Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 8 : Kudeta di Kekaisaran



"Apa kau mendengar berita kalau kekuatan Kekaisaran terpecah."


"Apa maksudmu?"


"Rumornya saat ini pasukan Kekaisaran terpecah menjadi tentara dan ksatria."


Kekaisaran Gardio adalah sebuah Kerajaan besar yang terletak di benua barat yang termasuk satu dari dua kekuatan utama benua barat.


"Untuk apa mereka membagi pasukannya?"


"Tidak ada yang tahu apa alasannya."


Disaat mereka sedang memikirkan alasannya. Salah satu dari mereka malah merubah topik pembicaraan.


"Oh iya. Apa kamu sudah bertemu dengan dragon slayer?"


"Aku bertemu dengannya kemarin. Aku tidak menyangka anak seumurannya bisa membunuh dua belas ekor naga di lima kerajaan, apalagi dia sekarang mendapatkan peringkat emas."


"Aku juga tidak percaya. Tapi kenyataannya memang begitu, kita harus bersyukur, seandainya dia menjadi musuh kita, pasti Kerajaan akan dihancur."


Dua orang ksatria Kerajaan Freedom sedang mengobrol sambil sarapan di barak ksatria.


Dalam beberapa hari ini berita tentang aku yang berhasil membunuh dua belas ekor naga di lima Kerajaan menjadi pembicaraan orang-orang.


Terkadang ada juga yang mencari ku untuk menanyakan bagaimana caraku melawan naga itu.


"Aku sudah lelah menjawab seluruh pertanyaan orang-orang."


"Itu sudah hal biasa bagi pahlawan pembunuh naga, Shin." Miku berkata kepadaku dengan senyuman.


Karena aku telah membunuh naga. Selain peringkat emas, aku juga mendapat julukan dragon slayer dari guild.


"Oh iya Shin. Apa kamu sudah mendengar berita tentang kekaisaran yang membagi terpecah?"


"Sudah. Para ksatria membicarakan itu dari tadi pagi."


"Apakah kita perlu mencari tahu alasannya?"


"Untuk sekarang tidak perlu." Jawabku sambil duduk di balkon kamar kami di istana.


Lebih baik aku tidak membawa diriku ke dalam masalah bangsawan terlebih dahulu.


"Baiklah. Bagaimana kalau kita sekarang pergi jalan-jalan ke ibukota, mumpung kita masih disini?"


Ekspresi Miku langsung berubah menjadi penasaran akan jawabanku.


"Kenapa tidak. Ayo kita pergi."


Wajah Miku mengeluarkan cahaya cerah saat mendengar ajakan ku.


➖➖➖➖➖


Saat ini kami berada di jalan utama ibukota Kerajaan Freedom. Saat kami sedang melihat- lihat, tiba-tiba kami mendengar keributan di tengah jalan. Tanpa pikir panjang kami berdua langsung berlari ke sana.


"Tolong ayahku. Dia kesakitan."


Seorang gadis menangis melihat ayahnya kesakitan dan mencoba meminta bantuan, tapi orang- orang hanya menonton tanpa ada yang menolongnya.


"Apa yang terjadi?"


Aku yang menerobos kerumunan langsung bertanya.


Mereka berdua memiliki telinga rubah. Apakah mereka ras manusia setengah binatang.


"Ayahku di serang monster saat mencoba melindungi ku." Dia mengatakan itu sambil terus menangis.


Tubuhnya orang yang terbaring di tanah itu terlihat menyedihkan. Dengan kulit yang mulai menghitam disertai bintik-bintik hijau di sekujur tubuh.


Racun. Apa ini penyebab tidak ada yang mau mendekatinya.


"Aku akan menyembuhkannya."


Saat itu juga aku langsung merapalkan mantra [Recovery] menghilangkan racun dan [Refresh] untuk mengembalikan tenaganya.


"Tenang saja. Shin pasti bisa menyembuhkannya."


Miku menenangkan gadis itu sambil terus memperhatikanku menyembuhkan pria malang itu.


Beberapa menit kemudian, pria itu tersadar dan membuat gadis itu menangis sambil memeluk ayahnya.


Kami berpindah dari tempat itu ke tempat yang lebih sejuk dan tenang.


