
suara ketukan daun pintu terdengar dari luar ruangan.
" masuk." jawab Aaron dari dalam.
seseorang datang membawa secangkir teh hangat.
" ini teh panasnya, pak." ucapnya sambil menyodorkan cangkir ke atas meja kerja Aaron. lelaki dingin itu langsung melirik cangkir berisi tehnya itu, lalu beralih melirik ke arah gadis yang membawakan teh tersebut
" kenapa jadi kau yang bawakan?" tanya Aaron mengernyitkan dahinya.
awalnya Aaron meminta dibuatkan teh kepada Budi, salah satu OB dikantornya. namun yang datang malah gadis cleaning servis itu lagi.
" maaf, tadi pak Budi dimintai tolong sama mbak Sesil untuk membelikan dia obat maag ke apotik."
ucapnya dengan wajah menunduk dan nada gugup.
" oh," Aaron menanggapinya acuh langsung meraih pegangan cangkir dan menyeruputnya.
" aaww...hups hups"
Bibir Aaron kepanasan. ia reflek menyimpan cangkir teh itu dengan kasar ke atas mejanya hingga cipratan tehnya mengenai berkas-berkas tender yang akan ditandatangani.
" siapa yang minta teh panas ?" Aaron melotot ke arah gadis itu.
" ma, maaf pak. apa tehnya terlalu panas ?" tanyanya pada Aaron tanpa menatap wajah Aaron.
Aaron terlihat sangat kesal. ia mengambil kembali cangkir tehnya, berjalan memutar meja kerja lalu mendekati gadis itu. Aaron mengangkat wajah nya dan memaksanya untuk meminum teh panas itu.
" ayo minum !!" Aaron menegukan teh itu kedalam mulutnya. gadis itu berontak kepanasan dan cepat bergerak mundur.
" auft...auft.. panass." ucapnya reflek seraya mengibas-ngibaskan tangan didepan mulutnya.
Aaron melihat nya malah menyeringai puas. "panas kan ?"
bibir gadis itu menjadi merah dan membengkak karena kepanasan. ia hanya terdiam seraya menundukkan pandangannya.
"cepat bikinkan saya teh manis hangat. ingat jangan teh panas !!" pinta Aaron dengan tegas dan raut wajah yang masih kesal.
" baik, pak. kalau begitu saya permisi." ucap gadis itu segera melangkahkan kakinya mundur, lalu berbalik badan dan keluar dari ruangan Aaron.
Aaron merasa sangat bersalah telah memaksa gadis itu ikut meminum teh panasnya.
" semoga ia baik-baik saja." gumamnya.
Aaron lalu mengambil beberapa kertas yang terkena cipratan teh tadi, lalu memberikannya pada Naomi.
" Naomi, bisa tolong kamu print kembali bagian yang ini ?" Aaron menyerahkan beberapa lembar kertas basah itu.
" lho, kok bisa basah begini, Pak ?" Tanya Naomi bingung.
" iya tadi terkena cipratan teh panas." jawab Aaron.
" Oowh." Naomi membulatkan bibirnya.
" bila sudah jadi, segera kau bawa ke ruangan ku ya!" pinta Aaron hendak beranjak dari ruangan Naomi namun tiba-tiba Naomi menarik tangan Aaron.
" tunggu pak !!"
Aaron langsung menoleh ke Arah Naomi lalu menatap nya.
" ada apa ? bisa tolong lepaskan !"
Aaron mengalihkan pandangannya ke tangan Naomi yang masih memegang tangan kanannya.
" oh, maaf pak."
Naomi reflek melepaskan genggaman tangannya.
" bapak tidak menunggunya disini saja ? ini tidak akan lama. saya akan print ulang sekarang."
ucap Naomi berusaha menahan Aaron agar tidak pergi dari ruangannya.
" aku tunggu diruanganku saja." ucap Aaron tanpa basa-basi lagi langsung keluar dari ruangan Naomi. "******." gumam Aaron dalam hati, lalu segera masuk ke dalam ruangannya.
tiba-tiba ponsel Aaron berbunyi, ia pun langsung meraihnya diatas meja.
' Atreya is calling'
" ada apa ?" tanyanya.
" kak, nanti sore bisakah Kaka menjemput ku dikampus ?"
