Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 43 : Perang Akhirnya Dimulai



Kalau untuk senjata. Frame Gear Rin dilengkapi dengan pisau kristal melengkung, dan Kyou dilengkapi dengan beberapa sarung tangan kristal. Aku juga membuat senjata dari phrasium untuk Lain, Nikola dan Norn.


"Jadi, beginilah cara kita akan melakukannya." Ucapku untuk menutup pembicaraan tentang strategi.


"Nilailah situasi di masing-masing lokasi kalian dan lakukan tindakan yang sesuai. Jika kalian melihat sesuatu yang tidak biasa atau mencurigakan, hubungi aku segera. Ada pertanyaan?"


Saat aku menanti jawaban, salah satu ksatria mengangkat tangannya.


"Aku pernah mendengar bahwa ada beberapa Failer yang bisa terbang di udara. Bagaimana kita harus menghadapi mereka?"


"Aku yang akan melawan mereka. Cobalah untuk menghindari kerusakan yang serius. Jika Frame Rescue kalian rusak terlalu parah, kalian akan dikirim kembali ke sini. Tetapi jika kokpit kalian dihancurkan secara langsung, kalian tidak akan bisa dikirim kembali kesini tepat waktu, jadi tetap lindungi bagian dada Frame Rescue kalian semua."


Setiap komandan mulai menaiki Knight Baron masing-masing setelah aku menjelaskan strategi.


Para prajurit dibagi menjadi A Squad, B Squad, C Squad, D Squad dan E Squad. Lain bergabung dengan A Squad, Rin bergabung dengan B Squad, Kyou bergabung dengan C Squad, Nikola bergabung dengan D Squad dan Norn bergabung dengan E Squad.


Haku, Kougyoku, Kaku, Luli dan Kaitur juga naik bersama lima orang perwakilan Glory.


Mereka akan bisa menjadi perantara antara aku dengan pasukan.


Kazumi, Kazuo dan Baba ditempatkan di WB untuk berjaga-jaga. Jika sesuatu yang buruk terjadi, mereka pasti akan menghubungiku.


Aku mulai merapalkan mantra [Gate] dan memindahkan Squad A, Squad B, Squad C, Squad, D dan Squad E ke lokasi masing-masing.


Aku juga bergabung dalam pertempuran bersama A Squad. 


Sudah waktunya untuk berperang.


"Sudah saatnya. Aku akan mempercayai kalian untuk menyampaikan pesanku kepada mereka semua."


"Seperti yang tuan perintahkan."


"Baiklah, Tuanku."


"Serahkan pada kami."


"Semoga berkat keberuntungan berpihak pada anda, tuanku."


Kaku, Kougyoku, Kaitur, Luli dan Haku melapor untuk bertugas di hadapanku.


Aku melihat ke petaku untuk mengkonfirmasi di mana Failer itu berada. Kemudian, aku mengambil sebuah alat yang diberikan oleh Liora.


Apakah benar di dalam benda sekecil ini ada suara pemimpin mereka.


"Kuharap benda ini dapat bekerja dengan baik." Gumamku saat mematahkan benda yang menyerupai penggaris kecil anak sekolahan.


"Hah."


Tidak ada suara yang keluar.


Aku dengan cemas mulai menatap peta, dan melihat bahwa semua Failer di Slave telah berhenti bergerak. Setelah beberapa saat kemudian mereka semua mulai menyerbu ke arahku. 


Tampaknya berhasil. Tampaknya suara apa pun yang dibuat Sovereign, itu di luar pemahaman manusia.


Dari semua Failer yang menuju ke arahku, beberapa di antaranya bergerak lebih cepat daripada yang lainnya.


"Tampilkan Failer terbang jenis apa pun dengan pin kuning!"


{Berhasil. Seribu empat puluh tiga Failer terbang terdeteksi.}


Pin beberapa Failer yang menuju ke arah kami mulai berubah menjadi kuning.


Sepertinya mereka tidak terlalu banyak. Dengan begini, pekerjaanku akan cepat selesai.


Frame Rescue tidak bisa terbang, jadi aku tidak punya pilihan selain melawan mereka sendiri. 


Aku mengambil dua pedang besar dari [Storage] sambil menyiapkan tenaga dan juga mentalku.


"Kougyoku, aku akan membunuh Failer terbang yang menuju ke sini. Failer darat pertama akan muncul sekitar lima belas menit lagi."


"Dipahami. Harap hati-hati tuan."


Aku mengirim pesan telepati ke Kougyoku, yang sedang bersama dengan Lain.


"Baiklah, saatnya memberi mereka sedikit pertunjukan."


Aku mulai merapalkan mantra [Fly] dan pergi meluncur untuk menemui Failer terbang itu.


Pertempuran akhirnya dimulai.


➖➖➖➖➖


Aku melewati beberapa Failer terbang dengan kecepatan tinggi, menebas mereka dan menusuk intinya. Satu per satu Failer terbang mulai berjatuhan setelah intinya dihancurkan.


Aku melihat ke bawah dan melihat sekelompok Failer ditendang sampai terhempas. Aku juga tidak punya pilihan selain mempercayai Lain dan yang lainnya untuk melawan mereka.