Anaknya terus memeluk ayahnya dengan air mata yang masih tersisa di matanya.


"Terima kasih telah meyelamatkan nyawaku anak muda. Perkenalkan namaku adalah Olba Starnd, aku adalah pedagang dari Kerajaan Halman." Pria itu menundukkan kepalanya untuk berterima kasih.


"Halman?" Ujar ku.


"Kalau boleh tahu mau kemana kalian?" Tanya Miku.


"Kami berencana untuk pergi Kerajaan Allent."


"Untuk apa kalian pergi ke sana?"


"Saya berencana mengunjungi rumah temanku di Kerajaan Allent. Tapi saat kami di Kekaisaran Gardio, kami di serang."


"Apa yang terjadi saat ini di Kekaisaran?" Tanya ku.


"Kekuatan Kekaisaran terpecah. Dan sepertinya sekarang saat ini sedang ada kudeta di Ibukota."


"Kudeta?"


Apa sebenarnya tujuan kudeta ini dan siapa dalangnya.


"Bagaimana cara kalian bisa sampai disini. bukannya Kekaisaran itu jauh di barat?"


"Aku memiliki atribut sihir yang biasa aku gunakan untuk memindahkan barang dari toko ke toko lainnya. Mungkin karena kurang persiapan, aku langsung memakainya dan jadinya malah dikirim ke hutan."


Miku yang sedang mendengarkan penjelasan Olba langsung menatapku.


"Apa yang harus kita lakukan, Shin. Apakah kita akan membantu Kekaisaran?"


Mungkin lebih baik aku membantu daripada korban berjatuhan lagi.


"Ya. Tentu kita akan membantu."


Aku tersenyum ke arah Miku setelah mengatakan itu.


"Membantu Kekaisaran?" Pria itu bertanya kepadaku seakan tidak percaya.


"Tenang saja paman. Shin adalah orang yang kuat dan juga dragon slayer berperingkat emas." Miku dengan bangga memperkenalkanku.


"Peringkat emas? Dragon slayer?" Dia yang awalnya tidak percaya langsung terkejut setelah melihat kartu guild ku yang bewarna emas.


Aku langsung membuka [Gate] ke ibukota Kerajaan Allent untuk mengirim mereka.


Setelah itu kami meminta izin pamit ke Raja Freedom dan langsung menuju ke Kekaisaran.


➖➖➖➖➖


Saat ini kami berada di sebuah rumah yang aku sewa untuk beristirahat di Kerajaan Strom.


Kerajaan Strom adalah sebuah kerajaan di selatan Kekaisaran Gardio yang termasuk satu dari dua kekuatan utama benua barat bersama Kekaisaran Gardio.


Aku berencana untuk meninggalkan Miku di sini karena terlalu berbahaya untuk membawa dia ke Kekaisaran. Awalnya Miku menolak, namun akhirnya dia setuju dengan keputusanku.


Seelh pamit dengan Miku, aku membuka [Gate] dan pergi ke Kekaisaran.


➖➖➖➖➖


Saat aku sampai di ibukota Kekaisaran, keadaannya sudah kacau balau, kebakaran dimana-mana, pertempuran juga ada di sepanjang jalan.


Ketika aku melihat keadaan yang kacau, aku menyadari kalau baju orang-orang yang sedang bertarung itu berbeda, satunya memakai armor berlambang dan satu lagi memakai baju hitam dengan lambang yang dicoret.


"Sepertinya aku sudah tahu siapa yang ksatria dan siapa yang tentara. Dan apa-apaan yang terbang itu, apakah itu iblis."


Aku memejamkan mata dan memfokuskan aliran mana.


"Lacak jumlah ksatria dan tentara dan iblis di Kekaisaran." Perintahku dalam hati.


Seketika sebuah peta tiga dimensi muncul dalam pikiran, disertai dengan ribuan titik bewarna.


Ksatria 2 ribu orang dan tentara 10 ribu orang ditambah 5 ribu iblis.


"Selisihnya terlalu jauh. Apa mereka berniat menghancurkan Kekaisaran."


Tapi kalau ini kudeta. Siapa yang menggerakkan iblis itu.


"Lebih baik aku mencari Kaisar terlebih dahulu."


