In Your Love

In Your Love
tunggulah aku



Kinara terbangun karena mendengar sesuatu yang gaduh ditelinganya. ia mengerjapkan kedua matanya perlahan lalu mencari sumber yang membuatnya terbangun itu.


didapatinya Aaron yang tengah memasukan beberapa pakaiannya kedalam tas ransel berwarna hitam. cara aaron mengemas barang memang tidak bisa luwes sehingga menimbulkan suara yang membuat istrinya terbangun.


" Aaron, kau mau kemana sepagi ini ? kau mau naik gunung dengan tas ransel itu ?"


tanya kinara dengan mata yang masih menyesuaikan dengan sinar lampu yang terang karena sudah Aaron nyalakan untuk membantu penerangan selama mengemasi barang-barangnya.


" apa aku mengganggu tidurmu ?"


Aaron malah balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Kinara, bahkan menoleh kearahnya pun tidak. ia masih sibuk sendiri mengemasi.


Kinara beranjak bangun dari tempat tidur lalu menghampiri Aaron.


" kau tidak menggangu ku karena ini memang sudah pagi kan. tapi sepagi ini kamu mau kemana mengemasi pakaian ke dalam ransel ? kenapa tidak pakai koper sekalian agar muatannya banyak."


dengan kesal Kinara menarik tas ransel yang tengah dipegangi Aaron.


" hey, kemarikan kin !! aku akan pergi ke LA pagi ini. "


sahut Aaron melotot lalu menarik kembali ranselnya dari genggaman Kinara.


" ke Los Angeles maksudmu ?"


Kinara membulatkan kedua matanya dengan sempurna.


" iya, aku akan menemui wanita yang melahirkan ku."


" aku ikut."


sahut Kinara cepat.


" tidak boleh. kau tidak ingat apa kata paman Daniel ? kandungan mu masih sangat muda, jadi sangat rentan untuk bepergian jauh dulu."


Aaron menautkan kedua matanya menatap Kinara.


" jadi maksudmu, sampai melahirkan aku harus tetap disini ? lalu kapan kita pulang Aaron ? aku sudah rindu papa, mama dan nenek Shofi."


Rengek Kinara menggelayuti lengan Aaron dengan manja.


"bukan begitu, kin. bersabarlah, kita akan pulang setelah urusanku selesai. kau tunggulah disini sampai aku kembali."


Aaron pun melebarkan kedua tangan dan dadanya untuk merengkuh istrinya. Kinara langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang milik suaminya itu seraya memeluknya dengan erat.


" cepatlah kembali, karena aku tidak sanggup bertahan lebih lama tanpamu, Aaron."


lirih Kinara. air matanya menyeruak membasahi pipi dan tubuh Aaron yang masih bertelanjang dada.


Aaron segera melepaskan rengkuhannya lalu menatap wajah Kinara dengan seksama. ia berkali-kali bersumpah didalam hati bahwa dirinya sangat mencintai wanita yang ada dihadapannya saat ini. tangan Aaron bergerak, lalu ibu jarinya mengusap lembut kedua sudut mata Kinara yang terlihat masih meneteskan air mata.


" jangan menangis, aku akan cepat kembali untukmu dan calon anak kita ini."


tangan Aaron berpindah dan mengelus perut Kinara, lalu membungkukkan tubuhnya untuk mencium lembut janin yang ada diperut istrinya itu.


perlahan Kinara tersenyum lega. ia bahagia mendengar kata-kata Aaron yang sungguh menenangkan hatinya.


lalu kinara beranjak mendekati jendela. menyibak tirai dan membiarkan sinar mentari pagi menerobos masuk melalui kaca jendela kamarnya yang kini telah terbuka lebar. Kinara sangat menyukai mentari pagi yang selalu memberikan semangat baru dalam menjalani kehidupannya ini.


Aaron terus memandangi Kinara. rasanya begitu berat meninggalkannya untuk beberapa waktu, lalu ia pun mendekati dengan memeluk pinggang wanitanya itu dari belakang. Kinara sedikit terperanjat saat bibir Aaron menyentuh tengkuk lehernya.


bisik Aaron dan membuat Kinara menggeliat geli.


Kinara sejenak menutup kedua matanya saat Aaron mulai mencumbu lehernya. bahkan tangan Aaron mulai menyelusup masuk kedalam baju tidur model kimono yang Kinara kenakan. tangan Aaron meremas lembut kedua gundukan sintal milik Kinara.


" emmhh."


desis Kinara saat salah satu tangan Aaron berpindah membelai intim Kinara yang masih ditutupi kain tipis berbentuk segitiga itu.


" aahgg, Aaron."


Kinara menggigit bibir bawahnya saat jari suaminya masuk ke dalam. jarinya sudah sangat lihai terus bergerilya dan menyapa setiap sudut didalam sana.


Kinara terus mendesah saat dua jari itu terus mengocok intimnya. tubuhnya bersandar ditubuh Aaron yang memeluknya dari belakang. erangan Kinara kian menyulut gairah Aaron.


Aaron langsung merengkuh tubuh Kinara dan membawanya keatas ranjang. perlahan Aaron melucuti satu persatu pakaian Kinara dan juga dirinya.


Aaron mulai mencumbu dan menjilat bagian tubuh sensitif milik Kinara. Kinara pun tak berhenti mendesah menerima perlakuan luar biasa dari suaminya.


" eemhh, aahhgg..."


Kinara sangat menikmatinya.


nafas Aaron mulai memburu, dadanya terasa panas setiap kali mendengar desahan Kinara yang terdengar sensual itu, terlebih ada sesuatu yang mendesaknya ingin keluar karena sudah terasa sesak.


" aku tidak tahan lagi, kin."


desih Aaron seraya mengecup kening Kinara. Kinara pun mengangguk pelan sambil mengatur nafasnya yang sama-sama memburu.


Aaron melebarkan kedua paha Kinara untuk segera memposisikan dirinya. perlahan memasuki milik Kinara dengan sangat hati-hati karena menyadari istrinya itu tengah hamil muda.


" aahhgg, Aaron..."


teriak kinara memanggil nama suaminya seraya mendongakkan kepalanya memandangi wajah Aaron yang telah berhasil memasukinya.


keduanya hanyut dalam permainan panas ini. Aaron begitu menikmati keindahan tubuh istrinya itu. keringat membasahi tubuh keduanya. Aaron menggerakkan tubuhnya dengan cepat.


" aaahhgg..."


keduanya mendesah panjang saat keduanya berhasil meraih puncak kenikmatan bersama-sama.


Aaron lalu mengecup kening Kinara lalu menjatuhkan tubuhnya disamping istrinya itu. nafasnya masih ngos-ngosan namun hatinya terlihat lebih tenang. tak henti-hentinya Aaron menciumi pipi Kinara yang sedari tadi terus memandangi wajah suaminya yang basah dengan keringat itu.


" aku akan sangat merindukanmu, Aaron."


lirih Kinara membelai lembut rahang tegas milik Aaron.


" aku akan segera kembali untuk mu. aku sangat mencintaimu, Kinara."


ucap Aaron kembali mengecup kening Kinara lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh istrinya itu. tak lama kemudian Aaron beranjak turun dari tempat tidurnya untuk membersihkan diri dikamar mandi lebih dulu.


.


.


.