
Di alam terbawah dari kesadaran Shin. Jiwa Shin saat ini sedang terkurung atau bisa dikatakan menolak untuk keluar.
Penyebabnya adalah karena adanya penyesalan yang belum dilupakan oleh Shin di dunia lamanya. Setelah Shin matipun, dia sudah memikirkannya dan sekarang dia malah tertekan oleh penyesalan itu.
Apa yang harus aku lakukan.
Bagaimana keadaanya sekarang ya.
Apa dia masih ingat denganku atau tidak.
Walaupun ragaku hidup tenang disini, tapi jiwaku tetap tidak bisa melupakannya.
Bagaimana caraku supaya bisa melihatnya walaupun hanya sekali saja.
Semoga dia sudah bahagia sekarang dengan orang lain.
Apakah ada orang yang akan merawatnya.
Bisa-bisanya aku hidup tenang disini, sementara dia berada di dunia lamaku.
Aku sangat kecewa karena tidak bisa berada di dekatnya lagi.
Aku juga belum mengatakan selamat tinggal kepadanya.
Shin terus mengungkapkan kesalahan dan penyesalannya sendiri tanpa henti. Bahkan saat dia tidak ingin mengingatnya, perasaan saat meninggalkan seseorang itu menghantuinya.
Aku tidak bisa hidup dengan tenang di dunia ini lagi.
Maafkan aku semuanya, sepertinya aku tidak akan mengunjungi kalian lagi.
Hhhhh. Kurasa tempat ini lebih baik untukku.
"Shin. Apa kamu bisa mendengarkan kami?"
Hah. Suara siapa itu.
"Kalau kamu bisa mendengarkannya, kumohon, tolong dengarkan aku. Shin."
Suara Miku ya. Sepertinya aku masih saja merepotkan mereka disana.
"Shin. Kenapa kamu masih belum bangun juga?"
"Apa kamu sudah tidak peduli lagi dengan kami?"
Maafkan aku.
"Shin. Apa kamu mengenal gadis bernama Aya?"
Hah. Bagaimana dia tahu nama itu.
"Kalau kamu mengenalnya. Kamu harus mengetahui kalau Aya tidak pernah menyalahkanmu."
Kenapa dia bisa tahu masalahnya Aya.
"Kami semua sudah bertemu dengan Aya. Dia mengatakan kalau semua hal yang terjadi adalah salahnya sendiri."
Mereka bertemu dengan Aya. Tapi bagaimana caranya.
"Dia sangat menyesal karena telah membuatmu menderita selama ini."
Dia sama sekali tidak pernah membuatku menderita.
"Shin. Apa sebenarnya masalah antara kamu dengan Aya. Kalau kamu tidak bangun, bagaimana mungkin kami bisa tahu."
Masalahku ya.
➖➖➖➖➖
Di dalam istana tepatnya sekitar meja makan. Disana sedang berkumpul para Dewi yang menyamar sebagai kakaknya Shin, mereka bertiga sedang bersiap-siap untuk makan.
"Kenapa para gadis itu masih belum kesini juga ya?" Tanya Viola.
"Aku tidak tahu." Jawab Safira.
"Mungkin mereka saat ini sedang berada di fase memperjuangkan takdir."
"Apa maksudmu Kaori?"
"Tadi aku tidak sengaja mendengarkan suara para gadis dari dalam kamarnya Shin. Menurutku sepertinya mereka sudah mendapatkan pencerahan tentang cara untuk membangunkan Shin, jadi mereka saat ini sedang melakukannya."
"Pencerahan!? Apa itu?"
"Aku juga tidak tahu." Ujarnya sambil sedikit memukul kepalanya sendiri dan mengeluarkan lidahnya.
Viola dan safira hanya dapat terdiam melihat tingkah laku saudaranya yang sedikit aneh.
Merasa kalau candaannya tidak membuat kedua saudaranya tertawa, membuat Kaori mengembalikan sikapnya seperti semula.
"Tenang saja. Mereka pasti akan kesini membawa berita bagus." Katanya untuk kembali mencairkan suasana.
"Semoga saja."
"Aku juga berharap begitu."
Perkataannya Kaori mendapat persetujuan dari para Safira dan Viola.
Tanpa menunggu para gadis itu. Mereka bertiga memilih untuk makan terlebih dahulu.
Tidak ada rasa cemas sedikitpun dari wajah para Dewi itu. Mereka dengan tenang menyantap setiap makanan yang tersedia di atas meja.
Ketika makanan masih belum habis. Suara sautan pelayan terdengar oleh mereka.
"Nyonya. Kami permisi dulu untuk mengantarkan makanan ini ke dalam kamarnya Yang Mulia."
"Tidak usah mengantarkannya ."
"Kenapa Nyonya?"
"Sepertinya mereka saat ini sedang tidak mau diganggu."
"Apa maksud anda?"
"Mereka saat ini hanya sedang berusaha untuk merajut kembali robekan takdir yang mereka jalani selama ini. Tindakan ini akan menentukan apakah mereka bisa merajut kain yang sudah hampir putus di antara mereta atau tidak."
Para pelayan hanya diam karena sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh Kaori kepada mereka.
Tanda tanya besar juga muncul di kepala semua pelayan yang berada disana.
