Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 41 : Persiapan Invasi Perang



Tepat ketika aku akan menjelaskan bahaya lagi kepada mereka, mereka semua membungkamku dengan tatapan yang seakan-akan mengatakan "Kami telah membuat keputusan, dan itu sudah mutlak." Itu membuatku diam dalam keheningan.


Namun, misi ini pada dasarnya adalah risiko tanpa manfaat. Aku tidak mengerti mengapa mereka mau membantuku.


Ketika aku akan menyebutkan detail sekali lagi, Raja Strom angkat bicara.


"Kami punya alasan, percayalah, Shin. Pertama, mulai dari sekarang mungkin kekuatan Kekaisaran Slave akan melemah, saat itu mereka pasti akan membutuhkan bantuan dari Kerajaan asing. Lebih baik membantu mereka sekarang dan membuat mereka berhutang kepada kita bukan."


"Kedua, kami ingin ksatria kami mendapatkan pengalaman pertempuran melawan Failer. Kita tidak tahu kapan Kerajaan kita akan berakhir seperti Slave."


"Ketiga, kami ingin memastikan Glory dilindungi, atau lebih spesifiknya, kamu Shin. Produk dan budaya Kerajaanmu adalah barang yang berharga, nak. Jika kamu mati selama insiden ini, kami akan kehilangan sosok revolusioner. Setidaknya begitulah caraku melihatnya."


Itu masuk akal. Itu cara operasi yang cukup cerdik. Bahkan jika Slave selamat dari ini, kami tidak tahu apa yang akan terjadi sesudahnya. Dan kami juga tidak tahu apakah Kaisar itu masih hidup atau tidak.


Aku pribadi tidak peduli jika Kaisar mati atau tidak. Mungkin karena dia mencoba membunuhku dan Kakakku. Aku disini hanya ingin membantu orang-orang Slave.


"Masalahnya adalah situasi yang akan terjadi setelah ini selesai." Sambung Raja Strom.


"Apakah anda pikir Kerajaan tetangga mungkin akan menyerang Slave yang melemah?" Tanya Kaisar Gardio kepada Raja Strom.


"Itu mungkin saja terjadi, tapi sepertinya masalah itu bakan lagi urusan kita." Jawabku.


Kerajaan yang berbatasan dengan Slave saat ini ada dua. Jika Allent kita masukkan, maka itu akan menjadi tiga risiko potensial.


Di sebelah barat ada Kerajaan Freedom. Di sebelah timur ada Kerajaan Kaltis dan di sebelah tenggara ada Kerajaan Allent.


Hampir mustahil untuk meramalkan apa yang akan terjadi pada Kerajaan yang sebesar itu dengan musuh alami mereka di sekelilingnya.


Untuk saat ini, kami memutuskan untuk menangani masalah ini terlebih dahulu, sebelum memikirkan masalah yang akan terjadi setelahnya.


"Karena kalian semua bekerja sama denganku, aku akan mengirim kalian masing-masing tujuh puluh lima Frame Rescue. Terdiri dari tujuh puluh Chevaliers, dan lima Knight Baron untuk komandan pasukan kalian. Harap berhati-hati dalam memilih pilot. Akan ada sekitar seratus dua puluh lima Frame Rescue dari Glory, dan tiga ratus tujuh puluh lima dari Kerajaan aliansi. Kita akan menghadapi mereka dengan kekuatan gabungan sekitar lima ratus pasukan."


"Sangat meragukan melihat jumlah kita dibandingkan dengan jumlah mereka. Saya jadi berpikir apakah setiap ksatria harus membunuh sekitar empat puluh dari mereka untuk meratakan peluang. Jujur, saya meragukan peluang kita, tapi. Apakah kamu mungkin punya rencana, Shin?" Ujar Kaisar Gardio dengan raut wajah khawatir saat membandingkan jumlah kami dengan jumlah Failer.


"Saat ini, jenis-jenis Failer yang ada di sana terdiri dari Failer tingkat rendah dan Failer tingkat menengah. Failer tingkat rendah akan bisa kita potong dengan mudah menggunakan Frame Rescue. Tapi yang menjadi masalah."


"Jalankan pencarian! Tampikan Failer tingkat menengah. Dilambangkan dengan pin biru!"


{Berhasil. Empat ribu Failer tingkat menengah terdeteksi}


Tiba-tiba, beberapa pin merah di peta berubah menjadi biru.


"Jadi, sekitar sepuluh persen dari mereka ya. Bahkan jika setiap orang membunuh delapan dari mereka, kita seharusnya baik-baik saja. Bagaimanapun juga, kita mungkin bisa mengatasinya." Raja Strom bergumam sambil terus menatap layar.


