Heavenly Magician

Heavenly Magician
Bab 77 : Masalah Baru Mulai Berdatangan



Dua bulan setelah pertemuan para anggota WPL. Ujian untuk merekrut anggota Pasukan Sparta sudah mulai dilakukan di beberapa Karajaan anggota.


Sebelum merekrut, biasanya Rajanya akan menghubungi ku untuk meminta saran tentang kriteria dan ujian masuknya.


Aku juga biasanya hanya meminta ksatria yang lancar mengemudikan Frame Rescue dan siap berkorban untuk penduduk. Kalau untuk ujiannya, akan dikirim alat simulasi baru khusus untuk ujian. Dengan kesulitan yang meningkat dan musuh yang bertambah juga, itu akan membuat ksatria lebih bisa merasakan pertempuran yang sesungguhnya.


Begitu ujian dimulai, para monster akan menyerang dari segala arah. Setiap kali mereka berhasil membunuh monster, mereka akan mendapatkan poin sesuai dengan jenis monster yang mereka bunuh.


Dan saat ujian berakhir, poin akan dijumlahkan dan disesuaikan dengan rata-rata yang ditetapkan. Kalau poinnya melebihi rata-rata, mereka akan lolos ke tahap kedua yaitu wawancara mental dan kesiapan mereka dalam berhadapan dengan musuhnya.


Mereka akan di wawancara tentang kesiapan mereka kalau dihadapkan dengan monster. Jawaban mereka juga akan dinilai, apakah mereka berbohong atau tidak atas jawaban yang mereka berikan.


Setelah kedua tes itu selesai, secara resmi mereka akan di angkat sebagai anggota Pasukan Sparta.


Memang itu yang dilakukan Kerajaan lain, tapi tidak untuk Glory. Disaat Kerajaan lain sedang sibuk dengan ujian mereka, kami malah dihadapkan oleh utusan yang tiba-tiba saja datang ke Glory.


"Maaf karena kedatangan mendadak hamba Yang Mulia."


"Tidak apa-apa."


Semuanya saat ini sedang berkumpul di ruangan audiens, ada Kazuo juga yang sedang berdiri di sampingku beserta dua utusan yang sedang berlutut di depanku.


"Kalau boleh tahu ada urusan apa kesini?" Kazuo membuka pembicaraan terlebih dahulu.


"Sebelum itu, kami mendapat kabar kalau Yang Mulia akan mengumumkan pertunangan Yang Mulia ke dunia. Selamat atas itu."


Bagaimana dia tahu, aku saja bahkan belum memberitahu rakyatku soal itu, ya walaupun seharusnya rakyatku sudah tahu sih, tapi aku bahkan belum mengumumkannya secara resmi.


"Ya. Terima kasih atas ucapannya."


"Bisa anda katakan saja maksud kedatangan anda Tuan?" Dengan ekspresi yang mulai marah, Kazuo menegaskan kembali kata-katanya.


Tapi kedua orang itu tetap tenang tanpa gemetar sedikitpun.


"Tujuan kedatangan kami kesini adalah untuk menyampaikan pesan dari Kerajaan Felsen."


"Apa isi pesannya?" Tanya Kazuo.


Orang dibelakangnya mulai membuka kertas pesan yang ada di tangannya sepanjang waktu. Dengan hati-hati namun lantang, dia mulai membacanya.


"Salam untuk Yang Mulia Raja Glory. Maaf atas kedatangan utusanku yang mendadak. Maksud dari kedatangan utusanku adalah untuk menyampaikan pesan dariku yaitu memberitahukan Yang Mulia kalau salah satu calon tunangan Yang Mulia, Kokonoe Rin adalah keponakanku yang hilang. Berhubungan Yang Mulia memilihnya sebagai calon tunangan, jadi saya mengharapkan kerja sama kita dimasa depan. Raja Kerajaan Felsen, Filur Kert Felsen."


"Begitulah isi pesan beliau." Tutupnya.


