In Your Love

In Your Love
pasar kaget



Hari Minggu adalah hari yang paling di nanti-nanti banyak orang. Di hari Minggu, kita bisa bangun siang, nggak takut telat ke kantor atau sekolah. juga terbebas dari rutinitas yang bikin cape dan bermacet-macetan.


Didekat komplek perumahan nenek Shofi biasanya suka ada pasar kaget setiap Minggu pagi. pasar kaget merujuk pada konsep pasar yang hanya beroperasi pada jam dan hari-hari tertentu.


" nenek akan ke pasar kaget. apa kamu mau ikut ?" tanya Shofi pada Atreya yang sudah sibuk nonton infotainment dipagi hari, sedangkan Aaron baru saja bangun dan hendak mengambil air putih dari pantry karena tenggorokannya merasa kering.


mendengar itu Atreya langsung mematikan acara televisinya.


" ya aku ikut, nek." semangat Atreya.


" Aaron, apa kau akan ikut menemani kami ?" Shofi mengalihkan pandangannya pada Aaron.


Aaron membulatkan matanya.


" ke pasar yang desak-desakan itu ? NO." ia menggelengkan kepalanya. Aaron memang sangat menghindari tempat-tempat seperti itu


" ayo kak, ikutlah bersama kami ! disana ada banyak kuliner makanan yang enak-enak lho. bukannya kakak suka dengan batagor ?", bujuk Atreya.


Bola mata Aaron seketika membulat. mengingat nama makanan itu dia jadi menelan ludahnya sendiri. "kalau begitu aku titip batagor saja. tolong belikan satu porsi untukku ya, Nek !", pintanya kemudian.


" tidak. kalau Kaka mau, beli saja sendiri. lagian apa tidak kasihan dengan nenek ? ia akan sibuk membawa belanjaan dan mendorong rodaku nanti."


mendengar itu Aaron tampak bingung lalu mengacak-acak rambutnya sendiri. "ah, kau ini selalu mengancam dengan dua pilihan saja." sahut Aaron kesal.


Akhirnya Aaron mengalah dan memutuskan untuk ikut bersama mereka.


Atreya tampak menyeringai penuh kemenangan, sementara Shofi hanya tersenyum seraya menggelengkan kepala melihat tingkah kedua cucu kesayangannya itu.


*****


" kalian duduk saja disini. aku akan membeli beberapa sayuran disana. " kata Shofi hendak beranjak ke arah kerumunan kaum ibu-ibu yang sedang berbelanja aneka sayuran murah.


" Shofi !! ini Shofi kan ?" tiba-tiba dua orang wanita mendekatinya. wanita yang sebaya dengan Shofi, dan wanita yang satunya lagi lebih muda dari Shofi.


Ternyata mereka adalah ibu dan anak yang bernama Lastri dan Laras. mereka keluarga jauh Shofi dan jarang sekali bertemu. terakhir bertemu sudah puluhan tahun yang lalu.


" lho, bukannya kamu ada di Irlandia ?", tanya Lastri seraya memeluk Shofi sekilas.


" ya Tuhan. Lastri, hampir saja aku tak mengenali mu. sudah berapa puluh tahun kita tak bertemu ya ?" Shofi mengelus-elus bahu Lastri dengan matanya yang sudah berkaca-kaca. raut wajah yang sudah keriput itu terlihat bahagia. lalu pandangannya Shofi beralih ke sosok tubuh disamping Lastri.


" apa ini Laras ?" tunjuknya ke arah wanita yang lebih muda darinya itu.


" iya Tante, saya Laras. apa kabar dengan Kak Freya ? terakhir bertemu dengannya waktu Laras menikah dulu."


Aaron dan Atreya sontak terkejut mendengar nama mommy nya disebut-sebut.


" kenapa mereka mengenal mom ?", gumam Aaron dalam hati.


Sementara raut wajah Shofi berubah sendu.


" hey, apa ini anak-anak kak Freya ?", tanya Laras memandang Atreya dan Aaron secara bergantian.


Atreya dan Aaron hanya tersenyum seraya mengangguk pelan.


" iya ini anak-anaknya mendiang Freya." lirih Shofi.


Lastri dan Laras tampak membelalakkan kedua matanya menatap Shofi.


Shofi mengangguk pelan.


" iya, Freya dan Suaminya sudah meninggal hampir setahun yang lalu."


Lastri langsung merangkul Shofi seraya mengelus-elus punggungnya. sementara Laras masih terlihat shok mendengarnya.


Akhirnya Shofi menceritakan secara singkat kronologisnya kepada Lastri dan Laras. dengan kembali meneteskan air matanya.


" sudah, Nek. ayo kita pulang saja." tiba-tiba Aaron merangkul pundak Shofi mengajaknya beranjak dari tempat itu.


" nenek tidak apa-apa, Nak."


ucap Shofi mengelus bahu Aaron.


" tapi Nek--"


" katanya kamu ingin batagor. tuh, pedagangnya ada disebelah sana. ajak Atreya jalan-jalan dulu, nenek ingin berbincang sebentar dengan sepupu nenek ini. " ucap Shofi.


Aaron pun mengerti dan langsung mengajak Atreya pergi dari sana.


" kak, kita beli itu yuk ! keliatannya enak. bak-so-ba-kar." Atreya mengeja nama yang tertulis di roda penjual bakso bakar.


Aaron pun menuruti kemauan adiknya itu. ia berhenti dan langsung memesannya.


seperti biasa kakak beradik itu selalu menjadi pusat perhatian di manapun mereka berada. mungkin karena perbedaan fisik, warna kulit, dan wajah yang membedakan mereka dengan orang-orang disekitarnya.


" kak, lihatlah. gadis-gadis disana sedang berbisik membicarakan kakak. sepertinya mereka menyukaimu." goda Atreya melirik Aaron yang tengah asik memperhatikan pedagang bakso bakar. Pandangan Aaron lebih tertarik melihat pedagang yang sedang mengipas-kipas bakso tusuknya diatas perapian arang, daripada melihat pada gadis-gadis genit yang tengah menggunjingnya.


" kau bicara apa, aku tidak suka gadis Asia." jawabnya seraya mendelik sinis pada gadis-gadis yang tengah berbisik heboh itu.


" hush !! jangan bicara begitu kak. mommy juga kan gadis Asia. aku dan kaka juga ada keturunan darah asianya." Atreya berdecak kesal.


" iya maaf, aku gak nyadar." balas Aaron setelah melihat wajah adiknya yang langsung cemberut itu.


" semoga saja jodoh Kaka gadis pribumi sini." gumam Atreya.


" apa ?"


Aaron melotot ke arah Atreya,


Atreya pun langsung menutup mulut dengan tangannya seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


" apa aku jodohkan saja dengan Kinara." gumam Atreya dalam hati. tiba-tiba saja ide itu muncul dalam benaknya. mengingat Aaron yang dari dulu terlihat dingin dan seperti tidak tertarik dengan lawan jenisnya.


.


.


.


jangan lupa dukung terus author ya...


tiap hari ceritanya selalu up, namun akhir-akhir ini reviewnya agak lama. jadi mohon bersabar. 🤗😘