Peranku disini, pertama dan yang terutama, adalah untuk membunuh yang Failer terbang. Aku sangat beruntung karena tidak ada Failer menengah terbang.


Aku melonjak menembus langit, membunuh sekelompok Failer terbang lain, lalu meluncur turun untuk membunuh banyak Failer yang berada di atas permukaan.


Aku tetap membuka petaku supaya tetap bisa melacak mereka semua. Kelompok Failer yang berada paling jauh sudah mulai bergerak menuju ke arah sini.


"Bersiaplah semuanya, Pertempuran di titik A akan segera dimulai." Kataku kepada anggota squad A, Gardio.


Aku membuka [Gate] dan tiba di titik B. Kelompok Rin ada di sana dalam keadaan siaga.


"Aku akan mulai memanggil Failer ke arah saya. Siapkan semua orang untuk bertarung!"


Rencanaku adalah meminta Kaku menyampaikan pesan kepada Rin, dan kemudian meminta Rin menyampaikan pesan itu kepada yang lainnya.


Aku melihat semua Frame Rescue mulai mengacungkan senjata mereka dan merasakan kebanggaan tersendiri dari dalam diri mereka saat mengangkat pedang besar itu.


Aku mengambil alat yang membuatku kagum itu dari saku dadaku lagi dan langsung mematahkannya.


Pada tampilan petaku, Failer yang bergerak menuju titik A terbelah sedikit, sekelompok dari mereka sekarang menuju ke titik B. Banyak dari mereka yang berhenti dan mulai menuju ke lokasi ini. Tidak ada lagi tipe terbang diantara mereka, jadi mereka semua bergerak dengan kecepatan yang sama.


"Cari. Tampilkan jumlah Frasa saat ini!"


{Berhasil. Sembilan belas ribu tujuh ratus empat puluh dua Failer}


Jumlah pada layar sudah mulai berkurang dengan cepat. Itu karena pertempuran di titik A sudah dimulai.


Saya menggunakan [Fly] untuk bertengger di bahu Frame Rescue Rin.


"Failer itu akan tiba di sini dalam beberapa menit, oke? Aku mengandalkanmu."


"Aku mengerti. Kamu dapat mengandalkanku."


Setelah berbicara sebentar dengan Rin, aku memutuskan berpindah lagi ke titik C.


Saat tiba disana, tanpa pikir panjang lagi, aku langsung mematahkan alat yang ketiga.


Failer yang berada di titik A dan B mulai terpecah lagi menuju ke arahku.


"Kyou. Sebentar lagi Failer akan tiba disini."


"Dimengerti."


"Aku mengandalkanmu disini."


"Tenang saja."


Setelah mendapatkan jawaban yang membuatku senang, aku mulai berpindah lagi ke titik D tempat Nikola berada.


"Yang Mulia."


"Yoo. Apa situasi disini baik-baik saja?"


"Ada beberapa ksatria yang sedikit ketakutan tapi kami berhasil meyakinkan mereka kalau kita pasti menang."


Maklum saja kalau mereka sedikit takut, mereka yang biasanya hanya melawan penjahat sekarang malah disuruh melawan ribuan monster dari dunia lain.


"Aku senang kalau mereka sudah mendapat kepercayaan diri mereka lagi."


"Ya, Yang Mulia."


"Oh ya. Aku akan memanggil Failer kesini, perintahkan ksatria untuk mulai bersiap."


"Baik." Setelah Nikola menjawab, dia langsung berlari ke arah ksatria lainnya.


Tidak ada waktu lagi.


Aku keluarkan alat yang ke empat dan langsung mematahkannya.


Saat aku melihat peta. Failer yang berada di titik B dan C mulai menyebar dan menuju kesini.


Sepertinya ini berjalan dangan lancar.


"Nikola. Failer sedang menuju kesini."


"Ba-baik, Yang Mulia."


Dia menjawab perkataanku sambil mengacungkan senjata besarnya kedepan. Tidak hanya dia, tapi semua ksatria disana sudah siap berperang.


Sepertinya mereka akan baik-baik saja.


"Aku pamit dulu. Pimpin pasukan disini dengan baik, Nikola!"


"Laksanakan. Anda harap berhati-hati, Yang Mulia."


"Tenang saja." Jawabku.


Setelah memastikan pasukan squad D siap bertarung, aku memutuskan untuk pergi ke titik E.


Setelah tiba, ternyata disana ada beberapa ksatria yang sedang berkelahi.


"Ada apa ini. Kenapa mereka berkelahi?"


"Yang Mulia!?" Jawab kaget Norn dengan kemunculan tiba-tibaku.


"A-ada beberapa ksatria yang ingin melarikan diri karena takut, tapi di hentikan oleh ksatria kita."


Saat aku menatap mereka, wajah mereka semua terlihat sangat ketakutan, mereka juga memberontak saat di pegangi.


...Terima kasih sudah mau membaca novel ini, dan Jangan lupa untuk!!!...


...Like...


...Komen...


...Vote...


...Salam hangat dari My Glory...