Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 66 : Niat Asli Petualang Emas



Kaori menatap Hilda dengan penuh perhatian. Matanya membelalak, seolah menatap jiwa gadis malang itu untuk mencari sebuah rahasia. Setelah beberapa saat, Kaori tiba-tiba angkat bicara.


"Kamu sedang jatuh cinta, bukan?"


"A-Huhwhat!?" Hilda menjerit, mundur ke belakang saat warna merah melintas di pipinya. Ekspresi tenangnya sepenuhnya dilenyapkan, digantikan oleh alis yang berkeringat dan mata yang panik.


"A-Apa pun maksudmu, uhm... Maksudnya?! Aku suka?! Cinta?! HA HA HA! Ha! Jangan konyol, Nyonya."


"Mfuhuhu... Cinta tidak pernah bisa lepas dari tatapanku. Apakah kamu ingin saya memberimu beberapa petunjuk? Kamu harus datang ke kamarku nanti, saya akan mengajarimu etiket pacaran yang benar."


Kakakku pergi ke ruang makan setelah meninggalkan komentar aneh. Hilda juga menjadi merah padam, kedua tangannya saat ini menutupi wajahnya.


"Hei, eh, kamu baik-baik saja?" Tanyaku.


"Hah?! Ya! HA HA! Aku baik! Aku benar-benar baik, sebenarnya. Terima kasih banyak sudah bertanya, tapi aku baik!"


Apa kamu yakin akan hal itu…? Jika kamu lebih merah dari ini, akan ada uap yang keluar dari telingamu, kamu seharusnya tahu itu.


Tetap saja, jika Karen mengatakan dia sedang jatuh cinta, maka dia pasti sedang jatuh cinta.


Ketika Dewi Cinta mengatakan sesuatu tentang itu, aku akan cenderung memercayainya.


Tampaknya pada akhirnya ksatria wanita juga memiliki hati layaknya seorang gadis biasa.


Wajahnya juga langsung memerah setelah memikirkan pria yang disukainya. 


Dia gadis yang beruntung.


Aku sedikit kurang nyaman saat dia sesekali melirikku. Mungkin dia malu karena aku melihatnya dalam keadaan seperti itu.


"Bagaimanapun. Tuan Putri Hilda, dan uh, mantan Raja. Akankah kita berpindah sekarang?”


"A-Ah, uhm. Tolong jangan panggil ku Tuan Putri Hilda lagi. Tidak perlu formalitas seperti itu. Aku lebih menyukai jika anda memanggil ku Hilda." Sang Putri membuat permintaan malu-malu.


"Baiklah kalau begitu. Aku akan memanggilmu Hilda mulai saat ini."


"T-terima kasih!"


"Ohohohohh." Hilda tersenyum lebar, tetapi kakeknya hanya tertawa kecil di belakangnya.


Apanya yang lucu, pak tua ?!


➖➖➖➖➖


"Jadi, apa yang membawamu ke sini?"


Hilda dan kakeknya duduk di sofa tiga orang di ruang kerjaku. Sementara aku duduk di hadapan mereka, mendengarkan tujuan asli mereka.


Mereka memberitahukan kalau mereka berdua kesini secara sembunyi-sembunyi guna untuk tidak menarik banyak perhatian.


Mantan Raja adalah petualang peringkat emas, jadi dia memiliki banyak koneksi yang bisa membantunya untuk kesini tanpa hambatan.


"Ya, kami sebenarnya ingin mendiskusikan insiden Slave dengan anda." Hilda mengemukakan masalah itu dengan cukup cepat. Aku tidak terlalu terkejut, semua hal pasti akan dipertanyakan.


Peristiwa itu melibatkan beberapa anggota Kerajaan asing, dan Slave telah menyebarkan segala macam kebohongan yang tidak berdasar dan tidak konsisten tentang apa yang terjadi, sehingga sebagian besar Kerajaan yang tidak terlibat tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi.


Masalah itu sebagian besar terjadi di sisi timur benua, karena sekutu barat mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Agak lucu mengetahui bahwa barat tahu lebih banyak tentang situasi di timur.


Guild juga membantu menyebarkan kebenaran masalah ini, tetapi fakta-fakta itu terdengar lebih aneh. "Binatang buas yang tidak terpengaruh oleh sihir, dengan kemampuan regenerasi yang kompleks, dan mereka muncul karena robekan di ruang angkasa." Tidak ada yang pernah mendengar hal seperti itu, jadi masuk akal untuk tidak mempercayainya.


Aku merinci dengan tepat apa yang terjadi pada mereka berdua, karena tidak perlu lagi berbohong.


"Wow. Jadi benar-benar ada invasi oleh makhluk bernama Failer. Dan anda mengatakan bahwa Gardio, Strom, Halman, Elchea dan Orphen bersatu dan bertarung bersama?" Tanya mantan Raja.


"Failer itu adalah musuh yang tidak bisa kita kalahkan jika kita tidak bersatu. Hanya satu serangan Failer tingkat tinggi mampu menyapu Shenghai dari peta."


"Cerita yang menakutkan. Apakah Anda pikir ini bisa terjadi lagi di tempat lain?"


Kekhawatiran mantan Raja itu dapat dimaklumi. Bagaimanapun, kelompok kecil Failer juga telah muncul di Lestin beberapa waktu lalu. Aku dapat tahu itu dari laporan Relisha.


Jadi aku memutuskan untuk tidak membohongi mereka bardua, dan memberi mereka kebenaran yang jujur ​​tentang masalah ini.


