In Your Love

In Your Love
menjadi lebih baik



" eh Lo sapa ? napa da di sini ? mana kaka gue ? jan-jangan Lo rampok kali ya..."


tanya Kanaya terkejut saat yang membuka pintu apartemen bukanlah Kinara ataupun Aaron.


" sorry ?!"


Marshall tampak mengernyitkan dahinya bingung dengan gaya bahasa gadis berpakaian seragam SMA itu.


" anda siapa ya ? mungkin salah alamat ?"


" wah, harusnya gue yang nanya Lo sapa. malah balik nanya."


ucap Kanaya makin sewot.


" saya adiknya Aaron."


balas Marshall berusaha tetap ramah. namun gadis yang dihadapannya itu malah makin jutek.


" Lo jangan ngaku-ngaku deh. adiknya kak Aaron itu cewe. namanya kak Atreya. Minggir !! gue mau ketemu kak kin."


Kanaya tidak percaya, ia pun hendak menerobos masuk kedalam namun dihadang oleh Marshall.


" tolong sopan sedikit ya, Nona. atau aku akan panggilkan security."


" nona nona... nona minta dansa ?"


sahut Kanaya kesal.


Kanaya tetep keukeuh ingin masuk kedalam, sementara Marshall juga tetep keukeuh melarangnya masuk. sampai akhirnya perdebatan mereka terhenti setelah kedatangan Aaron dan Kinara.


" ada apa ini ?"


Aaron melotot ke arah Marshall dan Kanaya.


" ini nih kak, ada yang mimpinya ketinggian lalu ngaku-ngaku jadi adik kak Aaron."


adu Kanaya.


" Naya, jaga bicaramu !!"


tegur Kinara pada adiknya.


" lho, emang kenyataan gitu kok."


sahut gadis itu.


" dia Marshall. adik kak Aaron juga, nay."


ucap Kinara, dan membuat kedua mata Kanaya terbelalak lebar.


" ooh, jadi Lo yang dulu udah bikin kakak gue ditelantarin suaminya. sialan !!"


mendengar itu Marshall jadi kembali teringat lagi. dengan susah payah ia menelan salivanya sendiri yang terasa menyangkut ditenggorokan.


" bisa gak kamu tidak bahas itu lagi, nay ? ayo sebaiknya kita masuk saja !"


pinta Aaron yang sebetulnya ia juga malas untuk mengingat kembali kebodohannya itu. dan mereka pun mengiyakan ajakan Aaron untuk masuk dan tidak melanjutkan perdebatannya.


****


" ini ada titipan dari mama untuk Kaka."


ucap Kanaya seraya membuka resleting tas ranselnya lalu mengambil sesuatu didalamnya, lalu diberikan pada Kinara.


" selimut bayi ?"


Kinara membulatkan matanya saat melihat selimut bayi lucu berwarna kuning motif animals kartun.


" kata mama itu selimut kakak waktu bayi. mama masih menyimpannya termasuk selimut ku."


" o ya ?"


kedua mata Kinara berkaca-kaca saat mendengar pengakuan sang mama melalui mulut adiknya itu. diremasnya selimut mungil itu, lalu diciuminya sampai berkali-kali.


" sekarang akan ku pakai ini untuk anakku."


lirihnya terharu.


" oiya, kata mama apa Kaka sudah membeli semua keperluan bayi kakak nanti ?"


tanya Kanaya.


" sudah. Minggu lalu kakak sudah membelinya. kau mau liat ? ayo ikut kakak ke kamar !! sekalian bantu kakak merapihkannya."


Kanaya pun mengangguk semangat. kedua kakak beradik itu pun beranjak ke kamar meninggalkan Aaron dan Marshall diruang tengah.


" begitu tuh. kalau sudah asik dengan dunianya, para wanita selalu melupakan orang-orang disekitarnya."


Ucap Aaron menggerutu.


Marshall malah tertawa menanggapi pernyataan kakaknya itu.


tanya Aaron dan membuat Marshall menghentikan tawanya, ia terkejut bahwa Aaron telah mengetahui kedatangan Claire bersamanya.


" kali ini rencana apa lagi yang akan mami lakukan untuk memisahkan aku dan kinar ?"


Aaron menatap tajam pada sang adik.


" aku rasa tidak ada. yang aku lihat, mami kali ini sudah berubah."


" omong kosong. mami itu jago akting... seharusnya mami mendapatkan piala Oscar karena kepiawaiannya dalam bersandiwara."


ucap Aaron mendengus.


" cukup Aaron !! tidak sepantasnya kau menghina mami seperti itu. aku yang lebih tau sifat mami daripada kau. kini mami sudah menyadari kesalahannya setelah papi meninggalkan mami."


" apa ? apa maksudmu papi meninggalkannya ?"


Aaron membulatkan matanya terkejut.


" mami dan papi sudah berpisah. papi lebih memilih melanjutkan hidup dengan sekertarisnya itu."


ucap Marshall menurunkan suaranya.


" Papi selingkuh ?"


tanya Aaron untuk memastikan nya lagi, dan mendapat anggukan saja dari sang adik.


" brengsek !!"


umpat Aaron dalam hati seraya mengepalkan kedua lengannya geram.


" sebenarnya Mami lah yang mengajakku kemari untuk menemuimu. mami mencari tau tempat tinggalmu dari bibi Larry. dan akhirnya mami menemukan alamat nenek Shofi. lalu ia memberitahu bahwa kau dan kinar kini sudah tinggal di apartemen."


" kini mami hanya punya kita berdua. mami sudah tidak mau memisahkan kau dan kinar lagi. ia hanya ingin dekat dengan anak-anaknya saja."


tutur Marshall berharap Aaron mau memaafkan dan menerima kembali Claire.


****


sementara Claire masih berada dikediaman Shofi. mereka tampak sudah akrab meski baru beberapa jam saling mengenal.


ditengah-tengah perbincangannya, datanglah Atreya yang baru saja pulang dari kampusnya. ia tertegun melihat ada tamu asing yang berkunjung kerumah neneknya.


" siapa nek ? tamu jauh ya ?"


bisik Atreya pada sang nenek.


" hai, kamu pasti Atreya ya, adiknya Aaron."


sapa Claire sudah bisa menduganya. sebelumnya Claire sudah pernah melihat wajah Atreya di foto keluarga dirumah Kevan beberapa waktu lalu.


" Rea, ini Claire. ibunya Aaron."


ucap sang nenek.


" owh, hai bibi Claire."


sapa Atreya terlihat kaku. bagaimana tidak, Atreya tau benar bagaimana perangai ibu kandung Aaron yang terkenal sangat jahat itu.


" mau apa nenek sihir ini kemari ? apa mau mencoba menghasut kakak lagi agar kembali membenciku dan meninggalkan Kinara ? tidak akan ku biarkan."


gumam Atreya dalam hatinya.


" nek, aku tinggal ke kamar dulu ya. badanku terasa lengket nih mau mandi."


pamit Atreya pada sang nenek dan ia langsung pergi begitu saja tanpa pamit pada tamunya Shofi itu.


" maafkan sikap cucuku yang satu itu ya, Claire. dia memang begitu pada orang yang baru dikenalnya."


ucap Shofi merasa tidak enak hati.


" tidak apa-apa, aku mengerti kok. anak seusianya memang begitu, tidak beda jauh dengan Marshall."


sahut Claire tersenyum.


" anak itu mirip sekali dengan Freya dan Kevan. andai saja mereka masih ada."


gumam Claire dalam hatinya.


.


.


.


jangan lupa mampir di karya ku yang satu ini ya Readers 😁