" memangnya mang Maman kemana ? tadi pagi kau diantar dia kan ?" tanya Aaron heran.
" tadi setelah mengantar ku ke kampus, mang Maman ijin pulang, katanya dapat kabar anaknya sakit lagi. "
" oh, sepertinya aku harus mencari sopir cadangan lagi. mang Maman sering ijin terus."
" hallo Rea, sebentar sinyalnya jelek. aku akan keluar dari ruangan."
Aaron melangkah cepat dari ruangannya hendak mencari sinyal. namun ketika Aaron hendak membuka pintu ruangannya tiba-tiba dari arah luar seseorang juga hendak masuk dengan membawa nampan berisi teh manis hangat.
' BYURR'
mereka saling bertabrakan. dan membuat teh hangat itu menumpahi kemeja kerja Aaron. namun untung saja gelasnya keburu ditahan hingga tidak jatuh kelantai.
" aduuh, maaf pak. bajunya jadi basah."
gadis pembawa minuman tampak merasa bersalah dan mengusap-usap kemeja bagian depan Aaron yang sudah basah itu.
Aaron langsung menepis tangan gadis itu seraya menatap tajam padanya. dan memasukan ponselnya ke saku celananya.
" tidak perlu !! kau mau balas dendam ?", bentak Aaron geram.
gadis itu hanya menggeleng seraya menundukkan kepalanya.
"maaf saya tidak sengaja." lirihnya.
" jangan nunduk !" bentak Aaron.
gadis itu pun perlahan mengangkat kepalanya memandang ke arah Aaron. terlihat wajahnya yang pucat dan sedikit ketakutan.
" kau selalu menyusahkan saja." ucap Aaron kesal lalu membuka kancing-kancing kemejanya dihadapannya.
gadis itu malah menjadi semakin ketakutan. ia hendak pergi dari ruangan itu namun tangannya segera ditarik Aaron dengan kasar hingga tubuhnya menempel dengan tubuh kekar Aaron. Aaron pun kaget dan langsung mendorong pelan tubuh gadis itu agar sedikit menjauh darinya.
" maaf." ucap Aaron seraya membuka kemejanya. kini tubuhnya hanya dibaluti kaos putih polos ketat yang memperlihatkan otot-otot dan perut sixpack nya.
" kenapa bapak melepas kemejanya ?", gadis itu menundukan wajahnya. menghindari pemandangan indah dihadapannya kini.
mendengar itu Aaron menaikkan alisnya sebelah.
" hey, kau sendiri yang membuat kemeja ku basah. kau pikir aku membuka baju hendak memperkosamu ? tidak waras." ucap Aaron seraya melempar kemejanya ke arah gadis itu. ia pun reflek menangkap kemeja Aaron dalam dekapannya.
" bawa ke laundry ! satu jam sudah harus bersih, kering, dan licin kembali."
" baik. Pak." balasnya terlihat lega.
lalu ia pun segera beranjak menuju pintu keluar.
" tunggu !!" sergah Aaron tiba-tiba. gadis itu pun langsung menghentikan langkahnya sesaat.
" buatkan aku teh manis hangat lagi ! tapi aku minta OB lain yang mengantarnya. gak pakai lama."
ucap Aaron ketus.
" baik, pak." balasnya seraya membuka pintu menuju keluar dari ruangan Aaron.
Aaron kembali dibalik meja kerjanya. membuka laptopnya.
Naomi tiba-tiba saja masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
" ini berkasnya pak, sudah saya print ulang."
ucap Naomi seraya memandang terpesona ke arah Aaron tanpa berkedip.
" apa AC nya kurang dingin ya, Pak ?" tanya Naomi.
" tidak. kau boleh pergi sekarang, Naomi."
ucap Aaron mulai tidak nyaman dengan keberadaan Naomi.
" tapi Pak--"
" tolong panggilkan pak. Rudi sekarang !! ada yang harus saya bicarakan dengannya."
" baiklah."
Naomi tampak kesal lalu segera membalikkan tubuhnya menuju keluar.
" tunggulah Aaron. aku akan membuatmu menjadi tergila-gila padaku."
gumam Naomi dalam hati seraya menutup perlahan pintu ruangan Aaron dari luar.
.
.
.
maaf tsay, update nya rada telat. maklum lagi liburan diluar kota. 🤗
mohon dimaklumi ya