In Your Love

In Your Love
off bekerja



dua bulan berlalu. hubungan Kinara dan Aaron semakin membaik. sudah empat hari Kinara tidak masuk kerja karena pusing dikepalanya tak kunjung hilang. ditambah rasa mual yang begitu menyiksanya.


ya, sudah dua Minggu ini Kinara dinyatakan hamil oleh dokter yang memeriksanya. kini kandungannya sudah memasuki delapan Minggu.


" Aaron, bisa tolong buatkan aku lemon panas ? perutku mual sekali, rasanya ingin minuman yang asam tapi panas."


Kinara menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya karena menahan rasa mual yang mulai naik ke tenggorokan. tak lama kemudian ia berlari menuju wastafel dikamar mandi dan mengeluarkan semua isi perutnya yang terasa diaduk-aduk itu.


Aaron dengan sigap segera menghampiri istrinya seraya memijat-mijat lembut tengkuk lehernya.


" apa sudah baikan ?"


tanyanya.


Kinara masih sibuk berkumur dengan air kran diwastafel. lalu menarik tissue dan mengelap bibirnya yang masih basah.


" perutku mual sekali."


keluhnya seraya membalikkan tubuhnya jadi berhadapan dengan Aaron.


" kau harus sabar, sayang. ini hanya untuk sementara."


hibur Aaron mengelus pipi Kinara.


" tapi kehamilan sebelumnya tidak seperti ini. aku bisa menahannya sendiri. tapi kenapa yang ini aku merasa sangat lemah sekali ?"


keluh Kinara.


" setiap kehamilan itu berbeda, mungkin yang ini Dede bayinya sangat istimewa. tapi aku janji kali ini akan selalu menemani mu setiap saat."


tutur Aaron yang membuat Kinara menjadi merasa lega. karena ia masih trauma dengan kehamilannya terdahulu yang harus kehilangan calon bayinya akibat penculikan itu.


Aaron merengkuh tubuh istrinya ala bridal, lalu membawanya keatas tempat tidur.


" sekarang istirahat lah. aku akan membuatkan mu minuman lemon hangat agar tidak merasa mual lagi."


ucap Aaron mengecup kening Kinara lalu beranjak keluar kamar untuk membuatkan minuman yang istrinya minta itu.


***


saat Aaron sedang membuatkan minuman hangat, tiba-tiba bel pintu apartemennya berbunyi. ia pun segera menghentikan aktivitasnya untuk membuka pintu terlebih dulu.


" kakak..."


ternyata Atreya dan Satria yang datang. nampak Satria membawakan buah tangan berupa parcel buah.


" masuklah !!"


Aaron mempersilahkan mereka masuk. sikap Aaron kini sudah mulai berdamai dengan Satria. sejak kekasih adiknya itu datang baik-baik dan meminta ijin untuk menjalin hubungan dengan atreya, entah kenapa Aaron langsung menyetujuinya. tapi tentunya Aaron sudah mempertimbangkan dan memikirkan secara matang tentang keputusannya itu.


sepertinya Kinara berhasil membuat Aaron mempercayai Satria. mengingat Satria juga anak dari Rudi, manager HRD dikantornya. jadi ia pikir jika anaknya macam-macam, bisa dengan mudah ia melaporkannya pada Rudi.


" dimana Kinara ?"


tanya Atreya mengedarkan pandangannya mencari kakak iparnya.


" ada dikamarnya. tadi ia abis muntah-muntah lagi."


jawab Aaron lalu membawa segelas air lemon yang tadi ia buat untuk istri tercintanya itu.


" boleh kami menemuinya, kak ?"


tanya atreya.


" Ayo !"


Atreya dan Satria pun mengikuti langkah Aaron yang membawanya ke kamar untuk menemui Kinara yang sedang tergolek lemah diatas tempat tidur.


" Rea ? Sat ?"


Kinara terkejut melihat ada tamu yang mengekor kedatangan Aaron. ia berusaha bangkit tidurnya menjadi posisi duduk.


" bagaimana keadaanmu, kin ? kata Kaka masih sering pusing dan mual muntah gitu ya ?"


tanya Atreya lalu menjatuhkan tubuhnya duduk ditepian tempat tidur berhadapan dengan kakak iparnya itu.


" iya nih, gak tau sampai kapan ini mual-mual nya bisa hilang. aku jadi tidak enak sudah 4 hari ini tidak bisa kerja di kafe."


keluh Kinara.


" kondisi seperti ini masih saja mikirin kerjaan, kin. Saranku nih ya, mending kamu off dulu dah kerja dikafe. cuti hamil dan melahirkan gitu."


" memang kafe punya suami gue bisa kerja sesuka hati."


ejek Kinara seraya mendelik pada Aaron yang berada disebelahnya.


" lho apa bedanya ? itu juga kafe milik calon dari Adek ipar Lo juga kale."


sahut Satria seraya menyenggol bahu Atreya yang mendadak wajahnya jadi merah merona.


sudah sebulan ini, Satria mulai terjun mengelola kafe itu. dulu memang Rudi sengaja membuat kafe tempat kinara bekerja itu untuk anak semata wayangnya, agar punya kegiatan baru daripada hobinya yang balapan dan kebut-kebutan dijalan.


" bener itu, sayang. lebih baik kamu off dulu deh. tuh udah di ACC sama CEO nya langsung."


ucap Aaron langsung memberi dukungan. karena sebenarnya Aaron lebih suka Kinara tidak bekerja, namun ia tidak enak bila harus ngomong langsung pada Kinara. mengingat kemarin ia pernah melakukan kesalahan dengan menelantarkannya hingga Kinara terpaksa harus bekerja sendiri untuk menyambung hidupnya.


" baiklah kalau sudah di ACC. terimakasih ya Sat. kau memang baik dari dulu."


ucap Kinara keceplosan.


" eheemm."


Aaron langsung berdehem seraya menatap tajam pada istrinya.


" kenapa memelototi ku seperti itu ?"


tanya Kinara cemberut.


" sepertinya ada yang cemburu, kin."


sahut Atreya tertawa dan terlihat biasa-biasa saja.


" oh kamu cemburu karena aku memuji Satria ? dia memang baik kok, baik banget malah. gak salah Atreya memilihnya."


tutur Kinara.


" dua kali lho kamu memujinya, yang. sekali lagi memuji dia, akan ku usir dan gak akan ku ijinkan kalian bertemu lagi."


ancam Aaron melotot ke arah Satria dan Kinara secara bergantian. hingga membuat yang lainnya tertawa bukannya takut dengan ancamannya itu.


" kau tenang saja, meskipun istrimu selalu memujiku baik hati dan tidak sombong, aku tidak akan termakan bualannya. hatiku sudah terpatri oleh seseorang."


tukas Satria seraya melingkarkan tangannya dipundak Atreya.


" siapa ?"


tanya Aaron dengan polosnya.


" adik iparnya istrimu."


sahut Satria nyengir.


" Rea ? "


Jawab Aaron.


" udah tau pake nanya. keliatan banget b.e.g.o nya."


Atreya dan Kinara pun tertawa mendengar jawaban Satria barusan.


" sialan !!"


umpat Aaron.


.


.


.


.


Virus Covid-19 memang begitu meresahkan ya.


Intinya jangan dianggap remeh. panik jangan, terlalu santuy juga jangan.


jadi mohon maaf ya untuk sementara ini Up nya sedikit lambat, soalnya Author masih fokus mengurus anak-anak dirumah agar mereka tidak merasa bosan dengan situasi ini.


tetap jaga kesehatan, jaga kebersihan dan tetap berdoa terus ya Readers 🤗