karena dressnya yang terlalu pendek, posisi duduk Kinara menjadi tidak nyaman. ia terus menarik-narik dress agar menutupi pahanya yang terlihat begitu mulus dan menggoda itu.
Aaron semakin risih melihat kelakuan Kinara. lalu ia membuka jas kerjanya dan tak segan-segan melemparnya ke arah wajah Kinara.
" aduh."
desih Kinara kaget.
" tutup pakai itu !!"
ujar Aaron seraya melotot ke arah Kinara lalu turun ke arah paha mulusnya.
Kinara sontak menutup pahanya dengan satu tangan dan langsung meraih jas milik Aaron untuk menutupi bagian pahanya.
lalu kinara melirik Aaron yang kembali asik bermain game. wajah Aaron tampak serius didepan layar ponselnya.
" ganteng-ganteng kok sadis."
gumam Kinara dalam hati seraya menelan salivanya.
Kinara nampak memejamkan matanya berusaha untuk tenang. berharap dirinya tidak akan lama terjebak didalam lift.
***
setengah jam berlalu namun tidak ada tanda-tanda kedatangan teknisi.
Aaron kembali berdiri dengan sedikit sempoyongan lalu kembali memencet tombol speaker.
" security !! apa teknisinya sudah datang ? cepat sedikit ! aku tidak kuat."
teriak Aaron jengah.
" maaf pak. katanya masih dijalan."
" baik, Pak."
Aaron hendak melangkah ketempat semula namun tiba-tiba badannya oleng dan 'brukk'. ia tersungkur ke lantai tak sadarkan diri.
Kinara terkejut dan langsung beranjak meraih tubuh Aaron.
" pak ! bangun pak Aaron !"
teriak kinara seraya memegang pipi dan juga kening Aaron.
" ya Tuhan. pak Aaron demam tinggi."
Kinara segera memijit tombol speaker lagi.
" pak security. tolong ! tolong ini pak Aaron pingsan."
teriak kinara histeris.
" lho itu pak Aaron kenapa, mba ?"
sepertinya security itu langsung mengecek nya via cctv.
" saya tidak tau. dia demam tinggi. tolong cepatlah, tolong kami !"
" iya mbak, bersabarlah. teknisinya sebentar lagi datang."
balas security diluar.
Kinara kembali mendekati Aaron, lalu ia berusaha sekuat tenaga membalikkan tubuh kekar Aaron dan menyangga kepalanya dengan paha Kinara.
" bangun pak ! apa pak Aaron bisa mendengar ku ?"
ucap Kinara menepuk-nepuk lembut pipi Aaron.
Aaron mengerjap, bibirnya terlihat bergerak-gerak seperti menggigil.
" apa bapak kedinginan ?"
tanya Kinara ragu-ragu.
Aaron hanya mengangguk pelan seraya memejamkan matanya kembali.
mendengar itu Kinara dengan cepat meraih jas yang tadi ia pakai untuk menyelimuti tubuh Aaron.
" bersabarlah, pak. sebentar lagi teknisinya segera datang."
lirih Kinara seraya mengusap-usap telapak tangan Aaron supaya hangat.
sejenak ia memperhatikan wajah Aaron dengan seksama.
" dari jarak sedekat ini, ternyata kau jauh lebih tampan rupawan."
gumamnya diam-diam mengagumi Aaron.
" haish. apa-apaan kamu ini, kin. sadar whoy ! kamu ini cuma lady escort dimata pak Aaron. "
umpatnya dalam hati.
" ha. haus."
lirih Aaron membuyarkan lamunan Kinara.
" bapak haus ? sebentar saya ambilkan. kebetulan saya membawa minum didalam tas."
Kinara menarik tali tas miliknya yang menjulur disamping Aaron, lalu segera membukanya dan mengeluarkan botol minumnya.
" ini, pak. minumlah !"
Kinara membuka tutup botol minum lalu membantu Aaron mengangkat tubuhnya agar posisinya setengah duduk.
perlahan Aaron meneguk air minum dalam botol itu dengan bantuan Kinara.
" terimakasih."
desih Aaron lalu kembali menjatuhkan kepala di paha Kinara dan kembali memejamkan matanya.
antara sadar dan tidak sadar Aaron terasa sangat lemas, dan pusing. tubuhnya demam dan menggigil. tiba-tiba ia merindukan sosok mommy Freya. dulu disaat dirinya demam menggigil, freya lah yang selalu mendekap tubuhnya hingga ia merasa nyaman dan tertidur.
dan kini Aaron pun tertidur dengan nyaman dalam pangkuan Kinara.
***
setengah jam kemudian akhirnya pintu lift terbuka. Kinara akhirnya dapat bernafas lega, lalu ia segera menepuk-nepuk pelan pipi Aaron.
" pak, pintu liftnya sudah terbuka."
Aaron pun mengerjap dan membuka matanya perlahan.
" tolong bantu pak Aaron ! "
pinta Kinara kepada dua petugas security dan dua orang teknisi itu.
dengan sigap bapak security ini membopong Aaron keluar.
" sepertinya kita harus membawa pak Aaron ke rumah sakit."
ucap salah satu security kantor itu.
" tidak. tolong aku antar pulang saja."
sahut Aaron lemas, seraya merogoh kunci mobil didalam saku celananya dan menyodorkan nya pada security itu.
" bawa mobilku !"
" baik, pak."
akhirnya Aaron diantar pulang oleh security kantor. didalam mobil, Aaron melihat pantulan sosok Kinara dari kaca spion sebelah kiri sedang berdiri memperhatikan kepergian mobilnya melaju perlahan.
Aaron pun kembali mengalihkan pandangannya ke depan seraya menyandarkan kepalanya kebelakang.
.
.
.
jangan lupa like and vote ya biar akyu lebih semangat lagi update nya 😃😘