
sore itu Kinara dan Shofi asik mengobrol diselingi tawa canda ringan sambil menyiram tanaman dibelakang rumah.
" kapan kau akan melanjutkan kuliah lagi ?"
tanya Shofi disela-sela obrolannya.
" tidak tau nek, rasanya sudah malas."
" sayang lho, kin. padahal tinggal satu tahun lagi kan ? bisa-bisa nanti disusul atreya dong."
sahut Shofi tertawa.
" tidak apa-apa, nek."
" eh jangan begitu !! pokoknya segera lanjutkan kuliahmu dulu. Aaron juga sudah setuju kan, dan sudah dibahas sebelum kalian menikah kemarin."
Kinara hanya mengangguk diselipi senyuman, lalu ia kembali menyirami tanaman mawar milik Shofi.
" kebun mawar ini selalu saja terlihat berbunga ya nek, jika tanaman yang satu gugur maka yang lainnya mekar. tidak gugur semua, tapi bergantian dan saling melengkapi."
Kinara menyimpan gembor yang telah ia pakai menyiram ditepian dinding, lalu menempelkan penciumannya pada salah satu mawar mutih yang sedang merekah dan menghirupnya dengan mata terpejam.
" emmh. wanginya."
desih Kinara.
" ambillah kalau kau mau, kin."
" aku boleh memetiknya, nek ?"
Kinara terlihat antusias.
" tentu saja."
lalu Shofi lebih dulu menggunting tangkai pada sekuntum mawar putih, ia membuang setiap duri tajamnya dengan gunting itu, barulah memberikannya pada Kinara.
" terimakasih nek."
Kinara tak henti-hentinya menciumi mawar itu.
Shofi beranjak membereskan peralatan berkebunnya ke dalam sebuah box kayu. lalu berjalan ke arah kran air untuk mencuci tangannya.
Kinara pun mengikuti Shofi dan mencuci tangan dan kakinya sebelum kembali masuk ke rumah.
" kin, nanti kalau kau ke Dublin dan berkunjung ke makam anak nenek, tolong bawakan mawar putih ya. karena semasa hidupnya Freya sangat menyukai mawar putih."
ucap Shofi dengan kedua ujung mata yang telah basah namun masih tertahan oleh lipatan kantung matanya.
Kinara melihat ada guratan kesedihan dan kerinduan diwajah Shofi.
" memangnya nenek tidak ikut bersama kami ?"
" tidak. nenek sudah tua, dan rasanya sudah tidak sanggup terbang kesana. apalagi terlalu banyak kenangan tentang James suami nenek dan Freya disana. nenek titipkan Aaron dan atreya padamu. ingatkan selalu pada mereka untuk kembali kesini. nenek takut kehilangan mereka."
"baik nek. nenek jangan khawatir."
ucap Kinara seraya memeluk Shofi dan berusaha menenangkan dengan mengusap-usap lembut punggungnya.
Shofi dan Kinara akhirnya kembali kedalam rumah karena hari sudah mulai petang.
" Kinara !!"
tiba-tiba atreya datang dari kampus dengan menenteng paper bag ditangannya.
" Kok jam segini baru pulang ? hayoo kemana dulu nih."
ledek Kinara curiga, lalu membantu membawakan tas ransel atreya yang terlihat berat oleh laptop didalamnya.
" aku habis dari butik membelikan mu sesuatu. ambilah ! ini hadiah perkawinan mu dari ku."
atreya memberikan paper bag coklat pada Kinara. Kinara pun nampak senang, dan langsung menuju sofa ruang tv untuk membuka hadiah dari atreya.
" baju tidur ?"
Kinara membelalakkan kedua matanya.
" iya, baby doll nya lucu kan ? pokoknya nanti malam kamu harus memakainya. kalau tidak, aku akan sangat marah padamu. karena itu artinya kamu tidak menghargai pemberianku."
Shofi yang ikut menyaksikan itu pun hanya menahan tawanya melihat hadiah yang diberikan atreya untuk kakak iparnya itu.
baby doll berwarna hitam dilengkapi dengan sedikit detail renda.
Kinara pun hanya menyernyitkan dahinya seraya tersenyum paksa.
" bahkan sebelumnya aku tidak pernah memakai baju tidur seperti ini."
gumam Kinara dalam hati merasa geli sendiri.
***
sementara Aaron dan Sean, mereka masih dalam perjalanan pulang dari proyek luar kotanya.
cuaca malam yang dingin disertai hujan membuat perjalanannya sedikit terhambat, karena harus lebih ekstra hati-hati lagi dalam berkendara.
" jangan terlalu ngebut Sean ! turunkan kecepatan mu !"
