In Your Love

In Your Love
mencoba berdamai



nampak Aaron mengunyah makan malamnya dengan cepat seperti orang yang kelaparan saja. Shofi dan Atreya terbelalak menatap Aaron yang asik melahap nasi soto ayam buatan Kinara tadi siang.


" pelan-pelan dong kak, makannya !"


ucap Atreya seraya menggelengkan kepalanya.


Aaron hanya menatap atreya sekilas lalu kembali menyantap suapan terakhir dipiringnya.


" kamu sih dari siang mengurung diri dikamar. jadinya kelaparan kan."


sahut Shofi, lalu menuangkan air putih kedalam gelasnya Aaron.


" cape, nek. jadinya ketiduran."


jawab Aaron meneguk air putih yang disodorkan Shofi hingga habis setengah gelasnya.


" oh, nenek kira kamu menghindari Kinara."


terka Shofi.


Aaron langsung menelan salivanya. memang awalnya sih begitu, ia malas bertemu lagi dengan kinara, akhirnya ia memilih mendengarkan musik dikamar setelah Sean pamit pulang. tapi didalam kamar, Aaron malah ketiduran sampe menjelang Maghrib tadi.


" memangnya kenapa dengan Kinara ?"


atreya mulai curiga dengan mengerutkan keningnya.


" itu lho, kakakmu ini tidak setuju kalau Kinara bekerja dirumah kita."


atreya membulatkan kedua matanya.


" kenapa kakak tidak setuju ?"


tanyanya seraya memicingkan mata menatap serius pada Aaron.


" karena temanmu itu selalu menyusahkan kita. dia yang punya masalah, kita yang kena getahnya."


timpal Aaron.


" kita ? kakak sendiri yang berfikiran seperti itu. aku sama nenek tidak merasa disusahkan Kinara kok."


sahut Atreya.


" memang benar, aku merasa kalau temanmu itu selalu menyusahkan ku."


jawab Aaron menutup makan malamnya dan hendak beranjak dari tempat duduknya.


" tunggu kak, dengarkan aku dulu !!"


sergah atreya menarik tangan Aaron. Aaron pun menoleh kearah atreya, ia melihat binar-binar bintang dimata atreya, yang membuat Aaron terpaksa menjatuhkan dirinya kembali keatas kursi makan.


" kak, Kinara itu gadis yang baik. dia tidak seburuk menurut pandangan kakak. ia butuh pekerjaan untuk biaya pengobatan dan membayar utang-utangnya om Revan dengan bank."


" om Revan ? hubungannya apa ?"


tanya Aaron seraya mengangkat sebelah alisnya dan menatap tajam pada atreya.


" Kinara itu putri pertamanya Revan. nenek kira kau sudah tau."


sambung Shofi.


" apa ? jadi dia anaknya om Revan ? dan gadis yang waktu itu kemari--"


" itu Kanaya, adiknya. masa iya kakak menyukai gadis SMA ?"


potong atreya seraya menarik garis bibirnya hingga membentuk senyuman jail.


" apa maksudmu bicara begitu ?"


sahut Aaron mendengus.


" sudah-sudah ! nenek pusing mendengar perdebatan kalian. nenek cape mau kekamar duluan. "


ucap Shofi mulai jengah, lalu beranjak pergi menuju ke kamarnya.


sementara Aaron dan Atreya hanya terdiam seraya beradu pandang.


" kenapa kota ini begitu sempit ? hingga semua orang yang baru ku kenal selalu ada hubungannya dengan si lady escort itu. aargghh !! "


gumam Aaron dalam hati seraya menggeleng-gelangkan kepalanya.


" kakak kenapa ?"


atreya yang sedari tadi memperhatikan tingkah kakaknya itu nampak mengerutkan dahinya bingung.


" tidak apa-apa. aku mau ke kamar saja."


sahut Aaron seraya berdiri dari posisi duduknya dan berlalu menuju kamar meninggalkan atreya sendirian dimeja makan.


tak lama kemudian, Atreya pun ikut beranjak berdiri dengan mengambil tongkat kruk yang ia sandarkan ditepian kursi. namun saat tangannya bertumpu pada kruk, kaki kanannya malah tersangkut disalah satu kaki-kaki kursi yang ia duduki.


'BRUKK'


atreya pun terjatuh ke lantai.


Sontak Aaron menghentikan langkahnya, lalu membalikkan tubuhnya kearah atreya.