Melihat para pelayan kebingungan, membuat Viola turun tangan untuk meralat perkataan Kaori.
"Tidak usah dengarkan cara bicaranya. Tapi apa yang dia katakan mungkin ada benarnya. Menurutku mungkin saat ini para gadis sedang tidak mau diganggu oleh siapapun."
"Terima kasih."
Mereka semua meninggalkan meja makan dengan pipi yang memerah saat mendapatkan senyuman dari Viola.
"Hei-hei. Apa yang salah dari cara bicaraku." Tanya protes Kaori.
"Apa kamu tidak berpikir sebelum berbicara?"
"Apa maksudmu?"
"Kalimat itu terlalu tinggi untuk didengarkan pelayan biasa."
Mendengar kalimat itu dari Safira membuat Kaori terdiam. Dia sama sekali tidak berpikir kalau kalimatnya akan terlalu tinggi untuk para pelayan itu.
"Maafkan aku."
"Permintaan maaf diterima." Jawab serentak mereka berdua atas permintaan maaf dari Kaori.
➖➖➖➖➖
Disaat yang sama, di dalam kamarnya Shin sedang ada perjuangan dari para gadis untuk mencoba menyelamatkan Shin.
Selama beberapa saat mereka terus mencoba berbicara dengan Shin walaupun mereka tidak tahu apakah Shin mendengarkan atau tidak.
Yang penting oleh mereka saat ini adalah mencoba segala kemungkinan yang ada.
Perwakilan dari para gadis yang berbicara dengan Shin tentu saja gadis yang paling tua sekaligus gadis pertamanya Shin yaitu Miku.
Miku terus mencoba untuk berbicara dengan Shin tanpa berhenti. Melihat itu membuat para gadis lainnya meneteskan air mata, karena mereka berharap ini akan membuat Shin bangun dari tidurnya.
"Apa ini berhasil?" Tanya Hana.
"Kita berharap saja." Jawab Ryou sambil terus memeluk Hana dan Airi.
Gadis lainnya juga terdiam di sekitar Shin dengan pipi yang mulai basah berharap Shin akan mendengar perkataan mereka.
"Kak. Apa kamu baik-baik saja?"
"Y-ya. Aku tidak apa-apa."
Mengetahui kalau Ryou melihatnya sedang menangis membuat Kyou langsung membantahnya dan menyeka air matanya.
➖➖➖➖➖
Apa aku boleh hidup dengan tenang disana, sementara Aya aku tinggalkan di duniaku.
Kalau begitu sama saja aku dengan pria brengsek itu.
"Aya sudah keluar dari rumah sakit Shin."
Jadi Aya sudah sembuh ya. Syukurlah.
"Dia meminta untuk mengatakan kepadamu kalau kamu tidak usah lagi menyesalinya."
Dia memang gadis yang baik.
➖➖➖➖➖
Setelah kalimat itu diucapkan, suara Miku tidak terdengar selama beberapa detik.
Kemudian mendadak isak tangis kembali lagi ke telinganya Shin.
"Kami semua menyayangimu, Shin."
Perkataan berani dari Kyou mematik api keberanian dari para gadis lainnya. Dengan tekat yang kuat mereka semua mulai mengungkapkan perasaannya kepada Shin.
"Shin. Apa kamu tidak lagi peduli kepada kami?"
"Shin. Tidak seharusnya kamu menanggung semua ini."
"Padahal aku ingin mengatakan sesuatu padamu."
"Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu. Jadi cepatlah bangun Shin."
"Kamu adalah orang yang paling aku cintai, Shin."
"Kumohon padamu Shin. Jangan tinggalkan kami."
Ryou, Rin, Asha, Chika, Airi dan Hana mengatakan isi hati mereka kepada Shin tanpa rasa malu lagi karena mereka tidak tahu apakah akan ada kesempatan seperti ini lagi dimasa depan.
➖➖➖➖➖
Di alam bawah sadarnya Shin.
Semua hal tidak berubah sama sekali. Shin tetap merasa bersalah karena meninggalkan Aya di dunianya di saat kondisinya yang seperti itu.
Namun perasaan Shin seketika menghilang saat dia melihat sosok yang membuat dia sangat menyesal selama ini berdiri tepat di depannya.
"Aya!?"
"Lama tidak bertemu, Tasuya Shin."
Untuk pertama kalinya Shin mendengar kalimat itu dari orang yang sudah lama tidak dia temui. Tetesan air mata tidak bisa lagi Shin tahan saking terharunya.
"Apakah itu benar-benar Aya?" Tanyanya tidak percaya.
"Ya. Ini aku. Siapa lagi Aya lain yang kamu kenal selain aku?"
Air mata Shin bertambah banyak saat mengetahui kalau yang berdiri di depannya adalah Aya yang asli.
"Aku sangat menyesal karena telah meninggalkanmu." Ujar Shin sambil menangis.
"Aku tahu itu."
"Seandainya aku tidak mat_"
"Huss. Sudah aku katakan bahwa itu bukan salahmu. Itu adalah salahku karena telah membuatmu menjadi seperti ini."
"Tapi..."
...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...
...Like...
...Komen...
...Vote...
...Salam hangat dari My Glory...