
setelah membersihkan diri, Kinara merebahkan tubuhnya yang lelah sehabis bekerja ke atas tempat tidur. tak lama kemudian Aaron datang ke kamar sambil membawa secangkir kopi yang ia bikin sendiri dipantry apartemennya.
" untukku ?"
tanya Kinara seraya menajamkan indera penciumannya karena wangi kopi itu sungguh harum dari biasanya.
" ini khusus untukku. wanita tidak boleh meminumnya."
sahut Aaron dengan cepat meneguk kopi yang terlihat masih panas itu.
" Aaron, itu kan masih panas. kenapa menenggak nya begitu ? apa lidahmu tidak kepanasan ?"
Kinara membelalakkan matanya.
" ini tidak terlalu panas."
sahut Aaron lalu menyimpan sisa cangkirnya keatas meja.
" tetap saja tidak baik meneguk kopi sekaligus begitu. ketakutan sekali aku akan memintanya darimu."
Kinara mendelik sinis pada suaminya itu.
" ya jelaslah, ini kopi khusus pria, wanita tidak boleh meminumnya."
sahut Aaron keceplosan.
" maksudmu ?"
Kinara mengerutkan keningnya.
" sudahlah, jenis kopi apa itu tidak penting. yang penting khasiatnya kau sendiri yang akan merasakan."
jawab Aaron tersenyum miring. Kinara pun tidak paham apa yang dibicarakan suaminya, dan ia tidak mau ambil pusing.
Aaron menjatuhkan tubuhnya disamping Kinara, setengah menindihhnya seraya menopang kepala dengan salah satu tangannya.
" sayang, menurutmu apa laki-laki itu baik untuk atreya ?"
tanya Aaron seraya memindahkan rambut Kinara kebelakang yang terurai hampir menutupi wajahnya.
" laki-laki siapa ?"
tanya Kinara mengerutkan keningnya.
" itu anaknya pak. Rudi ya ?"
Jawab Aaron malah balik bertanya.
" oh, Satria."
" giliran sama Mantan kamu inget."
ketus Aaron.
" ih, tau dari mana Satria mantanku ?"
Kinara terkejut Aaron mengetahuinya.
" Sean."
sahut Aaron ketus.
" ternyata kawanmu itu senang bergosip ya."
ucap Kinara tanpa mendapat tanggapan dari Aaron yang masih terlihat bengong seperti memikirkan sesuatu.
" aku rasa Atreya menyukai dia. aku bisa lihat binar matanya saat menatap laki-laki itu."
ucap Aaron.
" kau tidak ikhlas ya jika Rea menyukai seorang pria ?"
tanya Kinara mendongak, menatap wajah suaminya yang terlihat masih berfikir itu.
" tidak juga. aku hanya tidak ingin adikku jatuh ke pelukan pria yang salah. kau tau sendiri kan bagaimana Rea ? dia gadis yang polos, aku hanya takut kepolosannya dimanfaatkan orang yang berpura-pura mencintainya."
ucap Aaron.
" Sean pernah meminta ijin kepadaku untuk mendekati Rea. tapi tidak ku ijinkan karena aku tau bagaimana Sean yang dulunya suka bergonta-ganti pasangan itu. tapi dengan si Satria aku tidak tau sifat dan karakternya bagaimana. setidaknya kau pasti tau bagaimana perangai nya. kalian kan pernah dekat."
tutur Aaron mendelik dengan kalimat terakhirnya.
" setau ku Satria anaknya baik kok. aku sangat mengenalnya. dia memang bandel, tapi bandelnya itu beda. dia bukan playboy yang suka ganti-ganti pacar. hanya saja dia tidak bisa diperintah atau dikuasai. anaknya sangat aktif tapi menurutku positif. dia suka basket, karate, dan naik gunung. dibilang bandelnya ya itu, masih suka balapan liar, kebut-kebutan, dan---"
" cukup !!"
Aaron membungkam bibir Kinara dengan tangannya.
" jangan puji-puji dia lagi ! apa jangan-jangan kau masih menyukainya ? kalau aku tak kembali, kau pasti menerima perjodohan itu kan ?"
ucap Aaron dan mendapat cubitan menyakitkan diperutnya, hingga akhirnya menjauhkan telapak tangannya dari bibir Kinara.
" aww !! kenapa mencubitku ?"
" bicaramu ngawur, Aaron !! kamu sendiri yang ingin tau tentang Satria pada ku. setelah ku jelaskan malah marah. Dasar aneh."
tutur Kinara menggerutu seraya mengerucutkan bibirnya.
" aku hanya ingin tau sifatnya saja. bukan mendengar pujian yang kau lontarkan barusan."
ucap Aaron tak mau kalah.
" siapa yang memujinya ? kamu ini berlebihan sekali. sudah ah, aku mau tidur saja daripada terus berdebat seperti ini."
jawab Kinara mulai jengah. ia lalu membalikkan posisi tubuhnya menjadi membelakangi suaminya.
" ya sudah tidur saja sana !"
sahut Aaron lalu dengan cepat ia pun membalikkan tubuhnya, kini keduanya saling memunggunginya.
" kenapa dia menjadi menyebalkan begitu ? semakin berani melawanku dan tidak lugu seperti dulu."
gumam Aaron dalam hatinya merasa jengkel. ia berusaha memejamkan kedua matanya agar bisa tertidur, namun tetap saja tidak bisa. dadanya malah terasa panas, serta miliknya yang semakin mengeras hingga terasa sesak ingin keluar dari dalam sana.
" sialan !! kopinya mulai bereaksi nih."
umpatnya frustasi.
ia kembali mengubah posisi tubuhnya. melihat Kinara yang masih posisi membelakanginya.
" kin, apa kau sudah tidur ?"
bisik Aaron seraya melingkarkan tangannya diperut Kinara. mencium ceruk leher istrinya yang membuat Aaron semakin menggila.
Kinara memang belum sepenuhnya tertidur. ia masih bisa merasakan apa yang kini sedang suaminya lakukan. kinara tau betul apa dibutuhkan Aaron saat ini. ya, akan sangat berdosa bila seorang istri mengabaikannya.
akhirnya setelah sekian lama Kinara pun membiarkan tubuhnya kembali disentuh Aaron sepenuhnya. dengan sangat liar, Aaron mencium, melumatt, dan meremass semua yang ia kehendaki.
Aaron menaiki tubuh istrinya yang sudah tak tertutupi sehelai benang pun. ia sangat tau bagaimana membuat istrinya itu terbuai dengan sentuhannya.
" aagghh..."
terdengar lenguhan yang lolos begitu saja dari bibir Kinara. dan membuat suaminya itu semakin bersemangat meski tubuh mereka sudah basah dengan keringat.
mereka pun menghabiskan malam panjangnya dengan making love beberapa kali. hingga menjelang pagi barulah berhenti, karena terlalu lelah hingga keduanya tertidur dengan lelap.
.
.
.
.
ada yang belum ngintip Novel terbaru ku belum nih ??!! 😁😁😁😁
judulnya ALEEYA 24 WEEKS
cerita nya tentang Aleeya yang menikah lagi dengan adik mantan suaminya.
ini sudah UP ke episode 5 lho....
😍😍😍😍😍
happy reading !!! 🤗
selalu jaga kesehatan ya, readers... jangan lupa rajin cuci tangan dan berdoa.
semoga kita terjauh dari virus covid-19 yang mulai mewabah dinegeri ini.
aamiin yra 🤲🏻