Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 90 : Kewaspadaan



Situasi gempa yang terjadi di Kerajaan ternyata juga terjadi di seluruh dunia, hal itu menyebabkan kegemparan dunia. Setiap penduduk yang ada di setiap Kerajaan berlarian kemana saja yang menurut mereka aman.


Tidak peduli bagaimana melihatnya, semua orang berlari tanpa mempedulikan sekitar. Bahkan terlihat beberapa anak-anak yang menangis karena terpisah atau yang lebih buruknya ditinggal orang tuanya.


Tapi untungnya masih ada orang-orang baik yang terlihat mengendong anak kecil tersebut untuk ikut berlari.


Kembali ke Glory. Begitu gempa berhenti, ibukota yang dari awal sudah hancur akibat serangan zombie dari dalam sekarang bertambah kacau lagi, setiap bangunan yang pada awalnya cuma rusak sedikit sekarang rata dengan tanah.


Di tempat Ratu, Kaisar Gardio dan Raja Strom duduk terdiam saat menatap Shin yang masih tidak sadarkan diri di tempat tidur darurat yang disediakan di bunker.


Rajanya yang tidak sadar dan Kerajaan yang bertambah kacau membuat Perdana Menteri Kazuo khawatir, selama dia menjadi Perdana Menteri dan orang kepercayaan Raja Kerajaan Allent, dia belum pernah menemukan bencana dahsyat yang menimpa Kerajaannya bertubi-tubi.


Hal itu membuatnya sedikit berpikir.


"Apa yang sebenarnya terjadi disini, tragedi apa yang akan terjadi dengan tanda-tanda yang datang ini."


Tapi sebanyak apapun juga dia berpikir, dia tetap tidak bisa menemukan jawaban pastinya.


Bersamaan dengan dia memilih untuk membuang jauh-jauh pemikiran tersebut, Kaisar Gardio buka suara dengan menyarankan sesuatu yang masuk akal.


"Sepertinya kita harus kembali naik ke atas, saya tidak bisa membayangkan kerusakan seperti apa yang akan ditimbulkan oleh gempa yang sangat dahsyat barusan."


"Iya kau benar juga, kita beruntung bisa selamat dalam bunker ini tapi apa yang akan terjadi dengan Ksatria kita masih berada di atas."


Memikirkan hal itu, Kaisar Gardio dan Raja Storm beserta Perdana Menteri dan seluruh Ratu memilih untuk keluar dari bunker bawah tanah dan kembali naik ke atas untuk melihat kekacauan apalagi yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.


Dan benar saja, gempa kuat yang tidak bisa diprediksi asal-usulnya tersebut menghancurkan seluruh tempat yang ada di Kerajaan.


Mereka dapat melihat beberapa Ksatria yang luka-luka akibat terkena puing-puing bangunan.


"Apa yang sebenarnya terjadi? kenapa gempa yang begitu kuat terjadi secara tiba-tiba?" Raja Strom bergumam dengan hati yang sakit saat melihat orang-orang terluka.


"Saya tidak tahu apa yang terjadi. Tapi apa yang dapat dipastikan saat ini adalah perasaan saya yang sangat tidak enak mengenai gempa ini." Balas Kaisar dengan suara yang sangat serius.


Pernyataan Kaisar tersebut membulatkan pemikiran Raja dan Perdana Menteri yang berdiri di sekitarnya, mereka berpikir sekarang apakah benar kalau gempa ini merupakan pertanda dari hal buruk yang menimpa mereka.


Di tengah-tengah pemikiran mereka, tiba-tiba datang Komandan Lain dengan kedua wakilnya menghadap ke hadapan Ratu.


"Yang Mulia Ratu. Apakah anda baik-baik saja?" ujar komandan Lain dengan wajah cemas.


Menanggapi pertanyaan cemas dari komandannya, semua ratu mengeluarkan senyumannya dan membalikkan pertanyaannya kembali kepada Komandan.


"Kami baik-baik saja. Tapi bagaimana dengan kalian bertiga?"


"Kami baik-baik saja, Yang Mulia Ratu. Terima kasih atas perhatian anda."


Komandan Lain tahu mengapa Ratunya menanyakan hal itu kepadanya, pasti karena beliau melihat noda merah yang terdapat di celana kanannya.