" Rea !!"


Aaron berlari menghampiri atreya yang sudah tersungkur dilantai.


" kakiku tersangkut, kak."


" coba liat ! apa kakimu terluka ?"


dengan khawatirnya Aaron mengangkat kaki kanan atreya dan mengusap-usap lembut.


" tidak kak, hanya sakit pinggang saja karena benturan lantai."


jawab atreya.


Aaron pun sontak memindahkan pandangannya kearah pinggang atreya dengan begitu khawatirnya.


" masih sakit ?"


Aaron mengelus-elus pinggang atreya.


" sudah tidak terlalu."


sahut atreya.


" kalau kau kesulitan berdiri, kenapa tidak minta tolong saja dari tadi."


" maaf, kak."


lirih atreya menatap Aaron dengan matanya yang sudah berkaca-kaca.


" ayo berpeganglah !"


pinta Aaron seraya merangkul tubuh atreya.


Atreya pun melingkarkan kedua tangannya ditengkuk leher Aaron. dan Aaron pun merengkuh tubuh adiknya itu dalam gendongannya hendak dibawa kekamar atreya. lalu merebahkannya diatas tempat tidur.


" tidurlah ! kalau kau butuh sesuatu tinggal telpon aja, aku ada dikamar disebelah."


mendengar ucapan Aaron, atreya pun hanya mengangguk seraya menatap mata hazel milik kakaknya itu. atreya merasa beruntung memiliki seorang kakak laki-laki yang begitu menyayanginya dari sejak ia kecil hingga sekarang. bagi atreya, Aaron adalah malaikat pelindungnya.


" kau sungguh adik yang menggemaskan, Rea. aku akan selalu menjaga mu seumur hidupku. itulah janjiku pada mom and dad."


lirih Aaron dalam hati seraya mengelus-elus puncak kepala atreya.


" kak, aku harap kakak bisa bersikap baik pada Kinara. lakukan itu demi aku, kak !!"


mendengar itu Aaron langsung beranjak dan melotot kearah atreya.


" Kinara. Kinara. Kinara saja yang ada dipikiran mu itu."


ucap Aaron mulai jengah mendengar nama itu ditelinganya.


" aku mohon, kak. cobalah kakak untuk mengenal ia lebih dekat lagi. kau akan tau sendiri jika Kinara tidak seburuk yang kakak kira."


tutur atreya berusaha bangun dari posisi berbaringnya, lalu menggapai lengan Aaron yang tengah berdiri disamping tempat tidur.


sejujurnya Aaron sangat tidak tega melihat adiknya memohon seperti itu. tapi disisi lain entah kenapa Aaron begitu tidak menyukai Kinara. Aaron masih berprasangka kalau Kinara bukan gadis baik-baik.


" baiklah jika itu maumu. aku akan mencoba berdamai dengan prasangka burukku terhadap gadis itu. aku lakukan ini hanya demi kamu. ya tentu, aku tidak bisa menolak apa maumu, atreya adikku."


gumam Aaron dalam hatinya yang selalu luluh dengan permintaan adiknya itu.


"kak !! Kaka mau kan melakukannya demi aku ?"


rengek Atreya seraya mengguncang-guncangkan lengan Aaron.


Aaron menarik nafasnya dalam-dalam lalu membuangnya dengan kasar.


" oke, Rea. aku akan melakukannya untukmu tapi dengan satu syarat."


"apa itu syaratnya ?"


atreya memicingkan matanya pada Aaron.


" kau jangan memaksakan aku lagi seperti ini. apalagi memaksakan sesuatu yang sesungguhnya aku tidak menyukainya."


tutur Aaron.


" jadi kakak terpaksa melakukannya ?"


sahut Atreya membelalakkan matanya.


" sudahlah. lebih baik kau tidur ! aku sudah berjanji untuk berdamai dengan Kinara. bukankah itu kan mau mu ?"


ucap Aaron seraya mengapit kedua pipi atreya dengan gemas.


Atreya mengangguk lalu memeluk Aaron dengan erat.


" terimakasih, kak."


" iya, sudahlah."


sahut Aaron seraya melepaskan pelukan Atreya perlahan. Aaron tidak ingin hasrat terlarangnya itu kembali hadir.


Aaron pun memutuskan untuk segera keluar dari kamar atreya.


.


.


.


like, komen, dan vote ya teman-teman pembaca 😉🤗