"Aku tidak berpikir bahwa hal seperti ini akan terjadi untuk sementara waktu, tetapi masih ada kemungkinan nyata insiden ini bisa terulang kembali di tempat lain. Karena alasan itulah aku telah mempersiapkan tindakan balasan."


"Itu adalah Frame Rescue, kan? Prajurit raksasa?" Ujar Hilda dengan cepat.


Aku terkejut mereka tahu namanya, tetapi pada saat yang sama aku tahu kalau pada akhirnya ini akan terbongkar ke Kerajaan yang tidak aku kenal.


Aku memutuskan dalam hal ini akan lebih baik untuk menunjukkan daripada memberitahu, jadi kami pindah ke dataran barat kastil.


Mantan Raja, Hilda, dan para pengawal terkejut ketika aku memindahkan mereka melalui mantraku.


"Ini adalah salah satu dari Frame Rescueku. Aku menyebutnya Knight Baron. Ini salah satu senjata utama kami dalam memerangi Failer."


Penjelasanku sama sekali tidak didengar. Orang-orang di daerah itu benar-benar tenggelam di dalam kekaguman.


Aku mengeluarkan radio dari [Storage] dan menghubungi Liora yang saat ini sedang duduk di kokpit.


"Baiklah, tunjukkan beberapa gerakan pada mereka!"


"Baik, Tuan." 


Liora mulai menampilkan berbagai gerakan dengan Frame Rescue. Dia berjalan, berlari, mengeluarkan senjata, mendorong, dan menebas.


"Berapa banyak yang dikerahkan di Slave?"


"Sekitar lima ratus, sudah termasuk unit cadangan. Itu cukup jauh, mengingat ada sekitar dua puluh ribu Failer."


"Lima ratus!? A-Apa yang akan Glory lakukan dengan kekuatan seperti ini."


Mata mantan Raja tertuju padaku, seolah berusaha menyelidiki ku untuk mendapatkan informasi. Aku tidak bisa menyalahkannya. Siapa pun akan mencurigai niat seseorang jika mereka memiliki kekuatan sebesar ini.


"Anda bisa percaya padaku atau tidak, tapi aku tidak bermaksud menggunakan kekuatan ini untuk menaklukkan. Aku hanya akan menggunakannya dalam kondisi serius. Tujuan pertama dan terpenting adalah untuk melawan Failer.


"Aku dapat berjanji kepada Anda bahwa anggota aliansi WPL lainnya bahkan tidak akan menggunakan salah satu Frame Rescue ini kecuali terjadi krisis nyata."


"Bagaimana Anda mendefinisikan krisis nyata tersebut?"


"Jika Bahemoth muncul, atau jika kita perlu menyelamatkan orang dari bencana alam. Bagiku itu sudah termasuk krisis."


"Lalu, sebagai contoh. Jika Lestin membentuk aliansi dengan Glory, akankah kami mendapatkan akses juga ke Frame Rescue ini?"


"Jika Anda menggunakannya untuk situasi yang jujur ​​dan bukan perang, maka tentu saja."


Mana mungkin akan aku biarkan Frame Rescue digunakan untuk berperang dengan Kerajaan lain.


Setelah mendapatkan lampu hijau dariku, mantan Raja langsung masuk ke topik tersembunyinya.


"Alasan saya datang ke Glory adalah untuk membangun hubungan persahabatan. Saya tidak bisa secara resmi mengusulkan aliansi tanpa anak saya, meskipun saya yakin dia tidak akan menolaknya."


"Aku dengan senang hati menjalin aliansi dengan Lestin, tapi aku harus berkonsultasi dulu dengan anggota lainnya."


Aku tidak benar-benar berharap akan ada yang keberatan, tetapi formalitas masih lah formalitas.


Aku cukup senang melihat citra Lestin. Dengan menjadikannya Kerajaan Ksatria, mereka tampaknya memiliki orang yang berbakti, jujur, dan mulia.


Pria tua yang meraba-raba ini mungkin satu-satunya noda hitam yang terdapat di Kerajaan itu.


➖➖➖➖➖


"Haaaaaah!!!"


"Hiyaaaaaah!!!"


Kedua pejuang berhenti beberapa inci sebelum pedang kayu mereka menyentuh lawan mereka.


Pedang Putri Hilda bersandar di pinggang Rin, sementara pedang Rin melayang tepat di leher Hilda. Mereka berdua sangat berbakat di dalam hal perpedangan.


"Baik. Selesai." Kataku sebagai wasit.


Hilda mengatakan dia ingin menghadapi pendekar pedang terhebat di Kerajaanku, jadi aku memutuskan Rin yang paling cocok. Lagi pula, tidak mungkin aku menurunkan kakakku untuk menghadapi Hilda.


Selama beberapa hari belakangan, aku telah menunjukkan kepada Rin beberapa situs web dan video yang berkaitan dengan ilmu pedang tradisional.


Dia menyerap info itu dengan cepat layaknya sebuah spons saat sedang menyerap air.


Namun, gaya lamanya tetap dia pertahankan, dan hasilnya saat ini dia sudah menciptakan gayanya sendiri.


Kenapa dia masih mempertahankan gaya lamanya ya. Apa mungkin gaya itu merupakan gaya bertarung keluarganya yang dia warisi.


Gumamku saat melihat mereka berdua.


Mereka berdua menurunkan senjata dan menghela bernafas berat.


"Itu pertandingan yang sangat menyenangkan. Anda benar-benar memiliki ksatria yang luar biasa, Yang Mulia."


"Hmm? Ah, aku bukan salah satu ksatrianya."


"Ehhh?"


Hilda menjabat tangan Rin, tetapi memiringkan kepalanya dengan bingung saat mendengar kata-katanya.