"Yah, secara teori... Tapi dalam praktiknya akan ada banyak Failer tingkat rendah, jadi akan sedikit lebih rumit untuk membunuh mereka. Tapi aku punya rencana."


Aku mulai memperkenalkan strategiku. Itu juga bukan yang kompleks. Rencanaku adalah menggunakan suara pemimpin mereka yang aku dapatkan dari Liora untuk bisa memisahkan mereka menjadi lima kelompok kecil.


Kemudian, aku akan menggunakan mantra [Gate] untuk mengirim para ksatria ke medan perang pada saat yang dibutuhkan.


Kami hanya harus menyeimbangkan ksatria kami dengan mereka supaya bisa berhasil.


"Ah, tunggu sebentar.... Apakah itu berarti kamu tidak akan menggunakan Frame Rescue, Shin?"


"Ya benar. Aku akan terbang tinggi di atas medan perang. Aku hanya akan memberikan dukungan yang pada dasarnya berguna sebagai unit cadangan Kalian." Aku menjawab pertanyaan Raja Orphen dengan percaya diri. 


Memiliki aku sebagai pendukung mungkin adalah pilihan paling bijaksana. Tidak ada yang tahu kesulitan macam apa yang bisa muncul tiba-tiba. Aku harus berada dalam posisi siap untuk bisa bergerak bebas kemana saja.


"Memang, itu masuk akal. Di medan perang yang terbagi lima, hanya Shin yang bisa melihat ruang lingkup penuh itu, Dan hanya dia yang bisa mengirim orang ke sana kemari menggunakan sihirnya."


"Hmmm. Tapi jika kamu bisa melawan mereka tanpa Frame Rescue.... Kenapa repot-repot untuk membuat senjata itu."


"Memang benar aku bisa melawan mereka secara langsung, tetapi itu membutuhkan waktu lebih. Namun jika menggunakan Frame Rescue, aku bisa menghancurkannya dengan lebih mudah." Aku menjawab pertanyaan kaisar Gardio dan buru-buru mengakhiri pertemuan sebelum pertanyaan bodoh lainnya muncul. Slave berada di tengah krisis, jadi aku tidak punya waktu lagi untuk mengobrol.


Kami harus bergegas sebelum terlambat.


"Aku akan mengumpulkan kalian semua dalam waktu satu jam. Gunakan waktu ini untuk memilih pilot Anda dan jelaskan situasinya. ”


Saya membuka [Gete] dan mengirim para pemimpin, bersama dengan pengawal mereka.


Banyak yang harus dilakukan dan kita hampir tidak cukup waktu. Kami harus bergegas.


➖➖➖➖➖


"Ya ampun... Aku tidak menyangka dia akan menyerang sekarang."


Dewa cinta. Atau, eh, Kaori, kakakku. mengunyah kue ketika dia mendengarku menjelaskan semuanya.


"Ya. Jadi. Aku masih bertanya-tanya apakah kalian benar-benar tidak bisa membantu kami?"


"Tidak bisa, Shin. Kekuatanku bebas digunakan jika itu adalah masalah yang berhubungan dengan cinta. Tapi aku tidak bisa melakukan apa pun yang tidak berhubungan dengan cinta. Mereka berdua juga tidak memiliki otoritas untuk mengganggu dunia dengan keilahiannya."


"Itu benar, Shin." Ujar Safira.


"Maafkan kami." Sambung Viola.


"Tidak apa-apa. Aku mengerti."


Kalau masalah cinta itu agak tidak berguna di medan perang. Masalah cinta tidak akan berarti apa-apa terhadap Failer. Sepertinya tidak ada gunanya meminta bantuan padanya.


"Kamu pasti baru saja memikirkan sesuatu yang tidak sopan, bukan?"


"Owh. Sh-Shorry! Lemmeh goh. Pipiku sakit!" Aku mengeluarkan permintaan maaf panik saat Kaori mencubit pipiku.


Aku hanya dapat menggosok wajahku yang sakit ketika aku pergi ke FIB.


➖➖➖➖➖


Liora sedang berusaha menerapkan beberapa penyesuaian menit terakhir untuk beberapa Frame Rescue.


"Apa yang sedang terjadi?"


"Yah, entah bagaimana caranya tapi aku berhasil menyelesaikannya. Ada lima ratus Frame Rescue disini, Shin! Aku juga memiliki lima puluh unit cadangan, sehingga totalnya menjadi lima ratus lima puluh! Mereka akan siap untuk digunakan dalam tiga puluh menit lagi."


"Terima kasih, Liora."


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...