Dari ketiga orang tersebut hanya Komandan Lain yang sepertinya menderita luka paling parah, saat ini kulihat Nikola dan Norn, aku melihat bahwa mereka berdua hanya mengalami lecet sedikit di bagian kepala dan tangan. Hal itu jelas bagi Miko bahwa mereka bertiga pasti sibuk menolong Ksatria yang terjebak puing-puing akibat gempa.


Melihat hal tersebut membuat Miku sedikit tersentuh, dan dia berkata


"Anda tidak perlu berterima kasih, Yang Mulia Ratu, ini memang sudah menjadi tugas kami." Balas enggan mereka bertiga.


Tapi masalah yang mereka hadapi masih belum berakhir disaat mereka masih tertawa untuk menghibur diri mereka sendiri.


Sebuah getaran mendadak datang lagi menghantam tanah tempat mereka semua berdiri, hal ini membuat mereka semua panik dan keringat dingin.


"A-apa lagi yang terjadi?" Gumam seorang Ksatria sambil terus menutup telinganya sekuat tenaga. Hal itu juga dilakukan oleh semua orang yang berada di sana.


Itu wajar karena penyebab gempa saat ini bukan lagi sama seperti gempa yang pertama tadi, tapi gempa kali ini disebabkan oleh suara keras yang menggelegar ke seluruh dataran.


"Suara apa ini?"


"I-ini, ini seperti suara raungan. Tapi dari mana?"


Mereka semua terus menutup telinga mereka sekuat mungkin seakan-akan gendang telinga mereka akan pecah kalau mereka membukanya walau hanya sedikit.


Kurang dari satu menit, suara tersebut akhirnya berhenti. Tapi sekarang kerusakan yang dihasilkan oleh suara itu lebih parah dari gempa pertama.


➖➖➖➖➖


Keesokan harinya. Entah apa yang terjadi, tetapi setelah teriakan itu, sesuatu yang awalnya sangat sulit dicari akhirnya ketemu.


Benda itu tertanam lima meter didalam tanah di empat titik setiap sudut ibukota.


"Kalau bukan karena gempa yang menghancurkan tanah, mungkin kita tidak akan pernah tahu dimana benda sialan ini disembunyikan."


"Itu benar."


Kaisar dan Raja berbicara dengan nada sedikit kesal sambil memandangi sebuah alat yang entah apa kegunaannya tersebut.


Bentuknya seperti kendi air yang terbuat dari emas, memiliki lengkungan khas kendi biasa. Tapi yang membedakannya dari kendi biasa adalah ukiran dan gambar-gambar aneh yang menghiasi seluruh sisinya.


Namun dibalik keindahan barang ini terdapat semacam aura kematian dan kutukan yang sangat kuat, karena itulah diputuskan bahwa keempat kendi ini akan disimpan di tempat khusus.


Berhasilnya benda yang dicurigai ini didapatkan sepertinya memang berdampak besar, menurut dokter, tubuh Shin sudah mulai membaik walaupun dia masih belum sadar.


Tapi kabar itu sudah cukup bagi mereka semua.


Dengan menghilangnya penghalang yang menyegel ibukota membuat aura ibukota lumayan membaik, tapi penduduk yang merubah masih belum kembali seperti semula, masalah itu sekarang yang harus diselesaikan.


➖➖➖➖➖


Satu bulan kemudian setelah raungan yang tidak diketahui asal-usulnya tersebut yang menggetarkan daratan bumi yang tenang, banyak penduduk khususnya bangsawan Kerajaan yang bertanya-tanya suara apa itu dan darimana datangnya, bahkan tidak sedikit dari mereka yang ketakutan seakan bisa memprediksi bahaya yang datang kepada mereka.


Hal yang sama juga terjadi di antara para anggota WPL. Suara raungan dapat didengar di hampir seluruh daratan dunia membuat Kerajaan yang tergabung dalam WPL memfokuskan semua kekuatan dan sumberdaya mereka akan bencana yang bisa saja terjadi kapanpun.


Atas nasihat dan saran dari Dokter Regina, anggota WPL dapat berlatih dan menguatkan kekuatan pasukan Kerajaan khususnya pasukan Frame Rescue mereka sendiri.