Menuju ke istana ternyata lebih sulit dari yang dibayangkan. Pertempuran dimana-mana juga membuat jalanan penuh dengan darah dan mayat.


Belum lama berlari, aku melihat seseorang yang terluka. Didepannya ada juga orang yang siap untuk menusuknya.


Sambil berlari ke arah mereka, aku membuka [Storage] dan mengeluarkan sebuah pistol yang ku buat sebelumnya.


Duahrrg


Tubuhnya kehilangan kendali dan jatuh tak berdaya ke sana tanah tepat di depan orang yang terluka itu.


"Kamu baik-baik saja?"


"Aku baik-baik saja. Apa kamu yang membunuhnya?"


"Dia tidak mati, hanya pingsan."


Itu hanya peluru karet.


"Itu bukan masalah saat ini. Dimana Kaisar?"


"Kaisar berada di dalam istana." Dia yang masih kesakitan mulai menjawab pertanyaan ku.


"Di istana ya. Aku akan membawamu ke tempat aman dulu."


Setelah mengatakan itu, aku langsung membawa dia ke salah satu rumah.


Namun di tengah jalan aku malah dihadang seseorang.


"Siapa kamu. Aku belum pernah melihatmu disini?" Seorang pria langsung menyerang, tapi sayangnya aku berhasil menghindarinya.


"Apa!?"


"Aku juga menanyakan hal yang sama. Hmmm. Aku tebak kamu pasti orang yang memimpin kudeta ini kan?"


Aku berspekulasi seperti itu karena aku melihat baju hitamnya sedikit berbeda dari baju tentara yang lainnya.


"Matamu jeli juga. Benar. Aku adalah jendral Barack, pemimpin dari kudeta ini."


Dia dengan sombong memperkenalkan dirinya


"Jendral?"


Kenapa seorang jendral melakukan kudeta ke Kerajaannya sendiri.


"Karena kamu sudah tahu identitas ku. Jadi aku tidak bisa membiarkanmu hidup."


Dia mulai membacakan rapalan yang tidak jelas. Tapi tiba-tiba saja muncul sesuatu dari lingkaran sihir tepat di hadapannya.


"Iblis menengah ya."


"Jadi kamu tahu ya. Kalau begitu ini akan jadi lebih mudah. Dia yang akan membunuhmu, bersiap-siap lah." Seringai jahat keluar saat iblis tingkat tinggi itu menatapku.


Iblis itu langsung menerjang dan mengayunkan cakar nya ke arahku. Aku bisa menghindarinya dengan mudah.


~(Fire Ball)~


Bola-bola api muncul dan menyerang iblis itu. Tapi tidak ada yang terjadi.


"Itu tidak mempan." Gumam ku dengan santai.


"Hahaha. Itu tidak akan mempan bagi iblis."


"Kalau begitu makan ini."


~(Arrow of Light)~


Puluhan anak panah itu meluncur dan berhasil melukai iblis. Tubuh iblis mulai terkikis.


"Berhasil. Kalau begitu ini akan mudah."


Anak panah tanpa akhir itu terus berjatuhan dari langit yang cerah.


Tidak memakan banyak waktu, akhirnya panah terakhir berhasil menembus pertahanan iblis dan berhasil menghancurkan inti kekuatannya.


"Tidak mungkin kamu bisa mumbunuh iblis tingkat menengah semudah itu."


"Tentu aku bisa." Aku tersenyum canggung kepada jendral jahat itu.


"[Paralyze]"


"Ghargguug......"


Jendral itu langsung lumpuh ditempat dan akhirnya pingsan.


Lemah dan hanya bisa mengandalkan kekuatan iblis. Aku heran kenapa dia bisa menjadi Jendral.


Lebih baik aku mengamankan Kaisar dulu. Walaupun dalangnya sudah kalah, tapi tentara dan iblis masih berkeliaran.


Setelah memastikan orang yang terluka tadi kuberi sihir [Recovary] dan [Refresh]. Aku memutuskan meninggalkannya di sana dan langsung menuju istana.


➖➖➖➖➖


"Siapa kamu?"


Aku langsung di acungkan pedang oleh seorang wanita disaat aku baru memasuki istana.


