In Your Love

In Your Love
masa depan Atreya



Satria menemui Atreya yang tengah serius membaca buku di perpustakaan kampus. niatnya ingin membuatnya terkejut dengan mengagetkannya, namun semua gagal setelah atreya lebih dulu menyadari kedatangan pria usil itu.


" yaah, ketauan."


ucap Satria kesal, lalu menjatuhkan dirinya dikursi baca dan bersebelahan dengan gadis yang hendak dijahilinya itu.


atreya malah tertawa puas melihat Satria yang selalu usil dan jail itu, tapi kali ini rencananya gagal.


" kok belum pulang ? kamu menunggu ku ya ?"


tanyanya pada atreya.


" idih, jangan kepedean deh. aku tadi baru selesai mengerjakan tugas. trus Nemu buku bacaan ini jadi lupa waktu."


jawab Atreya seraya menunjukan buku novel yang tengah dibacanya pada Satria.


" oh."


pria itu membulatkan bibirnya seraya mengeja judul buku dijilid depannya.


" Bridge to Terabithia by. Catherine Paterson. WOW !! "


Satria terlihat takjub.


" kamu sendiri kenapa belum pulang, kok bisa disini ? jangan-jangan kamu mengikuti ku ya ?"


Atreya mencoba membalas Satria dengan pertanyaannya. tapi yang ada malah dirinya menjadi gelagapan sendiri.


" kalau memang iya kenapa ? kamu senang juga kan aku ikuti sampai ke perpus ini ?"


ucap Satria seraya mencondongkan kepalanya mendekati wajah atreya dengan raut wajah menggoda.


demi Tuhan, baru kali ini Atreya merasakan debaran jantungnya yang berdetak tak beraturan. menatap wajah Satria yang kini begitu dekat kurang dari sejengkal itu.


" apaan sih, sat. kamu ngaco deh."


sangkal atreya mendorong wajah Satria dengan telapak tangannya agar lebih menjauh darinya.


" kita nongkrong ke kafe milik ayahku yuk ! ada yang ingin aku omongin sama kamu. aku traktir deh."


ajak Satria.


" ngomong disini saja, kenapa harus ke kafe ?"


sahut atreya.


" disini tempatnya baca, non. bukan tempatnya curcol."


bisik Satria terkekeh.


" emmhh. ada yang mau curhat nih."


ledeknya membuat Satria mendengus. atreya pun segera membereskan alat tulisnya kedalam tas sebelum akhirnya mereka berdua pergi meninggalkan perpustakaan kampus.


***


" aku menyusul naik taksi online saja ya ! maaf, aku tidak bisa naik motormu, sat."


ucap Atreya saat berada didepan parkiran kampus.


" tenang saja, Rea. untuk hari ini aku sengaja gak bawa motor. aku bawa mobil punya mama, kebetulan doi sedang tidak ada jadwal mengajar."


kata Satria yang memiliki ibu seorang Dosen disalah satu universitas negeri di kota ini.


" oh memangnya kau sudah pulang kerumah ? nah gitu dong jangan tinggal di apartemen terus. itu baru namanya anak baik."


" sialan, kau malah menggurui ku."


umpat Satria melirik sinis pada atreya.


" aku tidak bermaksud menggurui, sat. aku hanya tidak ingin kau menyesal dikemudian hari. seperti aku yang telah kehilangan mommy dan daddy. aku tidak sedang bersamanya saat mereka tiada dan itu yang membuat ku menyesal hingga sekarang."


Atreya malah menangis. ia jadi teringat kedua orangtuanya.


Satria yang melihat atreya bersedih langsung memeluk gadis bermata biru itu. ia merengkuh tubuh atreya dalam dekapannya.


" maafkan aku, Rea. telah membuat mu bersedih dan kembali mengingat kejadian yang begitu menyakitkan hatimu."


ucap satria seraya mengelus rambut atreya. entah kenapa pelukan Satria telah membuat atreya merasa nyaman. sebelumnya Sean pernah memenangkan atreya seperti ini saat Aaron menjauhinya, tapi gadis itu merasa rengkuhan Sean tidak semenenangkan yang ini.


apa sekarang hati atreya telah berpaling dari Sean ?


***


Kinara terlihat sibuk melayani pesanan dan transaksi para pengunjung. sementara Aaron masih duduk manis disalah satu meja pengunjung sambil menikmati makanan serta minuman pesanannya.


sesekali kedua matanya melirik ke arah Kinara dimeja kasir sana. Kinara tersenyum saat melihat suaminya itu yang terus saja memperhatikan dirinya.


