In Your Love

In Your Love
mabuk red wine



Kinara membasahi seluruh tubuhnya dibawah guyuran shower. deras air matanya pun ikut tersapu dan menyatu mengalir, masuk kedalam lubang saluran air dikamar mandi hotel.


masih terngiang-ngiang ucapan Aaron yang sungguh menyesakkan dada dan menyakiti hatinya.


*flash back on


" kalian berciumann dengan posisi seperti itu didepan mataku, maksudnya apa ? jawab !!"


Aaron menghempas pipi Kinara oleh tangannya. kedua mata Aaron sudah memerah menahan sesuatu agar tidak bergulir begitu saja. antara marah, kecewa, dan sakit hati kini menyelimuti hatinya yang begitu menyesakkan dada.


Kinara terdiam. ia berusaha mengingat keganjilan beberapa waktu sebelumnya. pengaruh obat itu sangat kuat hingga Kinara berhalusinasi dan menganggap orang lain yang dihadapannya adalah Aaron.


" aku kecewa denganmu, kinar. kau ternyata tidak lebih baik dari wanita ****** diluaran sana."


Aaron mengeratkan rahangnya geram, lalu melampiaskannya pada vas bunga yang bertengger diatas meja hotel.


'prangg'


Aaron membanting vas bunga ke dinding hingga pecah dan hancur. persis seperti hatinya saat ini.


Kinara tak mampu berucap, ia hanya mampu menangis dalam diam. karena kinara masih bingung kenapa dirinya bisa menjadi serendah itu.


" kalau kau ingin selingkuh kenapa harus dengan adikku ? kau bisa cari pria yang jauh lebih baik dan mapan daripada aku dan Marshall."


teriak Aaron seraya melotot dan menodongkan jari telunjuknya ke depan wajah Kinara.


" cukup !! aku tidak serendah itu Aaron. aku benar-benar tidak tau apa yang terjadi. sungguh, aku pikir itu kau."


Kinara menghempas tuduhan Aaron. ia berusaha menatap wajah Aaron dengan getir.


" omong kosong."


sahut Aaron.


Kinara mencoba menjelaskan semuanya namun sepertinya sia-sia. Aaron malah pergi dari kamar hotel itu meninggalkan Kinara yang terisak perih.


* flash back off


hampir satu jam Kinara berdiri dibawah guyuran shower. bibirnya mulai kaku dan membiru. sampai akhirnya Kinara memutuskan untuk membilas tubuhnya lalu kembali ke kamar.


Kinara berharap saat ia keluar dari kamar mandi, Aaron sudah kembali dan seperti biasa menunggunya diatas tempat tidur. tapi pada kenyataannya suaminya itu benar-benar marah dan entah pergi kemana.


tangisan Kinara kembali memecah, ia menjatuhkan tubuhnya diatas ranjang hotel dan menangis sejadi-jadinya hingga akhirnya Kinara tertidur karena kelelahan.


***


Sementara Aaron, ia terlihat terpuruk dan merasa dirinya seperti Pria bodoh yang mencintai wanita seperti Kinara yang tega mengkhianatinya.


" berikan aku wine lagi !!"


pinta Aaron pada bartender yang ada dibar hotel tempat ia menginap. Bartender itu nampak menggeleng-gelengkan kepalanya. karena sudah beberapa kali Aaron menenggak red wine dalam gelasnya.


" kau sudah terlalu banyak minum, nak. ayo mami antar ke kamarmu."


tiba-tiba Claire yang entah dari mana datangnya langsung menarik tangan Aaron dari kursi meja bar itu.


" tidakk !! aku tidak mau melihat wanita sialan itu."


Aaron menghempas genggaman tangan Claire seraya mengumpat Kinara dibawah alam sadarnya karena mabuk.


" tidak, sayang. mami tidak akan mengantarmu pada wanita itu lagi. mami sudah memesan kamar hotel lainnya untukmu. ayolah, kau harus istirahat."


akhirnya dengan bantuan dua pelayan hotel Aaron pun dibopong menuju ke kamar hotel yang telah di reservasi oleh Claire sebelumnya.


kedua pelayan hotel itu lalu membaringkan tubuh Aaron keatas tempat tidur. dan mereka akhirnya pergi setelah Claire memberikan uang tips.


gumam Claire seraya mengusap-usap rambut Aaron yang langsung tertidur tak sadarkan diri sejak dibopong ke kamar itu tadi.


Claire pun lalu membukakan sepatu Aaron agar lebih nyaman tidurnya dan menyimpan ponselnya yang hampir terjatuh dari saku celana ke atas nakas samping tempat tidur.


"selamat tidur, Aaron. maafkan mami."


Claire mengecup dahi anaknya itu sebelum akhirnya ia keluar dan kembali ke kamar hotel sebelum Sergio terbangun dan mencarinya.


***


keesokan harinya.


Bunyi ponsel Aaron membangunkan pria itu dari tidurnya. ia teringat bahwa dirinya semalam mabuk dan seseorang membawanya ke kamar hotel ini.


seketika kepalanya seperti tertimpa batu yang sangat besar saat Aaron mencoba menggerakkan tubuhnya, dan membuka kedua mata yang masih terasa lengket itu. ia meringis kesakitan sambil memegangi kepalanya dan mencoba bangkit dari posisi tidurnya.


sambil menahan sakit dan pusing, Aaron mencoba mencari keberadaan ponsel yang berdering terus menerus. ternyata ponselnya berada di atas nakas dan langsung diraihnya.


' kinar my wife' is calling


Aaron menyipitkan kedua matanya saat melihat siapa yang tengah menelponnya. ingatannya kembali terusik tentang kejadian semalam.


aaarrgghh!! membuat Aaron kembali mengeratkan rahangnya emosi. dadanya terasa sesak bila mengingat cinta tulusnya yang ternodai pengkhianatan yang sebenarnya tidak ada.


Aaron me-reject panggilan itu lalu melempar ponselnya ke atas kasur.


tak lama kemudian benda pipih persegi itu kembali berbunyi. Aaron mengabaikannya, ia malah beranjak masuk kekamar mandi untuk membersihkan dirinya.


setelah membersihkan diri Aaron segera berpakaian yang sama karena kemarin tidak sempat membawa ataupun membeli pakaian ganti. Aaron lalu meraih ponselnya diatas kasur hendak menghubungi seseorang.


" hallo."


sapa seseorang yang dihubungi Aaron.


" Leon, kau sudah membereskan semua barangnya ?"


" oh, sudah tuan."


jawab Leon disebrang sana.


" oke. Sekarang kau jemput dia dikamar hotelnya. jaga dia baik-baik, pastikan dirinya kembali dengan keadaan aman dan selamat."


" baik tuan."


" aku akan menyusulnya ke bandara."


ucap Aaron sebelum ia mengakhiri panggilannya dengan Leon.


.........


.........


.........


.........


.........


untuk Up episode 61 sebetulnya dari hari Minggu pagi lho... tapi entah kenapa review dari adminnya lama banget.


semoga episode yg ini ga ikutan lama kaya episode sebelumnya.


maaf ya 🙏😌