"Aku hanya petualang. Aku kesini ingin memberikan bantuan ke Kaisar dan keluarganya untuk melarikan diri. Namaku Tatsuya Shin, aku bisa menggunakan sihir teleport."


Aku menjelaskan apapun bahkan tanpa ditanya sekalipun.


"Apa benar kamu bisa memakai sihir teleport!?


"Iya."


Wanita itu sedikit ragu, tapi pada akhirnya dia memutuskan untuk mempercayainya.


"Kalau begitu ikuti aku!"


Saat kami sampai di depan pintu besar. Dia membuka pintu itu perlahan, aku melihat pria yang aku tebak adalah Kaisar sedang terbaring di tempat tidurnya.


Yang membuatku kaget adalah seorang gadis yang kira-kira berumur empat belas tahun yang akan ditusuk oleh tentara di samping tempat tidur Kaisar.


Tidak semudah itu membunuh orang.


"[Paralyze]"


"Ghargguug......"


Seketika tentara itu jatuh dan pingsan pingsan di tempat. Ksatria wanita itu bergegas melihat keadaan gadis.


Setelah aku menyembuhkan Kaisar yang keracunan. Aku langsung menanyakan penyebab kudeta.


Dia mengatakan kalau Jendral itu ingin meningkatkan pertahanan Kekaisaran supaya bisa berperang dengan Kerajaan Storm.


Sepertinya hubungan Kekaisaran Gardio dan Kerajaan Strom sedikit tidak harmonis ya.


"Saya sekarang tidak tahu di mana keberadaan Jendral itu." Kepala Kaisar menunduk saat mengatakan itu dengan ekspresi marah karena tidak bisa melindungi Kekaisarannya.


"Ohh. Kalau yang kamu maksud itu jendral Barack. Dia sudah dibereskan."


"Kamu berhasil membunuhnya?" Kaisar, Putri dan ksatria wanita itu kaget oleh pernyataan tiba-tiba ku.


Lebih tepatnya melumpuhkannya, bukan membunuhnya. Tapi ya sudahlah.


"Aku sudah mengalahkannya."


Aku membuka [Gate] dan perlahan muncul tubuh Jendral itu di lantai dalam keadaan pingsan.


"Itu benar-benar Jendral barack. Bagaimana caramu mengalahkan?"


"Tidak usah dipikirkan."


"Anak muda. Siapa kamu sebenarnya?" Tanya Kaisar dengan wajah serius.


"Aku hanya petualang yang kebetulan lewat."


"Baiklah kalau begitu." Jawab kecewa Kaisar.


Tidak nyaman berlama-lama disini.


"Kalau begitu aku permisi dulu. Soalnya masalah di luar belum selesai, aku harus menyelesaikannya."


"Baiklah. Terima kasih, hati-hati anak muda."


Setelah pamit, aku pun berteleport ke luar istana.


Butuh empat puluh menit untuk melumpuhkan semua tentara dengan iblis.


Sepertinya aku masih belum bisa menggunakan sihir ini dengan baik


Untuk apa punya banyak elemen kalau tidak bisa memakainya dengan baik.


Aku harus lebih banyak belajar.


"Akhirnya selesai sudah."


Karena kelelahan, aku memutuskan untuk beristirahat di salah satu bangku di alun-alun kota.


Saat sedang istirahat. Aku mendapat panggilan telepati dari Haku yang ku perintahkan menjaga Miku di rumah.


"Ada apa Haku?"


"Tuanku. Hamba diminta nona Miku untuk menyampaikan kabar kalau disini saat ini sedang ada upaya pembunuhan Raja."


"Pembunuhan Raja? "


Sudah kuduga.


Kalau kudeta Kekaisaran bermotif ingin memulai perang dengan Kerajaan, tentu saja Kerajaan juga akan tindakan lain dan melimpahkan kesalahan kepada Kekaisaran.


Masalah lagi ya.


Aku yang kelelahan membuka [Gate] ke rumah.


Saat aku sampai, Miku langsung berlari ke arahku.


"Shin. Ada kabar yang tersebar di Kerajaan kalau Raja diracun oleh seseorang."


"Diracun!?"


"Kita harus menyelamatkan Raja." Kata Miku.


"Tenang. Tentu kita akan menyelamatkan Raja, jadi kamu jangan panik lagi."