Apa maksudnya. Rin itu anggota Kerajaan Felsen.


"Apa maksudnya, utusan Felsen?" Kazuo langsung menanyakannya seperti dia merasakan sesuatu yang janggal disini.


"Seperti yang tertulis disini kalau salah satu dari tunangan Yang Mulia adalah anggota keluarga Kerajaan Felsen." Kata utusan sambil mengeluarkan senyumannya.


Ini mencurigakan.


"Apa anda ada bukti kalau Rin merupakan anggota keluarga Kerajaan Felsen?" Tanyaku kepada utusan itu.


"Hamba ada buktinya Yang Mulia. Kalung yang dipakai Olehnya merupakan kalung yang diwariskan oleh ayahnya sebelum ayahnya meninggal."


Kalung. Apa Rin memakai kalung, aku bahkan belum pernah melihatnya sama sekali.


"Apa yang diinginkan Raja Felsen karena mengatakan ini kepadaku?"


"Yang Mulia Filur hanya ingin membuka kerja sama diantara Kerajaan, sesuai dengan yang tertulis di pesan."


Sepertinya memang ada yang tidak beres disini. Aku harus mencari kebenarannya.


"Hmm. Baiklah, silakan anda kembali lagi kesini besok, ada surat yang ingin aku minta tolong untuk diserahkan ke Raja Felsen."


"Baik, hamba akan kembali lagi besok. Kalau begitu, hamba permisi dulu."


Kedua utusan itu lalu menundukkan kepalanya dihadapanku dan menghilang dibalik pintu.


Aku kemudian menatap Kazuo yang masih berdiri sambil berpikir disampingku.


"Sepertinya ada yang mencurigakan, Kazuo?"


"Benar, Yang Mulia. Kalau memang Yang Mulia Ratu Rin itu merupakan anggota keluarga Kerajaan Felsen, kenapa mereka baru memberitahukannya sekarang."


"Hmm. Ada yang mereka sembunyikan dari kita. Kazuo! panggil Rin, Komandan dan Kazumi keruanganku!"


"Baik Yang Mulia."


➖➖➖➖➖


"Ada apa memanggilku, Shin?"


Pintu ruang kerjaku terbuka dan memperlihatkan para gadis yang berpakaian Kerajaan. Aku ingin sekali memuji mereka, tapi ada hal lain yang harus diurus.


"Duduklah dulu."


Menanggapi perkataanku, mereka berdelapan duduk tepat dihadapanku. Kazuo, Lain, Norn, Nikola dan Kazumi berdiri di belakangku dalam keadaan siap siaga.


"Apa ada sesuatu yang terjadi, Shin?" Tanya Miku sambil menatap orang dibelakang Shin.


Tanpa menanggapi pertanyaan Miku, aku langsung menatap Rin.


"Rin. Ada yang ingin aku tanyakan padamu?"


"Ap-apa itu?"


"Apa kamu memiliki kalung?"


"Ka-kalung. Y-ya, aku memilikinya."


"Boleh aku melihatnya?"


"Y-ya."


Rin kemudian melepaskan kalung yang dia kenakan dan menyerahkannya kepadaku.


Rantainya memang biasa saja, tapi liontinnya yang seperti tongkat sihir ini tanpa aku sadari ternyata mempunyai mana di dalamya


"Aku masih tidak tahu kalung apa itu, nenekku yang memberikannya sebelum aku pergi berpetualang."


Aku kemudian menatap Kazumi yang juga sedang menatap kalung itu. Menyadari sesuatu dari kalung itu, Kazumi pun mengangguk.


Kalungnya cocok dengan apa yang telah diselidiki oleh Kazumi.


Mendapat kebenaran dari Kazumi, akupun kembali menatap Rin dan para gadis yang masih berada dalam kebingungan.


"Rin. Dimana kamu tinggal?'


"Hah!? A-aku tinggal di sebuah desa kecil di Kerajaan Halman, desa itu berbatasan langsung dengan Kerajaan Colder."


