
satu Minggu pun berlalu. hubungan Aaron dan Kinara semakin membaik. Aaron sudah mulai berubah, kini ia sangat mencintai Kinara melebihi apapun. dan sampai kapanpun kasih sayang Aaron terhadap Atreya tetaplah sama. namun kali ini ia dapat membedakan antara cinta kepada istrinya dengan cinta terhadap adik perempuannya. dan Atreya tetap menjadi tanggung jawab Aaron sebagai kakaknya.
hari ini Aaron dan Atreya akan bertandang ke kampung halamannya di Dublin, Irlandia. kali ini Aaron akan membawa turut serta Kinara untuk pertama kalinya.
Shofi, Laras, dan Revan ikut mengantar kepergian mereka ke bandara.
" kin, jaga dirimu baik-baik disana ya. Aaron tolong titip Kinara, aku percaya kau bisa menjaga putriku."
ucap Revan menatap Kinara dan Aaron secara bergantian. entah kenapa rasanya begitu berat melepas kepergian Kinara yang hanya beberapa Minggu ke Dublin.
" papa tenang saja. aku akan menjaga Kinara dengan baik."
jawab Aaron lalu merengkuh tubuh ayah mertuanya sekilas.
" papa, mama, dan nenek Shofi selalu jaga kesehatan ya !! Kinara hanya beberapa Minggu disana."
ucap Kinara memeluk mereka secara bergantian.
" apa nenek yakin tidak akan ikut ? nanti kalau nenek Larry menanyakan mu bagaimana ?"
atreya menggelayuti tangan Shofi yang nampak kedua matanya sudah berkaca-kaca itu.
" titip salam saja untuk Larry ya. nenek disini saja, menunggu kalian kembali pulang."
jawab Shofi memeluk Atreya dengan erat. akhirnya mereka saling melepaskan karena jam keberangkatannya akan tiba.
" bye semuanya, sampai jumpa lagi."
Aaron, Kinara dan Atreya melambaikan tangannya kepada Shofi, Laras dan Revan. merekapun membalas lambaian tangannya.
" cepatlah kembali, cucu-cucu ku !"
lirih Shofi seraya menitikkan air matanya. Laras segera mengelus-elus punggung Shofi untuk menenangkannya.
***
Dublin, Irlandia
setelah melakukan perjalanan yang sangat panjang, akhirnya mereka tiba dikediaman masa kecil Aaron dan Atreya.
rumah besar yang menyerupai mansion itu nampak tidak ada yang berubah sejak terakhir mereka meninggalkannya. Aaron memang sengaja berpesan kepada para penjaga dan pelayan dirumah itu untuk selalu menjaga, membersihkan dan tidak mengubah bentuk atau warna cat sekalipun.
" selamat datang kembali tuan muda Aaron, Nona Atreya, dan nona--"
Leon mengernyitkan dahinya saat melihat Kinara yang merasa sangat asing baginya. Leon adalah kepala penjaga keamanan dirumah itu. sudah puluhan tahun Leon bekerja dirumah itu, bahkan dari sebelum atreya lahir.
" ini Kinara, Leon. dia istriku."
ucap Aaron memperkenalkan Kinara. dan Leon pun langsung menyambut hangat Kinara.
" oh, tuan Aaron sudah menikah ?"
" iya Leon."
sahut Aaron.
" Leon, bisa kau bawakan koperku ke kamar ! aku sangat lelah, rasanya mengantuk sekali."
pinta Atreya pada Leon. dengan sigap Leon langsung menyeret roda koper milik atreya.
" istirahatlah Rea, aku akan mengantarmu."
ucap Kinara lalu beranjak bersama atreya menuju ke kamarnya yang masih berada dilantai dasar.
Leon pun berpamitan keluar setelah koper atreya sudah berada dikamarnya. Kinara mendekati atreya dan duduk ditepian ranjang yang besar itu.
" kamar ini yang selalu ku rindukan, kin. tidak ada yang berubah meski sudah hampir empat tahun kutinggalkan."
ucap atreya menarik nafasnya dalam-dalam.
" kamarmu sangat luas ya, apa kamu tidak takut tidur sendirian disini ?"
tanya Kinara seraya mengedarkan pandangannya keseluruh sudut kamar atreya.
" kamar kak Aaron justru lebih besar dari ini lho kin. dan pastinya lebih menyeramkan dari kamarku ini."
atreya jadi punya ide untuk menjahili kakak iparnya itu sambil mentertawakannya.
" benarkah itu ?"
Kinara terbelalak lebar lalu bahunya tampak bergidik ketakutan.
" iya benar itu kin. kamar kak Aaron berada dilantai dua. konon dikamar itu kakakku sering melihat penampakan-penampakan aneh."
ucap atreya seraya menahan tawanya melihat Kinara yang nampak shok ketakutan mendengarnya.
" jangan membodohi dan menakut-nakutiku, Rea !"
" siapa yang membodohi mu. kalau tidak percaya kau lihat sendiri saja nanti."
balas atreya cemberut. padahal dalam hatinya tak henti-hentinya menertawakan Kinara.
" kalau begitu aku akan tidur bersamamu saja disini. bolehkan Rea ?"
pinta Kinara memelas.
" itu tidak mungkin kin, kau kan sudah bersuami."
sahut atreya lalu melipat kedua lengan didepan dadanya.
" ayolah rea, biarkan aku tidur bersamamu selama disini ya, please."
" hey, apa maksudmu kau akan tidur bersama Rea ? tidak boleh !!"
tiba-tiba Suara Aaron datang menghampiri Kinara dan atreya kekamarnya.
" Aaron, kita tidur dilantai bawah saja ya, supaya dekat dengan atreya. rumah ini kan besar sekali. nanti kalau atreya membutuhkan sesuatu supaya gampang."
ucap Kinara.
mendengar itu mata Aaron langsung melotot geram, Kinara langsung menurunkan pandangannya karena takut.
" memangnya disini kita hanya tinggal bertiga ? disini ada Enam pelayan dan empat penjaga diluar. atreya sudah punya pelayan sendiri yang mengurusi segala kebutuhannya. kau ini ada-ada saja. ayo !! sepertinya kau perlu istirahat karena bicara mu sudah mulai ngawur."
Aaron lalu menarik tangan Kinara dan membawanya keluar dari kamar adiknya itu menuju kamarnya dilantai dua. atreya hanya terkekeh melihat tingkah kakaknya bersama istrinya itu.
" pasangan yang cocok."
gumam atreya tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
.
.
.