" pacarmu itu protektif sekali. masa dari kemarin ditungguin terus. apa dia itu pengangguran ya, kin ?"


bisik Meta saat mengambil kertas pesanan.


" kami baru saja baikan, Met. jadi wajar saja kalau sikapnya begitu."


bela Kinara tersenyum.


" oh begitu... jangan-jangan emang kamu sendiri yang minta ditungguin."


sindir Meta seraya menyikut bahu Kinara lalu pergi begitu saja ke bagian pantry.


" enak saja."


gumam Kinara menggerutu.


" pesan makanan yang paling enak disini dong !!"


tiba-tiba seseorang datang dihadapan dan mengagetkan Kinara hingga membuatnya mendongak.


" Satria ?"


Kinara terkejut dengan kedatangannya, ia lalu melirik ke arah gadis disebelahnya yang tengah sibuk memainkan ponsel seperti sedang mengirim pesan kepada seseorang melalui pesan WhatsApp.


" lho, Atreya ?"


" kin ? kok disini ?"


Atreya mengerutkan dahinya tak percaya karena bisa bertemu kembali dengan Kinara lagi hari ini.


" kalian saling kenal ?"


Satria juga tak kalah terkejutnya bahwa kenyataannya kedua gadis dihadapannya itu ternyata saling mengenal.


" jelas kenal lah. Kinara kan kakak ipar ku."


sahut atreya.


" Apa ?"


Satria membelalakkan kedua matanya.


" jadi suaminya Kinara itu kakakmu ? pria tua, bos perusahaan O'NEILL company ?"


Atreya melotot ke arah Satria.


" apa tadi kau bilang ? kakakku pria tua ?"


" iya, emang kenapa ?"


jawab Satria yang langsung mendapatkan pukulan keras dibahu kirinya dari kepalan tangan Atreya.


" aww !! sakit Rea."


Satria mengaduh.


" sudah-sudah ! cepat mau pesan apa ? dibelakang kalian sudah mengantri."


ucap Kinara seraya mengisyaratkan kedipan mata.


Satria menoleh kebelakang, ternyata benar saja apa yang dikatakan Kinara. ada beberapa orang yang mengantri.


" kami pesan dua chicken Cordon bleu dan minumnya dua orange jus saja."


pinta Satria.


" lho, aku tidak mau orange jus. jus kiwi ada, kin ?"


sahut Atreya protes.


" ada. mau kiwi aja ?"


atreya pun membalas dengan anggukan.


" ditraktir aja kok protes. ayo, kita cari tempat duduk yang kosong !"


ajak Satria kemudian.


sementara ditempat duduk pojok terdepan dekat kasir ada yang tengah kepanasan karena menahan emosinya sedari tadi.


Aaron mendengar semuanya. Atreya memang tidak menyadari keberadaan kakaknya disana. padahal jaraknya sangat dekat dengan kursi yang mereka kini duduki. mungkin karena pengunjung yang makan dikafe itu sedang ramai dan Atreya tidak begitu memperhatikannya.


" jadi kafe ini milik ayahmu, sat ?"


tanya atreya seraya mengedarkan pandangannya.


" iya, kafe ini baru buka dua Minggu yang lalu."


sahut Satria.


" baru dua Minggu tapi sudah rame gini lho. hebat berati ya."


puji atreya.


" iya dong, bokapnya siapa dulu..."


" ceehh ! apa hubungannya ? harusnya kamu belajar dari ayahmu itu. jangan balapan liar terus. kau harus sudah memikirkan masa depan."


tutur Atreya.


" masa depan yang bagaimana maksudmu ?"


Satria memicingkan matanya melirik tajam pada gadis dihadapannya.


" masa depan yang lebih baik dong. kelak jika kamu menikah, memang anak dan istrimu mau dikasih makan apa ? motor sport mu itu ?"


Satria menelan salivanya dengan keras saat mendengar ucapan atreya barusan.


" kalau begitu kamu mau kan menjadi masa depanku, Rea ?"


Atreya terkejut dan membulatkan matanya dengan sempurna. ia masih tak percaya dengan yang ia dengar barusan dari mulut Satria.


" apa-apaan ini ?"


tiba-tiba seseorang menggebrak meja keduanya. dan membuat beberapa pasang mata pengunjung yang lain terfokus memandangnya tak terkecuali Kinara.


" kakak ?"


.


.


.


hai Readers, ada novel baruku yang berjudul,


ALEEYA 24 WEEKS


by. Tiny Flavoi


baru up 2 episode. aku tunggu komennya dulu dari para pembaca. bila ceritanya menurut kalian menarik, maka akan dilanjut.


jadi tolong dilihat dan dibaca dulu ya, kira-kira menarik gak nih 😁🙏


terimakasih.