" mentang-mentang udah kawin, kau jadi takut mati begini."
sahut Sean tertawa meledek.
" sialan !! aku takut mati bukan karena itu. siapa nanti yang jaga Rea ?"
" tenang saja kan ada aku, Sean Todd Russell. yang akan menjaga atreya selamanya."
Sean mulai terang-terangan pada Aaron bahwa dirinya memang menyukai atreya dengan segala kekurangannya.
" jangan gila kau Sean, aku mana mungkin memberikan adikku pada badboy seperti mu."
Aaron mendengus.
" sembarangan, kamu belum tau saja kalau adikmu itu justru malah menyukai badboy seperti ku. dia itu berbeda denganmu. dia lebih menyukai pria yang membuatnya menantang. sedangkan dirimu, selalu tidak tegaan dan cenderung baper."
ucap Sean dengan nada sindiran namun pandangannya tetap fokus menyetir.
Aaron terdiam, dirinya sudah lelah bila melanjutkan perdebatan yang tidak berfaedah dengan Sean. tiba-tiba terlintas dalam pikirannya tentang Kinara.
" apa dia sudah tidur ? tadi pagi dia sangat mengharapkan ciuman itu, tapi malah--"
Aaron terlihat cengengesan sendiri membayangkan kejadian tadi pagi. untungnya Sean tidak melihatnya karena ia masih harus konsentrasi menyusuri setiap Lika liku jalanan ditengah malam.
hingga akhirnya Aaron tertidur dimobil karena kelelahan. dan Sean hanya mendengus kesal saat mendengar dengkuran Aaron yang mengaum dan melihat kawannya itu sudah tertidur pulas disaat ia harus tetap membuka matanya lebar-lebar.
***
" bangun, bro !! sudah nyampe nih."
Sean mengguncang-guncang tubuh Aaron. Aaron langsung kaget dan mengerjapkan kedua matanya lalu menyapu seluruh pandangannya.
" ini kan dirumah ku."
ucap Aaron saat menyadari dirinya berada di parkiran depan rumah shofi.
" sepertinya kau benar-benar lelah. jadi langsung ku antar saja kemari."
" oke, kalau begitu bawa pulang saja mobilku."
Aaron pun segera turun dari mobilnya. setelah Sean kembali melaju, Aaron segera masuk ke rumah untuk segera beristirahat.
perlahan Aaron membuka kamarnya karena tidak ingin mengganggu tidur Kinara. dan benar saja, Kinara nampak sudah tertidur dengan balutan baby doll hitam pemberian atreya tadi sore.
Aaron membelalakkan kedua matanya seraya menelan salivanya.
" kenapa dia memakai pakaian seperti itu ? apa dia benar-benar sedang menggoda ku ?"
Aaron malah bertanya-tanya dalam hatinya. lalu ia pun segera ke kamar mandi untuk membersihkan badan karena sudah lengket dengan keringatnya sendiri.
selesai membersihkan diri, Aaron keluar hanya dengan menggunakan celana boxer dan bertelanjang dada seperti biasanya.
ia pun merebahkan tubuhnya disamping Kinara. tapi karena goyangan kasur saat Aaron tidur barusan, akhirnya membuat Kinara jadi terbangun.
"Aaron, kau sudah pulang ?"
tanya kinara seraya mengucek-ngucek kedua matanya.
" iya, maaf sudah mengganggu tidurmu ?"
Kinara menggeleng.
" apa kau sudah makan ? aku akan menghangatkan nya untukmu."
Kinara hendak beranjak dari tempat tidurnya namun segera dicegah oleh Aaron.
" tidak perlu !! aku sudah makan tadi dijalan. kau tidur saja lagi."
" oh, baiklah."
Kinara pun kembali merebahkan tubuhnya. dan kembali tidur membelakangi Aaron.
kedua mata Aaron masih terjaga. ia tengah asik memperhatikan leher hingga punggung istrinya dari belakang. terlebih Kinara yang mengenakan baby doll berbahan satin itu semakin jelas memperlihatkan lekuk tubuhnya yang seksi.
" kin ! Kinara !! "
panggil Aaron dengan suara lembutnya. namun entah kenapa Kinara tidak menyahuti panggilan suaminya itu.
" apa dia sudah tidur lagi ? kebo juga dia."
gumam Aaron. dan karena penasaran, ia pun beranjak menyondongkan kepalanya hendak mendekati wajah Kinara untuk memastikan. ternyata kinara benar-benar sudah kembali terlelap.
" ya sudahlah, besok pagi saja."
Aaron mendengus kesal, lalu memeluk gulingnya dan tertidur dengan membelakangi Kinara.
.
.
.
jangan lupa like and vote nya ya... biar author makin semangat nih 😄🤗