"Hmm."


"E-emangnya ada apa Shin. Kenapa kamu menanyakan itu?" Tanya Rin.


"Tadi ada seorang utusan Kerajaan Felsen yang datang kesini, dia mengatakan kalau kamu merupakan anggota keluarga Kerajaan Felsen yang hilang."


"Apa!?" Suara para gadis yang terkenal dengan kebaikannya mengguncang ruangan.


"Ba-bagaimana bisa itu terjadi?" Tanya Kyou dengan lantang.


Kyou, Ryou sudah mengenal Rin dari saat mereka memutuskan untuk pergi berpetualang bersama.


Jadi tidak heran kalau Kyou saat ini menjadi sangat terkejut dengan kabar ini.


"Tenang kak?"


"Ya. Tenang dulu Kyou. Awalnya aku juga tidak percaya, tapi setelah melihat kalung yang dipakai Rin, sekarang aku jadi ragu-ragu."


Kyou yang awalnya keliatan marah sekarang menjadi tenang, dia kembali duduk dengan lembut sambil memandangi kalung Rin yang masih aku pegang. Hanya beberapa detik dia dapat mempertahankan ketenangannya sebelum badai merah berhasil menghantam wajah dan telingannya.


Aku hanya berpura-pura tidak melihatnya dan kembali melanjutkan pembicaraan.


"Ini mencurigakan."


"Tunggu Shin. Aku ingin bertanya. Apa kamu tadi mengatakan kalau Rin merupakan anggota keluarga Kerajaan Felsen." Miku yang masih belum bisa menerimanya memilih bertanya.


"Ya. Itu yang mereka katakan."


"Apa itu artinya Rin merupakan seorang bangsawan?"


"Mungkin saja. Tapi ada yang mencurigakan."


Aku kemudian memandangi Kazumi.


"Dapat kamu jelaskan tentang Raja Kerajaan Felsen?"


"Baik. Menurut laporan anggota yang ditugaskan disana. Raja Kerajaan Felsen merupakan laki-laki yang gila dengan kekuatan, beliau akan melakukan segala macam cara untuk mendapatkan kekuatan."


"Kekuatan ya. Apa dia sama bodohnya dengan orang lain yang memperebutkan Frame Rescue." Ujarku.


"Mungkin saja Yang Mulia. Raja sebelumnya juga tiba-tiba saja meninggal enam belas tahun yang lalu, semenjak itu beliau yang merupakan kakaknya lah yang menggantikan posisi adiknya sebagai Raja."


"Semenjak kekuasaannya, banyak kejahatan yang terjadi. Beliau juga merombak kembali struktur Kerajaan, menggantikan berbagai posisi yang awalnya diisi oleh orang yang ditunjuk oleh adiknya menjadi orang yang dia tunjuk sendiri. Tapi orang yang dia tunjuk itu tidak jauh berbeda dengannya."


"Hmm. Mungkin ini tidak jauh berbeda dengan kasus Kekaisaran Slave." Kazuo memberikan pernyataan yang adil disini.


"Tapi apa yang menjadi penyebab kematian dari Raja sebelumnya?" Tanya Komandan Lain.


"Itu masih misteri. Tidak ada bukti yang meyakinkan kalau itu merupakan pembunuhan terencana, karena itu penduduk hanya berpendapat kalau itu merupakan kecelakaan. Tapi masih banyak penduduk yang menganggap kalau itu merupakan sebuah pembunuhan."


"Hmm. Apa sebenarnya yang diinginkannya dari kita." Gumamku dengan kesal.


"Yang Mulia. Sebaiknya kita memikirkan surat apa yang akan kita kirimkan kepada Raja Felsen." Kazuo kemudian menyadarkanku tentang apa yang harus aku lakukan.


Aku kemudian berbalik menatap para gadis, atau lebih tepatnya Rin seorang. Dan entah karena beberapa alasan, Rin menjadi memerah.